GaNas (lha kok masih) Bukber

I have no word for explain about this friendship except "alhamdulillah"

#GaNas58 #SatuDekade #UdahAdaKeraniKonjugasi

Campeon Chile@Chile2015

Cile, sang tuan rumah Copa America 2015, akhirnya "berbuka puasa" dengan trofi perdana setelah berdahaga 99 tahun. Wowww

Final antara Cile versus Argentina menjadi gerbang yang akan selalu dikenang. Sebuah laga penuh gengsi dimana keduanya harus menyelesaikannya via adu penalti. Kegagalan Higuain plus gemilangnya Bravo jadi faktor pembeda di babak tos-tosan ini.

Saya bukan suporter Cile maupun Argentina. Tapi di laga ini, saya mendukung Cile dengan satu alasan, yaitu tuan rumah yang belum pernah juara. Tentu pengalaman kegagalan Indonesia di AFF jadi alasan "solidaritas" ini. Hehee

Sumber foto» performgroup.com

Once Upon Time about "Format KA"

Pasca KA sebulan silam tentang kestressan ngurus format KA. "Seriusaaan gue streessss pake 'bangett' " terhadap berbagai ketentuan njlimet tentang format KA yang detailnya agak pusing. Format KA mulai dari ukuran, jenis font, sampai dengan yang namanya cara ngutip jadi tantangan yang cadas. Sewaktu S2, format TA nggak senjelimet ini proses pengecekannya. Asal nggak macem-macem, ya bereslah. Misalnya nggak make font Comic Sans komik di bagian analisis ya amanlah. Tapi kali ini format yang harus dipatuhi.

Ada sisi positif dan negatif yang jadi pengalaman kali ini.

Sisi positifnya apa negatifnya ya? Negatifnya dulu deh hhee

Negatifnya yang utama adalah terlalu beragamnya setting-an header and footer dari halaman sampul s.d. lampiran. Ada tulisan UI yang baru ada di halaman abstrak. Ada nomor halaman tiap awal bab di bawah, tapi selain itu di pojok kanan. Menurut saya (yang tidak tahu esensi dan penggunaan lebih lanjutnya) kurang efektif dan pastinya memancing banyak kesalahan. Negatif lainnya terletak pada penggantian halaman yang memotong kolom dimana judul tabel diulang lagi, padahal di aplikasi Word hanya bisa mengulang baris pertama saja. Efeknya? Harus di-copy-paste manual tapi di-inactive-kan nomor serinya.

Positifnya?
Melatih kelihaian dalam mempergunakan Word ataupun aplikasi pengolah kata lainnya. Selain itu, khusus mekanisme pengutipan referensi juga saya apresiasi karena mampu meminimalkan kesalahan dalam mengutip. Sisi positif yang tidak boleh dilupakan adalah kedisiplinan dalam menulis ilmiah.

Maka saran saya sederhana 'sederhanakan keanekaragaman format yang ada' dan 'sesuaikan dengan daya dukung aplikasi pengolah kata yang ada'.

Awakening Call

Sebuah "panggilan" berwujud kesempatan untuk membuktikan diri ini bisa mempertinggi potensi. Sebenarnya panggilan ini bukan yang pertama kalinya, walau di momen ini ada eskalasi tantangan. Ya, bismillah. Ajakan mengonversi hasil riset kemarin ke dalam versi jurnal dan menyeminasikannya datang dari dosbing tesis.

Tentu ada persyaratan yang mendorong ajakan itu. Pertama adalah individu S2 yang (harusnya) pernah memublikasikan penelitiannya di forum ilmiah, minimal tingkat nasional. Kedua adalah kolektif prodi S2 yang kualitasnya patut dipertahankan dengan produktivitas karya ilmiah, termasuk jurnal maupun prosiding.

Saat ini masih berkutat di revisi serta proses penentuan akan di jurnal periodik ataukah konferensi. Sepasang proses yang mengasyikkan. Tahun 2014 yang alfa tanpa publikasi. Rasanya patut ditebus dengan minimal dua terbitan. Bismillah

Direndam Belenggu

Tiga yang fenomenal ini memasuki bulan keempatnya. Tak terasa memang karena fokus di periode itu bukan untuk menghitung hari, melainkan menunaikan amanat sebagai mahasiswa plus sebagai suami baru. Kini keduanya telah dilangsungkan. Tesis/KA tinggal menanti pengesahan yudisium dan sekarang amanat sebagai kepala rumah tangga menantikan saya lepas dari belenggu sebagai "separuh nganggur".

Terang terus terus terang saya risih dengan status pengangguran saat ini. Namun ini adalah opsi yang saya pilih dengan sadar akhir Maret lalu dengan faktor G dan T sebagai latar belakang tidak melanjutkan kontrak. Faktor T alias tesis pula yang membuat saya dipersilakan menghabiskan waktu khusyu di depan laptop hibgga akhirnya total buku berisi 250 halaman itu tercetak. Tapi setelah itu usai, status pengangguran menjadi penggelayut batin ini.

Lowongan memang banyak...
Tapi ada faktor G, J, dan L yang jadi pertimbangan. G tentunya terkait kewajiban untuk menegakkan operasional rumah tangga. J alias jobdesc menjadi kerumitan tersendiri. Saya sudah jenuh mejadi programmer. Loker dosen agak kerin. Dan posisi yang think tank jelas amat jarang di-"loker"-kan. Faktor L? Ya... Lokasi kerja di Bandung jelas prioritas walau perlahan mulai ikhlas bahwa saya masih mungkin belum sepenuhnya hijrah dari tanah Jabodetabek.

Semoga dikuatkan Allah dari rengekan penuh bisik syaitan
Semoga diharumkan khusnudzon akan rezeki-Nya

Dekat tapi Belum "Pulang"

Aku kembali ke sebuah sudut Bumi tempat aku berharap kembali setelah menuntaskan dan memantaskan diri di seberang sana. Aku berharap balokan bata yang kusiapkan ini jadi pondasi untuk memulai kembali lembar baru.

Di sebuah pematang tempat aku pernah tumbuh
Di sebuah sabana rindang aku berpeluh dalam separuh lebih windu

Namun jarak yang dekat ini nyata bukan menjadi sonyal bagiku untuk dipersilakan pulang. Aku belum "pulang"

Kini aku hanya berharap yang terbaik pada Illahi

Yang Bakal Saya Kangenin dari KampusDepok

Menguninglah Asa itu

Welll... bangga ngeliat mereka
Kawan-kawan kece yang jadi orang-orang asyik buat diskusi
Kebetulan foto kelas ini pakr jas almamater yang kuningnya macam padi yang mau dipanen. Apa malah mirip nugget ya? #eh #laperya

Visitasi+Bukber with CB

Nuhun pisan atas kinjungan srkaligus buka puasa bersamanya

Kebetulan kawan-kawan CB berkunjung di hari Jumat lalu. Banyak teman-teman yang jadi personel di situ, termasuk istri saya hehee...

Ifthar di seberang danau salam

Seperti biasa ini tahun ketiga saya menyempatkan berbuka puasa di MUI, persis di seberang pinggir danau salam. Suasana syahdu khas sore ditabuh pemandangan balairung dan rektorat. Aduhai rindangnya nubari di sini.