Galitz, pada 2007 menyusun prinsip-prinsip panduan dalam desain aplikasi melalui perspektif Interaksi Manusia-Komputer dengan mengacu pada prinsip-prinsip yang disusun oleh IBM (1991, 2001), Lidwell et al. (2003), Mayhew (1992), Microsoft (1992, 1995, 2001), Norman (1988), Open Software Foundation (1993), Verplank (1988), dan World Wide Web Consortium (2001) :
sistem didesain untuk dapat dipergunakan oleh banyak user;
tiap unsur internnya punya makna dan estetis;
fungsionalitas yang diperlukan tersedia
tampilan elemen visual, fungsi, dan konten jelas
yaitu sesuai dengan produk lain yang disyaratkan;
susunannya sesuai aturan/prosedur dan requirement;
konsisten terhadap perubahan namun tidak membingungkan;
proses terkendali oleh sistem;
objek yang ditampilkan berkomunikasi langsung dengan user;
yaitu konten yang ditampilkan efisien dan porsi sesuai;
mudah dikenali, dipelajari, dan dimengerti penggunaannya;
mampu menyesuaikan terhadap karakter user yang beragam;
bisa mamahami kesalahan user dan memberi pesan konstruktif
fokus pada kepekaan atas feedback terhadap action;
user mudah belajar dan mengerti batasan sistem
dapat dipergunakan sesuai prosedurnya
yaitu desain sistem mampu dimengerti dan menghasilkan proses komunikasi yang lancar;
memberi kesan menyenangkan dalam penggunaannya
memberikan gambaran mengenai prosedur kemungkinan yang bisa terjadi mengenai apa akibat dari aksi yang user lakukan
bisa memperbaiki maupun diperbaiki atas error yang terjadi;
tanggap terhadap proses komunikasi dengan user;
dioperasikan dengan aman oleh user;
desain sederhana, mudah dimengerti, tidak terlalu banyak elemen yang tidak diperlukan;
proses yang berjalan akan bersifat black box atau white box sesuai kebutuhan user;
boleh mengabaikan requirements yang memberi efek negatif;
fungsi yang diperlukan saat bagian dari aplikasi dijalankan dapat tersedia dan dipergunakan.
No Response to "Prinsip-Prinsip IMK"
Posting Komentar