3rd Season Has Been KA, (not) KerjA, but KAwin

Alhamdulillah semester 3 ini menjadi semester pamungkas dengan nilai yang alhamdulillah pamungkas juga. Bukan bermaksud lebay tapi semester kali sangat menyisakan cerita yang terlalu spesial dibandingkan dengan semester 1 dan 2. Semuanya tentang KA, Kerja, dan Kawin (baca:nikah).

Pilihan mencomot KA jelas jadi tanda tanya mengingat semester 2 saya merangkak-rangkak. Sempat berencana mengunggah topik tentang tata kelola tapi kandas karena pertimbangan teknis. Penuh liku hingga akhirnya lahirlah topik kualitas informasi. Topik yang di rak MTI tidak ada judul serupa. Dari sinilah petualangan dimulai dengan raibnya diri ini selama dua bulan pascaproposal. Hingga 'taubat nasuha' yang bermuara pada sprint menjelang hari H.

Kerja? Ya...semester ini menjadi sarat makna pula karena status karyawan di sebuah perusahaan IT saya tanggalkan. Alasannya sederhana hitung-hitungan antara faktor G, jenjang karier, plus KA tidak relevan. Bekal tabungan terkuras habis. Wacana ber-freelance pun gersang. Pada akhirnya sampai detik ini saya tidak menyesali keputusan tersebut.

Dan keputusan paling tidak saya sesali jatuh pada K yang terakhir Kawin alias nikah. Tak banyak yang ingin saya paparkan. Singkatnya, saya bersyukur :D

Blogger Tricks

Fifth UCL Title Winner

Sejarah itu terus ditulis ulang

Foto dari web FCB

if(01)thor

Depok » Batununggal

Hari yang spesial mengawali pekan migrasi dari Depok ke Bandung. Sebuah mobil abu hanya menyisakan dua bangku terdepan dimana hanya saya dan ayah saya di situ. Kursi belakang dan tengah terlanjur punah lantaran segala perabot. Hehee

Menyenang pula perjalanan kali ini. Memang belum tuntas karena harus ada satu kloter lagi lantaran faktor tesis.

Semoga di akhir Agustus nanti bisa kembali bersama istri serta keluarga dalam rangka 20w15uda

#dr3am #tr3ble

Mungkin topiknya agak basi karena FC Barcelona sudah dinobatkan sebagai peraih trebel winner tiga pekan lalu.

Laga penentu menantang Atletico di Vicente Calderon merupakan goresan pertama berupa trofi La Liga 2014/2015. Jelas laga yang emosional bagi pemain Barca yang musim lalu sudah berseragam Blaugrana. Kenapa? Laga pamungkas Barcelona di Camp Nou musim lalu adalah aib karena si tamunya, Atletico Madrid yang berjingkrak sebagai juara La Liga 2013/2014 pasca hasil imbang 1-1. Satu gol Alexis Sanchez di babak pertama dibayar mahal gol Godin di babak kedua, inilah gol penentu juara. Musim ini punggara Barca ganti berselebrasi di kandang Atletico Madrid. Laga yang hanya melahirkan sebiji gol Messi. Perjalanan Barca di La Liga sendiri harus diawali dan diselipi dengan getir. Sanksi embargo transfer menghadirkan kemelut di manajemen. Zubizareta digusur dan Puyol juga hengkang dari manajerial. Adaptasi pemain baru juga menuai kontroversi. Rakitic tidak fasih bertiki-taka. Suarez masih menjalani sanksi 9 laga pasca WC2014. Vermaelen cedera hingga akhir musim. Di tengah badai itu sosok Munir el Haddadi tampil sebagai striker muda yang meleda, sayang setelah sempat mencuat dia perlahan lenyap dan kembali ke Barcelona B. Ngomong-ngomong Barcelona B artinya menyinggung La Masia. Ya, La Masia mulai hilang tempat di skuad inti Barcelona. Bukti tersohih adalah dilegonya (walau ada yang berstatus pinjaman) Tello ke Porto, Cuenca ke Ajax, Deoleufo ke Sevilla. Kiper asli La Masia, Jordi Masip hanya mencatat 1 kali main di La Liga. Singkat kata, berliku. Itulah situasi dimana rival utama Real Madrid melaju kencang. Tapi maraton La Liga memunculkan kisah heroik tersendiri. Gaya main Rakitic justru menghadirkan chemistry tersendiri dengan Iniesta dan Busquet. Pasca ditinggal Puyol musim lalu, duet Pique dan Mascherano sangat tangguh di kotak penalti. Jangan lupakan alternatif bek sayap yang sangaaat melimpah pada Daniel Alves, Adriano Correira, Jordi Alba, Jeremy Mattheiu, hingga Marc Bartra dan Martin Montoya. Sosok Claudio Bravo juga menjadi fenomena lewat penampilan gemilangnya. Tengok saja trofi Zamora yang digaetnya di akhir musim. Barisan depan jelas menjadi fenomena tersendiri. Trisula MSN, begitu inisial ketiganya menjadi kengerian tersendiri di La Liga. Bahkan secara objektif maupun subjektif, gelar El Pinchichi Ronaldo kurang meriah. Suarez yang awalnya canggung justru meledak lewat gol-gol pentingnya. Yang paling diingat tentu gol penentu kemenangan di El Classico di paruh kedua musim ini.

Ya, pasca laga tersebut iklim di pucuk klasmen La Liga berubah. Barca memang sempat inferior lewat kekalahan 1-3 atas Real Madrid serta tumbang 0-1 oleh Sociedad. Tapi kudeta sukses dan di pekan-pekan berikutnya Madrid dirundung tekanan hebat, puncaknya hasil imbang 2-2 vs Valencia.

Laga pekan 38 versus Deportivo La Caruna menjadi ajang penobatan Barca sebagai kampiun La Liga musim ini. Musim terakhit pula bagi Xavi Hernandez. Musim spektakuler yang dalam beberapa pekan kemudian diiringi trofi Copa del Rey dan Liga Champion

Pesta di kandang sendiri juga menjadi raihan spesial Barcelona di Camp Nou dalam hajatan Copa del Rey. Sang tamu Athletic Bilbao tersungkur dengan skor 1-3. Sebenarnya yang diingat oleh saya dari final ini hanya dua. Pertama kebingungan mencari venue lantaran kedua klub awalnya menghendaki final digelar di Santiago Bernabeu, kandang Madrid. Jelas usulan sangat politis karena siapapun pemenangnya adalah musuh bebuyutan Madrid. Jangan lupa rivalitas Catalan dan Basque vs kaum ibu kota. Kedua gol ajaib Messi yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Puncak dari tr3ble ini adalah final dua tim calon peraih treble, yaitu.Barcelona (juara La Liga dan Copa del Rey) vs Juventus (juara Serie A dan Coppa Italia). Revolusi mental yang didengungkan di negeri ini justru lebih sukses dijalankan oleh skuad Barca. Dua gol Barcelona via Suarez dan Neymar murni hasil serangan balik. Sangat jarang Barcelona mempergunakan taktik ini. Tiki taka memang tidak sekental dulu mengingat maestronya kini tinggal Iniesta dan Busquet. Tapi possession ball tetap didominasi Barca. Juara Eropa dengan cara yang fenomenal, yaitu menjungkalkan para juara bertahan liga-liga domestik musim lalu (Ajax, Celtic, Man. City, PSG, Muenchen, dan Juventus).

PR besar sudah menanti, yaitu nasib lulusan La Masia. Kesuksesan yang membedakan Barcelona era 2009-an dengan 2015-an

Kutek... Depok... Nyaris Sebulan

Keputusan berdomisili di Depok, tepatnya Kutek alias Kukusan Teknik, sudah hampir genap sebulan dijalani. Banyak cerita yang ditoreh hingga tanggal 27 ini. Semua itu mengasah kedewasaan saya dan istri dalam memaknai rumah tangga.

Bahkan jauh sebelum kami menghuni kontrakan sekarang ini, cerita spesial sudah Allah suguhkan terkait mencari kontrakan. Mulai dari keduluan orang, salah jalan, hingga H-3 berangkat ke Aceh barulah fix akan mengawali tiga bulan ber-Depok di sini. Di kemudian alur, rencana tiga bulan ini kami sepakat untuk dipangkas menjadi sebulan terkait keperluan teknis. Artinya akan ada (minimal) tiga kali pindahan dalam dua bulan. Pindahan dari kosan saya di Ps.Minggu ke Depok, dari istri di Karapitan ke Depok, dan nantinya dari kontrakan kami di Depok ke Bandung.

Banyak peluh yang menetes dalam rangka mengelola kontrakan ini. Perkakas rumah tangga jelas menjadi kebutuhan kolektif untuk memutar roda kelangsungan kontrakan. Tak lupa bantuan dari beberapa lewat kejutan bingkisannya. Sungguh terima kasih dari untuk kalian.

Mengelola rumah jelas bersaing ketat dengan Thes12jun dalam hal memperebutkan isi otak saya. Terus terang sulit untuk bisa membagi waktu karena banyak hal yang terduga. Beruntung Allah menganugerahkan saya istri yang sangat membuat nyaman dan mampu menjalankan keduanya dengan 'lumayan' padu hihihiii

Kini kami sudah berkemas
Kini saya menuju stasiun Jatinegara untuk me-refund tiket mudik JKT-TGL
Artinya petualangan kami di Kutek Depok memasuki babak pamungkas

[Notulensi Kajian Muslimah: Tafsir Surat An Nur]


Bismillahirrohmanirrohiim

Assalamu'alaikum Wr. Wb

✨“Mengkaji An-Nuur, Bekal Membangun Pribadi Istimewa dan Masyarakat Mulia (Sesi 2)”✨

Bersama: Ustadz Arham bin Ahmad Yasin, Lc., M.H. (Musyrif Pesantren Quran Indonesia)

Kamis, 25 Juni 2015
⏰16.00-17.30 WIB
Aula Utama Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Depok

Seperti yang telah disampaikan pada kajian tafsir QS An Nur (sesi 1), bahwa secara umum QS. An Nur lebih banyak membahas tentang adab bermuamalah, pada kesempatan ini akan dibahas tafsir QS An. Nur ayat 27-31 yang menjelaskan mengenai adab bertamu, pentingnya menjaga aurat, menjaga pandangan dan menjaga privasi.

Pada QS. An Nur ayat 27-29 Allah secara terang menjelaskan mengenai adab meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain. Allah berfirman “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum  meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat (27). Dan jika kamu tidak menemui seorang pun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka, (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (28). Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni, yang didalamnya ada kepentingan kamu; Allah Mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan (29)”.

Dalam ayat-ayat di atas Allah memerintahkan kita orang yang beriman untuk selalu mengucap salam dan meminta izin kepada penghuni rumah. Mengucap salam dan meminta izin adalah dua hal berbeda. jika kita sudah mengucap salam dan mendapat jawaban dari pemilik rumah namun tidak diizinkan masuk oleh sang pemilik rumah, maka Apabila terdapat jawaban dari penghuni, maka hendaknya kita meminta izin kepada penghuninya sebelum kita memasuki rumahnya. Ini merupakan adab bertamu yang harus diperhatikan dan dilaksanakan. Namun apabila kita sudah mengucap salam tiga kali namun tidak mendapat jawaban dari penghuni rumah, maka hendaknya kita pulang dan nanti kembali lagi di lain waktu., sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Umar ibn Khaththab RA., Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seseorang diantara kalian bertamu dan mengucap salam sebanyak 3x tetapi tidak ada jawaban atau tidak diizinkan, maka hendaknya engkau pergi”.

Kalau sedang bertamu, janganlah kita menghadapkan wajah tepat pada depan pintu, hendaklah kita berada di sebelah kiri atau kanan pintu sehingga ketika pintu dibuka, kita tidak langsung melihat ke arah dalam rumah, ini untuk menjaga privasi dari penghuni rumah.  

Pada zaman Rasulullah pernah terjadi peristiwa dimana Rasulullah hendak bertamu di rumah salah seorang sahabat, kemudian Rasulullah SAW mengucap salam, namun sahabat tersebut dari dalam rumah hanya menjawab dengan suara pelan dengan maksud agar semakin banyak jumlah salam yang diucapkan oleh Rasulullah. Namun, setelah Rasulullah SAW mengucap salam yang ketiga dan Rasululah tetap tidak mendengar jawaban dari penghuni rumah, maka Rasulullah bergegas meninggalkan rumah, hingga kemudian sahabat tersebut keluar rumah lalu memanggil Rasulullah SAW untuk kembali.

Rasululah SAW memberikan contoh adab bertamu sebagai berikut:

1.     Mengucap salam dan meminta izin ketika bertamu, jika sudah diucapkan salam sebanyak 3x namun tidak mendapatkan jawaban, hendaknya kita meninggalkan rumah tersebut dan kembali di waktu yang lain

2.      Ketika mengucap salam, hendaknya kita berdiri di samping kiri atau kanan pintu, agar ketika pintu dibuka kita tidak langsung melihat isi dalam rumah, apalagi sampai mengintip dari jendela, hal ini dilarang oleh Rasulullah, dengan tujuan untuk menjaga privasi dari pemilik rumah

3.      Apabila telah dibukakan pintu oleh pemilik rumah, maka hendaknya kita menunggu hingga diizinkan untuk memasuki rumah, baru kita memasuki rumah. Namun jika ternyata orang yang hendak kita temui sedang tidak berkenan atau sedang tidak bisa kita temui, maka hendaknya kita tidak memaksakan dan mungkin dapat berkunjung lagi di lain waktu.

Bertamu ke rumah saudara, orang tua, ataupun tetangga yang sudah akrab sekalipun, tetap harus dipenuhi adab-adab bertamu, yakni mengucap salam dan meminta izin sebelum memasuki rumah. Bahkan jika suami hendak pulang ke rumah, dianjurkan untuk memberi tahu, seperti mengucap salam, atau memberi tanda seperti berdehem dll.

Asbabun nuzul ayat 27: Diriwayatkan dari Ibnu Jarir dari Al “Ady bin Sabit bahwa ketika seorang wanita Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, aku sedang berada di rumah dan tidak ingin ada yang datang padaku, akan tetapi ada seorang laki-laki dari keluargaku yang terus-menerus meminta untuk menemuiku, sedangkan aku tidak ingin menemuinya?” lalu turunlah ayat ini.

Sedangkan asbabun nuzul ayat 29: Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Muqatil bin Hibban bahwa ketika Rasululah memerintahkan untuk memasuki rumah orang lain dengan izin terlebih dahulu, Abu Bakar bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan para pedagang quraisy yang biasa pulang pergi antara Makkah, Madinah, dan Syam? Mereka singgah dalam perjalanan sedangkan tempat itu tidak ada penghuninya?” lalu turunlah ayat ini.

Selanjutnya, pada ayat 30-31 Allah menerangkan mengenai adab menjaga pandangan dan kewajiban menutup aurat. Menundukkan pandangan secara makna berarti memalingkan pandangan. Asbabun nuzul dari ayat ini adalah peristiwa seorang laki-laki yang berpapasan dengan perempuan kemudian saling memandang hingga sang laki-laki ini menabrak tiang, lalu turunlah ayat ini. Perintah untuk menjaga pandangan dan memelihara kemaluannya ini ditujukan pada laki-laki maupun perempuan. Ayat 30 menerangkan perintah khusus untuk laki-laki dan perintah untuk perempuan dijabarkan panjang dalam ayat 31. Penjelasan mengenai kepada siapa sajakah perempuan boleh memperlihatkan auratnya dijabarkan secara panjang dalam ayat 31, hal ini menandakan penekanan khusus bagi wanita dalam menjaga auratnya, disebabkan aurat wanita jika tidak dijaga, dapat membahayakan laki-laki yang memandangnya, naudzubillah.

Jika dikaitkan dengan kehidupan kita masa kini yang sangat akrab dengan media sosial, hendaklah kita juga menahan pandangan dan menjaga hati ketika berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahram. Janganlah menggunakan suara atau tulisan yang “lebay” atau “alay” yang dibuat-buat atau dilembut-lembutkan, hendaknya saling berbicara bilamana diperlukan saja. Ini berkaitan dengan adab, secara hati kita juga harus ditundukkan ketika sedang berinteraksi, terlebih jika ada komunikasi yang intens. Selain dari segi bahasa dan konten pembicaraan, hendaknya juga diperhatikan adab waktu saat berinteraksi untuk mencegah terjadinya penyakit hati dan menjaga untuk menutup semua pintu zina.

Para muslimah juga diwajibkan untuk menutup auratnya, mengenakan pakaian syar’i yang menutup seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, dan memakai kerudung yang syar'i dari ujung rambut hingga menutup dada. Pada QS An Nur ayat 31 disebutkan kepada siapa sajakah seorang muslimah diperbolehkan menampakkan aurat yang biasa terlihat, yakni kepada suami, ayah, ayahnya suami (mertua laki-laki), anak kandung laki-laki, anak laki-laki dari suaminya, saudara kandung laki-laki, anak laki-laki dari saudara laki-laki & saudara perempuannya (anak laki-laki dari kakak atau adiknya), perempuan sesama muslimah, hamba sahaya yang dimiliki, laki-laki tua yang sudah tidak ada keinginan terhadap perempuan, anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dalam hal ini, aurat seorang muslimah terhadap perempuan non muslim hukumnya adalah sama dengan  selayaknya berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahram.

Tanya jawab:

Bagaimana jika ada tetangga kita sudah berhari-hari tidak keluar rumah, bahkan untuk membeli makan, sehingga kita mencurigai jangan-jangan  penghuni rumah tsb meninggal dan sebagainya? Atau jika kita akan melakukan razia atas kemaksiatan di sebuah rumah apakah kita perlu mengucap salam dan meminta izin?

Jawaban: jika untuk kasus seperti ini, diperbolehkan tidak harus mengucap salam dan tanpa meminta izin dengan pertimbangan kemaslahatan ummat

Wallahua’lam bishshawab.

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.

✨Coming soon Kajian Muslimah:

Kajian Muslimah #3 Tafsir QS. An Nuur (Sesi 3), Kamis, 2 Juli 2015 pukul 15.30-17.30 WIB di Aula Masjid UI Depok

✨Karena kami tidak sekadar memberi informasi tapi senantiasa untuk selalu mengispirasi

⛵Pesiar Masjid UI 1436H
Mari Berlayar Menuju Pulau Taqwa⛵

mesjidui.ui.ac.id
bit.ly/mesjidui
@masjidUI

-mari sebarkan-

Barokallah Mba Falah feat Mas Yudi

#kerani #pramuka #GNS58 #completed

Foto by: Mas Arief Adityo

Margasari (Wanasari-Dukuhtengah) 15.06.2015

Jalan jalan keluarga bareng istri, ibu, ama mas Andi. Hehee


foto by: istriku tersayang

Ifthar with special one^^


Foto by: istriku tersayang