Solusi Pesen Pulsa "Cerdas" dari Se*el

Paling kesel kalau antri di minimarket lagi rame-ramenya eh jadi makin lama gara-gara ada yang pesan pulsa. Tentu saja, pesan pulsa itu memakan waktu yang (jujur) menyita. Mulai dari menyebutkan provider, nomor yang 10-12 digit, memilih nominal, hingga memastikan terkirimnya pulsa. Intinya lama banget, dan saya sendiri sering nggak enak hati pesan pulsa di minimarket kalau sedang antriannya ramai.

Nah, ternyata ketidakpuasan pelanggan tersebut ditangkap salah satu minimarket terkemuka di Jakarta yang menyediakan outlet khusus untuk pesan pulsa. Kita sendiri yang memilih provider-nya, nominalnya, serta memasukkan nomor kontak kita. Nantinya akan keluar bukti pemesanan di dekat outlet ini. Bukti pemesan ini kemudian diserahkan kepada kasir untuk dibayarkan. Secara otomatis outlet akan mengirimkan pulsa ke nomor kontak.



Secara simpel, sebenarnya ketika kode pemesanan dikeluarkan, status pembayarannya masih belum aktif. Ketika kasir telah menyelesaikan transaksi tersebut, maka akan dikirim pesan untuk mengaktifkan status pembayaran di outlet tersebut. Dengan demikian, nilai pulsa akan dikirimkan ke nomor kontak. Simpelnya seperti itu... Simpel yang sangat asyiklah...


Blogger Tricks

Review Dialog Cendekiawan Muslim @salamUI

Alhamdulillah dapat kesempatan kembali menyelami nikmatnya mencari ilmu.
Kali ini "kembali" ke MUI dimana berlangsung Dialog Cendekiawan Muslim pada Sabtu 13 Desember 2014 lalu. Dialog ini dikemas dalam format talkshow berjudul Peran Agama, Ilmu, dan Budaya dalam Membangun Peradaban. Narasumber inspiratif yang diundang DR. Hamid Fahmi Zarkasyi (MIUMI), Yon Machmudi, Ph.D (FIB UI), serta DR. Saiful Bahri (Waka MUI Pusat).

Peradaban berkaitan erat dengan empat hal, yaitu iman, ilmu, amal, dan akhlak. Karena itulah sebenar ditinjau dari empat parameter ini, peradaban Islam memiliki keunggulan yang (sebenarnya) jauh dibandingkan kehidupan bermasyarakat yang lainnya, baik yang dibangun berdasarkan kerajaan tertentu maupun kewilayahan lainnya. Nabi Muhammad sendiri dari sisi sejarah merupakan rasul yang ditugaskan di dalam zaman besi. Mengapa besi? Karena pada zaman Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rasul, penggunaan logam sebagai peralatan dalam bermasyarakat telah dominan mengalahkan penggunaan batu.

Peradaban ternyata juga memiliki keterkaitan yang unik secara bahasa dengan Al Qur an. Peradaban yang disebut sebagai tamadun  dalam Bahasa Arab ternyata memiliki hubungan yang erat dengan kata Madinah. Madinah sendiri merupakan nama baru Kota Yastrib dimana perubahan nama ini terkait dengan pembangunan kota ini menjadi kota yang diperbaiki kondisi masyarakatnya dari sisi iman, ilmu, amal, dan akhlak. Bahkan dalam pembagian surat berdasarkan lokasi turunnya, surat yang dikelompokkan sebagai surat Madaniah, memiliki konten tema tentang kehidupan bersosial dan ini berkaitan erat dengan bagaimana membangun peradaban masyarakat. Sedangkan surat makiyah sendiri lebih didominasi pembahasannya mengenai ibadah.

Peradaban Islam telah terbukti mampu menjadi pusat masyarakat dengan ringkup yang luas dari sisi iman, ilmu, amal, dan akhlak. Hal ini ditunjukkan dengan perkembangan wilayah Spanyol pada era kejayaan Cordoba, perkembangan dinasti Abbasiyah, Umayah, hingga kerajaan Islam di India, bahkan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia juga. Kemajuan masyarakat saat ini ditandai dengan dukungan yang kuat dari pemerintah terhadap perkembangan ilmu perkembangan dan teknologi (IPTEK). Dukungan tersebut mendorong munculnya berbagai ulama yang memiiki kemahiran di IPTEK dengan berbagai penemuan. Saat itu memang hal yang "lumrah" menemui sosok ulama yang ahli di bidang sains, astronomi, matematika dll. Kala itu pun berbagai buku IPTEK yang terbit selalu dikaitkan dengan bukti-bukti keesaan Allah.

Kondisi-kondisi tersebut saat ini memang justru jarang kita dapati. Di tengah berubahnya pusat rujukan bermasyarakat, terjadi pula pemisahan antara ilmu agama dengan non-agama. Hal ini sendiri merupakan konsep sekularisme dimana jangan mencampuradukkan urusan agama di tengah lingkungan umum. Padahal jika menilik sejarah sudah banyak ditemukan berbagai masyarakat yang secara ilmu telah maju namun mengalami kehancuran dan tumbang dengan kondisi iman, amal, dan akhlak yang jauh dari ketauhidan. Lantas jika boleh jujur, fenomena dikotomi seperti ini berlaku pula di kampus seperti Universitas Indonesia, apakah berarti kampus ini sekuler? Eitss, ada dua solusi yang bisa kita utarakan daripada sibuk memperdebatkan "ini kampus sekuler apa bukan", yaitu menekuni keilmuan sebagai ibadah dan menggiatkan agama sebagai kerangka berpikir dalam mempelajari disiplin ilmu kita masing-masing.

Dilirik dari faktor sejarah kemunduran IPTEK di dalam Islam terjadi karena faktor:

  • Tidak/kurang dilembagakannya aktivitas keilmuan di dalam masyarakat Islam
  • Minimnya ulama yang juga menjadi ilmuwan sehingga terjadi dikotomi antara ilmu duniawi dengan ilmu akhirat
  • Sekularisasi literatur


Semoga diberi kesempatan untuk menggali ilmu di kesempatan berikutnya :)

Melawan Ghazwul Fikri

Alhamdulillah walau nggak bisa dateng dapet share notulensinya

Kajian Islam Kontemporer
Ust. H. Dedy Martoni, S.Pd, M.Si

Bagaimana Menjaga Iman dan Islam dari Perangkap-Perangkap Ghazwul Fikri

@Mesjid UI Depok
Ahad, 14 Desember 2014

Bagaimana kita menjaga / mempertahankan iman dan islam kita agar kita selamat dari orang-orang yang mengikuti langkah-langkah syaitan.

Sebagaimana diinformasikan oleh Allah SWT bahwasanya kita harus mempertahankan keislaman kita

“... janglah kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri kepada Allah (muslim)”. (QS. Ali-Imran : 102)

Pertahankanlah keimanan kalian. Janganlah kalian menukar keimanan kalian dengan harga yang sedikit. Firman Allah mengingatkan kita bahwa betapa mahalnya iman kita, tidak bisa ditukar oleh apapun juga. Allah berfirman dalam QS. Ali-Imran : 91

“Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam kekafiran, tidak akan diterima (tebusan) dari seseorang diantara mereka sekalipun (berupa) emas sepenuh bumi, sekiranya ia hendak menebus diri dengannya. Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan azab yang pedih dan tidak memperoleh penolong”.

Bayangkan begitu mahalnya harga iman kita yang diberikan oleh Allah SWT, banyak orang yang meninggal tapi tidak dalam keadaan beriman.

Berbahagialah orang-orang yang sampai detik terakhir hidupnya dalam keadaan beriman. Yang membedakan antara kita yang beriman kepada Allah dengan orang yang kafir adalah ketika ruku’ dan sujud kita kepada Allah. Sehingga kita harus senantiasa menjaga keimanan kita agar tidak terjerumus.

Firman Allah dalam QS. Albaqarah : 120 dan 127

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti millah (agama) mereka. ...” (QS. Al-Baqarah : 120).

“... Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. ...” (QS. Al-Baqarah : 217).

Mereka akan mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatan mereka agar kita keluar dari agama kita.

Telah digambarkan oleh Rasulullah SAW

Rasulullah SAW. bersabda,
“akan datang suatu masa dimana bangsa-bangsa memperebutkan kalian sebagaimana sekelompok pemakan memperebutkan makanan di nampan.”

Para sahabat bertanya
“Apa karena jumlah kami yang sedikit pada waktu itu wahai Rasulullah?”

Rasulullah SAW. menjawab,
“Tidak…! Bahkan jumlah kalian saat itu banyak, akan tetapi kalian saat itu seperti buih di lautan.”

Latar belakang ghazwul fikri
• Kekalahan kaum salib dalam peperangan melawan umat islam.

• Umat islam sulit dikalahkan karena memiliki semangat jihad. Inilah yang ingin dipadamkan dalam tubuh umat islam.

• Munculnya strategi baru di kalangan kaum salib, “Learn and Destroy”

• Pengiriman putra-putra terbaik kaum salib untuk belajar Islam. (Orientalisme)
Pembentukan “Research and Development” untuk mengalahkan Islam

Definisi ghazwul fikri
-Upaya menipu umat Islam (What?)

-yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam (By Who?)

-dengan berbagai cara  dan strategi (How?)

-agar umat Islam mengikuti dan loyal kepada mereka, bahkan murtad dari agama Islam (What effect?)

Strategi
1. Ibti’adul muslim andinihi, menjauhkan umat Islam dari agamanya.

2. Ikhrajul muslim andinihi, mengeluarkan umat Islam dari agamanya.

3. Tamzikul umah Islamiyah, perang terbuka dengan umat Islam.

Metode (1)
1. Membatasi penyebaran agama Islam
- Tasykik (Pendangkalan / peragu-raguan)

- Tasywih (Pencemaran/ Pelecehan)

-Tadhlil (Penyesatan)

-Taghrib (westernisasi/kafirnisasi)

WESTERNISASI
Ekspansi Peradaban Barat
- Orientalis
- Missinioris
- Kolonialis

Dengan tujuan Sekularisme, Liberalisme, Pluralisme
yang ditujukan pada umat islam

Orientalisme
Melemahkan spirit yang dimiliki umat Islam, Islam harus didekonstruksi sedemikian rupa sehingga agama ini menjadi kehilangan sakralitas dan daya geraknya sebagai sebuah ideologi.

Orientalisme memiliki hubungan paralel dengan Imperialisme. (Snouck Hurgronje)

Orientalis melakukan kajian yang panjang tentang manuskrip-manuskrip khazanah keilmuan Islam. Hasilnya, Barat menjadi tahu persis titik-titik kelemahan umat Islam.

Titik krusial krusial dari Islam dihadapan barat adalah, mereka memahami bahwa Islam memiliki karakter yang berbeda dengan agama-agama lain.

Perbedaan itu diantaranya terdapat pada hubungan konstan antara agama dan negara. Islam tidak hanya mengatur tentang hubungan antara individu dengan Allah semata, tetapi juga mengatur relasinya dengan masyarakat, negara, bahkan hubungan internasional. 

Orientalis & Kolonialis
Orientalisme itu lebih merupakan gambaran tentang pengalaman manusia Barat ketimbang tentang manusia Timur (orient).

Orientalisme itu telah menghasilkan gambaran yang salah tentang kebudayaan Arab dan Islam.

Meskipun kajian orientalis nampak obyektif dan tanpa interes (kepentingan), namun ia berfungsi untuk tujuan politik.

Prof. Dr. Ali Husny al-Kharbuthly (Guru Besar di ‘Ain Syams):
Tujuan orientalis:
1. Untuk penyebaran agama Kristen ke negeri-negeri Islam.
2. Untuk kepentingan penjajahan.
3. Untuk kepentingan ilmu pengetahuan semata. (al-Mustasyriquna wa al-Tarikhul Islam, dikutip dari Hamka, Studi Islam, 1985:12)

Hasil yang nampak akibat Orientalisme
Virus SEPILIS
(Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme)

Ulil Abshar Abdalla:
Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam bukan yang paling benar.” (Majalah GATRA, 21 Desember 2002).

Proyek Liberalisasi dan Sekularisasi Islam
Memisahkan agama dengan kehidupan
1. Liberalisasi dalam Aqidah Islamiyah – Pluralisme Agama.
Contoh kasus: yang terjadi di CFD (car free day)

2. Liberalisasi Konsep Wahyu – Menggugat otentisitas Mushaf Utsmani

3. Liberalisasi Syariat dan Akhlak Islam – westernisasi budaya negeri-negeri muslim (hedonisme, feminisme/bias gender)

Menjauhkan umat islam dari akhlak yang baik.

Missionaris
Kristenisasi merupakan faktor penting penjajahan
Misi utama bukan menghancurkan kaum muslimin, tetapi memisahkannya dari islam.

Metode (2)
Menyesatkan Islam dari dalam
- Penyebaran paham sekulerisme
- Penyebaran paham nasionalisme yang sempit
- Perusakan akhlak pemuda
- Penyebaran paham animisme dan dinanisme
- Pemutar balikan pemahaman Islam

Kriteria Sesat Menurut MUI (Majelis Ulama Indonesia)

- Tidak meyakini rukun iman

-Meyakini atau  mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan syari’ah

-Meyakini turunnya wahyu setelah al Qur’an

-Mengingkari keaslian dan atau kebenaran isi al Qur’an

-Melakukan penafsiran al Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir

- Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam
-Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul

-Mengingkari Nabi Muhammad Saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir

-Mengubah, menambah, dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syari’ah

-Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i

Sarana Ghazwul fikri

- Pers dan media informasi (CNN, NBC, ESPN, AP, dll)

- Pendidikan (Mendikotomikan antara pendidikan berbasis agama dengan non agama)

-Penerbitan

- Hiburan (sering menyerang ABG)

Food (gaya, prestise/gengsi, kebanggaan)
Harus jelas halal dan haramnya, manfaat bagi tubuh.

Film (Kemusyrikan, romantisme/percintaan, kekerasan, hodenisme)

Fashion (Selebrity luar dan dalam negeri)

Fun (Games, budaya clubbing, dll)

Banyak yang menjadikan tuntunan jadi tontonan, dan tontonan jadi tuntunan.

- Klub-klub

-Olahraga

- Yayasan dan LSM (Rotary Club, Freemasonry, USAID, IMF, World Bank, CGI, JIL)

Hasil dan Bahaya Ghazwul Fikri (1)

- Umat islam menyimpang dari Al –Quran dan As-Sunnah (25:35)

- Minder dan rendah diri (3:139)

- Ikut-ikutan (17:36)

- Terpecah-pecah (30:32)
Rusaknya akhlak pemuda

Bahaya & Hasil GF (2)
Liberalisasi Syari’at dan Akhlak Islam
- Feminisme

- Kebebasan gender

- Legalisasi pernikahan beda agama

Contoh lainnya, padahal sudah ditegaskan oleh Allah SWT

“Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang)” (QS Al Israa : 32)

Misalkan dibuatkan tulisan di dekat sebuah kolam, dilarang mandi di kolam. Orang-orang akan berfikir, berarti cuci tangan atau cuci kaki boleh. Saat ditulis dilarang mendekati kolam, orang-orang akan berfikir mendekati saja tidak boleh, apalagi cuci kaki, cuci tangan bahkan mandi. Begitulah firman Allah di atas, DILARANG MENDEKATI ZINA. Jadi hal-hal yang mendekatkan kita pada zina dihindarkan.

- Legalisasi hubungan dan pernikahan dengan kelamin sejenis

- Legalisasi Aborsi

- Menolak larangan pornografi dan pornoaksi

Tidak bisa kita pungkiri bahwa memang ada segelintir kelompok yang membuat banyak orang fobia terhadap islam. Padahal sudah sangat jelas ditegaskan bahwa tujuan diutusnya Rasulullah:

“Sesungguhnya aku diutus semata-mata untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Ahmad)

Kita buktikan dengan akhlaqul karimah kita bahwa kita adalah orang yang baik.
Ciri penghuni syurga hatinya bersih dari hasad.

Q & A

Q: Wacana gubernur JaTeng ingin membentuk dan mengubah candi borubudur menjadi pusat ibadah agama budha. Agar menambah devisa negara.

A: Baru wacana, lihat dahulu. Jika ingin komentari, beri komentar dengan bagus. Bisa melalui tulisan dll. Candi borubudur dulu termasuk 7 keajaiban dunia, kemudian PBB menyarankan agar tidak ada pasar disekitar candi borubudur, karena tidak dipatuhi sudah dicabut dari 7 keajaiban dunia.

Q: Contoh kasus jangan ambil yang jauh (CFD), yang dekat saja sudah ada, di stasiun UI ada yang membagikan brosur tentang ajaran kristen.

A: Inilah tantangan kita
Menurut pengakuan seorang mualaf, fardu a’innya orang kristen adalah mengkristenkan orang-orang dengan cara apapun. Tiap orang wajib mengkristenkan 1 orang.

Q: Belum saatnya kah kita mengkonsepkan negara kita dengan konsep islam?

A: Itu sebuah cita-cita dan tujuan kita. Kita mulai dengan berfikir besar, dan dimulai dari hal-hal yang kecil, mulai dari diri sendiri, keluarga dan seterusnya.

Q: Banyak umat islam yang tidak memahami dan lupa makna Bismillaahirrahmaanirrahiim yang merupakan starter hidup, padahal maknanya luar biasa. Mengandung akhlak, mengandung kekuatan.

A: Bismillaahirrahmaanirrahiim adalah kalimat Allah yang merupakan kunci segalanya. Membacanya bernilai ibadah, dengan kalimat Bismillaahirrahmaanirrahiim kita bisa mendapatkan rahmat.
Selain kita harus memahami makna Bismillaahirrahmaanirrahiim, ada hal lain juga yang harus kita lakukan. Kita harus mengetahui misionaris serta perkembangan sekitar tentang upaya menghancurkan islam.
Estensi islam tidak bisa dijamin bahkan di negara kita sendiri jika kita tidak berjuang mempertahankannya.

Q: Kajian islam yang mempelajari kitab terdahulu, seperti injil, taura. Apakah boleh?

A: Dizaman Rasulullah, Umar Bin Khatab memegang lembaran taurat langsung diambil oleh rasulullah dan berkata: demi Allah, jika nabi Musa hidup dizamanku maka ia harus mengikuti ajaran yang saya bawa. Jadi harus ditinggalkan.

Q: Bagaimana kita menghadapi ghazwul fikri dari sesama muslim, orang yang memisahkan antara dunia dan akhirat?

A: Manusia ada yang beriman dan ada yang tidak beriman, sesama kita adalah orang yang beriman. Orang yang beriman terbagi lagi menjadi orang yang aqidahnya bercampur syirik. Oleh karena itu kita mengingatkan semampu kita dengan tujuan mendakwahkan mereka.

mesjidui.ui.ac.id
bit.ly/mesjidui
@masjidUI

Nantikan Kajian Ahad Pagi berikutnya :)

Cyclone Effect from W

Dokoka chotto nanka zutto kanjiteru
Ato sukoshi hitokakera sagashiteru puzzle
Kokoro teki karada teki sukima wo umeru
Shigekiteki Effect
Something let me change

Kono machi ni fukikomu kaze no Power
Jibun no naka torikomi
Ugokidasu chikara e toransu shite
Unmei wo kaete yukou

Cyclone Effect Don't stop it
Kitto tsuyoku nareru yeah...
Cyclone Effect Don't stop it
Tsugi no suteeji e
Cyclone Effect Don't stop it
Kaze ga tsurete yuku yo yeah...
Find someone that you want

Itsuka kitto nanka motto te ni iretai
Asette wa karamawatte... We've got nothing else
Da to shite mo dou shite mo akirametaku nai
Hageshime no Effect
Something let me change!

Kono machi de onaji kaze wo kanjiru
Surechigau sono hitori
Kakegae no nai dareka ni kawaru
Kanousei wo shinjite

Cyclone Effect Don't stop it
Kimi wa hitori ja nai yeah...
Cyclone Effect Don't stop it
Kanarazu ikeru sa
Cyclone Effect Don't stop it
Kaze no mukou mirai woh...
Find someone that you want

Sono te wo hirogete... You know
Kaze tsukande
Habataite misete...

Cyclone Effect Don't stop it
Kitto tsuyoku nareru yeah...
Cyclone Effect Don't stop it
Tsugi no suteeji e
Cyclone Effect Don't stop it
Kaze ga tsurete yuku yo yeah...
Find someone that you want

Cyclone Effect Don't stop it
Kimi wa hitori ja nai yeah...
Cyclone Effect Don't stop it
Kanarazu ikeru sa
Cyclone Effect Don't stop it
Kaze no mukou mirai woh...
Find someone that you want
Futari de

All this while I have been feeling a little something
Just a few more pieces I'm searching for in the puzzle
Using your heart, using your body, fill the gaps
It's a stimulating effect
Something let me change!

The power of the wind that blows into this city
Drawing it into myself
Transforming with that flowing strength
Let's go change destiny!

Cyclone Effect Don't stop it
You can surely become stronger yeah…
Cyclone Effect Don't stop it
On to the stage!
Cyclone Effect Don't stop it
The wind will take you along yeah…
Find someone that you want

Someday I definitely want to obtain something greater
Hurrying and racing… we've got nothing else
Even so, no matter what I don't want to give up
An intense Effect
Something let me change!

Feeling the same wind in this city,
That person passing by
Becomes someone irreplaceable
Believing in possibilities

Cyclone Effect Don't stop it
You are not alone, yeah…
Cyclone Effect Don't stop it
You can definitely go
Cyclone Effect Don't stop it
To the future the wind heads towards!
Find someone that you want

Stretch out that hand… you know
Holding on to the wind
Flap your wings and show me

Cyclone Effect Don't stop it
You can surely become stronger yeah…
Cyclone Effect Don't stop it
On to the next stage!
Cyclone Effect Don't stop it
The wind will take you along yeah…
Find someone that you want

Cyclone Effect Don't stop it
You are not alone, yeah…
Cyclone Effect Don't stop it
You can definitely go
Cyclone Effect Don't stop it
To the future the wind heads towards!
Find someone that you want
The two of us together!

(Tiga) Pekan Raya Presentasi itu

Alhamdulillah tiga rangkai pekan raya presentasi dijalani dengan baik...

Kelompok Yosi and the Nuno alias Bunda Yosi bareng bocah-bocah ble'e hehee di PITI

Bro Kevin presentasi MPPI

Ah...walau berpeluh air mata, keringat, hingga segalanya *tsaah...
Akhirnya selesai juga...

Kini waktunya fokus untuk UAS dan mini-proposal MPPI agar tidak sengsara di kemudian hari :)

yang akan kurindukan dari masjid seberang


Hampir tiap Jumat selalu ke sini untuk sholat Jumat.
Ibadah yang rutin pekanan dan memang wajib bagi seorang muslim.
Masjid yang terletak di seberang jalan ini merupakan tujuan wajib karyawan Probindo AJ Group walaupun masjid ini sebenarnya berlokasi di kantor Adhi Karya dan harus menyeberangi jalanan.
Suasananya sejuk, pemandangannya bagus, pengelolaannya pun bagus, dan tak lupa khotib-nya pun selalu memberikan khotbah yang membuat semangat dalam meningkatkan kualitas sebagai seorang muslim.
Akan kurindukan bangunan ini...
Tak sekedar bangunannya malah...namun dekapan ukhuwahnya :)

tentang Janji-nya Gigi dan sebuah yang mengawali Janji

GIGI salah band favorit saya di Indonesia (tentunya di samping KLa Project tentunya). Salah satu legendaris yang pernah dibuat oleh mereka adalah Janji. Lagu yang saya senangi karena pertama kalinya saya bisa main intro sebuah lagu melalui gitar hehee...

Dan pada sebuah malam dimana saya mengawali "janji" yang selalu dipertanyakan keseriusannya (lebih tepatnya "diingatkan untuk menjaga komitmen"), lagu ini berdetak dengan lebih sepi. Biasanya lagi ini ramai dengan jempalitannya Armand, namun entah mengapa agaknya ini cocok dengan suasana malam itu yang...butuh kekhusyukan... :)

Lara Melanda (denotatif aspect)

Tiga pekan yang berat....
Kali ini paru-paru meradang...
Batuk (bukan batok yang artinya dahi) mengagresi...
Leher belakang menekan penuh rasa panas...

Pada akhirnya mulailah berhipotesis apakah itu indikasi bronkie T_T
Jujur baru kali lara melanda sedemikian rupa

Hanya saja kembali kita mengingat ayat yang berulang-ulang disajikan di surat ke-55, Ar Rahman.
"Maka nikmat mana yang kau dustakan"

Ya... kurangi mengeluh...memang betul segala rupa ketidaksehatan itu menyakitkan...
Namun bukankah masih banyak hal lain yang patut disyukuri

Bisa mengerjakan laporan akhir di Portal Indonesia Kreatif
Bisa mengerjakan tugas dan presentasi MIK, PITI, PSSI, dan MPPI
Bisa sambil mempersiapkan "a great project" :)
Bukankah itu suatu kenikmatan :)

Arigatou #IK

#Arigatou #LaporanAkhir #Akhir #Terakhir?? #eaaa #IndonesiaKreatif @idkreatif

Lara Melanda (KLa aspect)

Baru pertama kali denger versi live pas konser Grand KLakustik 26 Nov 2013 lalu. Kereeeen bangett

Bernada di tepi keraguan
Tebing bayangmu sesekali luruh jua
Tercipta nelangsa di pucuk rerumputan

Oh harumnya dukaku, ditiup semilir sikapmu mendua
Menghitung bintang satu-satu
Sesukar meraba lelikuan sikapmu

Berkali diri ini, terpaksa jatuh
Pada jurangnya bimbang, dan asa yang tercecer sempat bertanya

Senyum atau merahkah kau tawarkan?
Bagi jiwa dahaga 'smara

Aku ini lelaki kecil dalam
Kurun waktu berlalu

Lalu merenung, mencari seberkas bayangmu
Untuk kulukis di cermin mataku