Bukan Sekedar Diucapkan 17 kali Sehari

Ada serangkai doa yang dilafalkan minimal 17 kali sehari, yaitu "tunjukilah kami jalan yang lurus; (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat", ini adalah penggalan dari Surat Al Fatihah 6-7.

Doa yang mulia
Doa yang penuh kerendahan hati dalam mengakui Allah sebagai penguasa hati tiap insan
Doa yang diawali berbagai pujian dan penghambaan atas kebesaran Allah
Bila doa tersebut tidak dihayati maupun tidak diucapkan dengan kesadaran, maka godaan untuk "berbelak-belok" akan terus melambai


#AyoPerbaikiDiri #AyoMenyebarManfaat

Apa itu e-Agriculture?

Berikut beberapa definisi dari e-agriculture yang dikutip dari beberapa referensi :

e-Agriculture adalah bidang yang muncul sebagai perpaduan/irisan informatika pertanian, pembangunan pertanian dan kewirausahaan, mengacu pada layanan pertanian, diseminasi teknologi, dan informasi yang disampaikan atau ditingkatkan melalui Internet dan teknologi terkait. Lebih khusus lagi, melibatkan konseptualisasi, desain, pengembangan, evaluasi dan inovatif cara untuk menggunakan teknologi informasi yang ada atau muncul (FAO, 2005).

e-Agriculture adalah bidang yang muncul untuk meningkatkan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan melalui proses-proses untuk akses pengetahuan dan pertukaran menggunakan informasi dan komunikasi (e-agriculture.com, 2006)

Dalam rencana aksi WSIS, berisi e-agriculture sebagai bidang aplikasi TIK :

  • Memastikan penyebaran sistematis informasi menggunakan TIK pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan makanan, dalam rangka memberikan akses siap untuk komprehensif, up-to-date dan pengetahuan rinci dan informasi, khususnya pedesaan.
  • Kemitraan pemerintah dan swasta harus berusaha untuk memaksimalkan penggunaan TIK sebagai instrumen untuk meningkatkan standar produksi, pemasaran dan keamanan pangan. dan TIK.
·         
Electronic agriculture (e-agriculture) adalah proyek membangun sebuah database yang mengumpulkan sejumlah besar data dari stakeholder seperti berbagai instansi pemerintah, kearifan lokal, pasar, ladang petani, dan lain-lain (Rassameethes, 2007).

e-Agriculture dan e-Agribusiness pada dasarnya adalah pemanfaatan ICT dalam bidang pertanian atau bisnis di bidang pertanian. Dengan kata lain e-agribusiness adalah e-business di bidang pertanian. (Ingale et al, 2007).

Pemanfaatan TIK dalam bidang pertanian sering dinamakan e-agriculture atau e-agribusiness. Pengertian e-agriculture atau e-agribusiness sering diambilkan dari definisi e (electronic) dalam konsep Information and Communication Technology, yaitu kegiatan pertanian dan/atau agribisnis yang memanfaatkan keunggulan ICT seperti komputer, internet, piranti lunak (softwares) dan piranti keras (hardwares), radio, televisi dan perangkat IT lainnya, serta orang yang mengoperasikan ICT tersebut (Soekartawi, 2007).

Catatan 12 Juni malam hari

55 pesan dari 3 percakapan pada WhatsApp muncul di layar ponsel saya yang bernama "Samsul".
Salah satu percakapan adalah grup SC PDKT tahun lalu. Ada isu menarik yang dibahas, yaitu rencana pengubahan beberapa "kebiasaan" ospek yang memang kontroversi dari tahun ke tahun, yaitu

  1. Tidak ada lagi pemisahan maba dengan miba, toh pada kondisi nyata di kampus mahasiswa/i akan bercampur satu sama lain. Jadi aturan pemisahan tsb tidak logis dan tidak relevan.
  2. Jilbab selama ospek tidak diwajibkan menjulur panjang (red-menutupi dada dan lebar), ini dianggap menopengkan miba dalam berpenampilan, karena dipaksa mengenakan jilbab tersebut selama ospek.
  3. Jam malam yang sebelumnya jam 21.00 akan diperpanjang karena dalam berkuliah pun seringkali tugas kelompok larut malam

Komentar pertama saya mungkin simpel "lha, saya yang selama ospek sering tidur ya jelas malulah kalo ampe keliatan lagi ngiler ama miba" hahaa...

Okey, ini beberapa sudut pandang saya, mungkin subjektif, ya terserah, setidaknya saya jujur ^_^

Kalau memang ospek hanya digunakan sebagai pengenalan kondisi kampus, ya silahkan saja. Tapi bila memang ada iktikad baik untuk memperbaiki kondisi individual dan massal, maka pertimbangkanlah matang-matang aturan yang dibuat. 

On the Way Home" by Dewa Budjana

Salah satu lagu instrumen yang menjangkiti saya. Pertama kali denger audionya dari kos kawan saya di Jababeka. Entah kenapa saya langsung demen ama ni lagu. Rasanya syahdu, mungkin karena perpaduan elektrik dengan etnik, salah satu konsep bermusik favorit saya.



Modelling Web Application

Pemodelan aplikasi website merepresentasikan perencanaan website, baik statis maupun dinamis ditinjau dari konten, hypertext, presentase, dan hal-hal lainnya. Secara fundamental, dapat ditentukan ruang lingkup berdasar skema orthogonal yang dijelaskan Gerti Kappel pada buku Web Engineering, The Discipline of Systematic Development, of Web Applications berikut:

Ortogonal 3 Dimensi Pemodelan Aplikasi

Pada phase (fase), pertama kali dilakukan adalah fase analysis, khususnya kebutuhan dan solusi yang dipergunakan dalam website nantinya. Fase berikutnya adalah design, yaitu perancangan prototipe berdasar analisis yang dilakukan tadi yang kemudian diakhiri fase implementation (implementasi), yaitu penerapan ke dalam website.

Di bagian level ada dua tingkatan, yaitu user interface serta application logic. Model pada user interface ditinjau dari sudut pandang pengguna website, misalnya pemilihan warna tampilan, pembagian elemen window. Sedangkan pada application logic, pemodelan mengacu pada proses-proses yang dilakukan aplikasi, misalnya melalui diagram konteks, diagram navigasi. Sudut pandang lojik ini bertujuan menguraikan tipe desain untuk diimplementasikan dalam hubungan struktur status.

Sementara itu, pada aspect, perlu diperhatikan dua aspek, yaitu behavior (tingkah laku) dan structure (struktur). Pemodelan behavior umumnya dibuat dengan use case serta UML, sedangkan pemodelan structure dapat dilakukan dengan misalnya dengan data flow diagram, entity relationship diagram.

Untuk melakukan proses pemodelan, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
  • Berisi representasi domain informasi, fungsionalitas software, serta tingkah laku software
  • Pemisahan representasi-representasi tersebut
  • Bergerak dari intisari menuju implementasi

Tujuan pemodelan adalah mendeskripsikan aplikasi yang dibuat serta menarik batasan dalam website tersebut. Hal ini lebih mengarah pada manajemen ruang lingkup dan menjadi acuan apakah aplikasi yang dibuat mengalami pelencengan atau tidak.

Menikah sebagai Manifestasi Rukun Iman [5]

Rukun iman kelima adalah iman kepada hari kiamat.

Hari akhir dunia yang fana? Kapan? Wallahualam...
Bahkan ketika akal manusia membuat kalender, baik Hijriyah yang mencapai tahun 1434 maupun Mashehi 2013 tahun, namun tidak bisa mengetahui kapan berakhirnya kedua kalender tersebut alias berakhirnya dunia fana ini. hari tersebut dalam Al Qur'an disebutkan dalam berbagai nama lain, diantaranya yaumul qiyamah (hari kiamat), al-qoriah yaumul hisab (hari perhitungan amal), al-haqqaah (yang pasti terjadi), al-ghasiyah (hari pembalasan), ath-thamah (malapetaka yang sangat besar).

Lantas seperti apakah kaitannya pernikahan sebagai manifestasi iman kepada hari kiamat?

Pertama, segala niat, perkataan, dan perilaku kita dalam menjalankan ibadah bertajuk pernikahan akan menemui pembalasannya di hari kiamat. Hal ini merupakan keniscayaan, karena di hari akhir nanti, seluruh umat manusia akan dihisab seluruh amalannya, baik yang mulia maupun yang tercela, bahkan sekecil buah zarah, termasuk pula yang berkaitan dengan amanat sebagai suami/istri.

Kedua, segala amalan yang kita lakukan akan terputus ketika kita meninggal. Artinya ketika maut menjemput, tamat pula upaya kita untuk menyemai amalan. Tapi dengan kemurahan Allah, masih ada tiga jalur untuk mengalirkan amalan walau kita telah berada di alam kubur, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang senantiasa mendoakan orang tuanya. Ketiga jalur ini menjadi isu yang perlu direnungkan, apakah pernikahan yang hendak atua mungkin telah dibangun mengarahkan kita untuk memperoleh ketiga hal ini? 
Benarkan pernikahan hingga akhirnya kita mempunyai keturunan nantinya menjadikan kita tetap istiqomah dalam menyebarkan ilmu-ilmu bermanfaat? Atau malah pernikahan menjadi alasan untuk lari alias pensiun dari dakwah? 
Benarkan keluarga tersebut mampu secara konsisten beramal jariyah? Padahal secara kalkulasi kasar, kebutuhan berumah tangga terus melonjak sedangkan pendapatan stagnan? Atau malah keinginan membahagiakan pasangan hidup menjadikan lalai untuk berbagi pada sesama manusia? 
Yakinkah kalau putra/putri yang kita didik ini menjadi keturunan yang sholeh/sholehah, yang senantiasa berbakti mendoakan kedua orang tuanya? 
Teorinya memang sulit sukar susah, tapi bukankah Allah bersama orang-orang yang mau berikhtiar dan bertawakal kepada-Nya

Ketiga, keluarga merupakan investasi bagi seorang pemimpin rumah tangga. Sabda Rasulullah "Setiap orang diantara kalian adalah pemimpin, dan masing2 dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban (oleh Allah) ttg apa yg dipimpinnya."

Wallahualam

(Belum) Mau Gantung Keyboard

Menulis...
Itu salah satu hobi saya, ada beberapa jenis menulis yang saya suka walaupun tidak berarti saya membatasinya :

Pertama, menulis sajak, kebiasaan ini muncul sejak kelas 6 SD, aku masih ingat puisi pertama berjudul Seperti Bintang dan entah kemana bukti kertas otentiknya. Ada suatu keasyikan tersendiri menulis kalimat-kalimat penuh majas dan tentunya penuh #KODE #hahahaaa#ketawalicik. Kadang penginnya dijadikan lagu, namun apa daya kemampuan imajinasi lebih kuat daripada kemampuan memainkan instrumennya. Kalau selama SMP dan SMA sendiri sektiar 300-400 sajak sudah saya telorkan, namun begitu kuliah kurang terarsipkan dengan baik. Mempublikasikannya di media sosial ataupun blog emang banyak isiko, tapi karena saya belum punya niat mengkomersilkan buah imajinasi saya, ya it's OK lah I don't have feeling about it, mungkin kalau ada yang mengklaim buatan dia ya barulah aku kirim kamehame spesial buat dia.

Kedua, menulis pengalaman masa lalu ataupun ide masa depan, kadang narcis sih, ya harapan saya tulisn jenis ini bisa memacu kedisiplinan dalam#eaaa#malah_doa_waktu_upacara, harapan saya tulisan jenis ini bisa membuat saya ingat momen-momen berharga (dan takkan ternilai dengan nominal) bersama sahabat saya maupun wujud-wujud lain anugerah-Nya serta memotivasi menggapai target yang sudah saya tuliskan. Memang ada yang berupa cerita gagal, tapi segagal-gagalnya suatu target bukankah akan menjadi baik bila bermanfaat dan menginspirasi :)


Ketiga, share informasi, yang ini dapat dibilang lebih bersifat "crawling" alias cenderung copy-paste, tapi saya cantumkan ko sumbernya, kategori ketiga ini didominasi tulisan tentang Islam, TIK, serta IPU (Ilmu Pengetahuan Umum), yapss, seneng rasanya bisa berbagi hal yang positif dan bagi saya itu adalah dakwah, bahkan ketika saya share hal yang bersifat TIK dan IPU bagi saya itu dakwah karena TIK dan IPU pada dasarnya adalah ilmu yang dianugerahkan oleh-Nya dan ketika berbagi ilmu didasari ikhlas insyaAllah akan ditambahkan ilmu kita oleh-Nya



Keempat, menulis ilmiah, lhaa ini nih lantaran saya terperosok dalam ekskul KIR di SMA dan tidak pernah memenangkan gelar juara apapun (paling banter peringkat 5 T_T) maka ketika kuliah getolllll sekali rasanya untuk membuat suatu karya tulis, tahun pertama ikutan lomba menulis namun cuma dapet piagam, tahun kedua nihil, tahun ketiga ikutan lomba karya tulis di GemasTIK gagal, tahun keempat plus semester 9 jadi pelampiasan untuk menuntaskan rasa penasaran. Alhamdulillah Allah memudahkannya dengan memberi kado berupa ikut serta konferensi/seminar sebagai pemakalah di SNATI 2012, IISF 2012, KNK 2011, KNSI 2013, dan walau hanya meraih gelar finalis, alhamdulillah GemasTIK menjadi torehan yang berkesan



Kelima, menulis administrasi organisasi, yapsss, sejak menjadi Kerani alias sekretaris putra, rasanya hati ini jatuh cinta dengan hal-hal berbau administrasi organisasi, #ihirrrr#apaandah seriusan lho ini, malah kadang ngerasa gatel kalo liat organisasi yang acak adul administrasinya :(


Keenam, ngoding, yapss, ngodinggg, entah dosa apa yang membuat saya terus berkutat dengna berbagai bahasa pemrograman, tapi jika itu dijalani bukankah artinya kita menyebar manfaat?

Namun, seriring berjalannya waktu, tentu kembali pada salah satu filosofi hidup, yaitu Hidup adalah Pilihan (lagu KLa Project juga nih). Ya... hidup itu pilihan sehingga harus berani mengambil keputusan #jrengjengjeng yaitu menentukan prioritas yang harus dilakukan, bukan berarti saya harus menggantung keyboard.
Memang berat ketika harus melepas salah satu target untuk sementara, tapi percayalah keikhlasan kita akan menjadi pemantik konsistensi kita dalam bertawakal kepada-Nya sehingga makin dekatlah kita kepada Illahi. Dengan rutinitas  yang seabrek, yaitu kerja, tidur, makan, tidur, kerja, makan, tidur #busetttt #ini_hidup_ala_Kintaros hehee, yayayaa, menulis memang menjadi passion, namun perlu dikurangi mengingat ada prioritas yang harus ditekuni dan dipertanggungjawabkan di tempat mengais nafkah, maka semoga Allah mengizinkan saya bisa menulis tentang karya ilmiah, baik itu paper, esai, thesis di kesempatan yang tepat. Tulisan jenis ini dibanding kelima lainnya jelas paling menguras konsentrasi

Angan yang Terapung [versi 1]

Bintang...
Hanya ulurkan kerlip
Bulan...
Acapkali separuh bentuk terangnya

Mendung
Ibaratkan kelam siap hujamkan air mata
Dan hujan tanpa pelangi
Luruhkan s'gala anganku kepakan sayap

Serpihan hati yang terpuruk
Aku punguti rangkaikan sebuah angan
Puzzle semangat yang terkoyak
Aku rekatkan walau entah kepastian gunanya

Dan sekujur benak diayun bimbang
Apungkan asa yang enggan terwujud

Deralah ingatan pada mimpi
Agar dunia nyata saja yang dikecap
Membujur sebongkah kepataharangan
Diiringi sumbangnya kepenatan

Adab Bercanda dalam Islam

Mungkin kita pernah mendengar seseorang berkata “Jenggotmu makin panjang aja, kayak embek” atau ketika ada akhwat bercadar lewat dikatakan “Awas…awas…ada ninja lewat” dengan nada bercanda. Atau perkataan seperti “Eh gua dulu dong, yang tampangnya jelek belakangan” kepada teman kuliah saat sedang antri bayar SPP. Atau kadang kita bercanda “Eh, naik mobil gua yuk, tapi mobilnya masih di toko”. Terdengar biasa saja?

Sebagai makhluk sosial, manusia tentunya dituntut untuk bisa berinteraksi dengan manusia yang lain. Karena manusia tidak bisa  hidup sendiri, melainkan butuh orang lain dalam memenuhi hajat-hajat hidupnya. Untuk bisa melahirkan seorang manusia saja,  seorang ibu butuh seorang suami. Saat lahir pun akan membutuhkan bantuan dari bidan atau dokter. Dan seterusnya sampai kita dewasa pasti akan membutuhkan peran orang lain dalam hidup kita.

Maka, seorang manusia sejatinya harus bisa berinteraksi dengan manusia yang lain dengan baik. Membangun keakraban,  membangun suasana kekeluargaan, menjalin persahabatan. Rasulullah pun memerintahkan kita untuk menjadi orang yang suka bergaul di masyarakat dengan baik : “Mukmin yang bergaul ditengah-tengah masyarakat dan bersabar atas gangguan mereka lebih baik daripada mukmin yang tidak bergaul dan tidak bersabar dengan gangguan orang” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Hafidz dalam Al-Fath)

Dalam bergaul, kadang diperlukan bumbu-bumbu agar muamalah tidak membosankan, tidak kaku dan supaya mudah tercipta keakraban. Bumbu-bumbu tersebut kadang berupa candaan. Bisa berupa plesetan, humor, tingkah yang lucu, sindiran dan segala macam bentuk canda yang bisa mencairkan suasana. Tentu saja hal ini adalah perkara mubah, boleh-boleh saja.

Bahkan Rasulullah pun suka bercanda. Anas ra. Meriwayatkan bahwa pernah ada seorang laki-laki meminta kepada Rasulullah agar membawanya di atas kendaraan. Kemudian Rasulullah berkata: “Aku akan membawamu di atas anak unta”. Orang tadi bingung karena ia hanya melihat seekor unta dewasa, bukan anak unta. Kemudian Rasulullah berkata: “Bukankan yang melahirkan anak unta itu anak unta juga?” (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad yang shahih)

Namun seringkali dalam kenyataannya, banyak sekali candaan-candaan yang melewati batas dan tidak sesuai dengan akhlak Islami yang hanif. Seringkali candaan mengandung unsur kebohongan, mengolok-olok ajaran agama, menyakiti perasaan teman, tertawa berlebihan dan kebatilan-kebatilan lain.

Latihan Ngedosen

Dosen a.k.a lecturer
That's my vision
That had been written in my master plan that I placed 5 years again.

Kenapa sih pengen jadi dosen ve?
Emang lw pantes jadi dosen?
Mau jadi kayak apa mahasiswa lw?
dan masih banyak pertanyaan lebih tepatnya mosi tidak percaya

Kenapa pengin jadi dosen?
Bagi ahli biologi mungkin berupa faktor warisan dari kakek dan ibu yang seorang guru, waduh ntar darah petani dari ayah bisa complain nih.
Bagi seorang muslim, berbagi ilmu adalah yang mulia karena bisa mengabdikan sebagai orng yang bermanfaat dimana sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat.
Dari sisi histori mungkin karena sejak tahun ketiga saya mulai akrab dengan beberapa dosen seperti pak Agung, pak Mahmud, pak Suyanto, pak Kemas, pak Dawam, pak Rizal, pak Heroe, bu Endang, bu Ima, bu Ayu, udah-udah jangan disebut semua, ntar jadi presensi dosen. Rasanya pengin juga jadi dosen, dekat dengan mahasiswa (sosok yang semangat, muda, berkarakter, tangguh, ga kenal putus asa, beraneka ragam, sedang mencari jati diri+potensi diri), dari segi berbagi waktu dengan keluarga pun "tampak" nyaman.

Emang lw pantes jadi dosen?
Lha emang dulu gw pantes jadi mahasiswa IT Telkom? Kepantasan itu diukur dari niat tulus serta komitmen untuk selalu membenahi/memperbaiki diri. Memang bagi ex-mahasiswa dengan IPK ngepas, sering berkutat dengan perulanagan beberapa mata kuliah, pengalaman riset di lab yang minim, hal-hal itu jelas menjadi kekurangan, tapi itu kondisi saat S1, masih ada kesempatan S2 untuk mematangkan diri dan mengukur secara pribadi kelayakan diri ini. InsyaAllah pengalaman "mengajar" sekecil apapun akan menjadi modal yang berharga. Semoga kesempatan "berceloteh" di Hikari dan "ngoceh sambil ngoprek" topik TA bareng beberapa teman bisa bermanfaat sebagai pendongkrak kapabilitas diri. Rasanya seneng ey bisa ngoceh ama teman tentang tugas akhir sebagai pembimbing ketiga yang tidak formal.

Mau jadi kayak apa mahasiswa lw?
Lha mereka mau jadi apa dulu? Belajar dari pengalaman, mahasiswa itu terbagi 4, yaitu sudah tahu bakat dan sedang fokus ke bakat itu; punya target tapi masih bingung cara mencapainya; bingung target tapi punya keinginan menelusurinya; serta absurd sama sekali. Masing-masing perlu penanganan berbeda, but semua itu perlu dikembalikan pada niat awal. Dari segi legalitas, perlu dipahami output dan outcome perkuliahan tersebut berdasarkan kurikulum apa serta diskusi di awal semester bersama mahasiswa, apa yang mereka harapkan dari mata kuliah ini, apakah keinginan itu relevan ataukah tidak, serta yang paling utama, budaya apa yang menjadi kesepakatan ditumbuhkan selama perkuliahan.

Bagaimana cara lw menjadi dosen?
Pertama, minta restu orang tua, alhamdulillah orang tua mempersilahkan saya mengikhtiarkan apa yang menjadi keinginan saya, minta izin ke istri jelas belum masuk hitungan karena status di e-KTP saya masih "belum menikah".
Kedua, cari info mengenai kualifikasi dosen dan berbagai hal seputar dosen, misalnya apa enak dan tidak enaknya, ya istilahnya carierpath nya seperti apa sih
Ketiga, cari info beasiswa S2, berhubung masih berpasan (ada hal yang perlu ditabung lebih dulu), maka saya harus memposisikan diri sebagai pemburu beasiswa S2 di bidang ilmu komputer/informatika (serta variannya) yang gratis, di luar negeri alhamdulillah, di dalam negeri alhamdulillah.
Keempat, men-tawakal-kan diri pada skenario-Nya dimana muara hidup ini adalah hidup mulia lalu meninggal khusnul khotimah, artinya segala rencana perdosenan perlu dipersiapkan sebagai perwujudan hidup yang mulia

Bismillah