Selalu Ada Jalan

Hari yang cukup melelahkan dimana dalam kurun kurang dari seperempat hari harus menempati 3 kota dan kabupaten. Tapi Allah memberi kesehatan untuk menjalaninya. Bahkan, sakit batuk kronis yang melanda hampir 2 pekan berangsur sembuh saat sejumlah sebagai Gelandang Penimba Sumur Antar-Kota Antar-Provinsi menghampiri.

Hari yang cukup melelahkan dimana kereta hanya menjadi tempat tidur. Sepertinya pun bus ini bakal didominasi lelap tidur hehee. Apapun itu, aku berharap lelah ini menjadi ibadah, baik dalam rangka mencari nafkah maupun memenuhi amanat. Jika niat baik, insyaAllah ada ganjaran kemudahan dari-Nya.

Blogger Tricks

nge-PokemonGO lagi?

SMAN54wi

Belajar dari Bulan

Bulan, sebuah objek antariksa yang mengitari Bumi. Dia pula menemani Bumi mengelilingi matahari. Dia mematuhi kodratnya dengan menjalankan perintah-Allah dalam segala rupa manfaat.

Ya, bulan tidak sekedar mengitari Bumi maupun menemani dalam pengelilingan matahari. Aktivitas tersebut berbuah dalam manfaat yang manusia petik. Pergantian bulan dan matahari dalam kalender qomarih adalah panduan manusia dalam menata waktu dan juga menepati waktu beribadah sesuai syariat.

Begitulah bulan dengan aktivitasnya yang tidak sekedar ada, tapi juga bermakna.

Splended Games in Words Matching

Ngerinya Liga 2

Ini adalah salah satu kompetisi paling 'ngeri' di dunia, yaitu Liga 2 Indonesia. Bagaimana tidak ngeri, ada 59 klub yang harus 'baku hantam' untuk memperebutkan kuota lolos ke Liga 1 yang hanya 3 klub. Artinya ada peluang untuk lolos yang hanya 5,08 persen saja. Itu pun hitung-hitungan setelah 3 klub 'gantung tiket' dari persaingan semula yang melibatkan 38 klub. Sebagai perbandingan, Serie B dan Segunda selaku divisi kasta kedua di Italia dan Spanyol yang kontestannya 22 klub dengan tiket lolos ke Serie A dan La Liga masing-masing 3 alias peluangnya 13,63 persen. Dengan kata lain, tingkat keketatan Liga 2 lebih greget daripada dua kompetisi tadi.

Tapi sisi 'ngeri'-nya bukan hanya urusan peluang lolos ke Liga 1 yang sangat sempit, melainkan ancaman 'degradasi' massal yang menyeret separuh lebih para peserta. Bayangkan saja, kompetisi Liga 2 ini ternyata terdiri dari 3 jenis persaingan, yaitu promosi ke Liga 1, bertahan di Liga 2 serta degradasi dari Liga 3. Mekansime promosi ke Liga 1 ditempuh lewat jalur dua peringkat tertinggi di tiap grup yang diadu dalam 16-besar yang bermuara pada 3 tim terbaik yang bakal menggusur tiga tim terbawah dari Liga 1. Peringkat 3 dan keempat di tiap grup akan melakoni 'seleksi tambahan' berupa babak '16 besar' untuk menentukan 5 klub yang dipastikan bertahan di Liga 2. 5 klub beserta 13 klub yang tidak lolos ke Liga 1 bakal bergabung dengan 3 klub 'lungsuran' dari Liga 1 sebagai kontestan yang 'bertahan' di Liga 2 bersama.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa peringkat 3 dan peringkat 4 masih mungkin bertahan tapi mungkin saja terdegradasi ke Liga 3. Artinya dari 6-8 peserta di fase grup awal Liga 2, peringkat 5-6 atau 5-7 atau 5-8 bakal terseret gelombang 'tsunami' degradasari, sedangkan peringkat 3-4 bisa jadi terseret bisa jadi lolos lubang jarum. Sungguh, ini kompetisi 'saling sikut' yang sangat ngeri. Jangankan untuk lolos ke Liga 1 dengan bercokol di peringkat 1 atau 2 tiap grup, menggapai rangking 3 atau 4 saja pun masih was-was kena degradasi. Separuh lebih peserta Liga 2 musim ini akan 'bedol desa' dari kasta kedua menuju kasta ketiga.

Anggap saja saya meraih peringkat 5 di sebuah grup, maka tahun 2018 klub saya ada di Liga ketiga. Kalaupun saya melejit dengan berhasil promosi ke Liga 2 di akhir musim 2018, entah dengan mekanisme kompetisi yang bakal serumit apa, sehingga tahun 2019 saya berlaga di Liga 2 dan selanjutnya saya bisa promosi ke Liga 1 akhir musim 2019, maka saya paling cepat berpotensi ke Liga 1 pada tahun 2020. Sekali lagi sauda-saudara, 2020 adalah musim paling cepat saya bisa berada di Liga 1 sebagai 'klub tergusur' dari Liga 2 di tahun 2017. Rasa-rasanya menggapai peringkat 2 saja sudah cukup melelahkan ya...


Respect other TIME

Waktu adalah aset yang paling berharga bagi manusia selain iman. Waktu juga merupakan ciptaan Tuhan dimana waktu tidak pernah bisa dikalahkan manusia. Tidak pernah bisa kita mengulang waktu yang telah lewat. Karena itulah satu detik saja merupakan komponen berharga seseorang dalam menjalani profesi.

Tidak mudah menata waktu dengan sejumlah amanat. Percayalah bahwa waktu yang kita alokasikan kepada sebuah organisasi merupakan dedikasi yang sudah sangat diperhitungkan. Tidak pernah mudah menggeser jadwal lantaran kekurangtelitian dalam hal-hal administratif. Tidak pernah bisa kita seenaknya mengkhianati amanat dalam urusan waktu. Percayalah bahwa berat lidah untuk mengiyakan dan menerima kenyataan bahwa jadwal yang sudah ditetapkan digeser.

When it begins

S18dan9 Tesis @stei.itb

Belum beres download Mahabarata eh udah beres sidangnya.

Barokallah istriku @iitariuni semoga terus mempertiggi ilmu, memperlebar manfaat, tetap rendah hati menjadi insan  yg taqwa kpd Tuhan YME, cinta alam kasih sayang sesama manusia, patriot yg sopan n ksatria, #malah #dasadharmapramuka

Setelah menunggu lebih dari seusia putri kami, Humaira, akhirnya tesis ini memasuki fase sidang kemarin (18/9). Memang belum selesai karena masih ada setumpuk kenangan sidang berwujud catatan revisi. Setidaknya persilakan kami untuk sujud syukur. Setidaknya langkah untuk menuntaskan studi sudah semakin dekat.

Ada doa anak sholehah bernama Humaira di sini. Yang tiap pagi dipamiti hingga sore, bahkan (sejak dua bulan terakhir) termasuk akhir pekan. Hanya Allah yang pantas memberi ganjaran atas keikhlasanmu nak...

Time to Escalate Other

Senang rasanya bisa berkontribusi untuk menumbuhkembangkan budaya riset. Tak kalah senangnya pula dengan memberikan kesempatan untuk mengorbit bagi rekan sejawat lainnya. Tidak ada hal negatifnya, justru kita andil dalam memantik prestasi sesama. Justru dengan budaya seperti inilah Indonesia bisa semakin maju. Tidak ada guna egois dalam berkarya. Berlomba-lomba dalam berkarya pun tidak berarti menutup pintu kolaborasi.