Review Heisei Rider vs. Showa Rider

Nama resmi film ini adalah Heisei Rider vs. Showa Rider
Dibuka dengan terlemparnya Kabuto cast-on mode, yang langsung dihentak dengan adu "strong" dengan Stronger. Kabuto yang memiliki tagline "strongest" berhasil menyingkirkan Stronger, namun mendadak muncul Skyrider yang melenyapkannya dan dilanjut lenyapnya Skyrider oleh Fourze. fourze kemudian dilumat oleh ZO yang akhirnya ditaklukan oleh Gaim lewat Suika Arm-nya. Dari prosesi kalah-mengalahkannya bisa ditebak bahwa ini pertarungan antara generasi Showa vs Heisei. Dan kemanakah Kamen Rider yang hilang? Ternyata mereka menjadi lockseed yang "nggak tahu kenapa" langsung berstatus koleksi Shocker.

Konsep penggabungan dunia antar Kamen Rider yang pertama kali dipelopori oleh Decade menjadi sajian yang mendasari bertemunya dua pahlawan "orde lama" versus "orde baru".


Baru berjalan tidak lebih dari 10 menit (dari total 108-an menit) seorang bintang tamu yang menggebrak di movie ini, yaitu pemeran asli Ichigo Hiroshi Fujioka. Ia merupakan pemeran pertama kamen rider, sebuah serial khas Jepang yang berusia lebih dari 40 tahun. Apakah hanya dia bintang tamunya? BTW, mengapa saya sebut bintang tamu? Karena di beberapa movie sebelumnya, pemeran yang hadir hanyalah pemeran-pemeran kamen rider yang terkini. Sebagai contoh, saat movie Blade, Ryuki, Kiva, Hibiki dll, tidak ada sosok pemeran kamen rider sebelumnya. Tatkala menggusung  nilai plus berupa menghadirkan sosok kamen rider terdahulu, jumlahnya hanya satu dua. Misalnya Tetsuo Kurata, pemeran Kotaro Minami di Decade movie. Yang kerap hadir sebenarnya lebih didominasi "topeng dan kostum" dari kamen rider terdahulu. Nah bagaimana dengan movie ini? Siapa saja "pelaku sejarah" yang kembali mengukir sejarah?
Masih inget sosok yang berkaos pink dan jas abu-abu?

Hayo ada yang bisa nebak siapakah dua sosok yang sedang berbincang-bincang itu? Sebagai "bocoran" kedua asyik berdiskusi di malam hari dan keesokan harinya bertarung sebagai X-rider dan Faiz.

Kalau di awal movie, pertarungannya satu lawan satu. Nah, memasuki pertengahan movie, yang disajikan mulai pertarungan kelompok. Black feat Black RX versu Joker vs Baron (nggak ngerti kenapa yang ini yang diduetin, apa nggak mending Zangetsu oleh Takatora dengan Shin Zangetsu oleh Mitsuzane ya?)

Biasanya kan muncul pengkhianat di kubu "baik", btw kenapa malah musuhnya itu mata-mata berwujud ZX? Agak bingung mencerna yang bagian ini >__<

Bisa dibilang yang menjadi nilai jual dari film ini adalah reuninya beberapa tokoh legendaris yang pernah menjadi lakon kondang dari berbagai dekade. Yups, ada pemeran Ichigo, ZX, X-rider, Faiz, Joker (separuhnya W). Terkait cerita dan tema, belum ada sentuhan yang menggebrak. Bagaimanapun juga durasi 100 menit jelas jadi kesulitan tersendiri mengingat waktu pengerjaan yang tidak banyak.

Walau demikian, ada stagnan yang patut diperbaiki terkait cerita dan kemenarikan adegan yang ada. Pertama dari musnahnya kamen rider satu per satu yang justru menjelang akhir film dibangkitkan dengan berbagai cara. Hal ini sudah terjadi entah yang keberapa sejak pertama kali dicetuskannya "reuni akbar" kamen rider di Decade versi movie. Kedua sosok Ichigo yang masih menjadi dominator di kubu Showa meskipun perlahan mulai dikurangi dengan kesediaan X-rider untuk menyampaikan sepatah dua patah kata saat berlaga. Padahal di kubu Heisei, kebiasaan kamen rider paling muda sebagai "juru bicara" sudah mulai dikurangi. Di movie ini justru sosok Tsukaya lebih memegang peran sebagai "perekrut" kembalinya para kamen rider Heisei ketimbang Gaim dkk-nya. Ketiga gerakan yang "berjelalatan" sebagaimana diumbar di W versi movie justru agak minim di situ. Well, yang paling mengheran dari berbagai konsep fiksi di dalamnya adalah "sulapan" Joker yang ter-lockseed tapi ketika di-unlock justru menjadi W, lho kapan datengnya nih Bro Philip? o_O


Pakem "mendadak bangkit" ini kayaknya perlu dibuat lebih dramatis (IMHO)

Klimaks film ini sendiri terbagi menjadi dua
Pertama diawali dengan laga pamungkas jilid 1 saat rider-rider yang tersisa (Ichigo, Niigo, V3, Riderman, X-rider, Amazon, dan Black di pihak Showa serta OOO, Decade, Joker, Kiva, Faiz, Wizard, dan Gaim di kucu Heisei). Sebelum laga, seperti biasa Om Tsukaya menyampaikan wejangan versi bijaknya hehee. Di tengah laga sendiri muncullah Shocker  beserta kamen rider Fifteen. Di kemelut perang itulah akhirnya lockeed para rider bisa di-release sehingga seluruh kamen rider bisa melanjutkan "reuni" mereka.

Klimaks kedua terjadi saat Shocker dan Fifteen bisa diatasi. Kali ini pertarungan dilangsungkan di pinggir pantai dimana ending-nya agak...agak...agak filosofis.

Emang bagaimana ending-nya? Langsung aja setel movie-nya Kawan :)

Kalau tiap kamen rider punya instagram mungkin bakal aplod foto yang sama macam gini >__<

Tinggal Siapa yang Perlu Dielu-elukan

Organisasi merupakan konsep yang hirarkial dan sangat bersifat sosial. Karena itu mustahil yang namanya kesuksesan yang bersifat individu. Ide brilian mungkin dilahirkan hanya oleh satu orang. Tapi bicara kesuksesan, tentunya merupakan realisasi, maka itu adalah hal yang bersifat mustahil. Memang harus diakui dalam realisasi tentu sangat jarang (atau bahkan tidak pernah) dijumpai kontribusi orang yang benar-benar persis secara kuantitatif, pasti ada yang lebih memberikan pengaruh maupun kontribusi lebih. Walau demikian, tentu kita sepakat aneh sekali ketika ada kesuksesan kolektif yang hanya terjadi karena satu individu.

Barcelona pernah meraih trofi Liga Champion di 2009 dan 2011 bukan semata faktor Lionel Messi. Jerman menggasak Argentina di final Piala Dunia 2014 bukan lantaran sosok Goetze semata. Itu di sepak bola, bagaimana dalam struktur pemerintahan?

Di dalam kepemerintahan pusat, kita mengenal adanya hirarki dari Presiden yang menaungi kabinetnya. Di dalam kabinetnya kita mengenal ada kementerian. Di sebuah kementerian ada sosok menteri, bisa juga ada wakil menteri, lalu staf ahli, direktur jenderal, dan terus ke bawah.

Di level pemerintah daerah tingkat provinsi, ada gubernur beserta wakil gubernur. Di tingkat provinsi ada pula berbagai dinas tingkat provinsi, misalnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dan yang namanya gubernur dan wakil gubernur berada di dalam koordinasi presiden dan wakil presiden melalui sosok menteri dalam negeri.

Makin turun ke bawah ada pula wali kota beserta wakil wali kota dan juga bupati serta wakil bupati yang memimpin di ranah "sub" dari provinsi, yaitu kabupaten atau kota. Belum lagi kita hitung pula jajaran dinas di tingkat kabupaten dan kota. Kalau mau diteruskan, hayuk kita runuti hingga kecamatan, desa/kelurahan dst sampai dengan seorang warga negara.

Karena itulah, sangat naif ketika sebuah daerah meraih suatu keberhasilan lantas diklaim kesuksesan oleh seorang gubernurnya, seorang wali kota.
Kenapa naif? Karena sosok selalu digaungkan adalah sosok nomor 1-nya, apa kabar nomor 2-nya? Selalu ada motif politik di dalamnya. Karena itulah ketika seorang gubernur diberitakan sukses maka sebisa mungkin dikisahkan itu karyanya, tidak ada peran wali kota/bupati yang dipimpinnya, boro-boro wali kota/bupati, wakilnya saja diredupkan. Begitu pula saat ada wali kota/bupati yang karir popularitasnya menanjak maka akan dianggap sebagai ancaman masa depan terhadap penokohan si gubernurnya, atau bahkan presidennya.

So? Tinggal siapa yang perlu dielu-elukan
Bagi kita rakyat jelata? Yang diperlukan tidak lebih dan tidak kurang dari kenyamanan dalam bermasyarakat hehee

Most Dramatic Scenes

Awalnya agak bingung mau cerita noceh tentang apa. OK, mumpung lagi terlintas asyiknya mengikuti serial Kamen Rider Gaim. Kali ini saya mencoba mengulas tentang episode-episode yang paling dramatis dari beberapa serial Kamen Rider. Dramatis karena berbagai faktor, khususnya nilai persahabatan serta akhir episode yang tidak pernah disangka sama sekali.

Kamen Rider Ryuki

Dimana-mana lakon itu nggak mati, tapi Ryuki beda. Siapa yang mengira  Kido justru yang meninggal dan yang tersisa dari sekian banyak Kamern Rider justru Ren. Dan Ren sangat tersentak dan terpukul atas meninggalnya Kido, padahal selama ini mereka nyaris berantem, tapi di sinilah uniknya dan mengharukannya.

Kamen Rider Blade
Tachibana sudah mantap untuk membunuh Hajime yang sudah fix menjadi Joker dan jika dia yang tersisa dari 53 undead maka umat manusia akan mengalami kehancuran, begitulah paparan yang berhasil dihasutkan oleh Girrafe Bettle undead. Mutsuki berusaha melindungi Hajime tapi langsung ditumbangkan oleh Tachibana. Pistol khas Garren tinggal diluncurkan pelurunya, tapi mendadak Hajime ditelpon Amane, anak angkatnya. Mungkin karena terharu atau sadar dengan hasutan tersebut, Tachibana justru langsung ebrpindah tempat untuk menyegel Girrafe Bettle. Pertempuran terakhir Garren, begitu akhir dari cerita ini dimana Tachibana menjatuhkan diri bersama Girrafe Bettle ke laut. Kemunkinan besar Tachibana mati dan tragisnya Hajime hilang kendali dan berubah menjadi Joker kembali.

Kamen Rider Hibiki
Asumu diceritakan dari awal serial sebagai bocah yang penuh semangat mengikuti Hibiki, orang yang dikaguminya berpetualang menghadapi berbagai monster-monster aneh. Di tengah kebersamaan itu, muncullah Kiriyama, bocah bandel yang latah dengan loyalitas Asumu. Di episode ini siapa yang menyangka bahwa yang akhirnya menjadi "next Hibiki" justru Kiriyama. Sementara itu Asumu justru mulai meniti karir sebagai dokter.

Kamen Rider Kabuto 
 Sosok Tsurugi akhirnya terungkap identitasnya, yaitu Worm. Padahal selama ini tidak ada yang tahu selain Kagami, bahkan Tsurugi sendiri tidak tahu. Karena ketidaktahuannya itulah dia selalu ingin menjadi orang yang terdepan dalam memerangi Worm. SEtelah identitasnay terungkap Tsurugi memutuskan berbalik arah menjadi komandan para Worm. Komitmen bersama antara Tendou dengan Tsurugi dalam memusnahkan seluruh Worm menjadi alasan Tendou untuk mengalahkan dan mengakhiri riwayat Tsurugi dengna cara yang dingin.

Kamen Rider W
 Kebayang rasanya punya partner yang selalu menemani di berbagai kesempatan, baik senang dan duka namun mendadak di sebuah momen partner itu pamit untuk lenyap selama-lamanya. Begitulah kisah Shoutaro yang harus kehilangan Philip di laga pamungkas menghadapi Utopia. Philip tubuhnya akhirnay hancur setelah mengalami degradasi akibat terus-terusan bertarung sebagai Kamen Rider.

Kamen Rider OOO
Kembali disuguhkan ksiah dua "orang" yang menjadi partner yang saling melengkapi. Namun bedanya di OOO ini, kedua karakter, yaitu Eiji dan Ankh justru berantem dengan motif berbeda. Eiji mengalami mutasi menjadi Greedy, sedangkan Ankh justru ingin merasakan kehidupan sebagai manusia yang memiliki kekuatan dan kekuasaan.

Kamen Rider Gaim
Kali ini pertarungan dua Kamen Rider hadir sebagai kisah paling dramatis (setidaknya hingga episode 39) dimana Takatora Kureshima melawan Mitsuzane Kureshima. Nama belakangnya kok sama ya? Tentu saja karena mereka adalah kakak beradik. Uniknya mereka berdua sempat bertarung sebagai Zanetsu versus Ryugen di awal serial Gaim, namun seiring perkembangna cerita, terjadilah berbagai telenovela yang sungguh menyentak. Kureshima yang awalnya dicitrakan sosok yang arogan dan pragmatis plus musuh Gaim justru menjadi orang yang turut mendukung ide-ide Gaim. Sebaliknya dengan Mitsuzane yang berbalik membela overlord dan mengkhianati Gaim. Takatora menilai hanya dia yang bisa menghentikan Mitsuzane sehingga mengajaknya bertanding. Keduanya bertanding dengan kekuatan yang sebenarnya satu model. Takatora masih dengna Zangetsu-nya, sedangkan Mitsuzane dengan Zangetsu Shin-nya yang dipungutnya ketika Takatora dibuang oleh Yggdrasil

Sugeng Rawuh di T-SoC

Mantau acara unik dari Fakultas Informatika alias School of Computing, Telkom University. Seneng juga menyimak kembali cerianya dunia mahasiswa yang penuh gelora dan spirit.
Kesempatan bersilaturahim dengan dosen-dosen seperti Pak Kemas, Bu Endang, Bu Vani, Pak Kurniawan dll. Sayangnya beberapa berhalangan hadir.
Apa yang asyik di welcome party ini? Ada games ngrancang homepage web FIF dengan media kertas dan koran. Rasanya kayak kuliah IMK ama Webeng wkwkwk

Sebuah Siang/sore di Rumah Fatimeh

Cerita si komandan dapet undangan jadi MC di acara welcome partynya School of Computing, Telkom University (ni gw mulai latian nyebut versi Bahasa Inggrisnya). Yang di Bandung diajak ngumpul. Mendadak saya kena provokasi buat ikutan. Akhirmya berkumpullah 4 bocah kece yang pernah satu kepengurusan di HMIF, tepatnya di BPH *langsung tabur bunga
Kenapa di Fatimeh? Karena si kang Alvin ieu brand ambassador-nya Fatimeh. Hehee...
Selain itu, kebetulan juga pas awal BPH dibentuk, kita sempat makan bareng dengan menu khas Fatimeh (yg gw nggak kuat pedas trus makan ayamnya sambil ngedulit gula pasir wkwkwk)
Gatau y...walau udah kebetulan pada S2 (Uni Tari kick off ntar September), tetep aja obrolan akademik nggak bisa ngalahin topik "ituuu"
Salut buat Kang Alvin dan Teh Mpit yang ikhlas jadi objek utama *gomenasai:/
Kapankah kito orang berkumpul lagi? #PrayForBPH2011

Review Teenage Mutant Ninja Turtles

8Bukan orang yang aktif gentayangan di bioskop, cuma kalau ada waktu luang dan film menarik. Hehee, maklumlah saya lebih demen angrem di kos. Jadi kalau review beriku berantakan, maafkan ya hehee
Teenage Mutant Ninja Turtle sudah say simak kartunnya di sebuah stasiun tv swasta. Walau demikiam, saya sama sekali tidak hafal nama karakternya dan kekhasan tiap kura-kuranya. Namun saat tahu ada TMNT versi movie, langsung bergugam dalam hati "gw harus nonton". Dan seriusan saya puas dengan sajian movie ini.

Mengenai cuplikan biar asyik, langsung pantengin aja di bioskop. Tapi yang jadi daya tariknya, sedikit saya bocorin. Kemisteriusan 4 ekor kura-kura hasil genetika yang disajikan di awal film mengikuti pengetahuan April. Pertama cuma tahu ada bayangan ama lukisan "keluarga". Lalu didengungkan suaranya. Dan cara menggebraknya mereka saat menampakkan diri membuat kita merasakan apa yang dipikirkan April.
Berhubung mereka seneng jempalitan diantara gedung-gedung maka sesekali disajikan kamera vertikal yang menghantarkan sensasi ketinggian.

Itu saja? Wait a second... buat kalian yang demen cerita superhero yang gokil, pelawak, dan nggak formal-formal, nah ini film cocok buat kalian. Selalu saja ada lelucon ble'e yang membuat kita terpingkal-pingkal. Yang paling berkesan tentu adegan di lift ketika mereka hendak mencegah main enemy menyebarkan racun di atas gedung. Harusnya suasana tegang, tapi gara-gara si oranye yang demen musik rap suasana justru panen ketawa. Doi malah main beatbox. 3 kura-kura lainnya memandangi seolah kesal. Tapi justru satu demi satu malah ikut-ikutan nge-beatbox. Koplak to the max

Nah itu yang paling koplak, kalau yang paling yoiii? Tentu saja battle, mereka di pegunungan salju. Di sini nggak ada slow motion, mungkin biar efek kegesitannya lebih kerasa. Kerja sama keempatnya sangat...sangat...sangat apa y? Sippp lah pokoknya. Nggak ada waktu panjang buat mikir mau kek mana, betul-betul menunjukkan begimana kompaknya mereka.

Secara pribadi, di sini nggak ada adegan aneh-aneh khas film barat, ya tahulah kebiasaan di sana begitu. Kredit spesial buat hal ini.
Oke, penginnya sih pembaca penasaran. Kalau belum hehee maaf ya...
Sunglah simak sendiri

Dakwah via Komik, why not?

Belakangan jika kita mampir k toko buku, ada fenomena unik terkait "produk dakwah". Produk ini berupa komik yang menggusung tema tentang menyerukan kebaikan. Bukan fenomena yang lazim karena di 2-3 tahun lalu, jarang kita temui komik-komik yang isinya tentang dakwah. Tentu bukan proses yang instan, jangankan konten tentang dakwah, industri komiknya saja sudah lesu. Beruntungnya saat ini mulai ada gairah tersendiri untuk menggelorakan industri komik di tanah air. Dan banyak pula remaja pemerhati komik yang mampu memanfaatkan momen ini sebagai sarana dakwah.

Bagi saya pribadi, metode dakwah ini unik dan memiliki keunggulan.

Pertama, mudah dicerna

Kedua, dapat dibuka lagi di kemudian waktu

Ketiga, mengakomodasi para seniman yang ingin berkontribusi di dalam dakwah.

Keempat dan yang paling utama, menyenangkan.

Walau demikian, masih ada pula tantangan sebagai lampirannya.

Pertama, butuh modal besar.

Kedua, selera pasar yang gampang terbelokkan trend.

Ketiga, infiltrasi oknum yang bisa jadi memroduksi komik yang sepintas islami tapi isinya sesat.

Tentang Berbusana Muslimah

Kerudung pada era saat ini lebih dari sekedar penutup aurat. Fungsi utamanya, diakui atau tidak, ya tetap itu. Hanya saja pada perkembangannya menjadi identitas yang mencerminkan krakter diri dan lingkungan. Dan bila kita tarik evolusi dunia mode kerudung pada muslimah dan muslimin ada banyak hal yang unik dari situ (kenapa ada muslimin? nanti ada poin tersendirinya).

Makin "diakui" oleh organisasi formal
Belakangan pemakaian kerudung (monggo jika ada yang lebih "sreg" dengan frase "jilbab" maupun "hijab") menjadi hal yang lebih sering kita jumpai pada pakaian-pakaian resmi dibandingkan beberapa masa yang lalu. Bahkan salah satu organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia (yang sudah berdiri sejak 1961) sampai menyediakan regulasi khusus yang menjamin kesempatan kaum muslimin untuk mengenakan busana seragam organisasi tersebut tanpa menanggalkan identitas. Begitu pula di berbagai institusi pendidikan yang masih menyelnggarakan seragam sebagai atribut kesehariannya. Bagaimana dengan PNS? Idem ditto kondisinya. Kalau Polri? :) :) :)

Secara umum, eksistensi kerudung sebagai bagian dari pengakuan atas identitas tiap individu mengalami perkembangan

Menjadi trend berbusana
Era yang ramai social media (lagi-lagi) berperan erat dalam keberhasilan busana muslim sebagai bagian dari trend berbusana masyarakat saat ini. Karakter gemar mengikuti trend menjadikan orang Indonesia (dalam hal ini muslimah) jadi "latah" dan ikut penasaran ketika ada trend busana muslim yang sedang digandrungi.
Setahu saya saja, bagi laki-laki istilah yang sering didengar itu baju koko (klarifikasi "koko" itu bukan nama orang lho ya), baju "uje" (mengacu ke model bajunya alm. Ust. Jeffry), tapi urusan sarung ya udah sarung, palingan adanya sarung kotak-kotak, sarung batik (dan sarun tinju nggak masuk). Nah kalau busana muslimah? Ada istilah baju kurung, gamis, trus jilbab ineke, chiffon, ceruti dan lain-lain, ah saya juga bingung itu mana yang nama bahan mana yang model pakaian. Banyak alternatif yang menjadi kegemaran dan sesuai dengan selera. Bicara penyebab trend juga tidak lepas dari beberapa ketenaran film macam Ayat-Ayat Cinta, buku karya Asma Nadia, hingga munculnya tutorial memakai hijab (dan diikuti tutorial mengenakan sarung yang garingggg banget, mungkin kaum laki-laki enggan kalah trendy :v). Alhasil makin tertarik pula masyarakat untuk mencari tahu dan seiring waktu berjalan, tampillah busana muslimah sebagai trend yang layak dan biasa dijumpai dalam keseharian. Baju muslimah tidak lagi dikaitkan dengan ibu-ibu mau pengajian, ibu-ibu yang abis naik haji.

Oh ya, ngomong-ngomong "trend" tentu kita bicara integritas (beuh...aya naon deui??). Intinya kalau ditanya pakaian bagus atau tidak tentu melihat keseluruhan yang dikenakan. Baju kebaya kalau celananya jeans tentu agak aneh. Begitu pula terkait busana muslim. Dulu orang ketika mendengar "busana muslimah" banyak terbayang krudung simpel yang disertai baju lengan panjang dan rok/celana yang panjang juga. Tapi saat ini definisi baju muslimah mulai berkembang (lebih tepatnya "diperbaiki"). Kerudung disediakan berupa paket lengkap beserta baju atasan hingga bawahan, bahkan manset dan kaos kaki yang warna selaras yang menarik hati untuk dikenakan.

Menjadi bisnis yang "spesial"
Kau tahu kawan, berbisnis di era penuh teknologi informasi seperti saat ini menjadikan bisnis lebih mengasyikan. Tidak perlu modal gede untuk menyewa ruangan sebagai toko. Bahkan untuk ngumpul para pelaku bisnisnya (yang dilabeli "entrepreneur") bisa memakai fasilitas umum macam taman kota, tempat makan yang cozy (btw, cozy iku opo yo?). Intinya memulai bisnis sekarang ini lebih mengutamakan kreativitas dan tentunya ketekunan dibandingkan modal finansial. Hal ini berlaku juga pada bisnis busana muslim. Dengan modal koneksi yang intens dan komunikatif, orang dapat cepat mengenal produk baru. Cara orang tahu produknya? Udah banyak aplikasi online showcase, termasuk juga memanfaatkan galeri di social media.

Sudah banyak start up dengan produk busana muslim, termasuk beberapa kenalan saya, baik yang di Bandung, Tegal, hingga Semarang. Nah  itu di 3 kota berbeda tapi saya yang di Jakarta masih bisa tahu juga karena pengaruh social media.

Penantang terkuat Ancaman Dekadensi
Dekadensi alias kemerosotan moral tidak pernah ditampilkan dalam suasana yang menyedih di awalnya. Pasti yang digembor-gemborkan ya keasyikannya. Semua itu bagian dari perang pemikiran (alias apa hayo??). Selama ini cara menyadarkan generasi muda masih didominasi dengan metode-metode kontemplasi yang penuh perenungan, suasana tertekan dll. Itu tidak salah sepenuhnya karena memang kondisi generasi muda sangat parah, khususnya ditinjau dari perilaku berbusana. Nah, cara terbaik memerangi "kegelapan" bukanlah dengan "kegelapan", melainkan dengan keterangbenderangan. Maksudnya? Harus ada perbaikan citra dalam "berkerudung".

Stigma "kerudung itu kolot, kerudung itu terbelakang, kerudung itu kaku" tidak akan berubah jika hanya dilawan dengan kata-kata, harus ada bukti. Angkatlah prestasi-prestasi dan berbagai sajian berita positif yang bertujuan pada pengubahan citra sehingga berkerudung itu identik dengan keceriaan kaum muslimah.

Begitu pula prestasi-prestasi entrepreneur busana muslimah yang secara profit, popularitas, hingga tanggung jawab sosial menunjukkan perkembangan positif. Secara kalkulasi bisnis, entrepreneur-entrepreneur ini merupakan lawan yang sangat kuat bagi para aktor dekadensi.

Masih ada Bahaya Laten di dalamnya (Bagian dari Ancaman Dekadensi itu sendiri)
Nah dibalik fenomena-fenomena positif tadi, perkembangan busana muslimah juga menyimpa bahaya laten. Nah lho, kok iso ngono?
Perkembangan busana muslimah juga bisa menjadi bagian dari ancaman dekadensi lho, walah kok bisa?
1. Ketika orientasi entrepreneur busana muslimah menempatkan nominal di atas niat ibadah
2. Ketika produk busana muslimah "direcoki" ketidakstandaran atas aturan busana muslim, misalnya bahan yang terlalu tipis
Kebayang kan ngerinya sesuatu yang sepintas menggusung nama agama tapi justru menghancurkan agama?
Ibaratnya kayak lem tikus yang justru dipakai untuk memberangus tikus :v
Maka berhati-hatilah terhadap dua kondisi ini :(

Masih setengah hati dilirik oleh para ahli strategi dakwah
Strategi perbaikan kaum muslimin dan muslimah perlu dikemas dengan suasana kreatif sebagaimana dicontohkan di isu sebelumnya. Selama pesan dakwah, khususnya tentang berkerudung, hanya mengumbar ancaman neraka maka kaum muslimin akan dihantui rasa takut pada agamanya sendiri. Strategi harus diubah dengan konten-konten positif semisal manfaat berkerudung, hadiah bagi yang teguh dalam mengenakan kerudung yang syar'i. Dalam analogi lainnya, seorang anak kecil akan lebih semangat belajar ketika diceritakan padanya orang-orang sukses yang rajin belajar daripada kisah-kisah orang yang gagal membangun karir karena malas belajar.

Namun hal ini belum disadari sepenuhnya oleh para ahli strategi dakwah. Masih ada sikap pragmatis yang menyampaikan dakwah hanya berdasarkan kurikulum warisan, padahal sasaran dakwahnya sudah berbeda kondisi dibandingkan era-era sebelumnya.

Pragamatis itu makin sulit dihilangkan ketika para ahli strategi dakwah itu berorientasi pada perubahan yang sekejap. Padahal untuk seorang perempuan muslim mantap mengenakan kerudung syar'i membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Silakan didata, namun kenyataannya perubahan yang perlahan lebih mengena bagi seorang muslimah dibandingkan yang ujug-ujug. Maka terhadap isu "kerudung syar'i", perlu roadmap yang realistis dan optimis, khususnya terkait analisis sasaran dakwah serta timeline-nya.

Bagaimana dengan Peran Kaum Laki-Laki
Nah ini pertanyaannya relevan apa nggak monggo-monggo saja tanggapannya bagi pembaca.
Pertama kita tidak bisa memungkiri bahwa busana merupakan pembatas antara yang berhak dilihat (bukan aurat) dengan yang tidak berhak dilihat (aurat) oleh laki-laki. Laki-laki apapun posisinya, apakah itu kawan sejawat, kerabat, saudara, orang tua, anak, hingga suami, memiliki kewajiban untuk mengingatkan kaum perempuan SECARA BAIK-BAIK tentang bagaimana berbusana yang semestinya. Bila menemukan yang kurang tepat, jangan jadikan sebagai (maaf) santapan syahwat yang aji mumpung :( Di sini peran laki-laki sebagai orang yang berkewajiban mengingatkan.

Kedua, dalam rantai bisnis mode busana muslimah, agaknya sangat sukar membayangkan dari bahan baku alamiah maupun sintesis menjadi busana muslim yang hanya dikerjakan oleh kaum perempuan. Kemungkinan besar akan ada peran laki-laki, baik di dalam proses pengolahan langsung maupun proses pendukung (ngitung akuntansinya, memromosikannya, pengemasan, hingga evaluasi bisnisnya). Di sini dituntut pula peran laki-laki yang mampu berkontribusi secara optimal di dalam peran-peran tadi. Sangat mungkin lho bagaimana bisnis busana muslim yang memiliki konten positif dan tujuan mulia malah berantakan gara-gara ngirim produknya salah customer, salah nentuin harga jual dll. Jadi peran laki-laki kedua di sini adalah berkontribusi maksimal di dalam bisnis mode busana muslim.

Ketiga, jumlah desainer busana dari kaum laki-laki sudah tidak bisa dihitung dengan jari alias sudah menjamur. Ini bukan urusan kelainan gender lho y. Jadilah desainer busana yang "lurus", jangan jadi perancangan busana yang memancing hal-hal yang tidak diinginkan. Rancanglah desain-desain yang mampu mengangkat derajat dan martabat kaum muslimah, bukan malah mengumbarnya.

OK, lah laruik sanjo...
Besok ngoding lagi =____=
Gudnite kawan :) :) :)

Pusat Gaung tetap pada Masyarakat

Artikel ini terinspirasi dari paparan seorang pengisi kotbah pada sebuah Shalat Tarawih di MUID. Isinya tentang pengaruh trend di masyarakat terhadap budaya ber-Al Qur'an. Berikut nreview sekaligus tambahan opini menurut saya (saya yang masih cupu dan dah apa aku mah butiran trigu).

Televisi
Selama ini televisi kerrap menjadi momok dalam mendidikan anak agar tetap berpegang pada adab Islam. Ya tentu saja banyak hal-hal yang kurang mendidik yang dalam hitungan detik langsung terjadi di stasiun televisi yang disetel. Harap maklum karena tarif mengisi konten di televisi terlampau mahal dan hanya mampu dijangkau oleh orang-orang elit dengan kepentingannya masing-masing. Bukannya tidak ada konten yang bernuansa Islami, namun plotting jam tayangnya di pagi hari secara filosofis memang bagus agar dapat dicerna ketika pikiran sedang jernih namun budaya bangun siang yang sedang melanda remaja saat ini membuat acara-acara tersebut agak "eksklusif".

Namun di tengah gempuran perang pemikiran, sebuah acara yang bertemakan kegiatan menghafal Al Qur an mampu memikat hati masyarakat. Kemasannya jauh dari kata glamor sebagaimana talent searching yang kerap mengumbar kehebohan. Secara pribadi, saya melihat acara ini bukan bersifat aji mumpung, melainkan dipersiapkan dengan matang. Hal ini terlihat dengan konsepnya yang rapi serta mampu menggaet atensi masyarakat. Padahal sempat acara kontes calon da'i dihelat di Indonesia, namun sesuatu yang berbeda di sini. Perbedaannya apa ya? Tentu terletak pada para hafidz yang merupakan anak kecil. Menyaksikan anak kecil yang memiliki talenta spesial tentu memberikan decak kagum tersendiri, apalagi jika talentanya ini merupakan kombinasi manis antara ketekunan dengan keikhlasan.

Yups Al Qur an dan televisi dua hal yang selama ini dianggap sukar beriringan. Kita memang harus menyadari bahwa televisi masih memiliki pangsa tersendiri yang masih terlalu besar untuk disepelekan. Infrastruktur televisi di Indonesia pun relatif stabil. Kesimpulannya kampanye positif melalui televisi akan memberi pengaruh positif yang tidak sedikit bagi masyarakat.

Social Media
Ada yang bilang "televisi itu pisau bermata dua", maka media sosial merupakan "sahabat bermuka dua". Lebih bikin pedih (sambil nunjuk jantung dan bilang 'sakitnya tuh di sini').
Rasa-rasanya tidak perlu mengupas bagaimana intensitas copras-capres. Belum lagi yang sekarang lagi ramai, orang berdebat tentang penting nggaknya #SaveGaza, dan yang lagi ramai yaitu apa sih ISIS itu.
Social media pun sudah tidak perlu kita perdebatkan tentang efeknya terhadap opini masyarakat.

Bayangkan bagaimana caranya isu Gaza bisa menggebrak kepedulian masyarakat Indonesia, bahkan dunia
Bayangkan pula betapa sebuah quote seorang publik figur yang dalam hitungan menit bisa langsung membuat kita disuguhi "meme comic"-nya
Bayangkan pula betapa isu yang menyangkut SARA dapat segera tersebar (padahal foto yang dibubuhkan di situ pun kita tidak tahu apakah memang benar adanya)

Walau ada berbagai kontroversi positif negatifnya, social media ternyata memberi sumbangsih tersendiri bagi kita untuk dapat saling mengingatkan tentang nilai-nilai luhur dalam berinteraksi di dalam Al Qur'an. Saat memasuki bulan Ramadhan, reminder untuk mencapai "khatam" muncul di berbagai shared post, terutama saat menjelang tanggal 17 Ramadhan. Belum lagi berbagai intisari kajian seputar kandungan ayat-ayat Al Qur'an yang disampaikan secara ringan sehingga dapat disimak kembali di berbagai waktu.

Kreativitas Desain
Kalau dua poin awal tadi menayngkut media penyampai, kali ini saya soroti seputar konten yang disampaikan. Karakter masyarakat, khususnya Indonesia, terkait social media dapat diringkas di beberapa poin berikut (sebagai catatan, poin a dilanjut poin b, poin b dilanjut poin c, dst):
a. gampang kecanduan social media (twitter, facebook, path, foursquare)
b. lebih menyenangi yang bersifat non-formal (paham kan kenapa linked nggak terlalu populer di Indonesia) dan ringan (itulah mengapa traffic berita gosip lebih tinggi daripada IEEE)
c. menghabiskan waktu ber-social media secara singkat namun intens
d. membaca konten secara sekilas
e. lebih menyenangi share gambar daripada tulisan
f. lebih menyenangi konten yang lucu
g. senang jika konten yang di-post-nya di-share oleh orang lain
Dengan demikian cara agar dakwah mengenai Al Qur'an lebih mengena adalah dengan desain-desain ringan namun mudah dicerna.

Komunitas
Contoh konkretnya ODOJ (ODOJ ya guys..inget ODOJ, bukan ODOO, kalau ODOO itu beda lagi bro) menjadi tonggak bagaimana pergerakan menggalakkan smeangat membaca Al Qur'an benar-benar sangat fenomenal. Padahal secara kalkulasi, akan jadi hal yang sulit ketika waktu yang jarang dipakai membaca Al Quran tiba-tiba diisi dengan target satu hari 1 juz. 1 jus rata-rata 20 halaman, bila satu halaman memerlukan waktu 5 menit, artinya 100 menit perlu diluangkan tiap harinya. Namun pertanyaan tentang kesulitan itu justru langsung dijawab dengan karakter dari gerakan ODOJ ini, yaitu komunitas.

ODOJ telah menjadi suatu trend positif yang sangat terbuka bagi mereka yang bersungguh-sungguh dengan karakter mengaji yang dapat disesuaikan dengan kondisi di tiap kelompok kecilnya.

Nah apa yang menjadi kesamaan keempat hal di atas. Semuanya benda mati. Itu saja. Bahkan komunitas pun sebenarnya benda mati. Manusia sebagai makhluk sosial merupakan tokoh yang memiliki peran menggaungkan Al Qur'an dengan kesadaran mereka sendiri (mmm, ko mereka ya? kan "saya" juga..eh, pembaca mau ikut kan? Yuk yuk yuk, kita revisi kalimatnya ^^),. Manusia sebagia makhluk sosial merupakan tokoh yang memiliki peran menggaungkan Al Qur'an dengan kesadaran KITA :)

Saujana di Seberang Kalbu

Mungkin benar juga kata orang bahwa hal terberani dari seorang laki-laki adalah mewujudkan niat menikah.
Banyak yang menjadi pertaruhannya.
Opsi hasil hanya dua, "ya", atau "tidak"...
Dan dari kedua opsi itu tidak ada yang memberikan situasi masih seperti sedia kala sebelum dia mengambil keputusan berani tersebut.

Ada unsur persahabatan (jika yang hendak dinikahi adalah sahabat)
Ada kepercayaan diri
Ada waktu yang tidak akan pernah terbeli dan takkan pula kembali
Ada "kesehatan hati"
Dan yang paling utama kekokohan iman

Karena diri manusia adalah pribadi yang sangat rapuh, bahkan lebih rapuh daripada akar anggrek, maka berlindunglah maka Yang Maha Kuasa