(sebenernya sih) Nggak cuma ada Persib

Sudah barang aneh ketika warga Jawa Barat (walau tidak berada di Kota Bandung) namun ikut sibuk mendukung Persib Bandung tatkala berlaga. Bahkan tidak jarang ada kelompok yang muncul di tribut Station Siliwangi maupun Jalak Harupat tatkala Maung Bandung berlaga, namun kelompok tersebut justru berasal (dan terang-terangan mengumumkannya) dari Tasikmalaya, Cianjur, hingga Ciamis. Agaknya, selama berasal dari Jawa Barat (secara provinsi) ataupun berbahasa Sunda (secara kultur) maka tim kebanggaan yang layaknya didukungnya satu, Persib Bandung. Boleh jadi ramai pemilu atau bahkan gejolak pemerintahan di Jawa Barat, namun jika malam hari tadi Persib berlaga maka sudah dipastikan foto yang terpampang di headline adalah laga Persib Bandung. Tak heran pula Persib Bandung menjadi tim yang diidam-idamkan anak Jawa Barat sebagai masa depan ketika menjadi pemain.

Maka, tak heran kita jarang mengenal klub sepak bola asal Jawa Barat lainnya. Tentu kondisinya berbeda dengan variatifnya tingkat popularitas klub asal Jawa Timur, bahkan mereka sudah berani menggelar Piala Gubernur Jawa Timur.

Barangkali yang pernah kita dengar kehebohannya adalah Pelita Jaya, baik dalam wujud (nah ini yang unik) Pelita Jawa Purwakarta, Pelita Jaya Jawa Barat, Pelita Jaya Karawang, hingga (yang sekarang) Pelita Bandung Raya. Sekedar info, Bandung Raya (yang merger dengan Pelita Jaya) merupakan klub legendaris yang sempat menjadi raja di Liga Indonesia. Bahkan di era 90-an hanya klub ini yang mampu menyaingi ketenaran Persib Bandung.

Ada pula klub di luar ISL yang pernah berseliweran di kasta tertinggi walau kini mengendap di Divisi Utama Liga Indonesia. Mereka kebetulan merupakan klub yang bermarkas di kota satelit kawasan Jabodetabek, yaitu
  • Persikabo Kabupaten Bogor
  • PSB Kota Bogor
  • Persikad Depok
  • Persipasi Bekasi


Berikut klub-klub lain asal Jawa Barat yang boleh jadi jarang kita dengan eksistensinya.
  • Persikab Kabupaten Bandung
  • Persikotas Tasikmalaya
  • Perssi Sukabumi
  • PSGC Ciamis
  • Persikasi Kabupaten Bekasi
  • Persigar Garut
  • Persikas Kabupaten Subang
  • 9 September Bekasi
Namun, sekali lagi, sejarah panjang Persib dan keakraban koneksi antara Persib dalam menerima bakat-bakat hebat dari daerah lain di Jawa Barat menjadikan Persib masih sulit dilupakan dan klub lain musti gigit jari melihat masyarakat di kabupaten atau kotanya sendiri nggak bisa move on dari Persib.

Blogger Tricks

User Documentation Diversity

Sebelum berkuliah di teknik informatika, definisi kata dokumentasi yang saya kenal adalah foto sebagai tebukti suatu aktivitas, misalnya Pramuka ada acara kemping maka dokumentasinya ya foto-foto selama kegiatannya.

Pemahaman ini mulai bergeser sejak mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak dan Manajemen Proyek Teknologi Informasi. Foto bukan lagi istilah yang satu-satunya diakui sebagai arti dari dokumentasi. Maka dokumenstasi ternyata sangat luas. Singkat cerita apa yang menjadi rencana, analisis, perimbangan, engambilan keputusan, proses eksekusi, penjaminan kualitas, termasuk did alamnya pengujian, itu merupakan bahan-bahan yang harus diwujudkan dalam sebuah bukti yang disusun secara sistematis dan resmi. Misalnya kita meng0install OS CentOS di laptop kita, maka perlu dibuat sebuah dokumentasi yang memuat versi centOS apa yang dipergunakan, profil komputer kita (RAM-nya brapa, HDD-nya berapa), kemudian ketika selesai diinstall maka harus terdapat bukti bahwa OS yang terpasang memang versi yang kita install. Tak lupa kita buat daftar risiko yang mungkin dihadapi di kemudian hari, dalam kasus ini adalah efek memilih CentOS.

Kenapa harus ada dokumentasi
  1. Kebutuhan konfigurasi sistem yang mempunyai integritas dan kredibilitas
  2. Memudahkan pengecekan di kemudian hari terhadap ancaman infrastruktur IT
  3. Memudahkan transfer ilmu, khususnya saat serah terima objek
  4. Mempercepat penelusuran sebab permasalahan yang terjadai di dalam sistem dengna melihat runutan proses debuging.


Namun dalam sebuah proyek website, tantangan yang kerap terjadi adalah kekurangakuratan dokumentasi yang dibuat. Kondisi yang dominan terjadi adalah developer membuat cara memakai aplikasi benar-benar dari sudut pandang front-end user alias mereka yang membuka website tersebut via browser. Bagaimana pengelola konten melakukan updating alias pemutakhiran? Langsung TOT alias Training of Trainer yang tanpa jejak tertulis mengenai step-step yang harus dilakukan esok hari pasca-TOT tentang penggunaannya. Itu baru versi pertama.

Ada pula yang membuat dokumentasi yang berisi bagaimana front-end user memakai aplikasi serta bagaimana pengelola konten melakukan proses pengangkatan konten ke dalam live version. Untuk kondisi kedua ini, mmm lebih baiklah, walau demikian masih ditemui kenyataan bahwa penyusun dokumentasi agak 'malas' melakukan segementasi pengguna website. Akibatnya dia membuat dokumentasi hanya satu-satunya, semua ada di situlah intinya. 

Kedua kondisi di atas merupakan yang mendominasi kepenatan menyusun dokumentasi. Maka tidak heran, keberlanjutan maintenance website seringkali anjlok dari ekspektasi awal. 

Buatlah tiga kelas user
Terdapat tiga kelas user yang menjadi klasfikasi umum terhadap siapa yang patut menerima dokumentasi. Ketiga kelas ini adalah
Front-end user, yaitu masyarakat yang mengakses website ini, terlepas dari apakah diterapkan konsep UGC atau tidak.
Content editor, yaitu tim yang bertugas melakukan pengelolaaan, pengarsipan, dan pemutakhiran konten
IT developer, yaitu tim yang bertugas melakukan maintenance serta melakukan penanganan terhadap keberlanjutan fitur di salam proyek

Pertama-tama masing-masing kelas user perlu dibuat masing-masing user manual yang memang sudah fokus, baik bahasa maupun esensi agar cocok sesuai kebuhan tiap user, dan tentunya menjaga integritas aplikasi.

Kedua, kenapa sih harus ada kelas IT devloper? Ini kembali lagi ke alasan kenapa harus ada konfigurasi di nomor 1 s.d. 4. Seringkali ketika telah dilaksanakan serah terima aplikasi, maka PIC-nya tidak tahu bagaimana cara melakukan perubahan yang sifatnya minor. Belum lagi bila ditemukan bugs maka terjdi kesulitan untuk mengetahui sebabnya.

Sebagai contoh website Kaskus.co.id yang penggunanya dapat diklasifikasi menjadi 4 macam:
  • User biasa yang hanya membaca artikel. Untuk user jenis ini, jenis dokumentasi yang cocok adalah bagaimana caranya menelusuri informasi yang ada di Kaskus
  • User yang memiliki akun sehingga bisa membuat artikel, comment dan aktivitas lain yang bersifat UGC (user generated content), sehingga dokumentasi khusus untuk mereka adalah yang berisi bagaimana caranya mengelola konten miliki mereka, misalnya kalau mau nge-post artikel klik yang mana, kalau mau nyisipin gambar begimana ukuran standarnya.
  • User yang bertugas melakukan update terhadap konten, biasanya editor. Dibutuhkan dokumentasi yang lebih rumit lagi, misalnya bagaimana mengganti banner di halaman homepage, bagaimana memiih editor pick, hingga bagaimana mengganti isi konten statis yang hanya bisa diubah oleh editor. Dokumentasi yang jenis ini tentu peredarannya sangat terbatas dan rahasia.
  • User yang berperan sebagai developer. Bagaimana kalau tiba-tiba jumlah visitor di Google Analytics berbeda dengan angka yang muncul di dashboard, bagaimana caranya menampilkan halaman under-maintenance, hingga bagaimana ketika dilakukan perombakan visual. Nah hal-hal yang seperti itu perlu dibuat dokumentasi khusus yang memang ditujukan kepada developer. Sehingga ketika di suatu hari nanti ada request menambahkan form isian baru di dashboard milik user, si developer ini tahu bagaimana caranya, bukan seenaknya memanggil si programmer yang membuatnya.


#YukDisiplinDalamDokumentasiProgram:)

Jenis Sunnah Rasul

Rangkuman khotbah sholat Jumat (18/4) di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Depok

Ada empat jenis sunnah Rasul dimana masing-masing mempunyai perbedaan cara mengikutinya

Pertama, sunnah yang wajib diikuti sesuai cara Rasul menjalankannya. Contohnya adalah tata cara sholat sesuai hadist "Sholatlah kalian sebagaimana aku sholat(HR Bukhori). Selain itu kewajiban ritual seperti haji juga termasuk di dalamnya.

Kedua sunnah yang dianjurkan untuk diikuti, (bila tidak dilakukan tidak apa-apa). Contohnya adalah Rasul yang senantiasa menjaga sholat rawatib 14 rakaat.

Ketiga, sunnah yang sifatnya manusiawi. Ketika tidak mengikutinya tidak berarti kita mengingkari sunnah nabi. Contohnya mengenai selera baju dan makanan. Selama pakaian kita menutup aurat maka motif batik tidak masalah.

Keempat adalah sunnah Rasul yang tidak diperkenankan diikuti. Contohnya ialah puasa wisol serta beristri lebih dari 4.

Dengan memahami klasifikasi itu, harapannya kita bisa bijak dalam memahami segala hal berkenaan dengan sunnah Rasul. Jangan sampai beda dikit langsung nonjok. Dan yang paling utama kita juga lebih teliti tentang mempelajari hadist. Apa yang orang sebut sebagai hadist haruslah kita cari tahu keshahihan riwayatnya.

Selamat belajar kawan :)

Bukan Sholat yang tidak berkualitas

Semua orang tahu bahwa sholat merupakan kewajiban umat muslim. Tentu ada sebuah perbedaan yang kentara antara kewajiban sholat dengan kewajiban membayar pajak. Kenapa muncul analogi seperti itu? Dalam membayar pajak, tidak pernah ditanyakan seberapa ikhlas dalam membayarnya, saat membayar sambil sms-an, mau lewat e-banking atau bahkan yang belih ekstrim adalah darimana uang yang untuk membayarnya. Ringkasnya, ketika tagihan pajak dipenuhi ya bereslah urusan, titik. Namun berbeda dengan kewajiban sholat dimana sholat merupakan interaksi habluminaAllah, sehingga menjalankan sholat bukan sekedar menggugurkan kewajiban.

Allah itu Maha Menghitung, karena itulah berikanlah sholat terbaikmu, sholatmu yang berkualitas ^^

Tujuan Sholat

“bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al- Ankabut 45)

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; (sebagai) petunjuk bagi mereka yang bertaqwa; (yakni) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka ”

Anak tangga tentang Sholat
Ibnul Qoyyim dalam Al-Wabil As Shayyib menyebutkan ada lima tingkatan orang yang melaksanakan shalat. Kelima tingkatan itu bagaikan anak tangga yang dimulai dari paling rendah sampai yang paling sempurna.

1.         Orang shalat diadzab
Tanggap pertama adalah orang yang mendzalimi diri sendiri. Ia melalukan shalat ala kadarnya saja yang penting melaksanakan kewajiban shalat. Ia tidak menyempurnakan wudhunya, tidak memelihara waktu-waktunya, syarat-syaratnya serta rukun-rukunnya. Sebagaimana firman Allah :“Maka kecelakaan bagi orang-orang yang shalat (4) yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya”(5). (QS. Al-ma’un : 4-5)
Shahabat shahabat Sa’ad bin Abi waqqash berkata : “Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. Tentang orang-orang yang lalai dari shalatnya, Beliau menjawab : yaitu orang yang suka mengakhir-akhirkan waktunya”.

2.         Orang shalat dihisab (ditimbang)
Anak tangga kedua adalah orang yang menjaga waktu shalat, wudhu, syarat-syarat shalat serta rukun-rukunnya tetapi tak berdaya menghadapi bisikan syaetan dan pikirannya masih diluar shalat.

3.         Orang shalat mendapat maghfirah (Ampunan)
Anak tangga ketiga adalah orang yang melaksanakan shalat sudah  waktu shalat, syarat-syaratnya dan rukun-rukunnya, tetapi ia sibuk melawan bisikan syaetan dan pikiran dalam shalatnya. Ada dua pekerjaan dilakukan yaitu melaksanakan sholat dengan berusaha menghadirkan kekhusukan dan berjuang melawan syetan.

4.         Orang shalat mendapat Jaza’ minallah (pahala dari Allah)
Anak tangga keempat adalah orang yang menyempurnakan waktu-waktunya, syarat-syaratnya dan rukunnya. Dia sadar bahwa kewajibannya adalah menyempurnanakn semua itu. Ketika shalat hatinya hadir bersama jasadnya menghadap Allah Swt. Pada saat itu merasa sedang diawasi Allah Swt.

5.         Orang shalat sudah menjadi Qurrata ‘ain (penyejuk pandangan mata)
Anak tangga kelima adalah orang yang menegakkan shalat dengan sempurna dan hatinya hadir menghadap Allah Swt. Ia sadar bahwa dirinya sedang berhadapan dengan Allah Swt. Dia seolah-olah melihat Allah swt tetapi kalau dia tidak melihat Allah Swt ia yakin Allah melihatnya, dengan kata lain Ihsan. Shalat baginya buka sebuah beban, tetapi sudah menjadi hiburan yang menghilangkan duka lara.

Memahami Bacaan dalam Sholat
Ada kalanya kita terlalu datar dalam melafalkan bacaan-bacaan di dalam sholat. Tanpa sadar, kita kerap meremehkan makna dari tiap bacaan sholat. Apa itu maksud dari 'Allahuakbar', doa iftitah, kenapa harus Al Fatihah, hingga kenapa diakhiri salam, masing-masing bacaan (dan juga gerakan tersebut) memiliki maksud. Maksud ini kita pahami dengan mengetahui arti harfiahnya, lalu mulailah menelaah kandungannya. Setelah memahaminya, maka kita bukan sekedar komat-kamit frase yang nggak tahu artinya.

Mungkin saja ini sholat terakhir

Sumber: https://www.facebook.com/MCIslam?fref=photo

“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya” (Al-Mu’minun 1-2)


Referensi:
https://www.facebook.com/MCIslam?fref=photo
http://www.an-najah.net/artikel/agar-shalat-berkualitas-bukan-sekedar-rutinitas/

TEMPORARY glory

Alasan saya menggemari sepakbola adalah banyaknya nilai filosofis yang saya dapatkan di dalam olahraga. Tidak sekedar menggocek bola ataupun mengirim umpan matang, tapi juga tentang kejayaan yang ya...hanya sebentar alias temporary glory

Sejarah mencatat Persis Solo pemegang rekor jumlah juara perserikatan terbanyak, yaitu 7 kali di tahun 1935, 1936,1939, 1940, 1942, 1943, 1948. Bisa dibilang di dekade 30-an dan 40-an, mereka adalah tim paling trengginas. Tapi itu sekitar 8 dekade lalu. Kenyataan kini, walau rekor mereka belum tumbang, mereka masih berupaya merangsek di tengah Divisi Utama Ligina, sebuah kasta di bawah ISL.

Real Madrid, penguasa lima gelar beruntun di lima edisi perdana Piala Champion pun harus menantikan gelar keenam setelah mengalami puala gelar ini selama enam musim. Tak cukup di situ, gelar ketujuh baru mekar setelah paceklik 32 musim.

Begitu pula kedigdayaan FC Barcelona, peraih 3 juara Liga Champion dalam rentang 6 musim, bahkan dari tahun 2008 hingga 2013 klub ini mampu mencetak rekor 6 musim beruntun lolos ke semifinal Liga Champion. Tapi musim ini? Bisa dilihat di wikipedia #gategacerita

Liverpool vs Manchester United, dua klub yang kisahnya di English Premiere League bertentangan. Yang pertama belum pernah merasakan gelar juaga EPL (18 gelar Liverpool saat berstatus Divisi Utama sebagai kasta tertinggi), sebaliknya dengan MU yang menjadi dominator trofi kompetisi ini. Namun apa yang terjadi hingga hari ini di musim ini? Liverpool menjadi pemegang 'kaos kuning' alias pemilik garis terdepan gelar juara musim ini. MU? Peringkat 7 sudah menjadi indikasi 'ada perbaikan' :)

Begitupun kisah dua klub sebelumnya, yaitu FC Barcelona dan Real Madrid.
Di awal musim, fans Barca bersorak menyaksikan geliat Neymar yang tampak padu dengan Messi, Alexis, dan Pedro. Gareth Bale? Atlet tendang bola termahal di dunia milik Madrid malah nampak kepayahan menjalani laga-laga awalnya. El clasiso jilid pertama membuktikan bahwa Neymar lebih rancak daripada Bale. Namun memasuki tengah musim, kedua pemain itu seolah bertukar rating. Bale menanjak stabil dan klop dengan permainan tim Madrid ala Ancelotti, bagaimana dengan Neymar? Transfernya bermasalah dan secara statistik gol kalah dibandingkan Alexis maupun Pedro (yang lebih sering dicadangkan) bahkan jumlah assist pun Fabregas masih unggul.

Secara tim Barcelona mulai menjungkalkan Madrid pasca el clasiso kedua, apalagi pasca laga itu, Madrid malah dijungkalkan Sevilla sehingga peringkat dua diserahkan pada Barca. Sejumlah pengamat pun memprediksi musim Madrid di La Liga sudah tamat, tinggal Atletico vs Barcelona. Tapi lagi-lagi kejayaan sesaat itu terbukti. Barcelona harus gigit jari lantaran terekstradisi dari pacuan Liga Champion gara-gara kurang satu gol dan Madrid malahan lolos ke semifinal lantaran punya tabungan satu gol lebih banyak dari Dortmund. Tak cukup di situ, kekalahan atas Granada memuluskan kudeta balas dendam Madrid terhadap Barca. Sudah sampai di situ? Dini hari tadi, gol Bale berhasil mengunci kemenangan atas Barca dalam final Copa del Rey.

Terlihat bukan betapa manisnya kejayaan itu sangat fana?

Different Imagination

Masih banyak contoh kata yang kontekstual :)

Adu rekor 1 tim vs 1 pemain


Ketika Sang Visualis Dakwah itu Move on

Sebuah artikel yang juga dipergunakan sebagai masukan untuk FUKI Post tentang Seminar pada Penutupan IslamICTFair 2014

Berlatar belakang sebagai lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV), tentunya menjadikan Kak Emeralda Noor Achni, akrab dengan dunia advertising serta media massa. Pasca lulus dari pendidikan S1 DKV, beliau awalnya menikmati pilihannya aktif berkecimpung di dalam media massa dengan segmen anak muda yang penuh kebebasan dan ekspresif. Tak heran style desainnya sangat kental dengan suasana gothic hingga punk. Saking gandrungnya, dia bahkan sempat mempunyai ide membuat model-model kerudung dengan konsep desain tersebut.

Kejenuhan dan ketidakcocokannya dengan konsep materialistis dan kapitalis sebagai pakem tempat dia bekerja, menyebabkan pergulatan batin kerap ditemuinya. Puncaknya ketika dia berpapasan dengan sebuah proyek periklanan dengan tujuan menyugesti penggunaan susu formula, padahal dia mempunyai prinsip bahwa nutrisi terbaik bagi balita adalah ASI eksklusif. Kontradiksi tersebutlah yang pada akhirnya menjadi alasan beliau mengundurkan diri dari agency tersebut.



Keberadaan buah hati disebutnya memberi andil terhadap perubahan yang dialaminya. Di tengah berbagai pergulatan batin, Kak Emeralda harus mendapati sebuah insiden ketika buah hatinya masuk rumah sakit karena tersiram air panas di kedua kakinya. Padahal saat kejadian yang terjadi di rumah tersebut, dirinya sedang mencari nafkah di kantornya saat itu. Tentu sebuah pukulan telak yang membuat semangatnya terkapar. Namun berangkat dari musibah tersebutlah, Kak Emeralda mulai menemukan hikmah yang secara perlahan-lahan menjawab semua kegundahan hatinya dalam menyikapi kehidupan.

Kak Emeralda kemudian menyadari bahwa hakikat manusa hidup secara ringkas diuraikan dalam tiga pertanyaan, yaitu “darimana asalnya”, “untuk apa”, dan “akan kembali kemana”. Ketiga pertanyaan tersebut jawabannya adalah Allah SWT sebagai Sang Pencipta. Manusia merupakan insan yang lemah, begitu pula dengan hidup manusia yang mempunyai keterbatasan waktu. Karena itulah dia pun membulatkan tekad untuk mengabdikan diri di jalan dakwah, di jalan menyebar kebermanfaatan, di jalan yang penuh dengan rahmat dan tuntunan-Nya.

Pilihan untuk move on alias mengubah jalan hidup ini tentunya sempat menemui kendala dimana kendala utama yang dihadapi Kak Emeralda adalah kebingunan dengan cara apa dia akan berdakwah. Ternyata ketika tekad sudah bulat, maka kesempatan untuk bersungguh-sungguh akan dating. Ustad Felix Siau kemudian memberikan rekomendasi kepada Kak Emeralda untuk berdakwah dengan kemampuan yang dimilikinya, yaitu desain grafis. Bahkan secara langsung Ustad yang dikenal melalui buku Udah Putusin Aja ini langsung menawarinya bekerja sama mendirikan studio desain grafis yang mempunyai fokus menyebarkan konten-konten positif sebagai jalan dakwah. Studio yang kini dikenal sebagai Studio Al Fatih inilah yang akhirnya menjadi “lahan” yang tepat bagi Kak Emeralda untuk berkontribusi di dalam Islam.

Tidak seperti dunia bisnis kapitalis yang senantiasa dirundung takut akan adanya competitor usaha serupa, justru dia mengajak generasi muda yang mempunyai bakat di dalam desain, khususnya audiens seminar ini, untuk andil di jalan yang serupa, yaitu menjadi visualis dakwah. Menurutnya dengan kemasan yang menarik, kesadaran muslim akan lebih mudah terbangun. Apalagi di tengah aliran hedonism saat ini, perangkap bertajuk 3F (Fun, Fashion, dan Food) ala kaum kafir dikemas dengan menarik sehingga cara terbaik untuk mempertahankan diri adalah mengkreasikan dakwah yang cara yang kreatif dan menarik.

Tak lupa di akhir seminar ini, Kak Emeralda memberikan sejumlah tips bagi kita untuk memantapkan diri dakwah dengan cara yang sesuai dengan kemampuan kita, yaitu: berjamaah, upgrade skill, erbanyak referensi, menambah tsaqofah Islam, kebiasaan (practice+repetition), motivasi, serta tawakal.

Sebuah teladan yang memberi inspirasi dalam membangun generasi muslim
Ayo kawan, mari berlomba-lomba dalam kebaikan

Salam #CintaMemesona

Tips Berkreatif via Infografis

Membuat infografis tentu mengasyikan, kenapa? Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial, sehingga senang melakukan komunikasi dengan metode yang disukainya, dan akan makin senang ketika orang lain bisa memahami apa yang dikomunikasikannya. Pada dasarnya manusia menyukai keindahan, termasuk dalam seni. Dua alasan itu yang menjadikan infografis menjadi hal yang menarik untuk dieksplorasi.

Ada beberapa rambu-rambu yang penulis rangkum seputar membuat infografis, semoga bermanfaat

Orisinalitas
Membuat sebuah karya berupa infografis tentunya harus asli buatan sendiri. Secara pribadi tentu kita akan sakit hati ketika ada orang lain memakai karya kita tanpa izin, maka jangan melakukan plagiarisme. Mengenai batasan mana yang disebut menjiplak mana yang tidak, monggo disimak di kolom berikut. Nah, untuk image yang jadi elemen di dalam infografis, jangna menggunakan karya orang yang tidak dipersilakan untuk dipakai bebas, misalnya foto, vektor.

Referensi Konten
Pastikan sumber data yang menjadi narasumber dalam membuat infografis dicantumkan. Jangan lupa untuk memastikan validitas informasi tersebut

Tujuan
Akan konyol ketika membuat infografis yang hanya sekedar ingin. Sebagai media komunikasi, tentu ada tujuan yang seharusnya dimiliki dari sebuah infografis, misalnya informatif, persuasif. Apabila tujuannya mengarahkan pembaca mengikuti sebuah propaganda, maka jelaskan secara ringkas dan jelas tentang alasan sesuai bahasa yang cocok dengna user. Ketika sebuah infografis bermaksud menjelaskan alur sebuah prosedur, maka pastikan bahwa konten di dalamnya memunculkan pemahaman tentang cara yang harus dilakukan, faktor kemeriahan ornamen itu bukan prioritas.

Pembaca
Ketika sebuah infografis dirancang kepada masyarakat yang sedang bergerak cepat, misalnya di stasiun, halte, bandara, maka minimalkan tulisan sehingga durasi pembacaan infografis bisa seminimal mungkin dan pembaca walau sambil lewat bisa memperoleh esensi dari infografis tersebut. Begitu pula terkait pemilihan bahasa yang apabila ditujukan kepada anak-anak tentu perlu diatur agar tidak berisi kata-kata macam 'konfigurasi', úse case', úser requirements', dan pergunakan gambar yang menjurus ke kartun. Hal ini menunjukkan adanya segmen di dalam masyarakat yang perlu disesuaikan dengan tujuan dari infografis tersebut.

Jenis data statistik
Infografis kerap memuat data statistik. Pahami bagaimana cara yang cocok untuk jenis statistik tertentu. Ketika membahasa kontribusi dan komposisi, maka jenis pie akan cocok dipergunakan. Saat mengupas sebuah pertumbuhan, maka buat grafis yang memaparkan adanya perubahan jumlah. Walau demikian, tidak semua perubahan jumlah dinyatakan dalam grafik, bisa pula memakai icon yang jumlahnya merupakan skala dari jumlah tertentu lainnya. Ketika mengulas perbandingan, maka jelaskan secara jelas dan head-to-head kondisi di tiap variabel.

Sumber: pbs.twimg.com

Sumber: http://static.squarespace.com/



Navigasi
Navigasi di sini berarti sebuah aliran pembacaan infografis. Lazimnya orang membaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. Maka minimalkan cara membaca yang melawan kelaziman tersebut. Coba buat sebuah titik yang menjadi sentra tiap objek, misalnya gambar dan paragraf. Pada masing-masing titik tersebut hubungkan berdasarkan cara orang memilih untuk membacanya. Hal itu mengindikasikan bahwa user berpotensi akan menempuh jarak yang sepanjang garis buatan tadi. Jadi, bila garis yang dibentuk kelewat panjang, maka coba kulik ulang desain tersebut.

Headline
Pilih lokasi dan bentuk judul dan subjudul yang sesuai dengna navigasi. Kenapa harus dengna navigasi? Mata akan mudah diarahkan dmelalui tulisan yang besar, sedangkan kita tahu bahwa seharusnya judul dan sub-judul punya hak untuk ditulis lebih besar daripada konten tuulisannya.

White space
Pastikan ada ruang kosong yang memberi kesempatan mata beristirahat dengan cukup saat membaca infografis. Walau 'white space', tidak berarti harus putih lho ya. Intinya pergunakan warna yang solid atau kalem sebagai ruang kosong yang berfungsi menjadikan konten tidak bersesakan sehingga pembaca tidak merasa dikeroyok tulisan dan gambar.

Sumber: http://res.mindbodygreen.com

Sumber: http://cbviz.co.uk/


Media dan resolusi
Syarat mutlak ketika membuat sebuah infografis adalah tahu bagaimana dia akan dibaca oleh pembaca. Apakah dengan media cetak? Apakah dengan media digital. Berapa ukuran yang didapat oleh pembaca? Beberapa pertanyaan tersebut secara gamblang mengarahkan bahwa sebuah infografis akan memberi kejelasan ketika tampil dalam media yang cocok dengan pembacanya. Dengan demikian, ukuran dan resolusi perlu diperhatikan. Kemungkinan terbaca, komposisi warna, pemilihan huruf jadi hal-hal yang perlu diperkirakan, termasuk di dalamnya penggunaan dan proporsi elemen

Feedback
Jangan selera diri sendiri ketika membuat produk yang dipergunakan oleh orang banyak. Mintalah pendapat dan masukan orang lain terkait infografis yang dibuat. Feedback tidak selalu ketika produk sudah jadi, saat masih berupa sketsa, layouting, hingga prototype, rajin-rajinlah meminta pendapat yang membangun.

Start from simple
Tidak perlu muluk-muluk membuat infografis yang detail dan kerennya nggak tertolong :v. Mulailah dengan membuat coretan alias sketsa dalam kertas, boleh juga sudah dalam digital. Coretan ini memuat navigasi konten secara umum. Lanjutkan dengan membuat detail kontennya. Teknik bertahap ini memberi kemudahan dalam berpikir runut.

Semoga bermanfaat Kawan :))

Referensi=
http://www.spyrestudios.com
http://www.smashingmagazine.com
http://www.visioncritical.com
http://www.piktochart.com

Sabana dari Selatan

Lapangan Timur Margasari
Tiga tahun yang menyenangkan menjadi bagian dari keramaiannya. 
Derap langkah tegap sebagai peserta upacara bendera tiap Senin yang terkadang diselingi kesempatan menjadi petugasnya.
Derap langkah tegap pula sebagai seorang Regu Inti, sebuah kesempatan yang mengasyikan bisa berkolaborasi bersama kawan-kawan hebat dalam bingkai "coklat-merah". Kemah, baris-baris, hingga bersandi ria, ah itu tidak akan bisa mengalahkan nikmatnya persahabatan.
Kepal tangan tangguh sebagai karateka. Sebuah pilihan terbaik dalam memilih olahraga favorit. Bahkan yang sampai sekarang menjadi manfaat bukan dari aspek fisik, melainkan nilai-nilai filosofis yang terlanjut melekat.

Sebuah sabana yang penuh kenangan, 
Tentang belia yang hendak belajar tanpa kenal lelah
Tentang belia yang penuh kebersamaan dalam balutan OSIS, Regu Inti Pramuka, hingga Karate