Makan dan minum perkara sepele??

Makan dan minum...
Ini bukan soal enak apa nggak..bukan mahal apa murah..bukan pula basi atau nggak...
Namun nilai yang terkandung di dalamnya itu akan memberi kontribusi terhadap manusianya.

Mungkin analogi ini agak aneh. Tapi coba beri makan kucing dengan pupuk urea dan lihat efeknya. Atau coba untuk memberi susu kepada bunga melati di pekarangan tanpa sedikitpun air normal. Tentu keberlangsungan fauna dan flora itu jadi diragukan karena pemberian sesuatu yang tidak sesuai hakikatnya. Ini baru soal bahan.

Soal proses memperoleh itu juga menentukan kualitas manusianya. Cara memperoleh makanan yang tidak sesuai koridor agama akan jadi bom waktu yang menggerogoti akhlak. Boleh jadi ini yang menghambat seseorang untuk meninggalkan keteledorannya dalam menjalankan perintah-Nya. Uang yang didapatnya mengandung unsur yang tidak diridhoi-Ny, misal hasil judi, maksiat, hingga korupsi.

Boleh jadi pula korupsi kecil-kecilan seperti korupsi waktu saat kerja akan jadi "muara" atas berkurangnya mutu makanan yang dikonsumsi. Jika demikian akan makin mudah pula kita lalai dan dilalaikan.

Dan cara memakan pun ikut mempengaruhi kualitas makanan. Tentunya segala macam adab makan dan minum yang diajarkan oleh Nabi Muhammad bukan sekedar bacaan teoritis.

Jadi..mari kawan kita perbaiki cara memperoleh makan serta tata cara mengkonsumsinya agar sesuai ajaran Islam ^_^

#Ide Kuliah MPTI

Semangat mengajar sudah begitu menggebu dan itu melahirkan sejumlah ide. Dan kali ini otak saya bergulat tentang ide tetang mata kuliah MPTI. 
MPTI, bisa dibilang sebagai mata kuliah yang dianggap nggak IF karena tidak ada suasana mengoding. Alhasil mereka yang terbiasa ngoding, seringkali mengalami kejang-kejang disertai demam tinggi hingga sakau menantikan saat-saat mengoding. #lebay Memang mata kuliah ini sangat mengandalkan otak kanan untuk mengolah ide-ide manajerial yang memang sifatnya perlu fleksibilitas meramu ide-ide, tak sekedar kode biner antara iya dan tidak. Sehingga bukan perkata coding-annya cadas atau nggak, melainkan bagaimana mengkoneksikan otak-otak yang ada agar bisa padu. Dan inilah tantangan rumitnya.

Dua kali saya mengambil mata kuliah ini lantaran belum puas dengan hasil yang pertama. Dua kali itu pula terasa perbedaan antara kesiapan serta kelaparan untuk mencapai hasil yang maksimal versus kepataharangan. Yang pasti pertaruhan besar kalau sampai gagal di pengambilan yang kedua hehee. Nah sekarang kembali ke ide-ide yang mendadak mengisi kepala ini.
Tidak banyak perubahan radikal yang saya tawarkan. Bisa dibilang ide-ide saya dibagi ke dalam 3 hal, yaitu manajemen komunikasi, manajemen perubahan, serta manajemen dokumentasi.

Manajemen komunikasi
Progress report proyek yang menjadi penilaian utama di matkul ini dilakukan dengan cara yang beragam sesuai perkembangan teknologi yang ada. Setelah timeline proyek dibuat, maka ditetapkan pula milestone-milestone yang dipakai untuk penyampaian progress report. Di sini, berbagai metode komunikasi akan diterapkan, mulai dari tatap muka langsung dengan waktu yang terbatas, LINE meeting, skypee meeting, email hingga membuat sebuah forum diskusi di website. Tujuan sebagai simulasi menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang beragam di dalam pengerjaan proyek dimana komunikasi memegang peranan penting namun akan menghadapi berbagai kendala. Sulitnya menentukan waktu untuk berkomunikasi, perbedaan penelaahan informasi hingga hal-hal lain. Aspek keamanan dalam berkomunikasi juga menjadi perhitungan di dalamnya. Efektivitas pemakaian tiap fasilitas yang ada pun menjadi bahan pertimbangan untuk mengukur kemampuan tim proyek masing-masing dalam mengerjakan proyek.

Manajemen perubahan
Satu yang tidak pernah akan berhenti berubah, yaitu perubahan itu sendiri. Perubahan merupakan hal yang sangat lumrah dalam sebuah proyek. Permasalahannya adalah efek dari perubahan itu sendiri. Perubahan ruang lingkup tentu menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap beban proyek, belum lagi ketika perubahan itu menyangkut dana atau malah waktu pengerjaan. Dalam pengerjaan proyek nantinya, akan dilakukan sejumlah perubahan, entah radikal atau tidak, itu tergantung kualitas respon si tim proyek. Perubahan yang dimunculkan di tengah-tengah perubahan proyek adalah peubahan ruang lingkup, pendanaan, hingga waktu. Yang pasti tiap tim proyek mempunyai hak tawar alias negosiasi terhadap perubahan yang diberikan nantinya. Ini juga menjadi penilaian kemampuan bernegosiasi si tim proyek, khususnya project manager. Apabila si tim proyek lihai dalam bernegosiasi, tentu segala rencana perubahan yang datang dapat dikendalikan dengan meminimalisasi masalah.

Manajemen dokumentasi
Nah ini juga tidak kalah seru. Berbagai dokumen yang dibuat oleh tim proyek turut menjadi aspek penilaian. Mengapa? Karena administrasi menjadi aspek yang menentukan keberhasilan proyek ditinjau dari pertanggungjawaban ke berbagai stakeholder terkait.

Well, passion mengajr saya makin "lapar" nih..
Bismillah.. semoga bisa memberikan yang terbaik tepat pada waktunya.

Tentang Website Ormawa


Website Ormawa merupakan hal yang sejak saya berkuliah di Institut Teknologi Telkom (d/h STT Telkom) merupakan hal yang kerap diabaikan. Kebanyakan fokus pada kegiatan intern kampus dimana didominasi pada penyelenggaraan event-event tahunan buah proker. Alhasil, kampus yang katanya IT ini pun tidak mempunyai kesadaran untuk mengembangkan Ormawanya pada aspek IT. Jangankan website, urusan presensi, inventarisasi, hingga pengarsipan data keanggotaan saja kurang memberdayakan aset IT yang dipunyai. Ketika social media belum semarak saat ini, jumlah ormawa yang mempunyai website bisa dihitung dengan jari. Bahkan tatkala social media menjamur, pemakaian website masih belum belum dilirik selain ditujukan untuk memenuhi proker, istilah "yang penting adaaa".

Faktor penghambat pengembangan website terletak pada beberapa poin berikut :

  • Belum menjadi trend. Kenapa faktor ini disebut pertama kali? Karena kondisi Ormawa di IT Telkom memang relatif latah. Apa yang menjadi trend itulah yang akan diadopsi ke dalam kegiatannya. Inovasi dan keberanian menjadi barang yang langka. 
  • Diremehkan. Buat apa ada website? Pertanyaan ini sering jadi pengusir keinginan membuat website. Padahal ketika akan membangun relasi dengan entitas di luar kampus, website menjadi sarana pencitraan yang efektif. Memang, social media juga bisa, namun ada beberapa aspek dalam branding management yang tidak dapat dipenuhi di social media namun bsia diakomodasi oleh website.
  • Biaya pengembangan. Tetek bengek terkait pendanaan urusan teknis macam domain dan hosting juga tak kalah memacetkan ide-ide kreatif ber-website. 


Kondisi mulai berubah ketika UPT Sisfo (Sistem Informasi) memulai berbagai gebrakan dalam memperbaiki peradaban IT di kampus ini. Setelah melahap project i-Gracias, Sisfo membidik kerja sama dengan Ormawa-Ormawa untuk menyediakan lapak berkreativitas via website. Urusan domain dan hosting beres sehingga faktor penghambat ketiga bisa dibilang mulai terkurangi. Tak hanya Ormawa, Laboratorium serta Fakultas+Prodi pun disediakan sawah kreatif serupa.

Trend? Semenjak tahun 2013 gejala mengembangkan website Ormawa mulai menyeruak. Lewat berbagai pendekatan antara penyedia lapak (baca: Sisfo) dengan pemilik hajat (baca: Ormawa), satu per satu Ormawa akhirnya memiliki sawah kreatif berwujud website. Dengan demikian faktor trend perlahan teratasi.

Nah tantangan berikutnya ialah melestarikan, bukan hanya mempertahankan keberadaan website tersebut, tapi juga pemutakhiran konten serta pengembangan teknis lainnya.

Bisa dibilang mempunyai website bukanlah "mengatasi masalah tanpa masalah". Kenapa? Mengelolanya menjadi masalah yang perlu dijawab dengan tindakan. OK, jangan anggap itu sebagai "masalah", tapi rangkullah hal itu sebagai "tantangan"

Website HMIF

Website KSR

Website USBM

Website SKI


Website BEM

Sekeranjang Celotehan TA

December 28, 2012

Semakin kita menunda pengerjaan sesuatu (misalnya TA) maka harusnya kita semakin sadar bahwa kita termasuk orang yang merugi sebagaimana dalam QS Al Ashr 
Semoga jadi mukmin jg terus bisa memperbaiki diri :D

December 27, 2012
Banyak yang ingin kutulis d blog, tentang #PAB, #RaidaJabar, #Kaderisasi, #Riset, #BeautifulLife, namun kelulusan saya tidak ditentukan seberapa banyak artikel saya di blog, maka kembalilah hakikat saya sebagai penulis TA

December 4, 2012
Nak, tidak salah kau menghabiskan waktumu untuk skripsi dan organisasi, tapi apa yang membuatmu rajin di dua hal itu? Jangan-jangan kau taat pada dosen, tunduk pada rekan kerja, tapi kau lalai pada kewajiban memperhatikan orang tua, dan bahkan kau lalai pula pada Allah yang menciptakanmu.
Masihkah berasumsi skripsi dan organisasimu diridhoi??
#jleb....cuma bisa ndengkluk denger "tamparan" ini

November 19, 2012
Yang di Palestina sekolahnya hancur karena perang
Yang di Bandung selatan sekolahnya kerendam banjir
Yang sekolahnya masih bagus kok malah bermalasan
Itu kufur nikmat bukan?
#aih...

May 29, 2012
Semakin tinggi cita-citamu, semakin sedikit waktu santaimu. Setiap kehidupan ada kualitasnya, dan kualitas dirimu ditentukan oleh kualitas kesibukanmu. Maka, sibukkanlah dirimu untuk hal-hal yang berkualitas, niscaya engkau akan menjadi orang yang berkualitas - (Khalid Al-Mushlih)

EVALUATE your Goal

Hasil... memang perlu dievaluasi...
Proses... memang perlu dievaluasi...
Namun...seringkali kita terlalu asyik mengevaluasi kedua hal tadi tanpa disadari kita lupa menengok ulang tujuan kita apa. Orientasi... ya itulah yang membedakan kita dengan orang lain dalam hal mengerjakan suatu amanat.

Ketika tujuannya adalah pujian maka segala akan dihalalkan untuk mendapat pujian itu
Ketika tujuannya adalah uang maka takkan pernah ada rasa puas karena nominal uang takkan pernah memuaskan hasrat manusia
Ketika tujuannya adalah popularitas maka sadarilah bahwa itu fana, terkenal sekarang tidak berarti tidak dihujat semenit berikutnya

Maka.... apa orientasi/tujuanmu? :)

Tentang Sebuah Kerelatifan

Orang bilang kalau cepat atau lambat itu relatif. Bahkan Albert Eintein berujar bahwa “Kalau kita duduk di atas panci panas satu menit saja, rasanya akan seperti satu jam. Tapi kalau duduk bersama wanita cantik selama satu jam, rasanya akan seperti satu menit.”

Namun di luar opini itu, ada sebuah fenomena unik yang kerap melanda umat Muslim saat sholat, yaitu lupa fokus/khusyuk dalam sholatnya sehingga lengah dan hatinya melayang-layang ke berbagai tempat. Lantas tiba-tiba sudah memasuki rokaat terakhir.

Semoga kita tidak termasuk golongan yang ada di paragraf kedua. Amiin

Pemenang Kehidupan

Copas dari seorang Rekan Relawan Muda Indonesia (RMI) D.I. Yogyakarta :

PEMENANG KEHIDUPAN : 

Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. 
Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut.

Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu.
Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.
Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya,
"Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?" Sahabatnya menjawab,
"Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain".

"Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali", bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.
"Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita.
Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita.
Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri".
Sahabat Luar Biasa ...
Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita.

Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi.
Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi.
Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba2 jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.
Coba renungkan.
Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain?
Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak!
Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

By. Theyo Purna Jogja

Custom Field Review Plugin

Kesulitan yang sering ditemui oleh seorang web developer adalah membuat tipe bentukan yang menampung berbagai macam field untuk ditampilkan ke dalam website-nya. Sebagai contoh, ingin membuat sebuah format artikel dimana tersedia informasi yang baku lokasinya di dalam website nantinya berupa lokasi peristiwa, nama reporter/kontributor, sumber dll. Masalahnya di WordPress, tipe Post mempunyai keterbatasan field. Hal yang sama akan muncul adalah ketika membuat konten dengan memanfaatkan konsep isian form, misalnya profil seseorang.

Alhamdulillah saya berhasil mengakali kesukaran tersebut dengan memakai plugin Types - Custom Fields and Custom Post Types Management buatan brucepearson, AmirHelzer, Srdjan, mihaimihai yang tersedia di http://wordpress.org/plugins/types/...

Cara pertama adalah Install Plugin dilanjutkan pengaktifan.



Kedua, klik opsi Custom Field sehingga tampil kotak dialog berisi daftar custom field yang pernah dibuat. Jika belum pernah maka daftar tersebut kosong. Untuk membuat custom field baru, klik Add a custom fields group.

Langkah yang ketiga ialah isi nama custom field. Nama custom field ini akan tampil sebagai judul kotak isian form. Oh ya, custom field ini sifatnya grup sehingga akan berisi sejumlah isian field. Atur pula pemakaiannya, apakah di Post, Page, Media dll, bial perlu atur pula penggunaannya pada category tertentu.

Ketika grup telah dibuat tinggal menentukan isi grup tersebut. Inilah langkah yang keempat, yaitu membuat daftar isian form-nya. Masing-masing dibuat dengna meng-klik jenis data yang akan dipakai pada kotak ... . Lalu akan muncul sebuah box yang harus diisi nama dan slug-nya. Beri nama dengan unik.

Sebagai langkah keenam, pada template versi php, letakkan code berikut sebagai tempat menaruh hasil isian form tersebut.


Langkah yang ke...ketujuh ialah membuat Post seperti biasa. Pada pengisian konten Post, di bagian bawah akan tersedia kotak pengisian konten berdasarkan form yang telah dibangun tadi. Isi sesuai pilihan hati anda, yakinlah yang terbaik demi masa depan anda #apaandah =_-

Sekarang, save lalu View Post jrengjrengggg
*sengaja nggak ada screenshot hasilnya...biar kalian penasaran mencoba :)

Nah, benar kan... "di balik kesulitan ada kemudahan" :)

Berpikir Kritis melalui Riset dan Perhitungan

Salah satu manfaat yang saya petik melalui jalan yang terjal nan pahit di studio IK ialah berpikir kritis, bukan sekedar pasrah menerima kenyataan, namun gunakan cara berpikir yang penuh perhitungan dan riset. Ini bermula ketika memberi justifikasi tentang bagaimana traffic bulanan turun, lantas muncullah berbagai argumen tentang jumlah artikel yang menurun, promosi yang kurang, SEo belum digunakan, pembagian subdomain yang dianggap kurang matang. Well, satu per satu argumentasi digoreng dengan pertanyaan "dasarnya apa?" hingga ketika dilakukan perbaikan maka dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan "tunjukkan data yang jelas membuktikannya".

Terus terang ini menginspirasi berbagai pemikiran dalam organisasi yang pernah saya lalui sewaktu SMA dan S1. Banyak keluhan tentang kondisi yang ada, namun yang dibicarakan hanyalah kondisi akhir yang terlanjur gosong. Proses "memasak" alias apa yang menyebabkan dan seberapa kuat penyebab tersebut, itu yang sering dibicarakan. Maka tak heran segala obrolan yang ":sok kritis" tersebut hanya mengumbar kecemasan tanpa menanam solusi.

Maka kita tabur contoh satu per satu

Pertama tentang sebuah kondisi di sebuah ekskul dimana dalam tiga pertemuan berturut-turut terjadi keterlambatan. Keterlambatan kadang terlalu mudah dimaklumi sebagai budaya yang mmm...kurang layak dipertahankan. Namun, selama di ini belum pernah ada satu orang pun yang berinisiatif menganalisis keterlambatan yang terjadi. Padahal bisa jadi realisasi keterlambatannya adalah pekan pertama telat 5 menit karena logistik upacara pembukaan telat dipasang. Pekan kedua terjadi telat 15 karena alasan serupa. Pekan ketiga telatnya menjadi 7 menit karena alasannya yang sama plus peserta yang justru terlambat mencapai 50%. Sepintas kondisi yang sangat nyaman untuk dimaklumi. Padahal kondisi di situ jelas menunjukkan penyakit akut bahwa :
1. Koordinasi tentang penyiapan logistik upacara sangat buruk
2. Tidak ada iktikat nyata untuk perbaikan
3. Kemudahan terlambat itu menginspirasi peserta untuk datang terlambat.
Nah, kalau trend-nya seperti itu, bisa diperkirakan, beberapa pekan ke depan, acara ekskul tersebut dimulai 1 jam dari jadwal. Beuh...ekskul ini akan "sukses" mencetak kader "gagal".

Kondisi yang agak mirip juga terjadi ketika suatu organisasi arus masuk uang kasnya menurun padahal tingkat kehadirannya meningkat dari agenda yang satu ke agenda berikutnya. Artinya ada yang tidak beres. Bisa jadi faktor kurang diingatkan, bisa jadi diremehkan,,,, atau ah...banyak sekali prasangkanya ya...nah itulah gunakan analisis melalui berbagai riset untuk tahu penyebabnya.

Begitu pun dalam menentukan alokasi jadwal suatu acara yang mana kalimat "namanya juga jadwal, meleset ya wajarlah" sebagai tameng ketika terjadi kemoloran waktu. Masalahnya ketika keterlambatan itu diakumulasi maka akan menyita waktu yang tidak sedikit sehingga akan muncul korban yang sakit hati atas keterlambatan ini. Korupsi waktu macam ini juga akan "sukses" melejitkan calon-calon koruptor yang berstatus "rising star".

Memang teorinya gampang, nah praktiknya kumaha atuh?
Di sinilah diperlukan seorang yang mampu mempertahankan sikap dalam kerangka visi yang kritis dalam menyikapi segala realita yang terjadi. Dalam organisasi ada kalanya tipikal orang yang menjalankan peran kritis ini ditugaskan khusus pada HR, bisa juga di LitEv, di LitBang, bahkan terpusat di seorang ketua. Namun, jangan menunggu orang lain mengoreksi masa lalu. Berinisiatiflah untuk belajar dari yang telah terjadi untuk masa depan :)

Sebuah Diskusi

Tak terasa sudah berganti tangal menjadi 1 Februari 2014. Ini bukan perkara sebulan keras yang telah berlangsung di 31 hari lalu. Melainkan sebuah malam yang diisi dengan diskusi dahsyat bersama ade yang hebat, yaitu Nanda alias Otri alias si Ade. Seorang adik yang makin beranjak dewasa yang makin kreatif saja dalam berpikir dan bertindak. Sulit membayangkan dia yang dulunya agak pendiem sewaktu SD, eh begitu SMA jadi orang yang sangat mobile, tahu-tahu ada di sana, tahu-tahu di sini, terus bergerak tanpa banyak ngeluh, kalau sedikit sih hehee...ya wajarlah..masih usia pertumbuhan

Berawal dari nonton Kamen Rider bareng, dilanjt menganalisis Kamen Rider melalui metode Back-propagation, Ant Colony Optimizitation #opooo_toh_kuwi_sa'jane Ya intinya mbahas ngalor ngidullah tentang karakter superhero asal Nippon.

Tanpa terasa obrolan menyerempet ke kisah-kisah dalam Ambalan SMA N 1 Slawi. Kebetulan saya jebolan Akademi Fantasi Gamanasa 2008 sedangkan adik saya masih mengikuti berbagai mata kuliah tentang skill di situ, baik hardskill, softskill hingga nye-kill. Ada kalanya topik itu tentang Bantara, tahu-tahu Laksana, hingga PAB dan GSAM.

Masya Allah makin kreatif aja Ambalan yang satu ini, baik yang sudah terealisasi maupun masih bersifat wacana. Salut dengan berbagai progresivitasnya. Kekurangannya memang ada, tapi untuk segala ikhtiar dalam memperbaikinya, itu patut diapresiasi. Perjuangan mereka tidak mengharap apresiasi, tapi tak ada salahnya kita berikan doa-doa agar Allah membalas segala perjuangan mereka.

Barokallah ade tersayangku...lekaslah sembuh dan jalan-jalan yuk hehehee...