Nuhun PAJ Group

Blogger Tricks

Nuhun IK

Punggung Membungkuk Hari ini

Selamat pagi (pas saya ketik masih 05.22 WIHS, waktu Indonesia hape saya)
Pagi yang tentu akan berbeda dibandingkan pagi-pagi hari esok
Setelah hampir dua tahun, tak terasa penghujung ini telah menampakkan “senja”-nya. It is enlightment phase in my life. Ya, (nyaris) dua tahun yang banyak memberi saya inspirasi, dua tahun yang asyik, dua tahun penuh dengan berbagai pengalaman unik dan (Alhamdulillah) tidak ada secuil pun rasa salah memilih tempat untuk berkreasi. Tidak pernah ada yang kebetulan jika menengok takdir-Nya. Sebuah kehormatan karena dipertemukan dengan orang-orang kece seperti kalian.

@Mas Irvan Indra, terima kasih banyak Mas atas banyaknya share ide sejak pertama kita kenal. Banyak hal-hal ajaib yang saya pelajari dari berbagai obrolan kita, tentang industry kreatif, tentang social media, tentang web design, tentang apa lagi y? Wah banyaklah, have an outstanding adventure bro :)

@Mba Intan, sosok yang pertama saya kenal sebagai sesama fans Larc en Ciel. Nyaris selalu riang dan nyambung untuk segala macam obrolan. Terima kasih banyak atas pengarahannya dalam belajar menulis liputan hehee. Jarang-jarang nih anak IT ditugasin nulis liputan, dan dapet bimbingan langsung dari salah seorang yang beuhh, yoiilah :)

@Mba Reni, wah lama kita tidak berjumpa Mba. Sosok yang ini juga tidak pernah kalah riangnya. Sosok yang selalu siap bertangkas-tangkas mengelola segala macam berkas dan urusan per-PR-an. Hehee. Salut mba :)

@Mba Venny, beuhh kalau yang ini mmm, sangar pisan, hehee. Pertama kali kenal saat mempersiapkan PPKI dengan ketahanbantingannya bergadang ngurus ini ngurus itu, eh ternyata satu tim proyek akhirnya di IK. Well, ibaratnya kulkas dengan empat pintu, Mba Venny ini bisa dengan kokoh menjadi sosok yang seusai bagi tiap orang yang di sekitarnya. Saatnya serius OK, saat ble’e juga OK, hehee. Berbagai ide, baik skala kecil maupun besar, ada saja yang dikemukakannya, dan itu dihadirkan dengan asyik tanpa memandang remeh ide lainnya :)

@Mba Kimi, wahhh, kalau yang ini saya tertipu, tadinya saya kira seangkatan, eh tahunya sekian tahun di atas saya *langsung hormat*. Yang ini mah udah berbagai macam proyek dijelajahinya, EWS pernah, SKR udah, PPKI mantap, dan jrenggg ternyata ketemu di IK. Asyik untuk diajak diskusi dengan segala pernik topik. Tipikal yang banyak saya belajar dari Mba Kim, terutama bagaimana membuat segala tugas bia dijalani dengan have fun. Kece banget itu.

@Bang Haekal, oiii Bang… Gaimana kabar Bang? Lama nian tidak bersua. Pertama kenal saat Workshop IK tahun 2013 dengan kesan ini orang agak pemalu tapi ramah, nyambung diajak ngobrol, agak lugu dikit #eh, tapi juga religus, dan nggak menyangka tahun 2014 bakal satu tim di IK *yeayyy. Nggak tahu kenapa, tapi kalau udah ama Bang Haekal ngobrol, topiknya kok menjurus tentang permunakahatan (garuk-garuk kepala). Yang saya heran, adalah karakteristik yang sabar dan pandai berbaur dengan orang bagaimanapun tipe/karakternya, mungkin bukan heran, tapi kagum. Walau hanya sekali, tapi pengalaman yang asyik bisa ngeliput bareng Bang Haekal waktu Imagine Cup di Epicentrum. Gokil lah abang kita satu ini, bahkan di waktu-waktu tertentu suaranya menggema mengajak kebaikan :)

@Ari, ah kenapa baru sebulan dua bulan nggak balik lagi sih? O_o. Asyik padahal ngelihat tingkah Ari ama Bang Haekal yang lucu kalau mau liputan. Tipikal yang palu gada banget (apa yang lw mau, gw ada) alias multitalenta. Hehee, punten kalau belum banyak kenal. Namun terima kasih atas perjuangannya di IK :)
Lha kok udah ganti page ke halaman dua y? Hmmm, ini udah ngantuk belum tidur pagi ey

@Ridho, salah satu orang yang namanya sulit dieja. Abdushshabur dengan ‘shin’ ber-tasjid. Kadang saya panggil Idho. Eh ternyata lw temennya Dharma y? Ini juga salah satu tipikal yang multitalenta. Sosok yang selalu dan selalu bersemangat dalam belajar, pandai menempatkan diri, dan yang gw suka adalah karakter tenang. So surprise banget waktu sore-sore sms yang mengabarkan kalau hari ini terakhir di IK *jrengggg*, lah?? Tapi di situ juga saya belajar bahwa keberanian dalam menentukan pilihan patut dilakukan walau mungkin dipertanyakan orang lain. Salut untukmu :)

@Keke, eh, ini saya ngirim email ini udah bangun belum y? #eh. Hehee, padahal kosan lw paling deket Ke. Yang ini kalau udah ama Mba Ria ibarat speaker kanan ama speaker kiri. Selalu ada saja diobrolkan, mulai dari ide yang produktif sampai dengan entertainment ala ibu-ibu hehehee :)

@Mba Jojo, ini adalah contoh manusia dengan perilaku sehat yang patut dijadikan teladan hehee. Nutrisinya sudah diseleksi dari makanan yang “pilihan”, begitu pula olahraganya yang teratur. Hehee. Awal kenal kalau dari penampilan, mmm, ko agak mirip atlet ketimbang penulis ya, eh ternyata kece banget, baik sebagai atlet maupun penulis. Selalu bersemangat dengan ide-idenya yang asyik dan yang paling saya kagum adalah karakter pantang menyerah sebelum tugas kelar :)

@Sari, awal kenal ‘oh ini mba-mba yang ngurus PPKI’. Keliatan pusing terus dengan berbagai kerjaan. Oh ternyata dari Bontang, jadi inget salah seorang kawan yang lumayan akrab berasal dari sana. Asyik untuk diajak diskusi dengna berbagai sudut pandang yang bisa kritis, bisa juga humoris. Tidak kenal lelah, ya itu karakter yang paling lekat dengan sosok Sari (mirip dengan Nandhik, cuma yang ini nggak pake molor di lantai atas). Cie cie cie, ditunggu undangannya ya, kalau bisa diselipkan tiketnya ya :)

@Mba Ria, tadinya mau ditulis di bagian awal, tapiii di bagian akhir sajalah hehee. Sosok tangguh tempat pada cewe-cewe di kantor berteduh berbagai cerita, cocok bangetlah jadi kakak angkat buat mereka hehee. Tidak pernah meremehkan kualitas orang dan mampu menghadirkan suasana ceria dengan gayanya yang khas, padahal awal kenal ‘ini orang kok kayaknya khusyuk di depan laptop y?’. Kalau dipikir-pikir cuma Mba Ria n Mas Toto yang awal masuk sampai dengan saya selesai masih ada di sini ya, hehee, berarti lw saksi sejarah IK mba :)

@Mas Toto. Awal kenal ini orang kok pendiem ya? Nampak khusyuk dengan laptop logo apel kroaknya. Time goes on and wewww, he’s so amazing and has outstanding ideas. Aset bangsa yang kece punya. Tahan banting dengan berbagai tekanan dari sana sini serta memiliki pendirian yang kokoh. Banyak yang saya pelajari dari sosok satu ini, yaitu dengan kesederhanaan dalam desain namun kreatif, presentasi yang menarik, serta tentunya analisis segmen “pasar” dan tak lupa ketekunannya untuk mempertinggi pencapaian. Sukses sebagai pribadi makin “berisi” (dalam sisi ilmu) dan semoga makin jadi pemimpin rumah tangga yang penuh barokah.

@Pak Haviz. Membaca namanya “beuhhh..berat banget namanya, tapi patut sebagai motivasi yang kerenn”. (Haviz?Hafidz?penghafal Al Qur’an, semoga kelak Pak Haviz menjadi seorang penghafal dan pengamal Al Qur’an, aamiiin :) ), udah itu aja deh, hehee. Sosok yang outstanding banget, mampu bekerja di bawah tekanan, kapanpun, dimanapun, jarang mengeluh juga, dan yang paling saya suka adalah mampu datang pagi hari. Mampu beradaptasi dengan orang berkarakter apapun, tim proyek dengan permasalahan apapun, serta menunjukkan komitmen untuk memberikan solusi. Tidak mau membiarkan permasalahan larut begitu saja, harus bisa diidentifikasi pangkalnya dimana, lalu solusinya bagaimana. Well, aspek yang ini saya patut berterima kasih karena berkesempatan belajar dari beliau, baik di forum umum maupun privat hehee.

@Hanafi, eduuun udah lembar ketiga aja… Ucoook, nggak salahlah partner bareng ente di berbagai kesempatan. Setelah hampir setahun solo karir, akhirnya bisa punya duet dalam pairing-programming, asyik banget karena nyambung di berbagai hal. Alhamdulillah cocok dari berbagai aspek, dari urusan ngoding, becanda hahahihi, ngomongin bola, ngomongin apalah mulai dari yang sifatnya sangat penting, penting, agak penting, kurang penting, hingga nggak penting banget. Mulai dari berangkat paginya yang konsisten, itu sudah menunjukkan kualitas pribadi seorang Hanafi. Jalan prestasimu masih panjang Fi, teruslah mempertinggi prestasi dan semoga penuh barokah

Akhirnya, saya perlu mengutip lirik dari lagu BIP, Ternyata Harus Memilih “tak ada kebetulan, semua pasti ada artinya”. Harapan saya sederhana, Indonesia Kreatif maupun pribadi kita masing-masing beruntung, beruntung dalam arti sederhana, yaitu hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari ini.

Kosan, 31 Maret 2015 pukul 09.02 eh ini laptop salah jamnya yang bener 08.04

Gapura Edisi Jakarta

Inspirasi terus menjejali diri ini. Persis saat pribadi mulai memantapkan hati untuk tidak melanjutkan kontrak. Dan inspirasi kali ini adalah Gapura pada Sabtu (28/3) lalu.

Bisa dibilang penyelenggaraan kali ini mengedepankan inspirasi dari pelaku-pelaku bisnis online. Sekedar info, Gapura tahun lalu menghadirkan Wagub DKI Basuki Tj.P. serta Menkominfo Tifatul Sembiring. Agaknya proses "kulo nuwun udah selesai dan sekarang fokus berbagi ide.

Kebetulan saya berkesempatan hanya ikut di sesi pertama. Sangat bersemangat dengan 5 pembicara yang menggalakkan bisnis online. Pertama dari internal Google di Indonesia yang memaparkan urusan teknis aplikasi web berbasis mobile. Kenapa mobile? Pengguna mobile di Indonesia gilaaa jumlahnya dan perlu perlakuan berbeda dibandingkan versi desktop.

Berikutnya 4 orang pembicara yang punya kesuksesan masing-masing. Ada yang bisnis kuliner berupa franchise cendol aneka rupa, bisnis mode berupa hijab, serta bisnis kerajinan berupa potongan kertas artistik. Salut dengan kreativitas mereka dan lebih salut pada ketekunan mereka.

My last Founded Words

Ternyata berakhir di Inggris

Si Biru yang Akan Kurindu

Sebuah laptop yang menemani sejak Nov 2013 s.d. Maret 2015. Berarti 1,5 tahun bersamanya.

Banyak pahatan memori di sini
Mulai dari kerjaan ngoding dan nyetatistik, game, bikin surat #ups, ngedesain ini itu, dan juga kuliah

Malam ini si biru penuh haru kulirik pilu
Terima kasih

Apa KA-barnya?

Udah dikerjakan?

UN kayaknya asik nih

Performance Dashboard

Permasalahan informasi merupakan hal yang jamak terjadi di dalam perusahaan. Rencana awal hampir dapat diklaim selalu bagus. Namun jika melongok realitas, tentu seringkali terbentur pada problema yang tidak mampu dikendalikan. Ketidakmampuan peengendalian disebabkan oleh pangkal masalah berupa informasi. Sebagai contoh di dalam pengembangan perangkat lunak, estimasi pembuatan aplikasi terbentur pada perusabahan desain, namun semua pihak yang terlibat tidak memperoleh informasi yang cukup terkait perubahan tersebut. Mulai dari justifikasi mengapa berubah, apakah usulan perubahan otomatis diterima, bagaimana efeknya terhadap anggaran, berapa waktu yang diperlukan oleh tim teknis untuk menyesuaikan aplikasi dengan perubahan terbaru itu. Itu dari ini proyek secara spesifik.

Dari sisi organisasi, perusahaan seringkali tidak mampu memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi yang terjadi saat ini. Banyak perusahaan lebih menggemari evaluasi tahunan untuk melakukan perombakan besar-besaran. Padahal yang masalah yang terjadi sudah terlampau kacau, morat-marit SDM juga sudah berdampak pada tingkat turn-over yang terlampau tinggi. Alhasil evaluasi tahunan terkesan menjadi formalitas. Masalah sudah terlanjut membesar, sedangkan faktor-faktor penyebab yang awalnya kecil sudah tidak jelas kemana.

Ya, era informasi saat ini menuntut perusahaan, baik secara umum alias organisasi maupun secara khusus dalam lingkup tim proyek wajib menguasai informasi. Penguasaan informasi di sini adalah menghadirkan informasi sesuai konteks kebutuhan tiap personel dan mampu melakukan perbaikan dan pengembangan dari informasi tersebut. Contoh informasi yang berharga adalah berapa durasi yang diperlukan tiap orang tim teknis mengerjakan sebuah pekerjaan. Informasi lain yang jelas-jelas diperlukan adalah peringatan dini alias early warning system terhadap faktor-faktor yang mengancam keberhasilan perusahaan.

Jangan lupa bahwa perusahaan akan nampak "amatir" ketika hanya mampu mencanangkan target sukses dari sisi finansial saja. Kenapa? Sekarang ini dunia sudah menyadari bahwa kesuksesan finansial adalah hasil dari keberhasilan perusahaan mewujudkan target sukses di sisi SDM, dari sisi proses bisnis, serta dari sisi internal.

Solusi dari permasalahan informasi tersebut adalah pembangunan performance dashboard, yaitu sistem informasi yang menyediakan layanan mengenai informasi tentng performansi di sebuah lingkungan organisasi.

Kenapa harus performance dashboard?
Alasannya sederhana...
Organisasi memerlukan portal informasi yang menyediakan informasi secara lengkap dan sesuai sesuai konteks pengguna mengenai bagaimana performansi organisasi yang dicapai saat ini. Dengan demikian, langkah-langkah perbaikan dapat cepat dilakukan. Kembali ke penjelasan sebelumnya, performance dashbaord ini merupakan upaya untuk menjaga mutu pada SDM, proses bisnis, dan internal. Ketiganya akan mendorong kesuksesan secara finansial.

Transaparansi
Penggunaan dashboard tentu mendorong kejujuran mengenai apa yang telah dicapai oleh sebuah organisasi, termasuk tim proyek. Misalnya pengunjung website yang disajikan pada Google Analytics. Tidak ada kebohongan di sini karena data bersifat nyata. Memang pada proses bisnis tertentu dimana manusia sebagai pengisinya, dimungkinkan mengisi yang tidak benar, namun peluang melakukan "penggelapan" informasi jauh lebih bisa ditekan oleh manajemen.

Personalisasi
Aplikasi performance dashboard menyediakan berbagai tingkatan pengguna yang bermanfaat untuk menentukan jenis-jenis informasi yang ada dialokasikan. Sebagai contoh, bagi tim teknis urusan TI, informasi mengenai dokumen kebutuhan (requirement document), jelas menjadi kebutuhan yang wajib dipenuhi. Namun bagi sosok Board of Direction, progress pemenuhan fitur secara umum, jelas lebih diperlukan. Bagi tim teknis penjualan, siapa saja yang belum bayar wajib diketahui, namun bagi BoD benefit bulanan lebih penting untuk diketahui daripada daftar pelanggan yang berhutang.

Kemudahan
Kemudahan menjadi syarat yang wajib dipenuhi bagi performance dashboard jika ingin "laku" dan dipakai. Lho mengapa? Secara alamiah, manusia tidak terlalu suka bertele-tele dalam membaca informasi yang disajikan melalui komputer. Nah, dari sini, perlu disadari bahwa ada kecenderungan manusia "manja" dalam mencerna informasi. Jangan lupakan faktor keterbatasan waktu manusia dalam menjelajahi sebuah aplikasi. Dua faktor itu sudah cukup sebagai alasan sebuah aplikasi performance dashboard harus mudah dipergunakan, baik mudah diisi maupun mudah dibaca.

Inspirasi Hangat tentang e-Dagang

Well, kali ini mau cerita tentang inspirasi hangat dari Pak Daniel Tumiwa, ketua atau CEO Indonesian e-Commerce Association atau IdEA. Beliau mengisi di kuliah e-business pada Senin (23/3) lalu. Belkiau kebetulan merupakan sosok yang berpengaruh terkait TI di Garuda Indonesia. Maka yang di-share oleh beliau meliputi dua hal, yaitu e-commerce secara umum serta penerapan TI di GIA.

Pada awal sesi, beliau mengulas tentnag kondisi penetrasi internet di Indonesia. Yups, internet ibaratnya "panca idnera" untuk melakukan e-commerce. Mau barang bagus, yang punya itu seorang yang terkenal, tapi kalau internet ble'e ya gimana ya? #ahsudahlah. Dari sisi pelaku yang terlibat, harus diakui bahwa segmen urban menjadi dominator untuk e-commerce, baik penjual maupun pembeli. Kondisi inilah yang menjadi kota-kota besar di Indonesia menjadi titik "panas" dalam e-commerce, khususnya Jabodetabek, Bandung, Surabaya. Di luar Pulau Jawa, ada Medan, Palembang, dan Makassar yang menjadi kuda hitam di dalam e-commerce. Medan dan Palembang memang menjadi simpul massa ekonomi sosial di Indonesia Barat, sedangkan Makassar sudah lama menjadi "ibu kota" Indonesia Timur. Bagaimana dengan pulau dan kepulauan lain? Akses internet lagi-lagi berperan penting terhadap keberlangsungan e-commerce. Maka tak heran, pergerakan e-commerce di Kalimantan, Papua, Bali, Nusa Tenggara, dan Maluku-Maluku Utara belum masif geliatnya. Tapi, keseluruhan, Indonesia merupakan "surga" bagi e-commerce, jauh melampaui Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Pak Daniel juga menyinggung kebiasaan berinternet di Indonesia yang dari McKinsey Consumer Insight Indonesia 2013 ternyata 70 dari 100 responden menyatakan bahwa memakai internet untuk jejaring sosial. Selain itu, 44 dari 100 memakai untuk mencari informasi (mungkin para mahasiswa mendominasi segmen ini, entah informasi kuliah ataupun mantan #eh #wkwkwk). Online shop? Hanya 7 dari 100. Hal ini mengindikasikan bahwa potensi untuk mendongkrak kebiasaan e-commerce di Indonesia adalah dengan memanfaatkan jejaring sosial. Potensi yang secara pribadi saya sepakati.

Dari sisi produk yang ditransaksikan, dominasi ada pada fashion (78% responden), mobile (46%), elektronika (tentunya selain mobile, 43%), buku dan majalah (39%), dan groser (24%). Saya sendiri dalam kurun waktu dua tahun terakhir melakukan transaksi sebagai pembeli berupa elektronik 2 kali, fashion 2 kali, buku 1 kali, dan groser belum pernah. Itu dari sisi produk yang sukses diperjualbelikan. Bagaimana jika menyinggung perilaku yang elum mau ikut di e-commerce? 42% menyatakan kurang PD dengan kualitas produk, 40% khawatir dengan keamanan informasi saat pembayaran, dan 38% enggan jika tidak "menyentuh" produk itu secara langsung.



Sesi tanya jawab berlangsung asyik dimana saya sempat menanyakan tentang konsep crowdfunding di dalam e-commerce. Beliau memberikan tanggapan berupa anjuran untuk memastikan kejelasan hak dan kewajiban antara pemain utama dengan penyandang dana. Kondisi di Indonesia menurutnya adalah ketidakjelasan hak dan kewajiban sehingga penyandang dana bertindak sebagai bos sedangkan nasib masa depan pemain dalam mengembangkan produk tidak terarah baik, memang tidak semuanya namun fenomena ini yang kerap terjadi.

Di sesi kedua, beliau mengupas bagaimana dia sangat memperhatikan UX terkait pengembangan e-commerce GIA. Mulai dari web yang "digebrak" tampilannya agar fokus pada penginformasian penerbangan, hingga pembuatan mobile apps. Konsep yang menjadi gagasannya dan akan dikembangkan lebih lanjut adalah jejaring sosial bernama Garuda Miles. Di Garuda Miles ini, nantinya segala pengalaman menarik pengguna GIA akan dipublikasikan, khususnya foto, sebagai strategi dari CRM dan positive branding. Salut ini perjuangan beliau di tengah keterbatasan SDM dan persaingan global. Di tahun lalu GIA meraih beberapa penghargaan yang skalanya sudah internasional, maka jangan tanya apakah TI berperan atau tidak di situ.