Apa sebab do'a kita tertolak?


Mari instrospeksi ^_^    berikut ini saya kutip dari posting-an Laboratorium Badan Mentoring IT Telkom di FB
Suatu hari Ibrahim Bin Adham (salah satu sosok ternama dikalangan sufi) tengah berkumpul bersama para penduduk Bashrah.

Orang-orang Bashrah itu berkata:
"Telah sekian lama kami berdo'a, tapi mengapa do'a kami belum diijabah?"

Ibrahim Bin Adham menjawab:
"Itu karena hati kalian telah mati disebabkan 10 perkara:

1. Kalian mengaku mengenal Allah, tapi tidak kalian penuhi hak-hakNya (tidak melaksanakan kewajiban yg Allah perintahkan).

2. Kalian mengaku cinta Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, tapi kalian tinggalkan sunnah-sunnahnya.

3. Kalian membaca Al-Qur'an, tapi tidak mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.

4. Kalian makan dari nikmat yg Allah berikan, tapi tidak pernah menunjukkan kesyukuran.

5. Kalian berkata bahwa syaitan adalah musuh kalian, tapi kalian mengikuti langkah-langkahnya.

6. Kalian berkata bahwa syurga itu memang ada, tapi tidak berusaha untuk meraihnya.

7. Kalian berkata bahwa neraka itu memang benar ada, tapi tidak berusaha untuk menghindarinya.

8. Kalian berkata bahwa kematian itu sudah pasti terjadi, tapi tidak berusaha untuk mempersiapkan diri menghadapinya.

9. Kalian sibuk membicarakan aib-aib orang lain dan lupa terhadap aib-aib sendiri.

10. Diantara kerabat kalian sudah ada yg menemui ajal dan terkubur, tapi kalian tidak mengambil ibrah (pelajaran) darinya."

Rabbana dzalamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa la nakuunannaa minal-khaasiriin...

10 Things you should give up to be happy


onlinecounsellingcollege:

1. Give up your need to always be right.
2. Give up your need for control.
3. Give up blame.
4. Give up your self-defeating self-talk, and your limiting beliefs.
5. Give up complaining.
6. Give up your need to impress others.
7. Give up your resistance to change.
8. Give up your fears.
9. Give up your excuses.
10. Give up on living your life to fit other peoples’ expectations.

Risiko Sebuah Pertaruhan yang bukan Perjudian

Iseng-iseng berhadiah? bukan
Judi? Pantanglah
Undian? #tepok jidat

Langkah yang diambil ialah buah pemikiran yang panjang
Tak sekedar naluri dan bukanlah berbekal kenekatan
Perlahan pancaran cahaya menerangi lajur telapakku kemana
Semoga benar ini arahan-Nya

Hanya saja perlu aku camkan tentang risiko
Risiko sebagai probabilitas terbaik maupun yang terburuk
Aih, tak mahir itu mengulik probstat
Namun tiadalah terkait dengan kosakata itu

Terburuknya adalah aku harus instrospeksi
Apakah egoku mencemari jawaban-Nya?
Apakah ikhlas menjadi obat pahit yang harus kuteguk untuk menyembuhkan segala penyakit hati?
Namun berbagai aleksi menantiku di terowongan itu
Rasa malu di hadapan pilar-pilarku
Rasa malu di benak penghuni langit
Rasa malu di raut ketika berpapasan dengan "unggul"
Akankah bisa tertahankan?
Adakah mungkin "profesional" itu masih berlaku ke depannya
Berapa lama robekan itu bisa terpulihkan?

Hmm, menduga-duga takkan menyelesaikan masalah
Bukankah semanisnya masalah adalah yang diselesaikan dengan solusi terbaik?
Dan dari Allah-lah bersumber segala petunjuk
Dialah "penghulu" atas berbagai problema terhadap solusinya
Semoga hatiku diselamatkan oleh-Nya

Sejumput Torehan


Tak ada yang perlu diratapi
Kalaupun pernah IPK-ku terlunta di satu koma nol sekian
Maka Allah memberi kesempatan menebusnya di semester akhir

Tak ada yang perlu disesali
Kalaupun target kompetisiku ludes dihabisi rival
Maka Allah menghiburku dengan sahabat yang menopang spirit

Jika ada yang patut disyukuri
Itu terlampau banyak untuk disebutkan
Walau cacatku adalah sedikit menyadarinya dan terkadang terlambat

Well, sungguh menyenangkan punya kenangan hebat saat di kampus
Ber-HMIF, ber-BEM, ber-Karate, ber-Pramuka, ber-LabAI, ber-BTS
Ber-PDKT, ber-ITSC, dan berbagai ber-ber- yang lain
Organisasi dan kepanitiaan, tiada ada habisnya memenuhi rasa puas,

walau hanya segelintir, terima kasih atas pertemuan kami

Berwirausaha pun sungguh cupu nasib ini
Tapi pengalaman yang asyik dan menjadi bekal untuk di kemudian hari

yang patut dilanjutkan

Menulis, oh sungguh mencandukan
Ketikan formal maupun formal sama saja gairahnya
Tiada sesal meluangkan waktu untuk itu

Religi,
Oh itu takkan kulupa
Kampus ini telah menjadi saksi aku tatkala berada di titik nadir
Namun titik bangkit pula menanjak dari sini

Ibarat simulator, akan banyak hal-hal yang lebih mencengangkan di luar

sana
Namun takkan pernah sirna segala rupa episode di sini

Bintang di Horison Utara

Terhimpun ketidakmengertinya aku
Dalam simpul lugas
yang terbatasi muliamu
Bintang di horison utara

Lenyap aku tersesat
Pada bimbang tiada berpenghuni
Melarutkan sajak metafora
Di tepi jalanan kutermagut

Mendefinisikan Diri, Baik Apa Buruk sih?

Definisi itu simpelnya adalah batasan. Batasan yang kek mana nih?
Batasan yang dimaksud kali ini adalah batasan mengenai diri sendiri yang kau punyai deskripsinya. Emang harus ada ya? Baik apa buruk sih? Terus gimana penggunaannya?

Definisi diri secara naluriah telah kita lakukan tatkala kita mendiskripsikan diri sendiri, baik secara subjektif (contoh : ganteng, rajin, berrbudi pekerti luhur), maupun objektif (contoh : anak IT Telkom, keturunan Minahasa). Hanya saja sering kita menyadarinya. Tujuannya jelas, sebagai filter terhadap kondisi sekitar mana yang berprospek baik untuk kita mana yang jelek. Sebagai contoh seorang dengan definisi anak informatika jelas akan berprospek baik (default-nya) tatkala berkutat dengna coding. Seorang yang mendefinisikan diri sebagai pecinta hamster tentunya akan berpikir panjang dan cenderung menolak bila ditawari memelihara kucing.

Lantas, apakah hal ini baik ataukah buruk? Ini relatif sudut pandang yang dipakai. Pertama, cenderung positif ataukah negatif defnisi yang kita buat? Selain itu, hal-hal yang menjadi pantangan atas definisi kita itu yang seperti apa. Serta bagaimana kita mengkomunikasikan definisi kita kepada orang sekitar kita.

Tujuan dari definisi diri ini adalah sebagai panduan idealisme/komitmen untuk bersikap/berprinsip. Sebagai contoh, tatkala di himpunan yang suasananya lebih riang dibandingkan BEM, jelas pengurusnya perlu mendefinisikan diri untuk mengedepankan kekeluargaan (cmiiw). Selain itu, bagi seorang muslim, definisi diri ini berfungsi ini memilah arus pergaulan sekitar, mana yang sesuai agama dan mana yang tidak.

Sehingga pada akhirnya, perubahan seseorang ke arah lebih baik, tidak lagi didasarkan pada kepentingan politik (sesaat), mengejar duniawi semata, melainkan kesadaran bahwa definisi diri ini adalah hamba Allah sehingga patutlah untuk tunduk kepada segala ketentuan-Nya

Thanks my shoes

Sepatu ini perlahan mulai pudar aksen songketnya, sesuatu yang menjadi daya tarik mengapa saya ingin memilikinya sejak pertama melihat iklannya.
Banyak perjalanan yang saya lalui bersamanya, futsal di Bandung, kuliah di Bandung, lomba di Bandung, piknik di Jogja, magang di Jogja, KP di Semarang, hingga berkeliaran di Lombok serta tak terhitung lagi momentumnya.
Ada banyak pula yang merembesinya, mulai dari air hujan, air genangan di jalanan, keringat, hingga darah. Darah? Ya darah kepala saya tatkala kecelakaan di Semarang turut mengucuri sepatu ini.
Sepatu yang tak punya nama, namun menjadi koleksi terawet saya dalam mempunyai sepatu. Hampir 2 tahun kami bersama walau tak selalu saya kenakan.
Once again I must say, "thanks ^o^"

Langit Senyap

Kutengok jendela ini
Gulita jengah menyekapku
Paradoks tatkala riuh tak bisa menebus tuliku

Hannya aku beribu debu
Menarilah dambaan angan
Yang terkadang menyulapku
Menjadi nyawa terlumpuhkan asa

Teriakku pada langit senyap
Tampakkanlah bintangmu lintaskanlah rembulanmu
Ujarku pada langit senyap
Akhiri penculikanmu atas riangku
Sudikanlah aku turun ke hulu renjana

Ah asam yang mengaliri pelipisku
Dan basa menjalari nadiku
Dimana langkahku
bisa kembali pada jejak berbinarku dulu

Pintaku pada lengit senyap
Redakanlah hujan kelam ini


Sajak ini aku bayangkan menjadi lagu yang diawali petikan syahdu mendayu namun di bagian reffain dihentak dengan beat drum dan rancak gitar.
Langit Senyap? Apa? Siapa?
Langit saya asosiasikan sebagai visi yang kita tatap ke atas (bahasa Jawa-->ndengak)
Senyap saya asosiasikan sebagai kegalauan batin diterkam pesimisme
Jadi langit senyap di sini mengandung makna keinginan diri untuk lepas dari pesimisme dalam meraih harapan #ceilehhh

Interview Advice [1]


Ditemani CokRam (nama laptop saya) dengan lagu Kehidupan versi ErwinG feat Andy+Roy, saya teringat sebuah janji pada om Dias (Chief PDKT 2012) untuk share tentang wawancara kerja, penglamaan saya masih cupu, banyak gagalnya, namun semoga pengalaman gagal saya bisa menginspirasi orang lain, sehingga "gue gagal aja bisa bikin manfaat, apalagi sukses", hehee

  • Pastikan tahu lokasi wawancara dimana, bisa jadi di kantornya, bisa jadi di kampus, bisa pula di suatu tempat (misalnya lobi hotel) dsb. Survey mengenai lokasi agar saat hari H tidak kelabakan ataupun gumunan dengan tempatnya.
  • Pastikan paham alokasi waktunya. Waktu di sini meliputi kapan mulainya dan seberapa lama. Hal ini berkaitan dengan penyiapan akomodasi, khususnya bila berlokasi di luar domisili kita (apakah cukup dengan berangkat pagi ataukah sejak malamnya menginap di orang), pengaturan waktu tidur menjelang pelaksanaan.
  • Pastikan fisik fit, dua hal yang penting untuk disiapkan adalah sarapan dan waktu tidur. Bagi freshgraduate yang baru saja "jihad" mengerjakan TA dengna jadwal yang superrrrrrrtidaklazim tentu agak serampangan jadwal makan dan tidurnya. Persiapkan dengan baik.
  • Bawa yang perlu saja. Terlintas sederhana, namun kenyataannya ini bakal mengefisienkan kesiapan kita. Apakah di sana kita perlu membawa ijazah? perlukah membawa laptop? Bawa baju berapa? Dan yang paling utama, berapa budgetnya
  • Gunakan busana yang layak. Kaos bola bolehlah dipakai, asal hanya sebagai kaos dalam (ya iyalah). Gunakan busana yang menunjukkan keseriusan Saudara dalam mengikuti wawancara. Termasuk di dalamnya alokasikan waktu "dandan" yang pas, jadi kalau wawancaranya siang dan di Jakarta, ya jangan "paes" sejak Subuh bro
  • Konfirmasi apa saja yang menjadi materi wawancara. Hal ini perlu dilakukan agar tidak clingak-clinguk menjelang hari H, namun gunakan bahasa yang baik saat menanyakannya pada CP. Terdapat beberapa rekruitasi yang melaksanakan wawancara bersamaan dengan seleksi tertulis dan user interview, maksudnya tes pemahaman secara lisan tentang materi yang akan dihadapi saat nantinya bekerja. Nah, kalau tahu bakalan ada user interview, jelas perlu review kesiapan dari sisi hardskill.
  • Kenali lagi diri sendiri, khususnya yang tercantum di CV, misalnya kita menulis kelebihan "kreatif", nah contohnya kreatif itu kekmana? Punya pengalaman ikut proyek bikin website, nah di bagian amna terlibatnya? Bagaimana jobdesk-nya? Apa hambatannya?
  • Ikuti petunjuk bahasa yang dipergunakan. Lha ini nih, yang biasanya agak susah. Perlu latihan berkomunikasi yang baik apabila si korporasi emang berbasis internasional yang artinya wawancaranya memakai Bahasa Inggris. Latihan dimulai dengan bercakap-cakap dengan teman mengenai profil diri yang dimuat di dalam CV.
  • Jujur, jangna terlalu banyak mengumbar kebohongan, misalnya ngaku pernah bikin website padahal itu fiktif, nah kalau mereka minta URL-nya cak mano itulah? Kalau sudah menikah ya jangna ngaku single, ntar gagal keterima kerja plus disidang ama mertua #upss
  • Antusias, buktikan bahwa Saudara datang ke situ mempunyai tujuan, bukan sekedar mengisi waktu luang. Tunjukkan antusias, namun jangan sok asyik lho ya. Cara menumbuhkan antusias antara lain, senyum sewajarnya, ketika diajak bercanda (walau itu garing) tersenyumlah, gunakan intonasi yang layak, tatap mata pewawancara.
  • Wawancara biasanya terdiri atas pertanyaan yang memang terkait dunia kerja dengan selingan. Selingan ini bertujuan untuk mengorek gaya bicara kita dalam suasana informal, misalnya "loe suka futsal ga?", "oh, dari Pekalongan ya? di sana banyak Sego Megono ya?", pertanyaan macam ini sepintas ga penting, padahal ini menjadi poin penilaian apakah kita mendaftar di situ cuma bermodal kerja apakah bisa menjaga hubungan harmonis apa tidak.
  • Kuasai pertanyaan lazim, misalnya ingin salary berapa, sedang daftar dimana saja, kenapa daftar di sini, berapa lama bisa menguasai suatu tool baru. Tiap rekruitasi ada penilaian kelayakan jawaban masing-masing.
  • Di akhir sesi biasannya terdapat sesi tanya balik, artinya silahkan peserta bertanya tentang korporasi tersebut maupun hal-hal lain terkait rekruitasi, nah gunakan sesi ini karena dari situ akan tampak seberapa antusias kita mendaftar di sini, pertanyaan paling lumrahnya adalah bagaimana carier path atau jenjang karir di situ. Dari situ kita dapat mengetahui mapping kek mana hidup kita kalau diterima dan loyal di situ, kemudian budaya apa saja yang berlaku di situ, dll

Mungkin masih secuil, hahahahaa, sori bro, lagi sibuk nih ampe-ampe susah nyari jadwal tidur siang hehee. Kapan-kapan kito sambung lagi yo dulur. Semoga bermanfaat

Sekelumit Nasehat


 Nasehat untuk para istri (atau calon istri) saya peroleh dari akun fesbuk ini. Mudah-mudahan nasehat ini dapat menjadi renungan dan membawa kebajikan kepada para istri agar tetap menjadi istri yang shalehah.

Renungan buat para istri. Mengapa ridha suami itu adalah syurga bagimu wahai para istri?

1. Suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu, bahkan sering kala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya hingga dia beranjak dewasa. namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkahmu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.
…