Call for Remote Solution

Tantangan menceburkan diri di dunia e-commerce, tidak hanya terkait mengembangkan online directory sebagaimana disinggung di post sebelumnya. Ada pula "panggilan" lain sesama pemuda belia (yang harusnya menjadi) harapan Bangsa Indonesia. Panggilan ini kebetulan datang dari seorang pakar desain yang sering bersentuhan dengan proyek-proyek IT. Kolaborasi yang insya Allah menarik dan akan banyak manfaatnya, bismillah :)

Tidak banyak yang ingin diutarakan di sesi ini karena pesen domain aja belum hehee. Intinya, ada kesamaan ide untuk mengembangkan sebuah media online untuk manajemen proyek jarak jauh yang lebih kece. Btw, jangan tanya lingkup "kece"-nya itu bagaimana? Kalau saat ini saya mengartikan "kece" itu adalah mampu memikat orang-orang yang kerja jarak jauh, ya macam LDR-an gitu. Cieee memikat Cieee LDR-an. #eh #malahsalahfokus #hehee #OOTbentar. Yups, ini akan sangat menarik karena beberapa bulan lalu saya memperoleh tugas dari dosen MPPPPTI tentang Global Software Development Project. Dari tugas tersebut, saya memperoleh wawasan yang lumayan banyak tentang tantangan mengembangkan proyek secara ghoib, punya rekan tapi nggak tahu secara pasti dia ada dimana. Akan banyak permasalahan, khususnya yang bersifat sosial, misalnya komunikasi, budaya, manajemen konflik, etika, hingga penarifan, terkait proyek yang sifatnya remote, jarak jauh, ghoib tim proyeknya, dan berbagai istilah serupa.

Alhamdulillah ada pengalaman di kantor lama mengenai manajemen proyek yang bersifat remote, malah ikutan di dalamnya. Dan memang betul tantangannya lebihhh gokillll. Alhamdulillah pula bekal di kuliah MPPPPTI musim lalu, selain membuatkan wawasan, juga menambatkan berbagai koneksi proyek yang nggak akan sia-sia.

Yang unik saya dan Bang Yasir, si pakar desain, ini juga sejauh ini akan mengerjakan ide ini secara remote antara Depok dengan Bandung. Secara latar belakang memang cukup banyak berbeda, ya wajar saja karena program studi saat kuliah dan jobdesc di kantor kami sangat berbeda, jam terbang pun dia unggul banyak dari saya. Tapi, kompatibilitas tidak diukur dari keseragaman latar belakang. Kami sama-sama belajang di sini :)

Belajar untuk memenuhi panggilan untuk berinovasi lewat ide-ide kreatif

Blogger Tricks

Mencari "Nutrisi" untuk Sebuah Online Directory

Directory, barangkali kata ini kurang populer di masyarakat. Di KBBI padanan katanya adalah direktorat yang artinya "bagian dari departemen yang tugasnya mengurus suatu bidang tertentu". Wajar jika banyak yang masih bingung maksud directory itu apa. Directory sendiri dalam kosakata komputer merupakan sebuah terminologi yang sudah tergantikan oleh "folder". Sudah mulai paham? Hehee, secara ringkas, direktori merupakan sebuah gugus yang mengakomodasi beberapa item dengan kesamaan tertentu. Jika menyinggung database, maka directory ini merupakan simpul yang menunjukkan identitas tertentu sesuai kategorinya. Misalnya direktori objek wisata di Kota Bandung dapat dipilih secara khusus dengan kategori "wisata kuliner", "wisata alam", dll. Dalam pengembangan web portal, directory menjadi terminologi yang digunakan untuk menyebut database online yang memudahkan seseorang mencari sebuah atau beberapa item dengan kata kunci tertentu.

Alhamdulillah di penghujung Juli ini, saya menata kembali rencana bareng senior saya, Bang Bil, untuk mengembangkan sebuah web portal berupa directory untuk ekonomi kreatif yang spesifik di dua subsektor. Bukan tanpa alasan, subsektor yang akan menjadi lingkup pengembangan ini "hanya" ada dua. Potensinya sangat menggurita di Indonesia dan relatif merata di Indonesia. Ide ini sempat terkatung-katung, bahkan saat klub bernama FC Barcelona meraih tiga trofi, ide ini malah dititipkan di "panti wacana". Kini, ide ini belum kadaluarsa. Ide ini perlu nutrisi yang kita kenal dengan istilah "spirit".

Spirit untuk berkreasi di industri e-commerce terus terang makin menggebu setelah mengambil dua mata kuliah, yaitu e-Business (di bawah asuhan Pak Yudho) plus Karya Akhir (tentang kualitas informasi, di bawah asuhan Pak Nizar feat. Pak Rifki). Dalam batin sering bergugam, "masa iya cuma sebagai pengamat dan penggemar, atau malah pembeli? kenapa nggak jadi pemain?", begitulah pertanyaan rekursif ke diri sendiri tiap selesai kuliah e-Business. Mata kuliah KA secara tidak langsung menyinggung e-commerce karena studi kasus yang diambil adalah web portal ekonomi kreatif. Alhamdulillah ada bekal untuk merancang beberapa strategi yang patut dibudidayakan di directory ini nantinya.

Bekal lain berupa partnership, model bisnis, infrastruktur, insyaAllah akan digarap bareng Bang Bil. Senior yang asyik untuk diskusi dan berbagi ilmu. Bismillah

Best Jersey 2015/2016

Torino Calcio third
Nilai plusnya jelas ada pada ornamen bahteng di pojok kiri pemakainya. Ternyata ornamen ini tersusun dari nama-nama para legenda Torino. Wowww. Dan secara layout tidak ada ornamen yang menyaingi keberadaan banteng ini sehingga inilah fokus utama plus daya tarik jersey ini.

Cardiff City home
Gradasi warna biru tua solid menuju garis garis biru yua dengan biru muda menjadi keasyikan tersendiri. Btw, ini jersey menandai kembalinya Cardiff ke warna biru setelah sempat hijrah ke merah. Sayangnya konsep itu mirip dengan Chelsea FC dan Arema Indonesia beberapa musim lalu.

Wolfsburg home
Bisa dibilang, daya tarik jersey ini hanya ada pada aksen V di dada uang dibuat dari warna hijau plus garis biru. Tapi itulah mengapa jersey ini terlihat menawan. Warna putih solid sebagai warna utama memberikan kesan kokoh. Selain itu logo "abadi" Volkswagen juga patut dipertanyakan kenapa nyambung ke aksen V. Apakah pertanda si perusahaan sebagai bagian dari kejayaan klub?

Bordeaux third
Jersey paling anggun dengan ornamen eksotik warna jingga dipadu biru yang kontras dengan warna utama biru dongker. Ciri khas huruf V di bagian dada tetap dipertahankan. Malah makin cantik dengan pilihan warna berornamen jingga biru tersebut.

Atletico de Madrid home
Mempertahankan ciri khas belang merah putih. Namun kali ada inovasi berupa permainan motif sederhana di antara kedua warna. Bentik lemgan sederhana namun gagah dilihat. Celana biru pekat sesuai dengan ciri khas klub ini dari tahun ke tahun.

Camiseta Belgrano Córdoba home
Surprise paling gokil dari jersey ini adalah motif yang diambil dari indraja, tepatnya foto dari atas, stadion mereka. Agar tidak norak, indraja ini diwarnai biru muda dan abu-abu monokrom. Inovasi gokil, namun tidak segampang yang dikira, salah pilih detail warna malah bisa norak.

Bayen Muenchen away
Dari jauh hanya ada dua garis horison, yaitu merah dan hitam. Namun jika lebih jeli dilihat, ternyata ada lima warna. Permainan warna yang unik ini sangat pas dengan latar belakang putih solid sehingga enak dipandang. Suasana Muenshen kerasa kental dengan warna dan putih di sini.

River Plate third
Jersey kali ini mengedepankan warna hitam legam yang bergradasi merah dilanjut merah total. Rapi walau layout-nya asimetris. Selain iu, penulisan sponsor warna putih menambah kesan enak dipandang.

FC Barcelona home
Pertama kali jersry Barca memakai garis horisontal merah biru. Entah kenapa pilihan merah dan birunya memberi nuansa kekar. Apalagi pilihan warna kuning emasnya juga mengesankan ketegasan. Menarik disimak apakah pelanggaran adat ini masih bisa mempertahankan tradisi juaranya.

Tottenham Hotspurs home
Jersey Spurs kali ini mengedepankan sejumlah garis tebal diagonal perpaduan hitam dan biru dongker. Kontras selaras yang sederhana namun nyaman dipandang.

sumber gambar semua dari footballfashion.org, kecuali jersey Barcelona dari fanpage FC Barcelona

Kacang Bogares cuuyyy

Setahun lebih nggak ke sini. Rasanya pangling. Ini adalah salah satu kudapan dan cemilan khas Tegal. Apa hayo?? Ini kacang Bogares. Kacang unik yang berasal dari Bogares, sebuah desa di Kecamatan Pangkah. Tidak sulit mencari sentra kacang Bogares. Hanya berselang sekitar 20 menit dari perempatan Slawi Pos ke arah Pangkah sebelah Timur, maka dapat segera dijumpai lokasinya. Sepintas namanya agak mirip ibu kota Rumania, Bucharest.

Dulu kenal kacang ini tahun 2007 saat membuat karya tulis teknologi pangan lokal dalam rangka lomba di Undip. Dulu ampe malem-malem ke situ bareng Bu Narni (pembina KIR Smansa) plus Pak Muhaimin, suaminya. Mungkin secara subjektif, itu alasan saya menggemarinya. Secara objektif, jajanan ini nggak berminyak sehingga nggak terlalu susah membersihkannya. Dari situlah saya menjadi customer tak resmi dari Ceria, nama toko prdusen sekaligus distributornya. Sejak 2007 s.d. 2009 saya mengamati dari sisi kios tidak terlampau besar dengan seorang bapak yang agaknya terlalu sibuk sebagai Owner, CEO, plus operator. Tapi perlahan bisnis berkembang sehingga pada tahun 2010 (cmiiw) mulai ada beberapa karyawan dengan proses pengemasan yang makin modern.

Dan saat kemarin lusa (24/7)ke situ untuk membeli oleh-oleh, masya Allah sudah makin ramai, modern, plus berkembang. Tidak hanya kacang Bogares yang dijajakan, ada pulsa tehpci berbagai merk, pkus berbagai kudapan khas Tegal. Barangkali, ini trik agar pembeli tidak terlalu pusing berkeliling mencari oleh-oleh, istilahnya one-stop service. Mungkin yang perlu diperbaiki adalah perlunya sistem antrian yang lebih jelas agar tidak saling menyerobot. Selain itu, akan lebih bagus bila ada satu atau dua orang yang bertugas sebagai pemandu pengunjung untuk menjelaskan detail produk, serta memberikan berbagai rekomendasi.

Salut atas bisnisn kulinernya. Semoga makin barokah dan ceria hehee

IT (masih dianggap) Murah kok

Nggak sengaja nemu gambar ini di socmed FB seorang kawan. Kayaknya saya kenal aplikasi tempat masang open tender proyek TI ini. Gila juga ya?

Kenapa gila? Tentu saja gila melirik dana yang ditawarkan. Hanya dua juta mas bro. Jelas dana yang kelewat murah, murah yang kebangetan.

Pertama dari sisi lingkup proyek yang berupa online ticketing berbagai moda transportasi, ada kereta, pesawat. Kedua dari sisi kekayaan intelektual yang lebih menguras otak. Ketiga dari sisi risiko proyek yang riskan terhadap keamanan informasi, khususnya pembayaran serta banyaknya entitas yang terlibat.

Rasa-rasanya ada budaya yang perlu diperbaiki hehee

Komedian nonton Comedian

Para legenda dari Ambalan Gajahmada dan Nyi Ageng Serang ini awalnya hendak menonton Surga yang tak Dirindukan. InsyaAllah menjadi penghuni surga. Aamiiin. Kebetulan pula di filmnya, ada poligami yang diharapkan menjadi kajian yang mencerdaskan. Tapi kami kehabisan kuota. Hebat ya... Padahal surganya 'tak dirindukan' tapi ampe sold out. Alhasil kami nonton Comic 8.

Ya dengan demikian jadinya 'komedian' nonton comedian.

Fenomena Era Sekarang

Sumber gambar» fanpage FB Muslim Show

Tanggapan»
Sebagian besar otak terlalu mengurusi sati hari yang (kelewat) disakralkan, yaitu resepsi. Mungkin dorongan sosial menjadikan satu hari itu melebihi anggaran hidup di sekian tahun berikutnya. Padahal operasional runah tangga di kemudian hari jauh lebih penting daripada segala pernik kemegahan resepsi.

HbH Pramuka (eh yang keberapa ya?)

Vidal... Turan... masih ada lagi?

Aleixis Vidal dari Sevilla FC dan Arda Turan dari Atletico de Madrid merupakan dua nama yang menjadi debutan tim catalan musim ini. Sepintas dua nama ini tidak segemerlap ramainya musim lalu yang mencapai 6 orang (Bravo, ter Stegen, Mattheiu, Vermaelen, Rakitic, Suarez). Dari sisi pemain yang resmi dilepas pun tidak ada perubahan signikan, kecuali Xavi. Di daftar pemain yang dilego lainnya, nama Montoya dan Deuleofeu masih belum mengkhawatirkan, walau masih ada bayang-bayang, yaitu  Bartra, Adriano, Alves, dan Pedro.

Hanya saja, tradisi mengorbitkan pemain menjadi tanda tanya. Montoya dan Deuleofeu adalah jebolan La Masia yang mengikuti jejak Thiago, Tello, Cuenca. Kejayaan era 2009-2012 dimana ada Valdes, Puyol, Pique, Busquet, Fabregas, Xavi, Iniesta, Messi, Pedro, Jeffren, Bojan di daftar pemain.

Siapa saja yang diisukan menjadi rekrutan ketiga?
Katanya sih Pogba. Taoi secara pribadi saya lebih sreg kalau Arda Turan menjadi rekrutan terakhir musim ini.

Sumber foto: Fanpage FB FC Barcelona

Kompetisi Juaranya Merah (Putih)

Ini adalah kompetisi paling wahid di Liga Belanda, yaitu Eredivisie. Sebuah kompetisi yang diikuti oleh 18 klub terbaik dari waktu ke waktu. Kompetisi ini konon disinyalir menjadi lahan oligopoli tiga klub terbesar di Belanda, yaitu Ajax Amsterdam, PSV Eindhovem, dan Feyenoord Rotterdam. Kedua klub ini sejak 1960 silih berganti menguasai kompetisi dengan status jawara dengan catatan hanya tiga kali runtuh, yaitu di musim 1980/1981 dan 2008/2009 yang dicomot AZ Alkmaar serta 2009/2010 yang dicaplok Twente.

Ada yang menarik dari tiga klub oligopoli tersebut. Kostum mereka didominasi dua warna utama, yaitu merah dan putih. Dua warna yang kebetulan adalah warna khas Indonesia, negara yang pernah dijajah oleh Belanda. Feyenoord memiliki kostum yang sebelah kanan warna merah dan kiri putih, walau kadang bagian lengan memiliki warna sebaliknya. PSV dikenal dengan warna vertikal belang merah putih, namun beberapa kali polos merah. Ajax lebih ekstrim lagi dengan bagian dada hingga perut serta punggung merah lalu sisanya putih.

Nah yang bikin unik, AZ punya warna khas utama merah dengan aksen lengan hampir selalu putih. Twente? Mereka "penganut" warna merah. Artinya dari tahun 1960-an, Eredivisie dirajai oleh klub warna merah dengan dominasi aksen putih. Untuk urusan warna kebesaran, La Liga dan Scottish Premiere League kalah dominan hehee

Sumber» whotalking.com

Sumber» whotalking.com

Sumber» garethlloyd8.files.wordpress.com

Sumber»spoortskeeda.com

Sumber» lagaleriadelfutbol.blogspot.com