Tertaut di Masjid
Sedikit vs Banyak
Call for Paper: Konferensi Nasional Informatika (KNIF) 2013 ITB
Born to be Fighter
"Aku cepat pulih" itu menjadi jawaban Tantan ketika Chinmi merubuhkannya di final turnamen tanpa senjata (kung fu boy)
Hidup itu harus terus berpijar
Kiyep alias redup mungkin menghentak tapi tidak berarti padam sebelum ajalnya
Tatkala rasanya butuh waktu lama untuk pulih, justru tanganNya terulur dan menunjukkan kasihNya
Ya... Bukankah Allah masih mengizinkanku berjuang di bumi ini walau sudah tiga kali aku terkapar hingga maut terasa dekat
Dan sekali lagi Allah menyelamatkanku dari keterpurukan
Melalui firmanNya yang menyusuri pembuluhku
Aku sadar bahwa setiap cobaab pasti sesuai makhlukNya
Itu keniscayaan
Tinggal diri ini sadar atau tidak pada kekuasaanNya
Kangen Kalian ^^
Video Klip yang Nendang Banget
Berikut video klip Nugie yang berjudul Lentera Jiwa
- Dari sekian banyak fans kimia, ada 5 orang yang cenderung holic namun tinggal menyisakan Aas yang berkuliah di S1 Teknik Kimia Unsoed, lha yang lain? Masykur dan saya "hijrah" ke dunia komputer (saya di Informatika IT Telkom sedangkan Masykur di Ilmu Komputer UI, ckckck Kur Kur...ana ana wae awakmu kuwiii), Relly malah menikmati pendidikan di AMG (Akademi Meteorologi Geofisika, geofisika lho, bukan geokimia =_=), dan yang paling ekstrim ya Sekar yang tahun lalu lulus dari Akuntansi UI, akuntansi? ya akuntansi...
- Salah seorang "senpai" di bidang astronomi, yaitu Arief sekarang sedang melanjutkan D4 Gizi di Poltekkes Kemenkes Semarang, tentu dia bukan hendak membuat makanan yang menyerupai rasi bintang
- Ada bang Jack yang hendak melanjutkan studi ke S2 Manajemen, padahal S1-nya Teknik Telekomunikasi
- Ada pula Alvin, Fitri dan Siti yang notabene S1 T. Informatika justru meminta LA (Letter of Acceptance) S2 di S2 Manajemen UGM (Alvin) dan S2 SBM ITB (Mpit+Iti)
- Ada juga Dita yang S1 Sistem Komputer justur menjadi guru TK
- Kang Khanif yang T. Telekomunikasi malah kerja sebagai Sales Supervisor di Toyota (ga tau masih apa nggak), tapi adakah hubungannya penjualan otomotif dengan telekomunikasi?
Menikah sebagai Manifestasi Rukun Iman [2]
- Sakiinah artinya tenang, tentram
- Mawaddah artinya cinta, harapan
- Rahmah artinya kasih sayang dan satu kata sambung wa yang artinya "dan"
- Pengertian Sakinah : Sakinah menurut bahasa berarti kedamaian, ketenteraman, ketenangan, dan kebahagiaan. Dalam sebuah pernikahan, Pengertian sakinah berarti membina atau membangun sebuah rumah tangga yg penuh dengan kedamaian, ketentraman, ketenangan dan selalu berbahagia.
- Pengertian Mawaddah : Mawaddah menurut bahasa berarti Cinta atau harapan. Dalam sebuah Pernikahan, Cinta adalah hal penting yang harus ada dan selalu ada pada sebuah pasangan suami Istri. Dan Mawaddah berarti Selalu mencintai baik dikala senang maupun sedih.
- Pengertian Warrohmah : Warrohmah memiliki kata dasar rohmah yang artinya kasih sayang. dan kata wa disini hanya sebagai kata sambung yang maknanya dan. Didalam sebuah keluarga, kasih sayang adalah hal penting yang harus ada dan selalu di jaga agar impian menjadi keluarga bahagia bisa tercapai.
Menikah sebagai Manifestasi Rukun Iman [jilid 3]
- Ada yang bertugas menyampaikan wahyu Allah, yaitu Jibril
- Ada yang bertugas mencatat amalan baik, yaitu Rakib
- Ada yang bertugas mencatat amalan buruk, yaitu Atit
- Ada yang bertugas mencabut nyawa, yaitu Izrail
- Ada yang bertugas menanyai di alam kubur, yaitu Munkar dan Nakir
- Ada yang bertugas menajga surga, yaitu Ridwan
- Ada yang bertugas menjaga neraka, yaitu Malik
- Ada yang bertugas meniup sangkakala, yaitu Israfil
- Ada yang bertugas membagi rezeki, yaitu Mikail
- Dalam menjalankan amanat sebagai suami/istri, menjadi ayah/ibu, itu semua akan dicatat oleh Rakib dan Atit. Secara teori tentu kita berharap Rakib mencatat sebanyak-banyaknya dan bila perlu Atit tidak mencatat apa-apa, itu teorinya, kenyataannya? Dengan segala kelalaian tatkala belum menjalani pernikahan saja teori itu jauh panggang dari api (kalau peribahasa kuliner "jauh gulai dari kipas sate"). Apalagi tatkala proses penjajakan (mmmm, yang bener "penjajakan" atau "penjajagan" sih? Awam euy) tidak ada istilahnya dispensasi. Dispensasi yang begimana? Ya namanya juga buat promosi, ngirimin si target sms ngajak tahajud ah, weitsss, itu kan tujuannya cari muka, bukan cari ridho-Nya, akan jadi amalan baik apa buruk tuh? Wallahualam, tapi malaikat bakal "mendokumentasikan" segala tindakan kita tersebut.
- Pun saat rumah tangga itu ditata, boleh jadi segala riak bakal memancing ego untuk berbohong. Nah, bila istri/suami butuh waktu untuk sadar "dikibuli", tidak demikian dengna malaikat.
- Izrail itu tinggal menunggu "surat perintah" pencabutan nyawa. Nah, lantaran kita tidak tahu kapan "eksekusi"-nya, jangan menunda-nunda kebaikan di dalam berumah tangga, contohnya "menunda berkurban padahal jelas mampu" atau misalnya "pensiun dari dakwah" (loe kate dakwah itu bisa disamain kaya pemain badminton gantung raket?"
- Tuntunan menikah secara umum terdapat pada Al Qur'an, sebuah kitab suci yang diturunkan Allah SWT melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad untuk diamalkan. Maka implementasi Al Quran dalam menjalan pernikahan merupakan manifestasi rukun iman kepada malaikat
Menikah sebagai Manifestasi Rukun Iman [jilid 1]
Ini judulnya terlalu berat ga sih? Ada kosakata "nikah", "manifestasi", ama "rukun Iman".
Kita tinjau dulu berdasarkan KBBI
Nikah=ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama
Manifestasi=Perwujudan sebagai suatu pertanyaan perasaan atau pendapat
Rukun=yang harus dipernuhi untuk sahnya suatu pekerjaan
Iman=kepercayaan (yang berkenaan dengan agama)
Sehingga (menurut saya), bila diambil suatu pemaknaan, maka judul di atas berarti "menikah yang diniatkan untuk memenuhi perwujudan suatu kepercayaan".
Rukun Iman yang pertama : Iman kepada Allah SWT
Allah mempunyai sifat-sifat wajib, salah satunya iradat (berkehendak). Kehendak-Nya itulah pula mencakup terhadap segala perjodohan manusia yang diatur melalui skenario-Nya. Maka hendaknya dalam memahami hakikat perjodohan dilandasi ikhlas atas ketentuan-Nya. Ikhlas di sini bukan berarti pasrah dan berdiam diri menanti bidadari, karena Allah pun memerintahkan kita untuk berikhtiar serta bertawakal. Percayalah bahwa sebaik-baiknya jalan hidup adalah yang diridhoi-Nya, kenapa? Karena Allah mempunyai asma'ul husna Al Aliim (Maha Mengetahui), Al Adl (Maha Adil), As Shomad (Maha Dibutuhkan). Bila kita memang mengimani Allah maka kita pun harus mengetahui karakteristik Allah meliputi berbagai sifat wajib dan mustahil-Nya serta asmaul husna-Nya.
Lantas apa hubungannya pernikahan dengan iman kepada Allah SWT?
Pernikahan boleh jadi dikatakan sebuah jalur yang "mempertaruhkan" keimanan kita pada Allah. Lho mempertaruhkan bagaimana? Seringkali untuk menuju jenjang pernikahan, bahkan berawal dari proses "rekruitasi calon" akan muncul berbagai rintangan jalan terjal berliku dimana di satu sisi menjadi inspirasi plus pembuka mata kita akan kekuasaan-Nya, tapi di sisi lain jadi peluang kita kehilangan kepercayaan pada-Nya. Naudzubillah-nya bila kita dikuasai ego yang berkedok "ini gue ikhtiar lho".
Pilihan yang terbaik adalah menyadari bahwa pernikahan itu ibadah yang terkandung unsur hablumminannas (hubungan antarmanusia). Bila kita ingin ibadah ini diridhoi-Nya dan kita persembahkan kepada-Nya, maka lakukan dengan cara yang ditetapkan-Nya, inilah salah satu poin manifestasi menikah dalam konteks rukun iman kepada Allah
Dalam menjalankan ibadah pernikahan pun boleh kita suami/istri nantinya akan menjadi investasi yang boleh jadi akan berpengaruh pada meningkatkah atau menurunkah ibadah kita. Yang ini dapat dikategorikan sebagai kondisi yang tidak terprediksi. Kenapa tidak terprediksi?
1. Masa depan siapa yang tahu selain Allah #bahkan Barca kalah 0-4 dari Muenchen aja tidak ada yang mengira
2. Keimanan seseorang itu fluktuatif, pada dasarnya iman merupakan buah konsistensi, seberapakah komitmen dengan motivasi akan jadi penentu kokoh tidaknya iman
3. Yang namanya ibadah itu tidak terikat secara mutlak pada organisasi formal (baca: lembaga dakwah, majelis taklim dsj), karena apa? Ibadah dalam bentuk apapun, "juri" yang menilai kualitasnya hanya Allah. Alhasil tiada jaminan pasti bila menengok ke aspek afiliasi organisasi, walaupun secara kasat mata banyak ko yang mumpuni pengetahuannya :)
Sehingga kembali ke hakikat ibadah itu sendiri sendiri, apakah tujuan kita menikah untuk mendekatkan diri pada Allah ataukah sebagai ajang pamer ataukah pelampiasan nafsu? Apabila kita masih dan selalu memprioritaskan Allah sebagai yang pertama dan utama untuk dicintai maka pernikahan akan menjadi ladang ibadah, yang pada akhirnya itu menjadi manifestasi rukun iman kepada Allah.
Dan bila pernikahan dapat dijadikan sebagai langkah meningkatkan dakwah maka manifestasi rukun iman kita akan mempunyai nilai lebih karena bisa membangkitkan keimanan bagi sekitar kita.
Wallahualam
Review Bulan Pertama OJT
Sekarang kalender nunjukkin 29 Mei, artinya alhamdulillah sebulan genap saya menjalani karier sebagai salah seorang aktor Para Pencari Nafkah. Allah "menyekolahkan" saya di Kalibata. Banyak pengalaman yang "unik" di sini, diantaranya
Saya makin cungkring, jika selama mengerjakan TA (dengan pola hidup yang serampangan) saya berhasil menembus 68kg (info:68 adalah rekor berat badan terbesar saya, pdahal normalnya saya 71kg), nah rasanya berat badan saya sudah memasuki kisaran 63 atau 61kg (ha?? minus 8 atau 10 kg??) Ya iyalah, sarapan ga pernah nasi (kecuali pas libur ke Bandung), makan malam juga kalau lagi ingin, sehingga makan nasi default-nya hanya siang. Ngemil? Pengennya sih gitu, tapi atas penghematan ya mau gimana lagi? Ambil positifnyalah, kalau saya ikut turnamen Karate boleh jadi lawan yang beratnya setara justru anak SMA, nah asyik tuh hahaa
Jadi makin rajin mandi. ya sebenarnya sejak 2011 kebiasaan jarang mandi sudah bekurang, nah sejak di Jakarta, mandi jadi kebutuhan wajib nih, biar makin ganteng gitu... Ya padahal di Jakarta ga pernah ketemu client, ketemunya ya paling teman-teman satu proyek.
Ini nih yang paling membuat saya nyaman. Dapet kesempatan sholat jamaah di masjid ^_^. Lokasi kantor yang berdekatan dengan masjid ditambah mayoritas muslim menjadikan saya dan beberapa rekan di sini tidak mengalami kesulitan berarti untuk izin ke masjid. Di sini banyak pula yang berpuasa, ya maklum kerjaannya kebanyakan tidak menguras fisik. Artinya, bakal sayang banget kalau tidak dimanfaatkan untuk ibadah-ibadah sunnah. Yang tadarus pun ada, suasana toleransi dengan yang non-muslim pun baik dan terjaga.
Futsal, ow yeahhh, ntar malem si nomer pungguh 5 (gue) bakal berfutsal lagi membela lantai 2 (sebenarnya sih sekarang ruangan di lantai 1, namun karena ruangna pertama di lantai 2, dan lantai 1 tidak punya tim futsal sendiri maka saya berafiliasi ke lantai 2). Di laga perdana, saya gagal mencetak gol walau mendapat sejumlah peluang di depan gawang, mungkin ketajaman perlu diasah lagi.
PM dan redaksi yang "gokilll". Awalnya saya mengira saya full ngoding #langit_langsung_surem , namun ternyata saya menjadi PJ IT di sebuah tim proyek yang bisa dibilang mirip redaksi suatu portal, yaitu Indonesia Kreatif. Artinya keinginan terjun di jurnalisme walau ga ful ya luamayanlah nyicipin sikok sikok. Dari sini banyak pengalaman yang saya dapat, misalnya bagaimana menyusun strategi dalam mengelola media jejaring sosial secara terencana, manajemen SDM-nya. Tak hanya itu, orangnya pun asyik-asyik. Mas Toto yang sering sok serius, Mas Irvan yang sok pendiem, Mba Reni yang selalu riang, Mba Intan yang ada saja kehebohannya, Mba Ria yang kadang kalem (kecuali kalau udah bertiga dengan Mba Reni dan Mba Ria), Mas Nandik yang ngocol (busettt taunya loe kuliah angkatan 2008?? seangkatan donk ama gue... =_=)
Pressure, kalau yang ingin ya itung-itung obsesi ikutan masterchef ga tercapai. Ada juga sih yang karakternya mirip Chef Juna, cuma beda dikit cara ngomongnya. Orangnya sangat-sangat ngerti urusan teknis. Salut ama cara komunikasinya yang sangat membaur dengna semua orang melalui berbagai orbolan. Jujur, masih gugup jug akalau diskusi dengan dia nih. Hahaha
LDR antar-programmer, ini bukan pacaran jarak jauh sebagaimana remaja zaman sekarang (ya walaupun saya juga masih kategori remaja hahaa). Maksudnya gini, programmer utama di Portal (plus Direktori dan Showcase) ada di Jogja, nah kalau ada trouble, yang ditembung pertama itu saya, nah, musti pinter-pinter nih mengelola segala permasalahan dengan mitra kerja yang terpisahkan jarak T_T
Kesepian kalau udah nyampe kosan. Hwaaaaaa, saya kangen rumahku di Margasari, gue kangennnnn pake bangettt ama Paradewa
Dapet banyak inspirasi, kenapa? Lha masa gue ngelola konten Portal+Showcase+DIrektori Indonesia Kreatif tapi ga dapet inspirasi? Ya luculah, kenapa? Langsung lihat aja website-nya, isinya orang-ornag inspiratif
#kalau loe ngeklik website-nya, otomatis bakal naikin traffic, hihihiii
Okeyyy, kapan-kapan aku share lagi
Semoga Allah meridhoi pekerjaan ini

