Ya bukan dilema lah

Blogger Tricks

Akhirnya #TKTI

Newsletter paling Mengharukan Hari ini

 

Newsletter dari FC Barcelona kali ini sangat mengesankan...
Penuh perjuangan bagi para punggawa Blaugrana untuk meraihnya

Think "Different" via e-Business

Malam ini insya Allah presentasi e-business. Mata kuliah yang suasananya paling relax. Karena itulah muncul inspirasi membuat beberapa halaman slide berupa gambar "manipulatif" dari Twitter yang memandu jalannya slide. Nyleneh sih...

Tapi e-buss mah gitu matkulnya...
Harus berpikir kreatif, walau kadang berbeda dari lazimnya :D

Ada Harta Karun berupa Prangko


Awalnya ke kawasan Istiqlal untuk wawancara dengan narasumber dalam rangka tesis. Pulangnya lewat kantor pos dan kok kayak ada ruangan unik yang diembel-embeli "filatelis". Sebagai filatelis muda (yang sempat vakum gegara lebih sering memakai email) tentu ini memancing kepenasaranan saya. Dan tempat itu agaknya perlu sering saya kunjungi, kenapa?

Tempatnya mudah diakses, koleksinya lumayan lengkap, nggak terlalu alay nan ramai.
Lumayan belanja amplop bertemakan KAA plus beberapa koleksi baru, yaitu prangko Presiden RI dan Korea Utara plus peringatan meletusnya Gunung Tambora.

Seni Penuh Pembelajaran dalam Kuesioner dan Wawancara

Bukan pekan-pekan yang menenangkan karena proses pengumpulan data tahap 1 dilakukan dengan berbagai perjuangan yang masya Allah sungguh penuh nikmat ujian :D. Di tahap ini, saya perlu melakukan wawancara serta kuesioner. Kedunya memiliki tingkat kesulitan serta keuntungan masing-masing yang kalau dipikir-piker menjadi saya terlalu sayang untuk menyerah.

Kuesioner yang saat ini diedarkan adalah kuesioner dengan versi 1.6 artinya sudah terjadi beberapa banyak revisi sebelum dirilis. Proses pengisian sengaja dilakukan melalui online dengan harapan, pengisi dapat sekaligus mempergunakan objek penelitian sesuai kriteria informasi yang diperlukan.

Bagaimana dengan proses PDKT ke calon responden? Jelas ini tantangan yang sangat berat. Menjapri satu per satu sebenarnya melelahkan, tapi itu lebih efektif dan lebih memanusiakan calon responden. jalur email, jalur WA, jalur SMS dicoba semua dengan harapan bisa memperoleh harus memuaskan. Perlu bahasa yang memanusiakan, bahasa yang sopan, bahasa yang nggak memerintah seenaknya, dll. Dari sisi keteraturan instruksi pengisian  kuesioner pun sangat memerlukan kehatian-hatian mengingat tidak semua responden pernah berinteraksi dengan objek penelitian tersebut.

Alhamdulillah Allah memberikan bantuan melalui kawan-kawan yang bersedia membantu mengisi kuesioner. Memang masih harus mengejar jumlah yang ditargetkan oleh dosen pembimbing. Optimis bisa :D

Lalu ada banyak cerita menarik tentang wawancara.
Bagaimana menentukan lokasi dan waktu untuk berbincang-bincang. Menjelaskan informasi apa yang diharapkan untuk digali. Dan tak lupa proses "rekaman" yang penuh kekoplakan.

Awesome Reunion with Bang Haekal


Sangat nggak menyangka rencana reuni (walau cuma berdua :v) terlaksana. Seorang putra Tegal dan seorang pengelana Aceh yang berkenalan di Jakarta Selatan. Mereka (lebih tepatnya "kami") bersua dalam irama Kota Bandung pada Kamis lalu (14/5).

Banyak hal yang kita bicarakan, mulai dari yang serius hingga sangat nggak serius. Tentang ekonomi kreatif, tentang agama, tentang pendidikan, tentang tata permasyarakatan, dll.

Sukses untuk rencana S2-nya, semoga lancar juga rencana beasiswanya. Insya Allah niat mulai di bidang pendidikan akan menuai kebaikan dari-Nya

Mampir ke Sawo Manila

Rasanya penuh nostalgia tatkala memasuki gedung itu...

Seorang lelaki paruh baya menyapa di sebelah kanan dengan hangatnya..
Kemudian memasuki gedung tersebut dimana tiga orang surprise dengan kedatangan saya :)
Satu per satu hilir datang (dan masih seperti dulu sebelum jam 9 ya masih sepi =_=)
Alhamdulillah, senang rasanya bis akembali bercengkrama dengan mereka. Kawan-kawan lama di PAJ Group. Alhamdulillah bisa menepati "janji" untuk berkunjung ke situ, kebetulan momennya adalah mengantarkan undangan. Entah mengapa banyak yang surprise. Unik juga menyaksikan kawan lama, Hanafi yang juga punya rencana hebat :)

Kurang lebih setengah jam di sini, tapi lebih dari cukup untuk menyegarkan kembali memori hingar-bingar lama di situ. Ada keasyikan ngoding, menyusul manajemen proyek, dokumentasi pengujian, diskusi berteler-teler, dll.

:)

Count up and Count down

Kaget, tapi jangan tidak percaya

Rasanya kaget juga dengan apa yang tertulis di pojok kanan laptop ini. 12/05/2015. Itu  yang terpampang di situ. Bukan perihal lakon FC Bayern Muenchen vs FC Barcelona nanti 2 jam lagi, bukan. Tapi 10 hari lagi :) Sebuah momen yang akan menjadi titik yang penuh perubahan. Titik yang akan menentukan akah surga ataukah neraka masa depan ini. Dan surga atau neraka ini tidak hanya menyangkut diri ini, namun juga keluarga saya, keluarga seseorang, serta seseorang itu.

Perasaan kaget itu tidak bisa dihilangkan dengan mudah. Jangankan pernikahan, yang namanya punya kos-kosan baru pasti ada rasa kaget dengan apa yang ada di kanan kiri kita. Jangankan pernikahan, masuk kampus saja perlu ada ospek. Tujuan ospek adalah biar nggak kaget dengan kehidupan kampus yang sangat-sangat baru. Tapi masa iya saya make papan nama macam ospek kampus. Jelas fase yang bertajuk pernikahan berbeda. Segala rasa kaget harus ditata dengan baik.

Dan salah satu faktor yang berperan dalam mengendalikan serta menata perilaku kita terkait rasa kaget adalah percaya, lebih tepatnya percaya kepada Allah. Pernikahan ini di jalan-Nya, dengan cara-Nya, serta untuk-Nya. Maka jangan mau rasa kaget itu mengalahkan rasa percaya kepada Allah.

Time's count down, but not for spirit, it must be count upBanyak bekal yang harus dipenuhi menjelang hari itu. Kebutuhan finansial, kebutuhan fisik (nah yang ini mau tidak mau sepekan ini saya harus menormalkan waktu olah raga, waktu tidur, dan juga waktu makan saya :( ), kebutuhan berkomunikasi. Meminjam istilah PMBOK (Project Management Body of Knowledge), ada berbagai ilmu manajemen yang nggak cuma dipelajari tapi diterapkan. Manajemen sekup, manajemen waktu, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, manajemen komunikasi, manajemen kualitas, manajemen risiko, manajemen pengadaan, manajemen integrasi, hingga manajemen stakeholder, adaaa semua di sini. Tapi dikarenakan pernikahan adalah ibadah, maka perlu ada orientasi yang menjadi pengarah masing-masing manajemen tadi sebagai sebuah ibadah yang bermuara pada mengharap ridho-Nya.

Satu pertanyaan belakangan terlontar "ngapain lw masih nesis (red: mengerjakan tesis)?"Untuk yang satu ini, #ahsudahlah. Hehee... Saya mencoba tidak menyerah sampai dengan dua titik penghabisan. Titik penghabisan pertama adalah Selasa depan (19/5), hari terakhir bis aberkeliaran di Depok dan Salemba sebelum menjalani ekspedisi ke Aceh. Harapannya, tidak direcoki urusan tesis selama di Aceh, kecuali dalam kondisi darurat sipil. Titik penghabisan kedua adalah tanggal 10 Juni nanti alias dua hari sebelum pengumpulan ke admin. Terlalu banyak yang dipertaruhkan, mulai dari status vakum secara keprofesian, hingga hal-hal lain agar bisa fokus ke tesis dan pernikahan. Apakah pengorbanan itu sudah pasti sukses? Tentu tidak, namun ada satu yang pasti, ikhtiar ini adalah bentuk penghambaan sebagai makhluk-Nya :)

[Review] Kamen Rider Gaim - Gaiden version - Zangetsu vs Baron

Pertama kali film ini dikabarkan akan tayang, saya sangat tertarik untuk bisa segera menontonnya. Alasannya sederhana, ada sosok Zangetsu di sini. Serta pengalaman konsep serupa saat Kamen Rider Ethernal yang menghadirkan sudut pandang unik, jadi bahan pemantik kepenasaran saya.

Zangetsu
Cerita dimulai dengan intrik Takatora dengan Kouta agar Kouta tidak merecoki rencana Yggdrasil. Di luar dugaan muncul serangan gerilya yang mengancam rencana Ark Project. Pasukan Kurokage tumbang dan disusul Sid yang roboh oleh kehadiran Kamen Rider yang misterius yang kemudian dikenal sebagai Kamen Rider Ringo. Minato alias Kamen Rider Marinka nyaris menjadi korban penyerangan, namun dia berhasil selamat. Di sisi lain, Takatora dan Mitsuzane kedatangan akatsuki Touka, pelayan keluarga mereka yang sudah lama pergi. Di sini mulai ditampakkan sisi kemanusiaan Takatora yang mengalami CLBK dengan Touka.


Penelusuran jejak-jejak keluarga Kureshima akhirnya menggiring Takatora ke laboratorium lama tempat dulu ayahnya melakukan eksperimen. Dan klimaks mulai menyapa dimana Ringo itu menyerang Takatora. Ternyata dia adalah Touka, pelayan yang di-CLBK-i Takatora. Jiahhh... Pertarungan keduanya pun tak terelakan. Di sini harus diakui bahwa Takatora yang merupakan rider terkuat di Yggdrasil nyaris dipecundangi oleh si kamen rider misterius. Namun pada akhirnya Takatora berhasil unggul dan harus melakukan penebasan ke arah si Kamen Rider Ringo sekaligus orang yang di-CLBK-i. Yang menjadi kejutan di film ini adalah proses penebasan ke Kamen Rider Ringo yang mengingatkan kita dengan tebasan Takatora ke Mitsuzane saat Zangetsu vs Shin Zangetsu, hanya saja di lakon kali ini Takatora berani menebas, berbeda dengan kasus ke Mitsuzane.

Lakon kedua adalah Baron Secara ringkas, apa yang terjadi pada Kaito mirip dengan Aikawa Hajime di KR Blade pada episode ketika terjadi pertemuan dengan"orang mirip-persis" lalu keduanya bertukar peran.

Sosok Shapur, menjadi kembaran tak terduga Kaito. hanya saja karakternya sangat kekanak-kanakan dan tidak diinginkan oleh ayahnya. Di lain pihak, ada Alfred, si asisten yang hendak mengudeta kekuasaan dan kekayaan keluarga Shapur. Kebayanglah betapa kikuknya Zack, Peko, Kouta, Mai, hingga Jounnuchi dan Oren melihat tingkah Kaito KW ini. Seiring bergulirnya proses pertukaran ini, Kaito akhirnya menyadari intrik di tengah keluarga Kaito KW.


Sosok Alfred yang bermaksud meraih kekuasaan akhirnya dengan lantang menantang Kaito. Tanpa sadar, Alfred justru menjadi kelinci percobaan prof. Ryouma lewat lockseed Dragon yang malah menyihir Alfred menjadi overlord. Di akhir cerita, tentu lakonlah pemenangnya. Dan di sini Kaito berhasil menegakkan keadilan menurut versinya.

Dari dua film ini, masing-masng lakon menampilkan kesungguhan dalam ekplorasi karakter. Takatora yang terkesan dingin dan ketus mendadak kalem dan lunak. Sedangnya Kaito walau tidak berubah, namun si pemerannya perlu bertingkah kekanak-kanakan melalui si Kaito KW. Eksplorasi karaktet juga dijumpai pada prof. Ryouma dan Minato. Prof. Ryouma yang gila parah dengan menjadikan manusia sebagai kelinci percobaannya. Di sisi lain, Minato tampil dengan peran sebagai loyalis Yggdrasil yang tangkas.