Nasihat di Akhir Agustus #Kulitwit #DKMSU


  1. Salah1 parameter keimanan seseorg pd Allah & hr akhir » Berkata Baik. Jk tdk bisa, maka diamlah.|Falyaqul khayran, aw liyasmut. [alhadits]
  2. Mgkn inilah hikmah knp Allah ciptakan manusia dgn 1 mulut & 2 telinga|Agar qt lbh banyak dengar, lalu berfikir agar lisan bicara hal benar.
  3. Yap, dan ternyata medan berbicara tak semudah medan berkhayal. Pun dengan medan beramal, tak semudah medan berbicara. :)
  4. Dan sering terlupa, bahwa tiap lisan yg terucap 'kan dimintai pertanggungjawaban... :'(
  5. Pun tiap kicau di linimasa, 'kan dimintai pertanggungjawaban kelak di suatu masa.. :'(
  6. Beristighfarlah atas segala kicau yg berimbas pd riya'. Berharap banyaknya puji. Berharap followers tak sepi.. :'(
  7. Beristighfarlah, atas kicau yg minim manfaat dan penuh caci maki. Serta penuh prasangka sana-sini.. :'(
  8. Beristighfarlah, saat kicau di linimasa menyibukkan membangun topeng nan rapi, serta melalaikan perbaikan diri.. :'(
  9. Beristighfarlah, saat kicau justru menyibukkan di dunia maya, namun minim kontribusi di dunia nyata.|Maka tawazun-lah.. Seimbangkanlah..
  10. Beristighfarlah, saat kicau lebih menyibukkan kita berdoa di linimasa. Lalu lalai berdoa lgsg dgn sang Pencipta.. :'(
  11. Gimana ya perasaan Allah, jika tiap bangun tidur, hal yg kita cari pertama adalah HP, lalu meluncur menatap layar TL.. :'(
  12. Gimana ya perasaan Allah, jika tiap bangun tidur, kita justru sempat menyapa followers dan lupa membaca "Alhamdulillahilladzii ahyaanaa.."
  13. Gimana ya perasaan Allah, saat jatah waktu kita membaca ayat-ayatNya lbh sedikit ketimbang asyiknya kita berkutat di linimasa.. :'(


Kolaborasi Google dengan iFrame

Ketika membuat website, ada kalanya kita perlu menyajikan dua jenis informasi berikut, yaitu peta lokasi serta formulir. Google melalui GoogleMaps dan GoogleDrive sebenarnya telah menyediakan aplikasi untuk mengkomodasi dua fitur tersebut. Dan melalui sedikit "kerja" (agak) keras, kedua fitur ini dapat dikolaborasikan ke dalam website/blog kalian. 

Untuk menampilkan Google dengan lokasi tertentu, buka http://maps.google.com, kemudian cari lokasi yang hendak menjadi fokus utama pada gambar peta nantinya, misalnya Stadion Siliwangi di Kota Bandung. Selanjutnya cari icon hyperlink (yang dilingkari merah, lantas ketika muncul URL (yang ada kata "iframe"-nya) copy URL tersebut. Lantas masuk ke halaman yang hendak disisipkan peta tersebut, dan paste :)




Posting-nya di Blog/Web tapi Comment-nya di Facebook

Salah satu cara agar website/blog kita populer kontennya adalah menghubungkannya dengan social media, misalnya via Facebook. Dan salah satu konsep yang lazim dipergunakan dalam mengkoneksikan facebook dengan website/blog adalah tiap comment/komentar yang diberikan secara otomatis akan ter-publish via user ID facebook si komentator. 


Caranya tadinya saya kira susah, namun lantaran bang Irvan Indra (teman satu meja di Studio Indonesia Kreatif) sukses mempraktikkannya, saya pun jadi terpancing mencoba.

Setelah mengawalinya dengan doa (ini wajib lho... biar barokah :) ) buka link berikut https://developers.facebook.com/docs/reference/plugins/comments/. Cari kolom/box yang mirip gambar di bawah ini.

Cinta Kampus

Sore kemarin (26/8) sebuah obrolan menarik di facebook berujung pada sebuah pertanyaan "untuk apa sih cinta kampus?". Cinta ya cinta... obrolan yang antara menjemukan dan menagihkan, tapi tenang saja, di artikel tidak dikupas ce-i-en-te-a dalam konteks romantika anak muda, konteks di sini adalah cinta kampus. Sebelumnya, simak beberapa studi kasus berikut

Sebut saja dia Belimbing, Belimbing hafal Mars kampusnya. Laptopnya, pintu kamar kosnya, harddisk eksternalnya ditempeli stiker berlogo kampusnya. Bahkan tiap Senin, dia berkuliah sambil mengenakan almamater kampusnya. Koleksi jaket beratribut kampus pun memenuhi gantungan baju di balik pintu kamarnya, ada himpunan X, UKM Y, Forum Komunikasi Z, dan lain-lain, tapi intinya selalu terjejali nama kampusnya. Ketika teman-teman dari kampus lain membanggakan kampus mereka, dia tanpa secuil rasa ragu membusungkan dada dan bercerita detail tentang kedigdayaan kampusnya. Di phonebook-nya (yang pulsanya masih memakai subsidi orang tua hehee)pun tersimpan nomor berbagai dosen dimana hampir tiap dosen di berbagai jurusan bahkan hampir semua satpam kampus pun dia kenal. 

Sebut saja dia Bougenville, Bougenville merupakan mahasiswa yang beuhhh, punya koleksi piagam kompetisi yang luar biasa. GemasTIK, Inaicta, Apicta, ImagineCup, wahh, itu semua pernah bro. Bahkan wakil rektor pun mendorongnya mengikuti seleksi mahasiswa berprestasi. Kampus yang rutin menerbitkan majalah bulanan pun menjadi lahan bagi Bougenville untuk unjuk kebolehan, tiap bulan wajahnya tersenyum manis menghiasi majalah kampus. Bahkan video profile kampusnya pun menyertakan si Bougenville, ya.. Bougenville, si pemain monopoli kompetisi atas nama kampus memang mahasiswa idaman dosen-dosennya.

Sebut saja Manggis, Manggis sedang seubeul dengan registrasi di kampusnya. Mata kuliah pilihan yang sudah diidam-idamkannya sejak tahun pertama telah habis kuotanya. Belum reda rasa kecewanya, dia baru sadar bahwa registrasi untuk angkatannya itu jatuh di hari terakhir, artinya besar kemungkinan kuota habis itu karena telah disabet oleh junior-juniornya. Makin gerah otaknya ketika sadar bahwa juniornya bayar SPP lebih gede ketimbang dirinya. Pertama dia hanya berceloteh via twitter, kemudian rasa solidaritasnya berkecamuk hingga mencari teman senasib dan menggelorakan semangat untuk menuntut keseriusan kampus dalam mengelola registrasi. Tak lupa, kecurigaan tentang SPP-nya yang lebih murah diapungkan sebagai diagnosis penyebab dia dianaktirikan dalam proses registrasi.

Sebut saja Kedondong, Kedondong hanya ke kampus untuk kuliah, itu pun presensinya tepat di batas ambang aman untuk ikut UAS. Kedondong mengumpulkan donasi dari orang lain dan membelikan sembako bagi masyarakat miskin di sekitar kampusnya. Tak jarang dia menumbalkan jam kuliahnya untuk menjadi "kakak angkat" bagi anak-anak yang kurang mampu, dia mengajarkan perkalian, baca tulis huruf latin, bahkan origami. Tapi dia tidak pernah diakui sebagai "agen resmi" dari kampusnya. 

Tiap orang punya definisi mengenai cinta, termasuk saya donk hehee. Contoh tentang berbagai "aktor" di atas pun boleh jadi dianggap oleh pembaca yang satu mempunyai rasa cinta kampus, namun yang lain tidak. 

ASEAN Blogger Community #1

Nongkrong di Studio Indonesia Kreatif ternyata memberi banyak inspirasi dna tentunya informasi. Salah satunya tentang ASEAN Blogger Community dimana pada Sabtu 24 Agustus 2013 lalu diadakan acara di Pusdiklat Kementerian Luar Negeri di Gedung Carakaloka kawasan Kebayoran Baru. Acara ini dapat dibilang sebagai sosialisasi tentang Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 dengan segmen blogger. Kenapa blogger? Karena media internet sebagai bagian dari ICT memegang peranan dalam konektivitas bangsa Indonesia dalam mempersiapkan diri menyambut tahun 2015 tersebut. Sempat lupa tentang acara ini, pada Jumat (23/8) sebuah undangan muncul via email tentang acara tersebut dan sukses membuat saya membatalkan kunjungan ke Bandung (padahal di Bandung Sabtunya ada semacam diskusi tentang beasiswa ke luar negeri, ya hidup itu pilihan, dan saya memilih event yang belum tentu bisa saya jumpai di lain waktu).

Spanduk Selamat Datangnya di Depan Gedung, 
#petunjuk bagi orang yang mudah tersesat macam saya

Dirjen Kerja Sama Bidang ASEAN Memberikan Sambutan
  
Acara ini diawali dengan sambutan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang diwakilkan oleh Dirjen Kerja sama ASEAN dilanjutkan keynote speeching oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring. Dirjen tersebut menyampaikan bahwa Indonesia dan FIlipina menjadi negara yang menemui kendala dalam proses sosialisasi dan persiapan konektivitas nasional untuk menyambut Komunitas ASEAN 2015 karena kondisi geografisnya yang berupa kepulauan, dimana negara lain berupa daratan, bahkan Singapura berupa sebuah pulau, Brunei dan Malaysia walau wilayahnya terbagi dua namun tantangan yang dihadapi tidak serumit Indonesia dan Filipina.

Pak Tif sendiri menyampaikan berbagai potret #tanpa_slide tentang kondisi TIK di Indonesia serta pengaruhnya bagi perekonomian Indonesia. Misalnya pencapaian pembangunan infrastruktur di desa-desa yang makin menjangkau berbagai daerah terpencil. Bahkan GDP Indonesia sendiri yang pada 2011 lalu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2010, 11% diantaranya disumbangkan oleh sektor telekomunikasi. Coverage seluler sendiri kabarnya telah mencapai angka 94%, weww. Harus diakui paparan dari Pak Tif cukup menarik bagi saya dimana dengan pembawaan khas yang tidak terlalu formal, malah diselipi pantun serta "jokes" yang memancing gelak tawa hadirin, jadi ketika pembahasan statistik-statistik tadi tidak membosankan. Beliau juga berpesan bahwa bolehlah kita (baca:blogger) mengkritik pemerintah, namun tetaplah untuk membela Merah-Putih alias NKRI serta janganlah menabrak 4 platform terkait ber-blogging, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan tentunya NKRI.

Menkominfo Tifatul Sembiring memberikan keynote speeching

Interaksi dengan Al Quran Membuahkan Iman


Berinteraksi  dengan Al Quran merupakan salah satu cara kita mendekatkan diri kita pada Allah, karena Al Quran merupakan kalamullah, firman Allah yang turun ke bumi melalui perantara Rasulullah. Dan ketika berinteraksi dengannya pun kita seharusnya dapat merasakan bahwa kita sedang berkomunikasi dengan Allah, yang dengannya semburat manisnya iman bisa kita rasakan.


Manisnya iman, sungguh indah apabila kita bisa merasakannya. Dimana kita merasa kedekatan kita terhadap Allah yang begitu dalam, yang di dalamnya terdapat rasa cinta, takut, dan harap kepada Allah. Salah satu cara mendapatkannya yaitu dengan baiknya interaksi dengan Al Quran. Namun interaksi yang seperti apakah?
Sahabat, sebelum kita membahas interaksi bersama Al Quran, kita bahas terlebih dahulu tentang potensi-potensi yang  pada hakikatnya dimiliki manusia, yaitu,
1.    Kabad, yaitu manusia diciptakan dalam kondisi yang susah payah (lihat QS Al Balad: 4), dimana setiap waktunya selalu saja diisi oleh berbagai aktivitas. Dan jika tidak dibawa untuk terus bergerak, maka kemampuannya akan berkurang.  Tinggal kita pilih, akan digunakan untuk apa setiap waktu kita? Kebaikan untuk akhirat atau hanya sebatas aktivitas dunia saja?

2.    Al Mutanafisun, yaitu keinginan manusia untuk terus berlomba-lomba, dan akhirat sebagai tujuan (lihat QS Al Muthafifin:26)
Dari kedua potensi di atas, kita dapat menemukan benang merah bahwa memang setiap susah payah kita hendaknya digunakan untuk kebaikan sehingga bisa menjadi sarana untuk berlomba-lomba dalam kebaikan untuk akhirat. Dan interaksi dengan Al Quran bisa menjadi salah satu sarana bagi kita untuk menyalurkan dua potensi di atas sebagai wujud ketaatan pada Allah. Namun interaksi yang seperti apakah?
Bentuk interaksi dengan Al Quran bisa kita lakukan dengan berbagai cara, bisa dengan membaca, mentadab
buri makna, membaca tafsir, menghapalnya dan jangan lupa mengamalkannya. Bentuk interaksi ini tentunya bukan hanya aktivitas biasa, tapi akan muncul manisnya iman disana jika kita bisa menjalankannya dengan sepenuh hati kita untuk mengharap ridha Allah. Dan bagaimana caranya agar hal itu bisa tercapai?
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk bisa memantapkan hati kita dalam berinteraksi dengan Al Quran.

1.  Ar raghbah, kemauan yang kuat.
Manusia memiliki Ar raghbah sesuai dengan isi pikiran, perut, dan keimanan. Ketika kita tidak memiliki kemauan untuk bersama Al Quran maka ada masalah dengan keimanannya. Terhalanginya manusia dari Al Quran bisa  karena hatinya dipenuhi oleh cinta dunia.
Dan sekiranya jika Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajatnya) dengan (ayat-ayat) itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah). (QS Al Araf:176)
Ya, ternyata kecintaan terhadap dunia bisa membutakan mata hati manusia. Meskipun Allah telah menurunkan Al Quran sebagai petunjuk, Allah jua lah yang menurunkan hidayah kepada hati setiap hambaNya untuk bisa dekat dengan Al Quran sesuai dengan usahanya masing-masing.
Ar raghbah ini harus dideklarasikan, bisa dengan menuliskan semua keinginannya ataupun dengan cara lain. Hal ini akan membuat Allah mengatur kehidupan dunia untuk terkabulnya setiap harapan manusia yang dideklarasikan dan sambil mengharap ridha Allah.
Selain itu, harus ada motivasi yang kuat mengenai alasan kita dalam setiap interaksi dengan Al Quran. Salah satu  motivasi bisa dari pahala yang didapat ketika berinteraksi dengan Al Quran.
“Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

2.  At tanfiid, pelaksanaan
Jangan sampai cukup dengan kemauan saja, tentunya harus ada aksi untuk mencapai ar raghbah itu. Dalam melaksanakannya bisa dimulai dengan langkah yang kecil. Misalnya kita memiliki target tilawah 1 juz/ hari dan merasa sulit, bisa diawali dengan menargetkan tilawah per hari, dan nanti baru bisa bicara tentang kuantitas.

3.  At Tashabbur, menyabar-nyabarkan diri.
Harus ada upaya yang kuat untuk tetap bersabar dalam beramal karena pada awalnya dalam beramal mungkin akan terasa berat. Sebagai contoh yaitu kisah sholat malam Hudzaifah bin al-Yaman radliyallahu’anhu yang diimami Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, yang mana beliau membaca Surat al-Baqoroh, an-Nisaa’ dan ali ‘Imran dalam satu rakaat dengan bacaan yang pelan dan tartil. Saat itu Hudzaifah melakukan upaya tashabbur untuk melawan hawa nafsu dan syaitan. Upaya ini bisa diwujudkan dengan ungkapan-ungkapan yang bisa membuat jiwanya bertahan.  At tashabbur yaitu mencari bahasa yang bertentangan dengan hawa nafsu kita. Jiwa yang jauh dari Al Quran maka harus dilawan hawa nafsunya. Jika hati itu bersih, maka tidak akan pernah merasa kenyang dengan Al Quran. Sebagai contoh, ada seorang ummahat di zaman Rasulullah yang menangis ketika Rasulullah wafat, dan ternyata yang lebih ditangisinya adalah karena tidak akan ada lagi ayat Al Quran yang turun.

4.  At Taladzudz, ketika semua tahapan di atas terpenuhi, maka akan timbul manisnya iman. Maka akan berbeda antara orang yang mampu khatam Al Quran dalam 1 bulan, 1 minggu, atau 3 hari, kenikmatannya akan berbeda. Ketika kita masih belum bisa menikmati kebersamaan dengan Al Quran, maka kita masih berada dalam fasa at tashabbur, berlelah-lelah melawan hawa nafsu.

5.  Al Mudawamah, usaha untuk menjaga, serta istiqamah dalam berinteraksi dengan Al Quran. Hal ini bisa dicapai salah satunya dengan memiliki targetan lebih, bukan tergetan minimalis. Targetan minimalis tercapai ketika kita dalam kesibukan dunia atau futur. Kita ambil contoh, suatu ketika seorang sahabat ditanya oleh Rasulullah berapa banyaktilawah pada hari itu. Lalu dijawab bahwa telah tilawah 3 juz dengan nada lemas, dalam artian bahwa pada hari biasa sahabat tersebut bisa lebih dari 3 juz. Sedangkan kita? Jangan biarkan hari-hari kita kurang diisi dengan Al Quran, karena sebaik-baik dzikir adalah dengan Al Quran.

6.  Al Iktsar, yaitu banyak dari segi kuantitas. Kesempatan berbanyak-banyak dengan Al Quran bisa didapat dengan menghapal. Dengan berbanyak-banyak menghabiskan waktu dengan Al Quran maka akan membuat urusan dunia terlupakan. Yang perlu diperhatikan disini adalah waktu yang dihabiskan untuk bersama Al Quran. Allah tidak menjadikan hati manusia untuk diisi 2 hal yang kontradiktif, jika tidak diisi dengan kebaikan maka keburukan akan mengisinya. Jika hati diisi oleh cahaya Allah maka segala mudarat akan tertolak dari hati kita. Barangsiapa yang banyak berinteraksi dengan Al Quran maka akan membuat hati lebih tenang.
Kemampuan menghapal merupakan rizki, dan rizki setiap orang berbeda. Maka kemampuan menghapal setiap orang pun berbeda. Yang menjadi perhatian disini adalah bukan berbangga dengan setiap hafalan yang dimiliki, namun bagaimana caranya dengan menghapal maka kita bisa murajaah di saat shalat malam, serta bisa lebih lama berinteraksi dengan Al Quran.

7.  Istiqamah, Allah akan mencabut semua perasaan takut, cemas, dan galau di hati manusia jika manusia telah istiqamah dengan Al Quran.
Jika kita telah mencapai tahapan istiqamah, maka in syaa Allah hati pun menjadi nyaman, karena ada cahaya Allah disana, sebagai buah dari terus mengingat Allah, mengingat firmanNya yaitu dengan berinteraksi dengan Al Quran. Namun, tentunya kita seharusnya tidak lupa untuk terus mengamalkan firman Allah ini. Karena Al Quran lah petunjuk hidup kita di dunia, dimana dunia hanyalah persinggahan sementara menuju akhirat yang kekal. Serta tidak lupa untuk terus meluruskan niat bahwa setiap interaksi kita dengan Al Quran tidak lain yaitu untuk mendapat perhatian dan ridha Allah.
Wallahu a’lam.
***
Materi Mukhayyam Mujahid Quran (M2Q) Mata’ : Motivasi Berinteraksi dengan Al Quran
Pemateri : Ustadz Agus Subagio

Berpikir Global, Bersikap Matang

Salah satu ciri seseorang telah memasuki masa dimana mampu bersikap matang adalah ketika dia bisa berpikir global. Lantas apa yang dimaksud dengan berpikir global?
Berpikir global dapat dianalogikan sebagai berikut.

Bayangkan Saudara berada di Pasar Minggu kemudian ditanya sebelah mana India? Boleh jadi bertengak-tengok lebih dulu dan ketika menjawab arah yang ditunjuk agak meragukan keakuratannya.

Namun bandingkan dengan ketika melihat globe seperti gambar di atas, ketika ditanyakan lokasi India, Saudara akan lebih cepat menunjuk lokasi dengan meyakinkan dan hasilnya lebih akurat.

Lantas apa hubungannya dengan berpikir global? Berpikir global merupakan cara meninjau suatu permasalahan secara luas. Secara identitas kita dibatasi dengan berbagai kandang berlapis yang bersumber dari idealisme dan selera pribadi serta golongan. Hal ini pula yang kerap menjadikan kita mengandalkan ego sebagai pusaka untuk berargumentasi dan (apesnya) melalaikan hasrat untuk saling memahami dan mencari jalan yang terbaik.

Ada kasus menarik kita permintaan UMR 3,7 juta dianggap berat oleh Wagub DKI Jakarta. Ketika banyak pejabat yang berani mengumbar janji manis berupa kata-kata diplomatis "akan kami perjuangkan", justru dia mengganggap bahwa keinginan tersebut tidak relevan dengan produktivitas yang selama ditunjukkan oleh buruh serta kemampuan perusahaan untuk memberikan gaji sebesar itu (tentunya dikalikan dengan jumlah buruh yang sangat "raksasa" di DKI Jakarta). Menarik ketika memperhatikan argumen Wagub DKI yang tidak hanya mengiyakan keinginan satu pihak terkait (yang pihak itu sebut) hak, tapi juga kualitas pihak tersebut dalam menjalankan kewajibannya serta kemampuan pihak lain (dalam hal ini perusahaan) untuk memenuhi tuntutan. Justru dia memberi solusi agar produktivitas karyawan ditingkatkan agar benefit perusahaan meningkat sehingga muncul kesanggupan perusahaan untuk menaikkan UMR.

Atau dalam kasus lain di Mezquita, Cordoba, Spanyol berikut.
Saat itu Cordoba dipimpin oleh penguasa yang sangat adil dan bijaksana, dia adalah Sultan Al Rahman. Dia sengaja membuat mihrab/kiblat dari mezquita melenceng dari Mekkah. Jika memaksakan mihrab itu ke arah tenggara mau tak mau gereja kecil di sebelah masjid harus dirobohkan. Sultan tak mau melakukannya. Tapi pada praktiknya orang-orang tetap salat menghadap ke arah tenggara. Sehingga esensi arah kiblat ke Mekkah itu tak tergadaikan begitu saja hanya karena letak dinding gereja. Subhanallah, sungguh sangat bijaksana bukan, betapa Al Rahman melegakan kedua kepentingan yang berbeda tanpa haris memusnahkan salah satunya. Dia tak mau melukai keimanannya dan juga tak harus melukai perasaan warganya yang kristen.
Banyak pelajaran berharga di sekitar kita mengenai berpikir global. Secara umum berpikir global adalah berpikir dari berbagai sudut pandang serta menjadikan masa depan sebagai bahan pengambilan keputusan dalam bertindak. Tentunya ada nilai-nilai yang tidak boleh diabaikan, yaitu akidah dalam beragama.

Karena itulah ketika menemui suatu permasalahan coba renungkan baik buruknya tiap pilihan berdasarkan kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan yang disebabkan pilihan tersebut, tak lupa sejauh mana kesanggupan kita mempertanggungjawabkan secara nyata efeknya.

Apa itu Ekonomi Kreatif

Ekonomi Kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Konsep ini telah memicu ketertarikan berbagai negara untuk melakukan kajian seputar Ekonomi Kreatif dan menjadikan Ekonomi Kreatif model utama pengembangan ekonomi.
Istilah “Ekonomi Kreatif” mulai dikenal secara global sejak munculnya buku “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas” (2001) oleh John Howkins. Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997 Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai 414 Miliar Dollar yang menjadikan HKI ekspor nomor 1 Amerika Serikat. Howkins dengan ringkas mendefinisikan Ekonomi Kreatif, yaitu: “The creation of value as a result of idea”. Dalam sebuah wawancara oleh Donna Ghelfi dari World Intellectual Property Organization (WIPO) di tahun 2005, John Howkins secara sederhana menjelaskan Ekonomi Kreatif yang disarikan sebagai berikut: “Kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan”. Studi Ekonomi Kreatif terbaru yang dilakukan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) pada tahun 2010 mendefinisikan Ekonomi Kreatif sebagai: “An evolving concept  based on creative assets potentially generating economic growth and development.”

Ekonomi kreatif sering dilihat sebagai sebuah konsep yang memayungi konsep lain yang juga menjadi populer di awal abad ke-21 ini, yaitu Industri Kreatif. Tercatat istilah “Industri Kreatif” sudah muncul pada tahun 1994 dalam Laporan “Creative Nation” yang dikeluarkan Australia. Namun istilah ini benar-benar mulai terangkat pada tahun 1997 ketika Department of Culture, Media, and Sport (DCMS) United Kingdom mendirikan Creative Industries Task Force. Definisi Industri Kreatif menurut DCMS Creative Industries Task Force (1998): “Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill & talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content.”



Definisi Industri Kreatif di Indonesia seperti yang tertulis dalam Cetak Biru Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2009-2015 (2008) adalah: “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.“



Dapat disimpulkan bahwa Ekonomi Kreatif dalam hubungannya dengan Industri Kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi.


Referensi= http://indonesiakreatif.net/creative-economy/what-is/what-is/

Introduksi #SocMed

Social media (socmed), mungkin ketika mendengar frase itu yang terpikirkan bagi kita antara lain
  • facebook, twitter
  • tempat ngalay macam like status quq eaaa, tempat debat ngalor-ngidul
  • tempat memantau perkembangan UAS dimana berharap di H-1 ada temen nge-share contoh soal UAS
  • kultwit dengan #hashtag
  • tempat stalking alias kepo, itu si doi lagi sibuk apa sih?
  • dan seabreknya


atau mungkin ketika pertanyaan itu ditujukan ke subjek tertentu
  • mahasiswa suudzon = socmed itu tempat dosen ngasih pengumuman mendadak macam kuliah ditiadakan
  • mahasiswa khusnudzon = socmed itu tempat kita saling menasehati tentang perkembangan di luar kampus, misalnya kondisi di Mesir
  • dosen suudzon = tempat saya dikepoin ama mahasiswa sendiri
  • dosen khusnudzon = tempat diskusi tugas kalau di kelas waktunya terbatas
  • ortu suudzon = tempat anak saya ngumpulin foto cewe
  • ortu khusnudzon = begitu kuliah komunikasi ama anak saya lebih gampang
  • bos HRD = situs nggak produktif
  • bos pemasaran = itu sumber data potensi pasar
  • dan seabreaknya


Social media memang ibarat pisau yang manfaat ataukah bahayanya ditentukan pemegangnya dan juga orang yang menilai. Di blogging series kali ini saya hanya akan mengulang mengenai sisi positifnya, apabila keceplosan sisi negatif semoga tidak diterapkan, ya cukup tahu sajalah. Pada postingan jilid perdana ini yang saya kupas adalah say haii, jenis-jenis umum social media, dan langkah awal dalam membangun akun social media.

Pertama i say "HAIIIII"...#sangat_kurang_penting

Kedua mengenai jenis-jenis social media, 
Coba sebutkan minimal 5... 
Hmmm facebook, twitter, trus apa lagi ya? 
Oh ya google+...
eh kemarin aku dapet invitation Path... termasuk bukan y? Masuk deh...
kurang satu lagi...ohya, jaman gue masih demen foto dengan bibir muncis-muncis..apa ya namanya...oh ya frienster, yang nama akunnya bisa pake simbol-simbol lucyuuuu.

OK,n berarti definisi social media masih terkungkung pada chatting, posting status, komen status orang, posting foto, komen foto orang. Padahal social media sangat luas jenisnya. Menurut Tim Trapedach dalam RockYou, definisi social media, yaitu "A social network web site allows a user to:
1) Create a 'profile': set up an account to create a digital
representation of themselves
2) Select other members of the site as contacts or connections
3) Communicate and engage with these users
4) Recently: Use an interface (API) to build applications"

Bahkan di gambar yang dibuat oleh Tim Trapedach, ada banyak sekali jenis social media, nah lhoo coba cari mana logo facebook dan twitter. bila bisa menemukan kurang dari 30 detik berarti kalian kerennnn.



Tim Trapedach juga memberikan beberapa klasifikasi social media, yaitu :
Multimedia
  • Photo-sharing: Flickr, {instagram masuk di sini-by me}
  • Video-sharing: YouTube
  • Audio-sharing: imeem

Entertainment
  • Virtual Worlds: Second Life
  • Online Gaming: World of Warcraft

News/Opinion
  • Social news: Digg, Reddit
  • Reviews: Yelp, epinions

Communication
  • Microblogs: Twitter, Pownce, {plurk, tumblr juga masuk di sini-by me}
  • Events: Evite
  • Social Networking Services: Facebook, LinkedIn, MySpace


Ketiga, ini mulai serius nih, yaitu tentang langkah awal membangun akun dalam social media. Akun di sini tentunya bukan akun pribadi, melainkan akun komunitas, perusahaan, organisasi, dsb. 

Kalau akun pribadi kriterianya lebih ringkas yaitu apa yang didapat dari situ dan siapa saja yang sudah/akan ada di situ, jika kedua jawabannya mengindikasikan hal positif, silahkan bukalah lapak pribadi di social media dan pastikan tidak membuat onar dengan berbagai wujud pelecehan SARA maupun konten pornografi. 

Nah, bila yang akan dibangun itu adalah lapak profesional (atau setidaknya formal), maka pertimbangkan poin-poin ringkas berikut =

Sasaran alias target, 
  • Subjek yang menjadi incaran untuk "dimangsa" ada di social media mana saja. Sebagai contoh ketika hendak membuat akun facebook perusahaan kosmetik, maka survey keberadaan calon customer-nya sering aktif di twitter jugakah atau tidak. Langkah ini dapat dikatakan sebagai step yang paling simpel.

  • Bagaimana profil, baik identitas maupun tingkah laku mereka di social media. Misalnya ketika akan membuat akun twitter sebuah klub sepakbola Eropa, maka perlu diketahui bahwa fans klub sepakbola Eropa lebih sering aktif di malam hari menjelang, saat, dan beberapa saat setelah pertandingan klub mereka. Kemudian fans klub sepakbola mempergunakan bahasa non-formal, dan (yang ini jeleknya) saling memprovokasi tim lawan.
Jika diperhatikan, akun twitter @info_SFC aktif pada waktu sekitar pertandingan saja


Tujuan
  • Apa yang diharapkan dari hubungan dengan target. Perlu dilakukan pembatasan tujuan agar interaksi dengan user lain sesuai dengan hasil yang diharapkan dan tidak terjadi penyimpangan cara berinteraksi. Misalnya, untuk akun suatu merk/brand produk, maka apakah akun ini difungsikan sebagai berikut :
# berpromosi produk
# menyapa user lain
# melayani transaksi

  • Apa yang dibutuhkan target bila social media ini telah terbangun. Misalnya untuk akun socmed suatu institusi pendidikan, maka hal yang mungkin dibutuhkan oleh user lain bisa saja meliputi :
# informasi akademik
# prestasi civitas akademia
# kebijakan institusi

Akun resmi IT Telkom di YouTube yang kontennya didominasi oleh kegiatan di kampus IT Telkom

Apabila dua poin terkait tujuan ini tidak mempunyai korelasi yang jelas, maka dapat disimpulkan bahwa keberlangsungan interaksi tidak akan bertahan lama karena yang ditawarkan berbeda dengan yang dibutuhkan. 



Aktivitas
  • Bagaimana cara menggaet "sejumlah"/"sebagian" target alias bagaimana cara berpromosi mengenai keberadaan social media ini. Ini merupakan langkah awal terkait mengendus keberadaan target. Susunlah strategi dalam berpromosi, misalnya di dua pekan pertama "mengintip" follower akun twitter lain dan follow mereka, kemudian langkah berikutnya bla bla bla. Jangan lupa harus punya indikator keberhasilan yang jelas di fase-fase berpromosi ini. Bila promosi sudah gagal, akan memberatkan kesuksesan membangun social media di kemudian hari.

  • Interaksi apa saja yang dilakukan untuk mengikat hubungan dengan target. Ada banyak cara untuk menarik dan menjaga hubungan dengan target. Sebagai contoh, akun @idkreatif milik Indonesia Kreatif yang pada prime time pagi hari meluncurkan twit berupa sapaan, kemudian share tentang artikel menarik di siang hari. Pada momen tertentu muncul twit berupa pertanyaan yang meminta opini dari tweeps terkait isu tertentu. Tak jarang komentar yang menarik di-retweet. Hal simpel semacam ini merupakan strategi untuk mengapresiasi interaksi yang terjalin dengan follower sehingga follower merasa akun @idkreatif itu "hidup", bukan sekedar ada. Berikut printscreen-nya
  • Bahasan apa saja yang menjadi lingkup aktivitas di social media. Definisikan dengan jelas. Topik apa saja yang wajib, boleh, dan tidak boleh dibahas di social media. Hal ini untuk menjaga fokus akun social media agar tetap pada tujuannya. Namun, perhatikan pula "trik-trik" dalam berkomunikasi dimana hal-hal yang OOT (out of topic) sekali-kali disinggung namun tujuannya sebagai selingan untuk mencegah kejenuhan. Akan lebih baik lagi ketika admin mempunyai kalender berupa jadwal pembahasan topik, kenapa? Dengan jadwal tersebut, dapat dilakukan pembahasan yang teratur secara waktu dan tidak terjadi kekosongan pembahasan maupun bentrokan pembahasan.


Masing-masing pertanyaan tentunya mempunyai jawaban yang variatif. Tentu saja, di sosial media tiap orang punya kepentingan yang berbeda, seleranya juga berbeda

Pada artikel berikutnya, in sya Allah akan diulas mengenai manajemen waktu dalam sosial media serta review sejumlah alat bantu untuk mengetahui kondisi sosial media secara kuantitatif.

Referensi = Introduction to Social Networking by Tim Trampedach, RockYou!

Syair Para Liliput Nyali

aku adalah kerikil yang terpental
kadang dianggap lebih enyah
hingga terdogma keminderan
menyekap ambisiku

padahal jika ditimpakan satu kesempatan
aku bukakan ruas nyaliku
dimana akrab yang slalu didamba

aku adalah sebongkah kayu bakar
dicari untuk dihabisi
lalu setelah itu punah tak berbekas
kecuali debu yang juga disaput angin

entah kapan datang satu era baru
dimana rancanganku aku bangun
hidupku yang bebas deraan
dan itu tanpa celaan hinaan sikap remeh kalian

Cahaya Tulang Penyangga

Agak lunglai langkahnya
Dia masih punya daya
Menempuh beribu rintangan

Cahaya itu merah dari tulang penyangga
Sekujur nafas tiada menukik

Tajam matanya
Yojana rangkai visinya
Seakan gagal menjadi mendadak

Segala sendu itu
Tak dimintakan pelipurnya
Entah mungkin terbiasa

Aura tenang terpancar jelas di romannya
Semerah saga gemerlap marun menyapa
Diiringi karakter bernama

Bilamana hendak ditempuh jalanan ini
Dengan setapak demi tapak langkah
Dengan senang hati kujejakkan keriangan sunyi
Senyap dimana cukuplah terpendam cemerlang itu

[Sekretaris] Laporan

Ada awal pasti ada akhir. 
Begitu pula sebuah kegiatan yang dilaksanakan oleh sebuah panitia maupun kepengurusan yang dijalankan oleh organisasi. Laporan tertulis formal menjadi titik/milestone yang wajib untuk dibuat. Ada berbagai macam kosakata yang mendefinisikan laporan akhir organisasi/kepanitiaan, ada laporan pertanggungjawaban, laporan kegiatan, laporan kerja, dll. Agar tidak mbleber-mbleber, di artikel ini, kosakata yang dipakai untuk laporan akhir sebuah kepanitiaan adalah LK (Laporan Kegiatan), sedangkan untuk kepengurusan organisasi adalah LPJ (Laporan Pertanggungjawaban).

Ada dua jenis LK, pertama LK yang berisi laporan pelaksanaan kegiatan, laporan jenis ini banyak dipakai untuk menyusun laporan untuk pihak sponsor, pihak institusi, pihak keamanan dan pihak lain yang lebih fokus pada pelaksanaan acaranya. Sedangkan yang kedua adalah LK yang berisi manajerial kepanitiaan dalam menyelenggarakan kepanitiaan, jenis ini sering dipakai oleh sebuah panitia kepada organisasi yang menaunginya. 

LK jenis pertama, sering disebut pula laporan kegiatan. Kontennya tidak terlalu rumit dalam mengerjakannya. Cara yang paling simpel dalam menyusunnya (ini trik yang sering digunakan oleh mereka yang terlalu sibuk dan kurang semangat dalam menyusun laporan kegiatan).
  • buka file proposal
  • save as dengan nama LK bla bla bla
  • edit isinya dengan kondisi riil pelaksanaan

Hehehee gampang kan? Kalau terlalu gampang, mari kita simak format umum yang lazim digunakan (bisa jadi di tempat lain ada perbedaan)
  • Latar Belakang, berisi pendahuluan serta alasan mengapa kegiatan tersebut diadakan
  • Tujuan, yaitu harapan outcome yang dihasilkan dari kegiatan ini
  • Pelaksana kegiatan, bisa juga dilampirkan, intinya menjelaskan stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan
  • Sasaran, yaitu objek dari kegiatan ini, dapat dipaparkan profil umum kondisi si objek yang menjadi sasaran
  • Indikator keberhasilan, yaitu target yang menjadi standar panitia dalam menyelenggarakan acara ini untuk dapat dikategorikan sukses. Indikatornya berupa angka, misalnya acara seminar dihadiri 500 peserta.
  • Realisasi kegiatan, yaitu rincian kegiatan maupun rangkaian kegiatan yang meliputi :
# Waktu pelaksanaan
# Lokasi pelaksanaan
# Pengisi acara
# Realisasi rundown acara
# Realisasi peserta (jumlah, daftar nama dsb)
# Realisasi lain yang dalam proposal diajukan untuk diadakan, misalnya daftar pemenang untuk kegiatan kompetisi

  • Pendanaan, yaitu rincian secara jelas mengenai proses pendanaan dalam kegiatan ini, baik arus uang masuk maupun uang keluar. 
  • Hambatan dan solusi, yaitu catatan mengenai tantangan yang dihadapi selama menjalankan kegiatan tersebut, baik pra, hari H, maupun pasca kegiatan, dapat dipisahkan berdasarkan parameter tertentu 
  • Rekomendasi, yaitu kumpulan saran, baik secara umum maupun khusus, yang sebaiknya dilaksanakan pada kegiatan serupa berikutnya (tentunya menyesuaikan kondisi yang akan datang)
  • Penutup, berupa kalimat penutup serta tanda tangan dari entitas yang terlibat, misalnya ketua panitia, ketua organisasi, pembina.
  • Lampiran, kumpulan dokumen pendukung yang memaparkan pelaksanaan dari acara tersebut, misalnya presensi peserta, salinan bukti pengeluaran uang, foto kegiatan, foto pemasangan sponsor (sebagaimana perjanjian dalam kontrak kerja sama), rekap penilaian untuk kegiatan kompetisi, dan berkas lainnya.


Untuk mempermudah pembuatan, sebaiknya dilakukan pembagian tugas dalam mengisinya, misalnya
  • bagian desain serta foto kegiatan oleh divisi pubdekdok
  • realisasi acara oleh divisi acara
  • realisasi keuangan oleh bendahara
  • pengiriman ke pihak sponsor oleh divisi humspon


LK jenis kedua serta LPJ kepengurusan relatif lebih rumit, dari jumlah halamannya pun bila dijadikan alat menampar orang jelas lebih sakit daripada LK jenis pertama. LK jenis kedua maupun LPJ kepengurusan disusun per divisi/tim/skuad/departemen/entitas lain yang berisi manajerial pelaksanaan kepanitiaan (bagi panitia) maupun manajerial pelaksanaan program kerja (bagi pengurus organisasi)
Konten lazimnya sebagai berikut :
  • Pendahuluan
  • Keanggotan, berisi daftar nama koordinator dan staf
  • Deskripsi kerja, berisi daftar job description yang telah ditetapkan saat pembentukan organisasi/panitia (maupun revisi yang boleh jadi muncul di tengah perjalanan)
  • Realisasi program kerja, berisi paparan secara rinci mengenai manajerial panitia/organisasi tersebut dalam melaksanakan program kerja tersebut. Berikut cuplikan contohnya :

# Latar belakang, hal yang mendasarkan dibutuhkannya program kerja ini

# Tujuan, urgensi keberadaan program kerja untuk mencapai outcome
# Penanggungjawab/PIC, yaitu sejumlah personel dari divisi/tim yang fokus menangani program kerja ini
# Sasaran, objek yang dikenakan dampak dari pelaksanaan program kerja
# Waktu+tempat pelaksanaan
# Indikator keberhasilan, standar kesuksesan program kerja secara kuantitatif
# Deskripsi realisasi, penjelasan detail/rinci mengenai pelaksanaan, misalnya format kegiatan, timeline pelaksanaan, jumlah peserta dll
# Rincian biaya, arus uang masuk dan keluar dalam melaksanakan program kerja
# Hambatan dan solusi, daftar permasalahan yang menjadi tantangan dalam menjalankan program kerja serta solusi yang dilakukan untuk mengatasinya
# Rekomendasi, saran terkait program kerja

Berikut contoh mengenai Realisasi Kegiatan, memang masih kurang sempurna, semoga memberi gambaran


  • Analisis SWOT, yaitu paparan mengenai berbagai faktor pendukung maupun hambatan dalam manajerial tim/divisi, dapat juga yang berkaitan dengan program kerja
# Strenght, faktor pendukung dari dalam tim/divisi
# Weakness, faktor penghambat dari dalam tim/divisi
# Opportunities, faktor pendukung dari luar tim/divisi
# Treat, faktor penghambat dari luar tim/divisi


Berikut contoh analisis SWOT pada panitia PDKT 2009

  • Hambatan dan Solusi umum, hampir mirip dengan hambatan dan solusi pada program kerja, namun pada bagian ini meliputi pengelolaan divisi/tim maupun hal lain yang bersifat general (non-proker), misalnya job desc
  • Rekomendasi umum, berupa saran-saran mengenai pengelolaan tim/divisi, misalnya terkait komposisi personel, manajemen waktu dll
  • Penutup


Namun pada ketua/chief/ceo/director/captain/commander terdapat beberapa format (tambahan) berikut :
  • Visi dan Misi serta penjabarannya, bagian ini menyebutkan visi dan misi yang digusung di kepanitiaan tersebut beserta deskripsi maksud tertentu pada redaksi visi/misinya serta realisasinya dalam kepemimpinannya.
  • Nilai strategis kepanitiaan, berisi analisis kebutuhan terhadap eksistensi tiap divisi/tim/sejenisnya dalam penyelenggaraan kepanitiaan
  • Kegiatan, maksudnya berbagai jenis kegiatan apa sajakah yang telah diselenggarakan secara inisiatif maupun partisipatif oleh ketua selama kepanitiaan/organisasi, biasanya dibagi ke dalam intern panitia, intern institusi, dan ekstern institusi
  • Kebijakan strategis, berisi berbagai kebijakan yang diambil oleh ketua, misalnya pemberhentian anggota, pembentukan unit khusus terhadap suatu hal yang belum ter-cover oleh job desc panitia/organisasi lainnya

[Sekretaris] Proposal

Proposal bila mengacu pada KBBI maka mempunyai arti rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Dalam konteks organisasi/kepanitiaan (lebih khusus lagi di KBM IT Telkom), proposal menjadi suatu bukti tentang adanya rencana kerja berupa dokumen tertulis. Proposal dibuat oleh organisasi/kepanitiaan dengan tujuan tertentu, antara lain :
  • pengajuan izin
  • pemberitahuan tertulis
  • pengajuan dana (baik dalam wujud hibah, sponsor dll)

Mengingat pembuatan suatu proposal pasti mempunyai tujuan, maka konsep pembuatannya pun harus menyesuaikan tujuan tersebut. Proposal pengajuan sponsor tentunya mempunyai kriteria konten tertentu yang jelas berbeda dengan proposal pengajuan izin ke institusi/lembaga pendidikan.

Berikut merupakan poin-poin yang lazim dalam sebuah proposal secara umum
  • Latar belakang, simpelnya merupakan "mengapa harus ada?". Misalnya untuk proposal pengadaan printer suatu UKM, maka contoh latar belakang yang relevan adalah "belum ada fasilitas printer di skeretariat UKM, sedangkan kebutuhan pencetakan dokumen sekitar 500 lembar tiap pekan". Pada kasus tertentu latar belakang diperkuat dengan landasan, yaitu kumpulan aturan hukum yang menjadi acuan penyelenggaraan. Misalnya kegaitan ospek kampus yang (harusnya) mempunyai landasan hukum berupa AD ART organisasi kampus. Poin landasan ini sendiri adanya memisahnya dari latar belakang, ada pulang yang menggabungkan, hal ini lebih bergantung pada budaya penulisan proposal di organisasi/kepanitiaan tersebut.
  • Tujuan, simpelnya menceritakan apa yang diharapkan bila pengajuan ini diloloskan maupun tujuan dari kegiatan itu sendiri. Misalnya sebuah acara Makrab UKM dapat menjelaskan tujuannya berupa menumbuhkan keakraban seluruh anggota UKM melalui kegiatan yang diadakan di luar kampus, melatih kekompakan antar-anggota baru UKM.
  • Identitas kegiatan, menjelaskan nama, tema, taggline, waktu, lokasi, maupun hal-hal umum yang menjadi identitas kegiatan.
  • Sasaran, yaitu penjelasan mengenai stakeholder yang menjadi objek dalam penyelenggaraan kegiatan. Akan lebih baik bila dijelaskan profil singkat mengenai sasarannya, misal mahasiswa baru angkatan 2012 yang berasal dari 4 fakultas 10 program studi, jumlah 2222 mahasiswa dan 1111 mahasiswi, berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dengan persebaran merata.
  • Penyelenggara dan atau panitia, yaitu stakeholder yang menjadi subjek dalam pelaksanaan event. Misalnya siapa yang menjadi penanggung jawab dari pihak institusi, siapa yang menjadi panitia pengarah, siapa yang menjadi panitia pelaksana, siapa yang bertugas mengawasi dll.
  • Muatan/konten acara beserta jadwal kegiatan, menjelaskan alokasi waktu, isi acara, dan tempat penyelenggaraan. Bagian ini tentu fundamental karena akan berpengaruh terhadap pendanaan maupun izin yang diberikan oleh institusi. Akan lebih baik bila dijelaskan lebih dulu gambaran umum muatan acara, baru kemudian berikan jadwal (boleh juga terlampir) yang menjelaskan rincian acara tersebut. Untuk acara yang berhari-hari, jadwal (kadang disebut juga rundown) dipisahkan per harinya. Mengingat bagian ini acapkali njelimet alias rumit, maka sajikan dalam bentuk yang jelas, misalnya berupa tabel yang rapi, spasi yang wajar.
  • Indikator keberhasilan, menjelaskan target panitia yang mengadakan kegiatan tersebut, sajikan dalam bentuk angka, misalnya dihadiri oleh 80% mahasiswa fakultas informatika.
  • Pendanaan, menjelaskan rencana pengelolaan keuangan pada kegiatan tersebut, baik uang yang masuk (sumber beserta nominalnya) maupun yang keluar (alokasi beserta nominalnya)
  • Bukti pengajuan dan persetujuan, ini berupa tanda tangan dan nama jelas serta jabatan dari stakeholder yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut, misalnya ketua plus  sekretaris panitia, ketua organisasi yang menaungi panitia tersebut, dosen pembimbing, wakil rektor dll.

Sebagai tambahan, pada proposal sponsorship terdapat berbagai alternatif konsep kerja sama yang ditawarkan. Contoh penawarannya dapat diilustrasikan sebagai berikut :
Contoh draft penawaran kerja sama sponsorship dengan berbagai tingkatan (klik gambar untuk memperbesar)

  • Jelaskan pula keunggulan acara yang menjadi nilai plus apabila calon sponsor berpartisipasi, 
  • Pahami etika dalam dunia sponsor, misalnya bila hendak mengajukan ke provider seluler, maka CP yang dicantumkan sebaiknya dari provider yang sama. Lazimnya pula tidak ada produk kompetitor yang sama-sama disetujui menjadi sponsor.

Desain proposal saat ini menjadi kebutuhan yang fundamental. Sekarang jelas bukan zamannya membuat proposal dengan cover berhuruf Times New Roman di-capslock dan dibuat rata tengah (center) plus tiga garis vertikal di tengah cover (garis yang di tengah lebih panjang daripada dua garis lainnya). 

Apakah masih membuat proposal dengan jenis seperti ini? hehee #nooffence

Bisa dibilang, proposal macam itu tidak lagi zamannya. Keahlian membuat desain walau otodidak, sudah bukan barang langka. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait desain proposal
  • Pahami tema maupun identitas lain dari kegiatan, misalnya acara reboisasi akan lebih cocok dengan dominasi warna hijau, sedangkan acara donor darah lebih kompatibel dengan warna merah. Misal acara kampus dengan tema kedirgantaraan maka proposal dapat dibuat dengan desain pesawat.
  • Perhatikan faktor readiness alias keterbacaan, jangan terlalu norak bermain warna yang jsutru membuat mata sepet.
  • Pelajari kebiasaan si calon sponsor dalam menerima proposal, misalnya si calon merupakan langganan sponsor event serupa selama 5 tahun dan selalu memberi sponsor 50% dari seluruh dana panitia, maka selayaknya mendapat proposal dengan wujud yang berkualitas, bukan kertas ecek-ecek. Ada pula beberapa kasus dimana warna utama proposal yang seragam dengan warna khas si calon membuat si calon mau menyediakan nominal lebih tinggi dari seharusnya.
  • Gunakan bahan yang berkualitas, minimalnya kertas kuarto, kertas A4 atau HVS jelas memberi kesan "kurang niat". Mengapa? Anggap biaya cetak proposal panitia X dengan kertas lux sekitar Rp 30.000,00 sedangkan panitia Y dengna A4 hanya Rp 7500,00. Secara kasat mata pun si calon sponsor akan berpikir bahwa kesanggupan panitia X untuk "merayu" lebih menggiurkan daripada panitia Y. Apakah itu sudut pandang komersil? Coba bayangkan, dengan kesediaan membuat proposal seperti itu, kira-kira kesanggupan menggelar acara yang "wah"-nya sebagaimana.
  • Sudah banyak contoh desain proposal yang menarik di internet, searching, dan terapkan "kreativitas"-nya


Mengingat kompleksnya penyusunan proposal (menurut saya sih), alangkah baiknya bila dilakukan perencanaan mengenai teknis pembuatannya meliputi :
  • pembagian peran panitia dalam membuat proposal, yaitu sekretaris sebagai penyusun dan konten utama, divisi acara sebagai pengisi konten terkait acara, divisi publikasi sebagai pembuat desain proposal, bendahara terkait bagian pendanaan, divisi sponsorship terkait relasi ke calon sponsor dll.
  • dibuat timeline khusus mengenai penyusunan dan pengantaran proposal ke pihak yang dituju. 
Lebih manis 'kan bila proposal diberi desain, tapi desainnya nggak aneh-aneh

Merciless Fang Everywhere

Kebanyakan orang berorientasi kesenangan berdasarkan versi mereka. Segala masalah yang bersifat eksplisit pun kadang dianggap 'nyamuk' yang cuma mengganggu. Maka bagi yang sering dipersalahkan, tidak perlulah minder jika wajahmu dijadikan 'mading' yang dicoreti cacian hujatan dsb.

Ada orang yang pintat mengunci rapat segala wujud masalahnya, lazimnya dia introvert yang jarang dilecehkan lingkungannya. Ada yang berusaha mengunci tapi perlahan mulai tampak ia sedang direcoki masalah,umumnya dia introvert yang minder karena sering diremehkan. Ada pula yang sangat terbuka dengan berbagai masalahnya, umumnya dia ekstrovert.

Apakah ini pure faktor introvert or extrovert? I don't think so...
Permasalahan sering muncul ketika orang yg sedang punya masalah dan orang itu perlahan mulai menunjukkan gelagat bahwa dia sedang terjebak masalah eh justru dianggap orang lain bahwa dia ngeselin. Vonis diberikan tanpa pernah tahu behind of the scene.

Stop thinking about "this is happy place..don't come here with trouble"... When you call hurt guy as a "bactery", your disapointment never become priority to be solved, why? Because he has fundamental problem.

Merciless fang everywhere

[Sekretaris] Notulensi dan Presensi

Meeting, rapat, jumpa kangen dsb, berbagai jenis pertemuan baik formal, semi-formal, maupun non-formal menjadi hal yang lumrah bagi sebuah organisasi ataupun kepanitiaan, termasuk di lingkup KBM IT Telkom. Lazimnya pertemuan tersebut dijadikan sebagai media komunikasi langsung untuk membahas perkembangan organisasi/kepanitiaan tersebut.

Lantas apakah fungsi dari notulensi dalam sebuah organisasi/kepanitiaan ditinjau dari aspek administrasi? Antara lain, sebagai berikut (tidak terbatas pada poin-poin di bawah ini)
  • Catatan/bukti tertulis mengenai penyelenggaraan suatu rapat/meeting/pertemuan, termasuk di dalamnya berbagai kesepakatan yang dihasilkan
  • Patokan untuk mengevaluasi pencapaian organisasi/kepanitiaan serta RTL (Rencana Tindak Lanjut) pasca-rapat
  • Memudahkan anggota organisasi/kepanitiaan untuk meninjau hasil rapat bila tidak bisa hadir

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola notulensi suatu organisasi/kepanitiaan
  • Penentuan agenda, kekeliruan yang sering dibuat adalah menganggap bahwa notulensi hanya menjadi pelengkap suatu pertemuan. Alangkah baiknya bila jauh sebelum pertemuan diselenggarakan, (calon) notulen bersama pimpinan pertemuan menyusun draft notulensi berisi agenda apa saja yang akan dibahas pada pertemuan tersebut sehingga pertemuan yang diadakan menjadi efektif dan sesuai kebutuhan dan tujuan.
  • Media penyimpanan, apakah notulensi dibuat berupa buku (hardcopy) ataukah berupa file khusus (softcopy), ataukah softcopy yang rutin dicetak. Namun yang perlu diingat adalah notulensi jangan sampai berupa lembaran-lembaran yang berserakan tidak terbukukan menjadi satu.
  • Izin akses, diantara ketiga pilihan dalam media penyimpanan, tentukan pula izin akses terhadap notulensi yang telah dibuat. Sebagai contoh notulensi HRD yang membahas problematika personal tentunya tidak layak diumbar notulensi rapatnya kepada anggota organisasi/kepanitiaan lainnya.
  • Sedetail apa, perlu dilakukan penentapan mengenai sedetail apa pembahasan dari sebuah pertemuan yang akan dimasukkan ke dalam notulensi. Apakah overview-nya saja, rangkuman agak rinci, atau seperti apa. Hal ini sebagai panduan untuk memudahkan pengisian buku/lembar notulensi sebuah pertemuan.
  • RTL (Rencana Tindak Lanjut), notulensi menjadi panduan kepada tiap anggota organisasi/kepanitiaan untuk mempersiapkan diri dalam berbagai aktivitas yang harus dilakukan di masa datang, khususnya beradaptasi terhadap berbagai perubahan yang muncul dan disepakati melalui sebuah pertemuan.

Presensi merupakan kebutuhan yang wajib dalam organisasi/kepanitiaan yang formal. Hal ini tidak terlepas dari manfaatnya, antara lain :
  • Menjadi bukti kehadiran/partisipasi anggota organisasi/kepanitiaan terhadap event diselenggarakan
  • Menjadi informasi dalam melakukan pengukuran terhadap keaktifan individu dalam sebuah organisasi/kepanitiaan
Beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan dalam membuat sebuah presensi adalah :
  • Metode pengisian, dapat dilakukan berupa tanda tangan manual, checkchecklist oleh petugas, metode elektronik (misalnya fingerprint).
  • Format pengisian, dapat diwujudkan berupa satu lembar per event (biasanya digabungkan maupun dilampirkan dengan notulensi), dapat pula diwujudkan berupa satu event per kolom. Konsep terakhir ini mengakomodasi sejumlah event yang digabungkan presensinya menjadi satu, keuntungan didapatkan ketika menghitung rekap kehadiran, namun terdapat ancaman berupa hilangnya arsip ini mengakibatkan hilangnya seluruh presensi.
  • Keterangan ketidakhadiran, perlu dibuat mekanisme mengenai catatan ketidakhadiran anggota organisasi/kepanitiaan. Ada berbagai macam alasan ketidakhadiran, misalnya sakit, izin keluarga, izin tugasbesar, izin ngelarin skripsi, lagi nganterin temen, pokoknya dari yang logis hingga tidak karuan, berbagai kemungkinan tersebut perlu diatur mengenai teknis pengisiannya pada presensi.
Contoh format notulensi


Contoh rekap presensi 


Semoga bermanfaat dan sangat menerima berbagai kritik, saran, dan share lainnya