Adekku (makin) Keren
(seinget) Gue juga ga pernah "menang"
Inspirator Menulis
Duel Paling Berisik
Background keduanya unik. Saito yang ex-komandan Shinsengumi batalyon 3 justru bergabung dengan pemerintah karena dia mempunyai misi menegakkan kebenaran "versinya" (Aku Soku Zan) di negara Jepang, padahal sebelumnya batalyon Shinsengumi-nya sempat dianggap duri untuk mewujudkan pemerintahan saat ini. Usui sendiri merupakan lawan Shishio di sebuah laga yang bermuara pada kebutaan dirinya, pasca laga itu justru dia menjadi samurai tunanetra yang mempunyai pendengaran luar biasa, yang justru disebutnya sebagai "mata hati". Dia justru bergabung dengan Shishio di Juppongatana dengan maksud membalas dendam pada Shishio suatu hari nanti.

Dahsyatnya Sedekah di Bulan Ramadhan
sumber : muslim.or.id
Kembali Melangkah
reff=
Jejak lunglai yang sempat tertatih
Muram durja itu lekas kuusir
Dengan atau tanpa uluran
Hidupku berlanjut tegap melangkah
Semangat dan visi
yang dijadikan isu takkan berpadu
Tentang hati
yang takkan bisa diurai kalimat
Arah tujuan muara yang dikeruhkan kabut
Apakah itu juga yang disebut bencana
Bahkan bila aku berteriak
Bisikan seberang lebih nyaring terdengar
Ketulusan dan kesungguhan takkan sebanding
Dengan apa yang bertajuk kenyataan
Ekspektasi ibaratnya sintesis mimpi
Kecenderungan mewajarkan menyibak usang
Bayangan itu takkan pernah terang
Pertama kalinya bikin lagu di studio IDkreatif
bem, dpm, dan himpunan WAJIB RISET
Contoh paling simpel adalah RISET mengenai KEBUTUHAN OBJEK,
HMIF FamGath 2013
Makan Bangkai
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang
(QS Al Hujurat : 12)
Keutamaan Para Penghafal Al-Qur’an
**Keutamaan di Dunia**
1. Menghapal Al Quran merupakan keutamaan rabbani yang datang dari Allah SWT.
Bahkan nikmat menghapal Quran sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapat wahyu.
Rasulullah SAW menjelaskan, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian hanya saja tidak diwahyukan kepadanya. Tidak pantas bagi hafidzh quran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul) sementara dalam dirnya terdapat firman Allah.” (HR. Hakim)
2. Seorang hafidz quran adalah orang yang mendapat penghargaan khusus dari Nabi SAW
Diantara penghargaan nabi yang pernah diberikan nabi kepada sahabat penghapal quran adalah perhatian yang khusus kepada syuhada Uhud dengan mendahulukan pemakamannya dan dalam pengiriman delegasi Rasulullah memilih orang yang paling banyak hafalannya sebagai delegasi.
“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak umlahnya, kemudian Rasulullah mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampaikanlah pada Shahabi yang paling muda usaianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab, “Aku hafal surat ini..surat ini..dan surat Al Baqarah.”Benarkah kau hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i)
3. Menghapal Al Quran merupakan ciri orang yang diberi ilmu
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.” (QS Al-Ankabut : 49)
4. Hafidz quran merupakan keluarga Allah di muka bumi
Daripada Anas ra. Ia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli quran (orang yang membaca atau menghapal quran dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)
5. Menghormati hafidz quran berarti mengagungkan Allah
Daripada Abu Musa Al Asya’ari ra ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Diantara perbuatan mengagungkan Allah adalah menghormati orang Islam yang sudah tua, menghormati orang yang menghafal quran yang tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan isinya dan tidak membiarkan Al Quran tidak diamalkan serta menghormati kepada penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)



