Masjid Baiturrahman Kian Memesona

Blogger Tricks

Segarnya Ikan di Lamkaro

Agak aneh memang disebut sebagai piknik karena destinasi yang dituju adalah pasar ikan. Tapi, kami diajak jalan-jalan layaknya ke objek wisata. Terlalu hiperbola juga dengan hasil belnja yang hanya sekeranjang kecil. Tapi wisata bukan sekedar itu saja kok. Ada keunikan teesendiri mengamati suasana di sini. Ini bukan pertama kalinya saja mampir ke pasar ikan, sempat dulu di Cirebon, Ternate, dan tentunya Tegal. Namun ikan beeukuran sepanjang tubuh saya ya baru kali ini melihatnya sih.

Assalamualaikum Aceh

Nebeng Hadir di Batam

Sekitar jam tiga yang singkat untuk singgah di Batam, sebuah kota yang berlokasi di Provinsi Kepulauan Riau. Ini menjadi destinasi provinsi ke-18 yang pernah saya eksplorasi. Sangat dan terlalu singkat untuk memuaskan kepenasaranan tentang potensi wisata sekaligus ekosistem sosialnya. Kapan-kapan kalau ada rezeki mungkin hehee

Amanah

Dari sisi bahasa, 'amanah' memiliki makna yang sama dengan 'aman' serta berlawan dengan 'khianat'. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga adalah pangkal dari keamanan diri dalam perjalanan hidup. Amanah ini pun sifatnya luas, termasuk jabatan, utang, hingga hak/kewajiban selaku anggota rumah tangga/keluarga.

Di dalam QS An Nisa 58 dimuat perintah untuk bersikap amanat/amanah, 

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Di dalam surat lainnya, yaitu Al Ahzab ayat 72 dan 73, malah dipaparkan lebih 'menohok' lagi tentang keberanian manusia menerima amanat yang tidak disanggupi oleh beberapa ciptaan Allah

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,
sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dua ayat tersebut mendeskripsikan bahaya yang sebenarnya mengintai manusia dalam menjalankan amanat. Karena itu kita patut waspada saat menerima amanat, bukan malah mengumbar kedigdayaan. Jangan menjadi orang zalim ataupun orang bodoh karena keduanya tidak sanggup menjalankan amanah. Seseorang tidak amanah kerap terjadi karena ilmu yang tidak mumpuni serta memang pada dasarnya orang itu berwatak zalim. Kita juga jangan sampai menjadi orang munafik maupun orang musyrik. Orang munafik seakan-akan memikul amanah tapi tidak ikhlas, malah merasa berat lantaran ada iat untuk pamer/riya. Orang musyrik malah tidak menjalankan amanah sama sekali. 

Disarikan dari kultum Tarawih di Masjid Nurullah, Kalibata City pekan lalu

Sunyi untuk yang Lebih Baik

Manusia itu kodrat dan berhakikat zalim dan bodoh, tapi memiliki hasrat untuk hidup lebih baik. Lebih baik dengan menyelami hakikat insan yang ditetapkan-Nya. Lebih baik dengan menghayati kesunyian tempat bernaungnya nurani. Lebih baik falam rongga jiwa yang kosong tpi berisi pengharapan akan esok yang bermakna.

Unpredictable Sprint

Dua tahun lalu momen yang tidak disangka terjadi. Bahkan sepekan sebelum hari H pun sulit mempercayai bahwa jalan masih terbuka. Momen ersebut adalah Sidang KA, yaitu presentasi sekaligus pengujian kelayakan karya ilmiah sebagai syarat menuntaskan pendidikan magister di program MTI Fasilkom UI.

Sulit dipercaya mahasiswa yang biasa saja seperti saya bisa lulus dalam tempo tiga semester. Tapi lebih sulit mempercayai kegilaan dalam melepas pekerjaan untuk memperlancar pengerjaan KA, sekaligus memudahkan urusan ini itu terkait pernikahan. Kegilaan yang menjadi pertaruhan terlalu besar. Alhamdulillah ada secerca harapan sedikit demi sedikit yang saya kais sebagai bongkahan bayu bata menata masterpiece keterbatas waktu. Alhamdulillah momen pernikahan menjadi pelecut yang "dahsyat" untuk menyegerakan kelulusan studi saya.

Dua tahun berlalu, alhamdulillah studi magister menjadi media yang bermakna dalam melanjutkan karier saya,baik di dunia akademik maupun praktisi. Dua tahun berlalu kini saya tengah membidik rencana kembali kuliah yang jenjang yang lebih "tidak ramah". Bismillah

Irama Edisi Dakwah Layar Kaca

Talas Bogor Everywhere

Sebetulnya, saya pun belum melihat dimana sawah yang berisi tanaman talas selaku bahan baku kudapan ini. Tapi eksistensi hasil olahannya sudah sangat populer. Saking populernya, ada anekdot "senyasar apapun di Bogor, pasti ketemunya talas bogor", benarkah? Rasanya tidak juga, tapi anekdot itu cukup merepresentasi kebanggaan masyarakat Bogor akan kidapan khasnya.

Kecuali di atas jam 8 malam, tidak sulit memang mencari penjaja talas bogor. Bahkan dalam jarak kirang 100 meter sebelah Utara terminal pun ada banyak tempat untuk membelinya, mulai dari kios semi-permanen, toko, hingga toko yang lebih besar lagi.

Tampaknya sahur nanti dan mungkin besok sore bakal makin asyik jika sepotong talas bogor jadi kudapan keluarga saya.

Tugu Kujang@Bogor

Terakhir kali melihat wujud kujang sebagai senjata khas tanah Pasundan itu saat upacara di Racana IT Telkom, tapi lupa upcara dalam rangka apa hehee. Itu kujang sebagai senjata. Nah, saya kurang tahu apakah kujang yang ada di pucuk tugu tersebut merupakan aksesori semata ataukah memang kujang senjata yang benar-benar senjata.

Terlepas dari keasliannya, eksistensi tugu ini "sebetulnya" vital, yakni oengingat identitas budaya asli Bogor Raya. Sayang kemacetan kerap menghalangi orang-orang menikmati tugu ini.