(latepost) Coolest place in UI Depok


Blogger Tricks

Kehangatan Silaturahim dari Tanah Margasari


Saturday Happy News

Sabtu lalu agak ngerasa gimanaa gitu
Melewatkan sebuah momen berupa nikahan teman..bukan teman biasa..tapi teman karib yang keceeee banget...


Beliau tetangga satu RT, satu RW, kebetulan kawan sejak SD, SMP, hinnga SMA... Bahkan nyaris satu perguruan tinggi jika saya memilih STIS sebagai kelanjutan karir akademik saya. Kebetulan pula beberapa kali kami satu organisasi, yaitu OSIS SMP, Regu Inti SMP, Karate SMP, KIR SMA, hibgga satu tim proyek lomba proposal di FK UGM. Malahan di KIR SMA dan OSIS SMP, beliau menjadi pemimpin saya dan saya wakilnya. Walau berkolaborasi, beberapa kali pula kami menjadi rival, khususnya di KIR. Tapi ya gitu..dia yang menang terus wkwkwk...
Ya rasanya saya agak murung dengan ketidakbisahadirnya saya.

Well, terlepas dari alpanya saya, acara tersebut saya dengar penuh syahdu (kata Mba Gita-chan). Jodohnya ternyata kawan satu STIS plus satu lokasi penempatan hahaa.
Ono ono wae mba mba..

Semoga makin menjadi mukmin yg penuh kualitas ;)

#antiWacana by @fukifasilkom

#1-Letakkan barang/benda yang menunjang kegiatan anda selalu berada di atas/depan benda yang mampu membuat anda menunda rencana #antiWacana

#2-Buat deadline rencana serta denda tegas yang harus anda lakukan ketika anda melanggar deadline tsb. #antiWacana

#3-Sebarkan rencana kegiatan anda kepada teman2 anda lalu buatlah perjanjian tertentu dg teman anda apabila tidak menjalankannya #antiWacana

#4-Bangkit dan bergeraklah untuk melaksanakan rencana anda serta carilah motivasi yang kuat untuk melakukan rencana tersebut #antiWacana

#5-Benahi hati, pusat penyakit malas atau wacana adalah hati, semua dapat terselesaikan dengan menyembuhkan hati, luruskan niat. #antiWacana

#6 - Modifikasi lingkungan anda menjadi lingkungan yang selalu mengingatkan anda tentang rencana2 yg telah anda buat & tetap #antiWacana yaa

#7- Buatlah dan selalu ingatlah tentang konsekuensi2 yang anda akan terima ketika anda menunda rencana tersebut #antiWacana

#8-Bergabunglah bersama komunitas2 atau kelompok2 yang dapat mendukung terealisasinya rencana yang anda buat #antiWacana

#9-Fokus dan tetapkan tujuan terhadap rencana yg anda ciptakan serta buatlah reward ketika anda berhasil menjalankan rencana tsb #antiWacana

#10-Mulailah dr hal yg sederhana, pekerjaan besar dimulai dr pekerjaan yg kecil, jadi cobalah untuk sekedar memulai rencana anda #antiWacana


Road fo FInal ISL

Akhirnya kompetisi kasta tertinggi di Indonesia, yaitu Indonesia Super League memasuki sebuah lagu pamungkas. Final yang dihelat di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kota Palembang digelar pada malam ini (7 November 2014). Sebuah final yang sangat klimaks mengingat kedua klub tersebut memiliki prestasi yang luar biasa sejak kompetisi dimulai di masing-masing wilayah.

Musim ini memang rangkaian yang sangat panjang. Dua wilayah dengan masing-masing 11 peserta menjadikan aksi "senggol-senggolan" penuh drama tak terduga. Klub yang gampang kehilangan poin seperti Persija ataupun yang telat bangkit seperti PSM, harus rela menjadi penonton di putara selanjutnya karena gagal masuk 4 besar tiap wilayah. Di dua wilayah ini, tidak ada klub yang benar-benar tampil sebagai penguasa tunggal. Dua pemuncak klasmen, yaitu Arema Indonesia dan Persebaya tidak terlalu berjarak jauh dibandingkan runner-up mereka, yaitu Persib Bandung dan Persipura Jayapura. Struktur 8 besar juga menyertakan dua tim kuda hitam, yaitu Pelita Bandung Raya dan Persela Lamongan, masing-masing di peringkat 4. Selain 6 klub tersebut, dua tim peraih ranking ketiga, yaitu Semen Padang dan Mitra Kukar juga terhitung stabil di 4 besar wlayah masing-masing.

Babak 8 besar menjadi fase yang sangat mendebarkan mengingat satu poin akan mempengaruhi hasil akhir di klasmen. Nasib sebuah klub secara mengejutkan dapat berbalik sesuai kondisi klub tersebut dan klub kompetitornya. Simak saja nasib Semen Padang yang sempat memiliki peluang terbesar lolos ke semifinal justru di laga akhir harus tertahan di kandang sendiri. Laga hidup-mati melawan Arema berlangsung penuh ketegangan dan di seberang sana Persipura yang sempat dihajar Arema 0-3 dan Semen Padang 0-1 justru bangkit dan menjadi tim pertama yang lolos lantaran bangkit di tiga laga terakhir.

Persipura yang harus berbagi konsentrasi selama di wilayah Timur dengan kondisi sebagai kontestan AFC Cup, harus menerima kenyataan pahit mengalami konflik internal yang berujung pada pergantian pelatih di babak 8 besar. TIdak terlalu mencoloknya penampilan di wilayah Timur serta hasil di bawah standar hingga sepasang hasil minor di awal 8 besar agaknya mengindikasikan akhir era kejayaan Persipura. Tapi tanpa dinyana, Persipura bangkit melalui kepemimpinan lapangan Boaz Salossa. Laga semifinal yang ketat pun dilalui dengan keunggulan dua gol menumbangkan kuda hitam terbaik, Pelita Bandung Raya.

Bagaimana dengan Persib Bandung? Mereka relatif lebih stabil. Walau gagal tampil sebagai juara di wilayah Barat, mereka tetap menunjukkan penampilan yang menjanjikan. Kombinasi pemain senior seperti Atep, Firman Utina, M. Ridwan, Supardi, digabungkan dengan pemain muda seperti Taufiq, Ferdinand Sinaga, Ahmad Jufrianto, hingga pemain asing yang benar-benar sesuai kebutuhan seperti Temakan Konate dan Vladimir Vujovic. Tadinya orang mengira Persib bakal mengalami kepayahan tatkala menjamu sesama tim bertabur bintang, Persebaya. Tapi siapa yang menyangka juara wilayah Timur itu tampil antiklimaks. Nirkemenangan ditengarai merupakan efek permasalahan non-teknis berupa keterlambatan gaji plus urusan teknis berupa cedera massal. Di tengah keterpurukan Persebaya, Mitra Kukar dan Pelita Bandung Raya bersaing mencari satu tiket tersisa. PBR yang telah menyingkirkan Persija dikarenakan BEPE-factor ternyata belum mau mengakhiri kejutan. Laga "derby" melawan Persib menjadi partai hidup-mati yang penuh kejutan. Tapi ada yang lebih unik dibandingkan kemenangan yang berbuah tiket semifinal, melainkan gol bunuh diri BEPE ke gawang PBR agaknya makin membuat pilu Persija #ifuknowwhatimean

Semifinal penuh tekanan di stadion GSJ juga dilalui dengan penuh perjuangan. Nyaris disingkirkan lewat gol Alberto Goncalves, Persib memperpanjang nafas melalui gol Vujovic. Momen perubahan strategi di Arema benar-benar dieksploitasi Persib. Sepasang gol Atep-Konate menyudahi laga yang istimewa ini.

Persib, juara perdana Liga Indonesia 1994 akan membuat rekor sebagai tim spesialisasi kompetisi "penggabungan" dimana di 1994 lalu Liga Indonesia merupakan kompetisi yang menggabungkan Perserikatan dengan Galatama dan ISL 2014 merupakan gabungan ISL 2013 dan IPL 2013.
Persipura juara bertahan ISL 2013 akan membuat rekor sebagai tim pertama yang mampu mempertahankan gelar, selain itu koleksi bintang yang menjadi 5 buah membuat mereka tampil sebagai klub paling moncreng di era Liga Indonesia.

Syuro Kali ini

Syuro kali dibungkus tiga topik
Pertama NolDerajat yang masih belum rampung dan harus menerima kenyataan belum bisa dibagikan saat SIWAK-NG. Lantas kapan rilis dan distribusinya? Tunggu kejutan dari kami Biro Media :) Yang pasti sungguh proyek yang luar biasa tantangan di dalam Nol Derajat. Dari aspek SDM, kalau boleh jujur, cuma Nol Derajat satu-satunya produk media yang seluruh personel Biro Media punya andil di situ. Kespesialan ini pula yang menuntut kesabaran tingkat tinggi. Masing-masing punya ide berbeda, kesibukan berbeda, dan manajemen waktu yang berbeda. Kalau bukan ukhuwah yang solid, tentu Nol Derajat bisa jadi malah membuat salah satu atau bahkan salah satu dari kami tidak betah berada di Biro Media.

Kedua masing-masing (minimal yang semalam dateng syuro) bahwa waktu makin tipis. Masih banyak yang belum beres, Bersama Rian, Workshop Design masih perlu dibenahi. Pada akhirnya saya sendiri tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini. Terlepas dari proses adaptasi yang terjal, sungguh terima kasih kepada teman-teman Biro Media yang menerima saya dengan tangan terbuka dan senyuman ramah penuh ukhuwah. Yuk selesaikan 6-8 pekan ke depan dengan komitmen yang penuh Cinta Memesona :)

Ketiga, sungguh kaget tatkala Korbid Relasi, kak Nilamsari menyampaikan "pamit" kepada Biro Media. Ah iya saya lupa bahwa bulan November itu beberapa kampus, termasuk IT Telkom (s/k Unitel) dan UI, identik dengna Pemira alias Pemilihan Raya berkaitan dengan suksesi kepemimpinan, termasuk pula di BEM Fasilkom yang memasuki tahap pendaftaran bakal calon. Kak Nilam menyampaikan bahwa dia akan "memasuki gelanggang" pemira ini sebagai bakal calon wakil ketua BEM. Mendadak saya ingat sosok Teh Mpit yang tanpa sepengetahuan saya sekalu sesama BPH HMIF, ternyata beliau juga "terjun ke gelanggang" pemira. Apakah nantinya akan ada "resuffle" darurat meningat durasi kepengurusan yang tinggal 6-8 pekan tapi fase krusial dimana masih ada banyak proker plus penyusunan laporan resmi ini itu, maka perlu kecermatan dalam menentukan keberlanjutan format kepengurusan. Well, semoga memperoleh hasil terbaik kak.

Kebetulan yang Kebangetan

Sebenarnya ini kejadian hari Sabtu, 1 November 2014 lalu. Tentang kebetulan dan "sempit"-nya dunia ini.
Berawal dari kejadian kolaborasi FUKI dengna Himmpas Mei lalu membuat company profile Himmpas dimana saya berkenalan dengan ketua Himmpas, yaitu kak Bayu. Eh ternyata di kemudian hari, kak Bayu menjadi pembimbing kelompok mentoring saya bersama kawan-kawan mahasiswa pascasarjana. Ternyata beliau itu kakak kelasnya Bang Jamil, Bang Panji, Mba Mediterasanti yang alumni SMA28JKT.Itu kasus pertama.

Saya punya teman kantor bernama Abdushshabur Ridho yang lulusan Ilmu Komunikasi 2010 UI. Nah, di kelompok mentoring saya ada personel baru bernama Tom. Kami mengadakan mentoring pada hari tersebut di bada Ashar. Ketika kami berkenalan dan saya tahu bahwa dia dulunya Ilmu Komunikasi UI 2010, saya pun segera teringat Ridho. Ternyata betul, mereka saling kenal haha. Nah ko bisa ya? Eh ketika menjelang sholat Maghrib, ada suara panggilan "kak ive" dari arah samping saya tatkala menuju tempat wudhu MUI. Lho itu ternyata si Ridho jrengjengjenggg. Ini kasus kedua.

Sudah cukup di situ? Belum pemirsa
Sebelum sholat Isya, saya dan Naim yang sedang diskusi di kawasan kantin MUI tiba-tiba dikejutkan oleh kehadikan Mas Kukung, teman kelas sebelah saya di IF IT Telkom. Nggak nyangka ternyata kit abertemu di MUI. Makin surprise karena ternyata beliau sedang ber-S2 di Teknik Industri, artinya kami sering satu area di kawasan UI Salemba. Nah lhooo

Tiga "ketidaklaziman" yang membuat saya terbelakak *lebayyy
Dan amazing bangetlah

Sebuah "suvernir" dari masa lalu

Era wujud kereta berupa kertas yang saya nggak tahu jenis/namanya, namun intinya sangatttt tebal.
Di dalamnya tercantum tanggal keberangkatan.
Tiket tersebut ada dua buah dengan tanggal masing-masing 26 Maret 2008 dan 30 Maret 2008.
Sepasang bukti ekspekdisi yang berusia 4,5 tahun lalu itu menyimpan kilas balik tentang sebuah fragmen yang spesial.
Spesial karena ekspekdisi tersebut menggusung misi mempersiapkan masa depan bagi seorang siswa menuju jenjang mahasiswa, khususnya berkuliah di IT Telkom.



26 Maret 2008 merupakan ekspekdisi untuk daftar ulang dan cetak kartu ujian untuk SMBB IT Telkom serta Ujian Masuk Universitas Diponegoro. Masing-masing proses daftar ulang dilakukan di SMA 5 Semarang dan Universitas Diponegoro Peleburan.

30 Maret 2008 merupakan ekspekdisi untuk H-1 ujian SMBB IT Telkom. Ekspekdisi yang penuh kejutan karena malam harinya ngebolang mencari masjid untuk menginap. Sempat berpikir akan menginap di kantor polisi hingga akhirnya menemukan penginapan.

It's so amazingggg

We're IT Dept ^^


Gundah Gulana KA

Mulai sempoyongan ber-KA alias tesis
Awalnya hendak mengulas proses transformasi (merger) Telkom University dari sisi sistem informasinya. Eh, gegara membaca RPJP dan RPJM ekonomi kreatif malah kepikiran banyak ide...
Tapi...itu masih ide, hanya sekedar keinginan, bukan kebutuhan

Keinginan itu bersumber pada tuntutan dan kepenasaran pribadi
Sedangkan kebutuhan berangkat dari permasalahan yang konkret

Tentu jelas perbedaannya

Yang satu cenderung mengada-ada
Satunya jelas ada

Yang sekedar hanya untuk mengincar centang pekerjaan
Yang satunya lagi berpulang pada kondisi bedanya ekspektasi dengan kenyataan

Kembali membuka RPJP dan RPJM, keduanya bukan orientasi, tapi sarana
Bismillah ambil ekonomi kreatif sebagai topik KA