Ayo Belajar Pemetaan

Peta, identik dengan gambar yang njelimet, tulisan kecil, dan tentunya simbol-simbol yang ahhh menjemukan. Weits, nanti dulu gaes. Di balik kesan membosankannya, ternyata peta menyimpan berbeda pesan tersembunyi butuh perasaan peka dan romantis #ceileeehh dari pengamatnya untuk memahami bagaimana wilayah yang ada di peta tersebut perlu dikembangkan.

Mmm, sebelumnya bukan bermaksud menjelekkan kurikulum di Indonesia, tidak sama sekali, hanya bermaksud memberi masukan yang semoga bisa menginspirasi. Seringkali kita hanya diajarkan hal-hal yang bertujuan mengejar nilai raport terkait dengan pembacaan dan penerjemahan peta.

Ya kita tahu ada pulau yang berbentuk backslash di Barat Indonesia, yaitu Sumatera, ada pulau yang membentuk huruf K di tengah Indonesia, yaitu Sulawesi, hingga ada pula dua yang seperti badan burung, yang satu kecil, yaitu Pulau Bali, dan satunya lagi besar, yaitu Pulau Irian. Masih wajar kok hal seperti ini dimaksudkan sebagai pengenalan. Namun perlu perbaikan di tataran pendidikan menengah dan menengah-atas terkait penerjemahan peta, yaitu terkait pengolahan informasi. Peta merupakan rangkaian informasi yang disajikan dalam bentuk visual, sehingga perlu penerjemahan yang dibiasakan agar si manusia tersebut terbiasa menangkap peluang terkait "mengapa" dan "bagaimana kalau". Alhasil sumber daya penerjemah peta di Indonesia (dalam arti stok analisnya) relatif rendah. Justru jadi suatu kesombongan (saya garis bawahi, kesombongan, bukan kebanggaan) ketika bisa mendatangkan analis peta dari luar negeri. Kalau ndatengin orang luar buat ngajarin make komputer ya masih wajar lah karena komputer asalnya dari Amerika. Kalau ndatengin pelatih bola dari luar negeri ya maklumlah karena budaya sepak bola di luar negeri jauh lebih pesat. Nah kalau analis peta? Mmmm, karena ilmu membaca peta memang di luar sana lebih maju atau memang ktia yang tidak bisa mengenali bumi Indonesia sendiri ya?

Ada beberapa contoh unik terkait pemanfaatan peta, yuk kita ulas satu per satu

Sumber: www.worldcitiessummit.com.sg


Itu adalah peta Kota Bandung dengan berbagai aset yang sifatnya institusi pendidikan, sentra kreatif, objek wisata, serta pusat keramaian. Mangga dihitung informasi apa yang bisa didapatkan dari situ?
  • Institusi pendidikan (ungu) banyak berkutat di kawasan seni, budaya, dan pariwisata.
Kalaumau diolah lanjut maka perilaku konsumtif mahasiswa di Bandung cenderung ke tiga hal itu (sok atuhlah disensus pengeluaran buat beli buku dan jalan-jalannya sebulan seberapa?)

  • Industri tekstil dan percetakan condong wilayah Tengahdan Timur (tapi di daerah lain ada hanya saja tidak masif).
Jadi kalau mau buka usaha usaha akan lebih berkurang saingannya jika tidak di daerah Barat, namun masyarakat sudah terlanjut ke wilayah Barat sehingga perlu tenaga lebih untuk berpromosi.

Itu baru dua lho, kalau mau disebut satu per satu, bisa keburu Indonesia lolos Piala Dunia #eh #sorisori Belum lagi jika dikaitkan dengan informasi lain dari sumber lainnya, misalnya lokasi pintu tol sehingga bisa diprediksi area yang macet saat akhir pekan.

Kemudian para bank-bank, baik negeri maupun swasta yang pastinya memiliki peta yang menggambarkan lokasi ATM yang mereka punyai di berbagai kota di Indonesia. Di sini pemetaan berperan untuk mengetahui apakah kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi ataukah belum. Jika peta ini digabungkan dengan informasi dari statistik lain maka aduhmakin romantislah relasi antarinformasi tersebut. Misalnya kenapa di (sebut saja) Balapulang ATM Bank XYZ didominasi oleh nasabah asal (sebut saja) Margasari? Bagaiman kalau di Margasari dibangun ATM Bank XYZ?

Ada yang pernah membuat peta kampus? Ya minimal saat ospeklah ya...
Coba perhatikan ada apa saja di kampus serta lingkungan sekitar kampus. Dari situ mari kita mulai dari satu atau dua sudut pandang pemecahan masalah.

Mulai dari mana ya? OK misalnya harga kos. Buat coret-coretan kecil berisi harga kos di berbagai daerah sekitar kampus. Sangat mungkin ditemukan beberapa daerah yang harga kosnya terlampau tinggi atau bahkan terlampau rendah. Lho kenapa bisa gitu ya? Fasilitasnya wah kah makanya mahal? Airnya terlalu kotor kah makanya murah banget? Sering kemalingan gitu makanya murah? Dari harga kosan saja kita bisa mengekstrak kulit buah pengetahuan gaes...

Jadi inget nih tentang Desa Binaan. Yang sering bikin puyeng dan nggak selesai-selesai beresnya mahasiswa membina daerah sekitarnya adalah terlalu luasnya jangkauan wilayah. Akan lebih bagus ketika para ketua ormawa berkumpul, dan merundingkan pembagian tanggung jawab binaan. Biar nggak ambigu, saya ulangi lagi "pembagian", bukan pemisahan. Jadi akan ada ormawa yang mengurusi geografis tertentu, misalnya (sebut saja) Bojongsoang. Ada pula yang fokus di bidang tertentu, misalnya (sebut saja) KSR di bidang gizi masyarakat. Ataupun satu ormawa mengelola dengna durasi waktu tertentu dan diestafetkan ke ormawa lain. Dan konsep pembagian tanggung jawab itu akan lebih dilakukan ketika dilakukan pemetaan terhadap kondisi realitas di lapangan dan apa yang menjadi ekspektasi alias harapan seharusnya.

Aduh mulai sempyongan ini ngantuk kepala. Well, lanjut besok-besok lagi, semog amenemukan indpirasi :)

Blogger Tricks

Pengalaman vs Penglamaan

Komparasi ini pertama kali saya dengar di perkuliahan RMSW oleh Pak Riri Satria. Agak terkesan guyon, tapi ternyata ini menjadi fenomena yang menarik dibahas, khususnya dalam mengupas karir di bidang TIK. Ujung-ujungnya mah kita dihadapkan pilihan, mau yang berkualitas apa cuma kuantitas. Nah menarik nih diulik satu per satu.

Pengalaman merupakan hasil pembelajaran selama kurun waktu tertentu disertai pembelajaran sehingga terbentuk peningkatan kompetensi. Di sini terjadi pembangunan kualitas. Bahkan ketika kurun waktu itu bertambah, yang terjadi bukanlah stagnan di kondisi saat ini. Jika ditarik formula karya dibagi durasi waktu maka dihasilkan sebuah nilai produktivitas yang sudah cukup menjadi bukti pengalaman.

Sebaliknya, penglamaan merupakan kondisi dimana wkatu terus bertambah namun tingkat kompetensi tidak mengalami peningkatan. Jika formula yang tadi diterapkan maka yang terjadi adalah nilai produktivitas yang relatif lebih sedikit. Lebih jauh lagi, penambahan kurun waktu justru menjadikan nilai produktivitas makin menurun.

Dua kondisi itu sebenarnya berlaku pula masing-masing pada generalis serta spesialis.

Bagi generalis, dia mampu mencari tantangan baru walau cenderung beragam dan kurang mendalami. Namun di tiap bidang baru yang diselaminya, dia mampu menghasilkan karya yang bermanfaat sehingga "pengembaraan"-nya bukan sekedar numpang lewat, tapi merupakan cerminan kapasitas yang dinamis di berbagai "lahan".

Bagi spesialis, dia mampu menunjukkan diri sebagai orang yang fokus. Fokus di sini bukan berarti terkungkum di keasyikannya, melainkan benar-benar total menguasai sebagai "pemain" dan mampu berevolusi menjadi "kontributor" yang memahami perkembangan bidang yang ditekuninya dan aktif menerapkannya di berbagai kasus. Tak lupa dia memberi peningkatan kualitas di tiap karyanya. Sekali lagi digarisbawahi bahwa bagi seorang spesialis, pengalaman ditunjukkan dengan peningkatan kualitas walau bidang yang ditekuni cenderung seragam.

Missing Jacks

Baru sadar belum nulis artikel ini
Yeah, this is about kerinduan yang arggghhh kalau dikuantitatifkan itu bernilai 14 dari 10 (lhaa?). Bukan tentang seseorang, bukan sama sekali. Tapi ini tentang sebuah keluarga, keluarga tempat saya menikmati waktu yang penuh pembelajaran di penghujung masa kuliah di IT Telkom (kini Universitas Telkom). Ini bukan sekedar UKM, bukan pula sekedar klub olah raga, bukan juga formalitas, tapi ini sudah menjadi kenangan yang mengasyikan dan jujur bikin saya sempat (dan masih) kehilangan puzzle yang sudah terlanjur jadi agenda di Kamis malam dan Minggu pagi.

UKM Karate IT Telkom (kini UKM Karate Telkom University) agaknya udah langsung ketebak dengan berbagai clue di atas. UKM Karate IT Telkom merupakan tempat ketiga saya menimba ilmu ber-karate setelah sebelumnya saya menempuhnya di Dojo SMP N 1 Margasari dan Dojo SMA N 1 Slawi. Uniknya ada sejarah yang kembali berulang di tiga wahana ini, yaitu aktif justru di tahun terakhir. Yups, saya justru aktif di UKM Karate IT Telkom malah di semester 8 dan 9 tatkala kawan-kawan seangkatan saya sudah menanggalkan atribut UKM/himpunan/LK/BEM/lab-nya.

Berawal dari canggung, namun saya sungguh berterima kasih pada sosok berwujud Senpai Joko, Senpai Dhika, Senpai Icha yang sangat welcome menerima keberadaan saya yang hanya butiran debu #tsaah. Tidak pernah sesukukatapun keraguan dilontarkan terkait masuknya saya ke UKM ini. Sungguh itu adalah formula awal yang membuat saya betah dan nyaman berada di sini. Mungkin karena saya sudah menggemari Karate dari SMP maka tidak ada problema terkait suka tidak suka ke Karate, baik dari sisi olah raga maupun dari sisi pendidikannya. Namun untuk urusan bersosial, sungguh saya terbantu beradaptasi dengan keramahan orang-orang tadi plus kawan-kawan lain macam Anrio, Ibob, IRma, Onat, Mamat, Aziz, Adum, Dion, Edho, ah bisa jadi database tersendiri malah kalau harus saya rinci satu per satu hehee.

Sekali lagi Karate ini bukan perkara olah raga, namun juga ada unsur pendidikan, dan jika bicara koteks UKM maka ada unsur kekeluargaan di situ. Maka sungguh ada puzzle yang tatkala perlahan lenyap dari rutinitas sudah barang tentu ada kejanggalan. Dan itu yang saya rasakan. Aneh rasanya ketika saya berkunjung ke latihan Minggu pagi pekan lalu. Agaknya ada bisikan "kenapa cuma nonton? harusnya ada di tengah situ". Yups, setahun lebih kayaknya tidak lagi mengenakan tegi, dan sangat berharap bisa kembali ke Dojo, baik itu di SMP, SMA, ataupun di kampus.

jika memang untuk-NYA

Seberapapun jarak, tenaga, hingga risiko yang membuat kita melangkah sejauh ini tentunya akan tetap menyodorkan dua opsi pada kita


Meneruskan ikhtiar

atau

Balik kanan bubar jalan

Hak kita untuk menentukan pilihan
Hak kita pula untuk ber#SIKAP
Dan hak kita juga untuk meminta perlindungan pada-NYA

namun...
jika memang untuk-NYA...
maka bulat dan kuatkan niat bahwa pilihan itu semata karena Allah, bukan emosi temporer yang sangat individualis
maka kokohkan posisi sujud sebagai langkah mendekatkan diri pada-NYA
dan bertanggungjawablah pada keputusan yang kau ambil

Nasihat kali ini:
Bersandarlah pada Allah
Dialah sebaik-baiknya alasan untuk bersikap

Kyoto Inferno

Sejak muncul thriller-nya di awal tahun 2014 ini, tentu target utama adalah nonton movie dari RUrouni Kenshin, sebuah lakon drama asal Jepang yang diadaptasi dari manga tersukses di Jepang dan sukses parah juga anime-nya. Rurouni Kenshin kali ini mengambil fragmen berupa pertarungan Kenshin dengan Shishio Makoto beserta Jupongatana namun sekupnya hanya berlangsung di area Kyoto. Fragmen heroisme Kenshin Himura dalam memadamkan pemberontakan Shishio Makoto memang menjadi titik klimaks serial tersebut. Walau ada fragmen lain seperti versus Aoshi Shinomori, versus para ekspatriat asal Eropa s.d. ..., namun versus Shishio Makoto paling melegenda. Maka tak heran ketika Rurouni Kenshin versi movie muncul pertama kali yang dipertanyakan oleh masyarakat adalah kapan yang tanding lawan Shishio

Movie ini diawali dengan penyergapan yang gagal dilakukan oleh Saito Hajime terhadap Shishio. Penggambarannya sederhana namun sudah mendeskripsikan karakteristik idealisme masing-masing dari Saito dan Shishio. Penggambaran ini berupa Saito yang berhasil menerobos ke markas Shishio walau satu persatu namun anak buahnya hilang. Di sini sudah tergambar karakter Saito yang snagat fokus dan pragmatis terhadap apa yang menjadi target. Tapi Saito justru menemukan sebuah ladang api raksasa dimana polisi-polisi yang sudah ditawan dengan cara diikat di atas ladang itu satu per satu dilempar ke ladang dengan penuh sikap keji. Benar-benar menunjukkan "mahakarya" idealisme Shishio tentang "neraka". Yang makin gokil justru para pengikut Shishio di salah satu tribun kayu yang sedang berdoa (tentunya doa dengna tata cara doktrinnya Shishio) justru dirobohkan tribunnya untuk menghalangi Saito menyerang Shishio. Secara pribadi konsep opening ini memuaskan saya, apalagi aksi ber-katana-nya Saito juga mulai diumbar ketika dikeroyok pasukan Shishio. Justru di movie sebelumnya Saito relatif jarang ber-katana.

Selanjutnya di movie ini tanpa berbasa-basi, langsung dikisahkan Menteri Dalam Negeri, Okubo, langsung meminta Kenshin Himura untuk "angkat katana" memadamkan pemberontakan Shishio. Namun menjelang batas waktu berpikir Himura yang hanya seminggu, ternyata Okubo sudah dihabisi nyawanya melalui serangan Sojiro. Dari sinilah Himura memantapkan diri untuk melepaskan idealismenya yang pantang bertarung lagi. Dia mantap untuk berandil memadamkan pemberontakan Shishio. Sifat melankolis Himura saat menyaksikan tangis kelaurga korban pembantaian Shishio pada menjadi penentu kembalinya Battoushai. Kalau dipikir-pikir tujuan Himura dan Saito sama, yaitu memadamkan pemberontakan, hanya saja latar belakang yang berbeda, yang satu tidak ingin ada masa depan yang penuh penindasan, sedangkan satunya justru berorientasi pada loyalitas pada negara.

Keunikan movie ini terletak pada perombakan (walau tidak 100%) timeline yang sudah ada di anime dan manga-nya ke dalam "puzzle" baru di dalam versi movie. Sosok Aoshi misalnya, kisah terbunuhnya 4 rekan karibnya justru tidak berkaitan dengan Kiryu, melainkan keshogunan. Selain itu proses "training" Himura vs Sojiro juga dikisahkan tidak dengan proses mengendap-endapnya Himura bersama Misao, justru Himura yang diundang langsung oleh Sojiro. Tidak ada pula keterpurukan Kauro lantaran ditinggal Himura, bahkan proses akuisisi pedang baru Himura berlangsung tanpa keterlibatan aktif Misao serta kakeknya.

Dan yang paling membedakan tentu saja definisi Kyoto Inferno di sini. Agresi Jupongatana terhadap Kyoto ternyata menjadi teknik memancing perhatian kepolisian yang rencana utamanya adalah menyerbu Edo (Tokyo) dengan sebuah kapal perang. Memang agak sulit membayangkan sosok Himura yang mengejar Sojiro (beserta Kauro yang diculiknya) hingga jauh ke pinggir pantai. Di situlah Himura pertama kalinya berhadapan langsung dengan Shishio. Laga yang justru berakhir karena Himura memilih menyelamatkan Kauro yang dilempar ke laut oleh pasukan Jupongatana.

Hah?? Kauro dilempar ke laut? Terus Kenshin kemana?

Well, saksikan langsung saja biar bisa tidur nyenyak pas membaca artikel ini hehee

5mansaw1

Smansawie, kalau boleh jujur cuma seongok bangunan yang terletak di Jalan KH Wahid Hasyim
Saya pun cuma berseragam putih-abuabu (dan secara pribadi masih kurang yakin dengan definisi abu-abu di situ) plus batik hanya selama 3 tahun, dengan umur yang mencapai 23 tahun itu berarti hanya sekitar seperdelapan, jelas kalah lama dibandingkan kuliah di IT Telkom atau bahkan SD
Saya bukan orang berlimpah prestasi, justru banyak bandelnya, apalagi aktivis remidi

Saya sekarang cuma alumnus, yang saya kenal pun hanya guru-guru lama dan kebanyakan sudah pensiun.
Saya tidak pernah memberi donasi, tidak pernah pula datang langsung ketika kontingen ini
Saya kapan ya terakhir kali mampir ke sini? Sudah lama... bahkan cuma pake kaos oblong plus sandal jepit

Tapi Smansawie adalah...
Smansawie tempat saya bertemu sosok-sosok hebat, misalnya Arief Adityo, Ananta Esa, Relly Margiono, Aditya Setiaji, Mohammad Masykur, Tri Adi Wibowo, Prihadi Kurniawan, Norma Etika, Sucipah, Falah Syifa, dan beuhhhhh banyakkkkk bangetlah
Smansawie tempat saya menimba ilmu, baiknya yang hardskill dan softskill, dan manfaatnya terus lestari hingga sekarang

Dan sekarang...selamat berulang tahun 5mansaw1

I love this pressureable moments

Semester 1 lalu ternyata masih terhitung "nyaman" jika menengok kondisi sekarang. Lho ada apa sekarang? Sedaaappp...
4 mata kuliah yang aduh mama sayaaaaangeee....
3 pekan pertama langsung dijejali tugas berupa
- 2 kali analisis tesis di matkul SPIS plus 1 presentasi
- 1 makalah analisis korporasi di matkul SPIS pula
- 1 makalah analisis amazon di matkul IMC
- 1 pramakalah analisis korporasi di matkul IMC juga
- 1 bab terkait pratesis di RMSW
Ga kebayang kalau PITI juga latah mengeroyok hehee

Walau demikian gue masih sangat menikmati semester 2 ini. Alasannya ada 3
- target 3 semester, so harus bisa melewati terjalnya semester 2 ini
- gue niat jadi dosen jadi harus bisa menemukan formula terbaik buat jadi pendidikan yang inspiratif
- dahsyatnya cara berpikir yang cepat namun substantif dari para dosen yang menekankan kemandirian, sistematika berpikir, dan tentunya kekritisan memahami peluang berkembang

Mungkin mereka (tidak) lelah

Al Kahfi via @salamui

kenapa sih hari Jum'at di sunnahkan membaca #SuratAlKahfi ?

1. Hari Jum’at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. #SuratAlKahfi
2. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya. #SuratAlKahfi
3. Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca #SuratAlKahfi . Kenapa ya?

4. Berikut ini merupakan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah membaca #SuratAlKahfi dan keutamaannya.
5. #SuratAlKahfi  1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
6. "Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq."
7. HR. Sunan Ad-Darimi. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib.
8. #SuratAlKahfi 2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bersabda
9. "Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." #SuratAlKahfi
10. HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, #SuratAlKahfi
11. “Hadits hasan.” Beliau menyatakan hadits ini a/ hadits paling kuat ttg #SuratAlKahfi Syaikh Al-Albani menshahihkan dlm Shahih al-Jami’

12. #SuratAlKahfi 3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
13. “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, -cont
14. akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” #SuratAlKahfi

15. Lalu, kapan kita membaca #SuratAlKahfi ?
16. Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
17. Salah satu manfaat membaca #SurataAlKahi yang tadi disebutkan; Balasan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at
18. berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan bisa jadi inilah maksud dari kata 'diisinari di antara dua Jum’at.' #SuratAlKahfi

19. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:
20. “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114) #SuratAlKahfi

21. Jadi, tunggu apa lagi ? untuk meniatkan dan melakukan baca #SuratAlKahfi setiap hari Jum'at :)
22. Sekian Salam jelaskan beberapa hal terkait membaca #SuratAlKahfi :)


Provocative Matchday

FC Barcelona versus Athletico Bilbao di Camp Nou
Jelas dari tajuk laga ini sudah bisa dipastikan bahwa Barcelona bakal mengenakan kostum home merah-biru (yang khas kota Barcelona) dan Bilbao mungkin mengenakan away atau boleh home. Dalam beberapa musim belakangan, malah laga tersebut ketika dipentaskan di Camp Nou pun tetap membuat Bilbao memakai jersey home mereka merah-putih (dan celana hitam). Faktor kebanggaan sebagai bagian dari 3 klub paling bersejarah di La Liga agaknya membuat FC Barcelona, Real Madrid, dan Athletico Bilbao ketika berlaga di kandang siapapun bakal tetap memakai jersey home.

Namun pertama kalinya pula dalam sejarah di stadion ini, Barcelona mengenakan jersey away di laga home mereka. Walau demikian, pemilihan jersey away ini sangat mengundang kontroversi, kenapa demikian??

Sumber: dailymail.co.uk


Musim ini Barcelona tetap mempergunakan merah-biru vertikal sebagai warna utama di jersey home-nya, kemudian merah jambu jenis "peachy" sebagai warna away, dan jersey third sendiri berwarna kuning. Tapi yang dipilih Barcelona untuk laga ini justru merah-kuning yang notabene jersey musim lalu. Jelas sebuah opsi yang sangat berisiko mengingat warna itu merupakan "implementasi" dari bendera senyera yang merupakan lambang pergerakan otonomi Catalan terhadap kerjaan Spanyol, bahkan bukan rahasia lagi bertujuan mendirikan negara merdeka lepas dari Spanyol.

Nuansa provokatif makin kental menyaksikan Bilbao yang justru memilih memakai jersey away mereka, yaitu warna hijau. Ada apa dengan Bilbao dan hijau? Sudah bukan rahasia lagi pula bahwa dataran Basque yang berbatasan dengan Prancis juga memiliki kepentingan yang sama dengan eprgerakan di Catalan, yaitu otonomi, bahkan mengarah ke arah kemerdekaan. Silakan pula cari sejarah tentang dua tim yang berstatus (nyaris) negara walau tidak diakui PBB dan FIFA, yaitu tim nasional Catalan dan Basque? Kedua tim ini masing-masing memiliki jersey home berwarna merah-kuning dan hijau. Dan kedua tim ini walau terhitung rival, namun jangna tanyakan solidaritasnya, sangat kompak dan saling mendukung.

Jelas bukan kebetulan jika yang dipertontonkan adalah jersey merah-kuning yang notabene jersey away (tepatnya away musim lalu) oleh Barcelona di kandang mereka sendiri dan jersey hijau hijau oleh Bilbao.

Usut punya usut, memang hal ini dikarenakan memperingati sebuah momen bersejarah di wilayah Catalan pada 11 September sebelumnya. Silakan dicari sendiri ada apa di 11 September itu o_O