Piknik Bandung Raya di Tepi Juli [3] Penghujung Juli yang Alhamdulillah
Cita Rasa Gagal
Gagal adalah frase yang terasosiasi dengan kekecewaan
Manusia saat nafas terhimpit oleh keresahan
Apalagi jika sempat berkubang dalam segurat keberuntungan
Tiada ramuan selain memanggil mesrah-Nya
Tabiat geram ialah bara yang patut dipadamkan
Sukar tuk bangkit sekejap kedipan mata
Lekas pulihkan daya langkah kemana arah
Senandung pelipur merona di penjuru makna
Duka menyengati peluh masa lalu
Irama tergolek merangkak bangun asa
Abaikan jujurnya kalbu yang berpolutan
Nutrisi terbaiknya lanjut berjuang
Di persimpangan kepalkan surya
Segala cita rasa rendah diri
Pinggirkan pada arsip belajar
Piknik Bandung Raya di Tepi Juli [1] It's a Good Time
Sebuah Rencana
Belukar berpeluh untaian hela
Dimana jam pasir hilirkan butirannya
Kelopak atap limas yang tiada beristana
Senda lalukusut berganti rupa berkelas makna
Sejauh lngkah mengayuh
Biduk tersemat di tapal rindu
Ingin kudesak bayang di tepi ruang itu
Namun wajah harap kerap membiru
Rona senj tempat asa bermukim
Dan nurani terpaut labirin
Bukan atas nma kemarin
Namun nafas yang terjalin
Suatu Sore di Stasiun Manggarai
Foyo ink diambil Rabu, 27 Juli 2016 lalu saat mengejar kereta arah Bogor/Depok
Aku tidak terlalu betah di Jakarta segala rupa plus minisnya, namun aku bersyukur pernah dan sedang menempa diri di sini.
Cuplikan Kajian Tauhid @BI
Berikut ini rangkuman singkat dari kajian tauhid yang diselenggarakan MM Baitul Ihsan dan Daarut Tauhid Jakarta 25 Juli 2016 lalu. Kajian ini dipimpin oleh Ust. Shoffar Mawardi dan Ustad Edi Abu Marwa.
Ampunan Allah tidak diketahui secara persis wujudnya, namun ada tanda-tanda yang mengindikasikan apakah seseorang diliputi ampunan Allah atau tidak.
- Tidak putus asa meraih rahmat ampunan Allah SWT, disampaikan pada surat Az Zumar ayat 53 sebagai berikut
“Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'“
- Tidak putus asa meraih rahmat pertolongan Allah SWT, salah satu bukti pertolongan Allah dapat disimak pada surat Al Imron 140 yang menceritakan bagaiamana Allah menjanjikan pertolongan bagi kaum muslimin dalam peperangan
“Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim“
Syarat pertolongan Allah dipaparkan dalam surat Muhammad ayat 7
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.“
- Memiliki cita-cita tinggi dan mulia
Ada yang Baru di Kurikulum MTI UI 2016
Perubahan merupakan sebuah kemutlakan yang pasti terjadi pada apapun yang manusia ciptakan. Begitu pula yang terjadi pada tatanan mata kuliah sebagai bagian dari kurikulum di program Magister Teknologi Informasi atau MTI, Fasilkom UI. Saya kurang tahu persis siklus pergantian kurikulum. Sebagai perbandingan, di IT Telkom s/k Universitas Telkom dijalankan siklus evaluasi dan pengubahan kurikulum tiap 4 tahun.
Sebagai gambara umum, MTI merupakan program magister yang sifatnya terapan dengan area keilmuan pada industri TIK. Ruang lingkup TIK di sini menjangkau information technology dan information system sebagai dominator serta software engineering dan computer science sebagai unsur minoritasnya. Dari karakteristik tersebut, sudah terlihat bahwa MTI dituntut responsif terhadap perkembangan TERKINI pada industri TIK. Sifat terapan mengharuskan kurikulum di MTI harus relevan dengan apa yang terjadi di luar kampus. Jenjang magister yang sifatnya spesialisasi juga mendorong relevansi yang tinggi. Apa yang 'dianggap' cocok diajarkan 3-4 tahun yang lalu barangkali sudah 'expired'. Alhasil para pejabat dan tenaga pengajar harus pandai mengolah dinamisnya industri TIK dan mengonversinya ke dalam kurikulum di MTI. Beruntungnya di MTI ini, pejabat dan tenaga pengajar kerap terlibat dengan proyek-proyek TIK yang mberdampak positif pada tingkat 'kegahoolan' mereka atas perkembangan teknologi serta kebutuhan industri yang dinamis. Faktor lain yang turut menguntungkan adalah latar belakang para mahasiswa yang notabene karyawan ataupun pejabat dari berbagai bentuk organisasi, baik yang pemerintahan maupun swasta. Faktor ini menyebabkan antara tenaga pengajar, termasuk juga dosen pembimbing dan penguji karya akhir, dengan mahasiswa dapat interaktif membagi pengetahuan tentang dinamisnya industri TIK.
Untuk kurikulum 2016 ini, MTI menetapkan 9 mata kuliah wajib, termasuk karya akhir. Kesembilan mata kuliah tersebut adalah Infrastruktur TI (gabungan Jaringan Komputer dan Komunikasi Data serta Perancangan Infrastruktur TI), Analisis Kebutuhan & Perancangan SI (d/h Perancangan SI), Manajemen Data (d/h Teknologi Sistem Basisdata), Sistem-Sistem Perusahaan (baru, apa ini penjelmaan dari Arsitektur Perusahaan alias Enterprise Architecture), Metodologi Penelitian & Penulisan Ilmiah (masih harus dilestarikan ini), Manajemen Perubahan & Proyek TI 3
IT Change & Project Management (masih), Manajemen Strategis SI (d/h Perencanaan Strategis SI), Dinamika Tim Perangkat Lunak (d/h Proses dan Manajemen RPL),
Strategi & Manajemen Informasi Korporat (d/h Manajemen Informasi Korporat), dan Karya Akhir (naaah ini diaaa). Bisa dibilang, situasi di 8 mata kuliah (di luar karya akhir) tidak terlalu banyak perubahan selain merger JKKD dengan PITI serta mata kuliah baru SSP. Tentu perubahan nama sifatnya hanya kemasan, bagaimana dengna substansi, itu akan jadi ulasan menarik. Saya tidak tahu sesignifikan apa pengubahan di ranah substansi hehee.
Untuk mata kuliah pilihan, di sini terjadi perubahan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya terpapar 4 peminatan, yaitu Rekayasa Perangkat Lunak, Sistem Enterprise
Tata Kelola, dan Manajemen Informasi. Bisa dibilang, peminatan RPL menjadi yang paling kurang laku lantaran selalu kalah kuota sehingga ditiadaka mata kuliahnya, sedangkan peminatan tata kelola kerap menjadi top-scorer dengan eksistensinya yang paling banyak dieksplorasi untuk kebutuhan kerja tiap karyawaran, termasuk saat menggarap topik karya akhir. Bagaimana dengan klasifikasi peminatan di kurikulum 2016 ini/ Masih dengan 4 peminatan, mereka adalah Solusi Perangkat Lunak Perusahaan, Aplikasi TI Strategis, Tata Kelola, serta Analitika Bisnis. Alhasil, beberapa mata kuliah baru pun menyeruak ke SIAK mulai semester ini, misalnya Kesehatan Elektronik, Perdagangan Elektronik (d/h Bisnis Elektronik), dan Analitika Media Sosial dan Digital. Berikut ini hamparan detail mata kuliah di tiap peminatan. Yang menarik mata kuliah pilihan di peminatan Tata Kelola paling panyak stoknya dengan 4 mata kuliah, yaitu Tata Kelola TI, Manajemen Investasi TI, Manajemen Risiko TI, dan Keamanan Informasi. Saya penasaran apakah mungkin keempat-empatnya digelar sekaligus megingat peminatny selalu 'sold-out'.
Yang pasti, saya optimis bahwa penyusunan ini sudah mengakomodasi berbagai kebutuhan yang ada semaksimal mungkin. Termasuk konversi mata kuliah bisnis elektronis menjadi perdagangan elektronik. Sudut pandang sebagai mahasiwa yang pernah ngambil serta asisten dosen semester lalu, saya melihat pengembangan industri TIK di Indonesia memang lebih menyita atensi dan potensinya di hal-hal yang bersifat komersial. Perilaku konsumtif yang tinggi menjadikan perdagangan elektronik jauh lebih menggiurkan daripada bisnis elektronik yang sifatnya non-komersil. Hehee
Best Jersey 2016/2017
Berikut ini 10 jersey pilihan untuk musim 2016/2017. Tentu ada yang setuju ada yang tidak. Hehee
FC Barcelona away
Warna ungu menjadi keelokan tersendiri dengan aksen garis merah jambu. Paduan yang memberi kesan anggun tapi tetap terasa macho. Memang pola jersey ini 'template' dari Nike, tapi Barcelona beruntung karena paduan warna mereka tidak terlalu menunjukkan template tersebut.
Girondins Bordeaux third
Sangat gahoool. Bayang-bayang suasana Bordeaux tergambar di sini dengan sangat mencolok, apalagi salah warna yang dipilih adalah merah jambu. Kekurangannya hanya satu, tidak digambarkan suasana sepak bola di kota Bordeaux.
Lille third
Sangat berani memilih biru dongker dan kuning pastel sebagai warna jersey ketiga. Seharusnya desainnya biasa saja. Tapi berisan garis biru, yang lebih terang, membentuk siku asimetris sangat memancing perhatian. Sederhana, namun sangat nyaman dipandang.
Atalanta BC home
Kembali klub ini mengumbar motif khas belang-belang vertikal biru versus hitam. Tapi untuk jersey ini mereka memainkan efek gradasi dimana bagian atas dikuasai hitam, sedangkan bagian bawah didominasi biru. Jersey ini makin rapi lantaran warna tulisan sponsor putih. Penempatan logo di tegah menjadikan orang justru melirik logo sehingga bisa langsung mengenali ini adalah jersey Atalanta, alih-alih klub dengan warna serupa di Serie A.
Ajax Amsterdam away
Ciri khas kota Amsterdam dipaparkan jelas lewat ikon tiga logo silang. Uniknya, ikon tersebut tidak digambarkan dalam wujud warna yang solid, melainkan diberi efek grafiti. Paduan warna biru muda di logo Ajax, aksen trio-garis khas Adidas dan logo sponsor merupakan warna yang pas. Salut.
Sampdoria away
Entah dari tahun berapa jersey Sampdoria, baik kandang, tandang, hingga ketiga, dihinggapi rentetan garis horisontal biru-putih-merah-hitam-putih-biru. Yang pasti, siapapun vendornya, rentetan garis itu sudah pasti melekat tapa bisa diganggu gugat. Tapi bagaimana dengan musim ini hehee. Joma masih membiarkan 'tradisi' itu lestari dengan rupa yang agak 'nyeleneh', yaitu efek grafiti. Kreatif kah, lumayan juga. Yang cukup disayangkan rupa 'agak nyeleneh' ini tidak berlangsung penuh karena perlahan sirna di bagian kiri.
SS Lazio third
Jersey ini tampak mengingatkan bahwa Lazio itu 'seharusnya' dominan putih karena julukannya diawali 'bianco' barulah 'celeste'. Menarik memang karena ditayangkan dalam rupa horisontal. Ditambah komposisi warna biru muda di sini tidak serta merta solid, justru disusun bervariasi ketebalannya.
Manchester United home
Satu-satunya keunikan jerey ini adalah permainan motif segi enam yang menjadi peralihan antara warna merah tua menuju merah terang. Belum ada permainan motif segi enam di jersey klub-klub lain. Sangat berani di saat klub-klub lainnya 'latah' dengan 'template' dari vendor. Sayangnya, makna segi enam ini masih saya ketahui maksudnya.
Bradford City home
Mereka sudah identik dengan warna khas merah marun versus oranye. Sudah jadi tradisi, mereka menyuguhkan dua warna tersebut dalam jajaran belang vertikal. Tapi di edisi ini, mereka 'memaksa' kita memicingkan warna lantaran jajaran belang tersebut disajikan secara diagonal. Ide yang jarang terpikirkan oleh klub-klub dengan tradisi motif belang vertikal.
Pumas Unam home
Beragam motif khas budaya Meksiko kuno sangat kental di jersey ini. Dan yang paling spesial adalah keberadaan simbol kepala macan puma di tengah yang sederhana, namun sudah merepresentasikan identitas klub ini. Paling menarik untuk dikoleksi.
sumber gambar-gambar
footballfashion.org dan www.footyheadlines.com
Resuffle, lalu ...
Pesan berantai 'non-formal' yang dikirimkan oleh Menteri Sekretariat Negara beberapa hari lalu menjadi bukti saheh akan adanya resuffle di jajaran Kabinet Kerja. Bahkan dalam wawancara eksklusif dengan salah satu televisi swasta pun, Presiden Joko Widodo tampak sulit meyembunyikan isyarat akan adanya proses perubahan tersebut. Resuffle merupakan bentuk nyata dari hak prerogatif presiden dalam menentukan siapa-siapa yang menjadi menteri dan juga kepala badan. Di balik faktor kesenyawaan antara presiden-wakil presiden dengan para menteri/kepala badan, ada punya isu politis yang kerap mewarnai agenda resuffle. Sulit untuk membantahnya dan lebih sulit membendung opini yang berkembang dan disuarakan oleh masyarakat. Saat keran hak bicara semakin dibuka, maka pro-kontra jelas mengalir makin deras.
Jawaban diplomatis sudah diungkapkan presiden, yaitu faktor performa. Tapi sulit disanggah bahwa subjektivitas akan terus mewarnai hajatan bernama resuffle. Benarkah performa kabinet ini ke depannya akan lebih baik pasca-resuffle? Hmm, sulit untuk menyimpulkan demikian di awal. Beberapa nama yang baru, yang digeser, yang dicopot, bahkan yang dipertahankan memang memancing isu kurang sedap. Isu yang berhembus, beberapa nama memang sengaja dipagari karena faktor loyalitas terhadap sosok presiden dan wakil presiden saat ini. Ada pula yang memiliki status 'tidak tersentuh' lantaran latar belakang politis saat pemilihan presiden tahun 2014 lalu.
Menilik latar belakang beberapa nama yang menjadi wajah baru Kabinet Kerja ini, saya menaruh optimisme karena sebagian adalah praktisi yang non-partai. Pertanda adanya sikap objektif presiden dalam memilih para menteri/kepala badan? Saya tidak yakin 100 persen. Tapi saya menaruh harapan agar mereka belajar politik agar bisa menjalan kebijakan yang pro-rakyat tanpa direcoki kepentingan partai yang 'bukan rahasia' lagi sangat ugal-ugalan. Mereka juga perlu belajar manajemen isu di hadapan media karena bukan rahasia bahwa ada menteri yang memiliki kinerja bagus tapi bahasanya di hadapan media terlalu lugu sehingga dirinya kerap dikambinghitamkan atas segala masalah berbau konektivitas di negeri ini.
Yang menarik dari daftar nama yang menghuni proses resuffle ini memang didominasi oleh menteri dengan area kerja di bidang perekonomian. Barangkali ini dikarenakan kegagalan percepatan ekonomi Indonesia. Jika kita menggabungkan antara resuffle 1 dan 2, jelas tampak bahwa kursi menteri yang berurusan dengan keuangan menyandang status keramat. Mari kita tengok daftar kementeriannya di bawah Kementerian Koordinator Perekonomian yang berjumlah 8. Sudah 4 kementerian berganti pucuk pimpinan, yaitu Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian ATR/BPN. Jika ditambah Kementerian Koordinator Perekonomian, nama total ada 5. Sudah cukup menegaskan bagaimana ekspektasi yang sangat tinggi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bukan tidak mungkin kementerian-kementerian tersebut bakal berganti pucuk pimpinan di resuffle mendatang. Dan 4 kementerian yang masih 'steril', yaitu Kementerian Tenga Kerja, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian LHK, serta Kementerian BUMN, bakal menjadi korban berikutnya.
Fakta unik yang terpapar pasca-resuffle ini
- Kementerian Koordinator Bidang Pembangungan Manusia dan Kebudayaan menjadi satu-satunya kementerian koordinator yang masih 'steril'
- Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan bakal ditukangi 'wajah lama bersemi kembali', yaitu Sri Mulyani dan Wiranto
- ada lagi kah?


