Great Collaboration with Pakar10

Bukan hal yang mudah ketika dua tim bekerja sama, apalagi background dan cara pandangnya berbeda

Ujar-ujar itu memang tepat. Tim IK dengan budaya yang memang berbeda dengan Pakar10. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dalam berkreasi di sebuah aplikasi berbasis website, yaitu Portal Indonesia Kreatif. Kerja sama yang telah dimulai dari September ini mengalami klimaksnya di bulan Oktober dan November.

Desain website...
Pilih subdomain atau subdirectory??
Hosting di telkom collocation...
Install centOS...
Install ngeINX plus cPanel...
dan pastinya coding dan debugging...



MasyaAllah, secara objektif semua ini melelahkan...
Tapi bukankah yang dinilai Allah itu bukan tingkat kelelahan? Tapi kedalaman hati untuk bersikap ikhlas

Konflik bukan hal yang bisa disangkal. Terselip beberapa kali benturan persepsi yang agak hangat, tapi faktor "gemar bercanda" menjadi obat penetral.

Terima kasih kawan-kawan di Pakar10

Inspirasi dari Komandan Sawahlunto, Bantaeng, dan Pekalongan

Buka-buka arsip di HP nemu sebuah foto yang mengingatkan saya pada suasana H-1 launching Portal Indonesia Kreatif di Epicentrum Walk.



Suasana di media center PPKI 30 November siang itu agak ramai walau di luar rinai hjan lebih ramai, tapi saya dengna style cuek khas programmer. Menoleh ke kanan ada seorang bapak yang wajahnya membuat saya berpikir "kayak pernah lihat dimana gituuuu". Selang lima menit terjawablah pertanyaan saya. Ternyata si bapak itu adalah pengisi materi Press Conference di sesi siang tersebut. Dia tidak tampil sendiri, melainkan bertiga dengna dua orang bapak lainnya. Si bapak yang membuat saya deja vu adalah  dr HM Basyir Ahmad, walikota Pekalongan. Pekalongan? Pantas saja, pengalaman tinggal di Pekalongan 1,5 bulan di 2010 agaknya cukup membuat dia lumayan familiar di memori saya hehee. Sedangkan dua lainnya adalah Amran Nur, walikota Sawahlunto, Sumatera Barat, dan HM Nurdin Abdullah, bupati Bantaen, Sulawesi Selatan. Ketiganya memaparkan tentang kiat-kita membangun daerah mereka dengna kreatif. Terus terang mereka komandan yang luar biasa visionernya dengan kejelian memanfaatkan kondisi masing-masing. 

Bapak Amran harus menyaksikan Sawahlunto tengah limbung lantaran pertambangan sebagai industri utama di sana tengah menukik. Bapak Basyir Ahmad menyampaikan bagaimana dia membangun kekuatan industri batik yang diawali kebimbangan memilih ikon kota antara batik dengna perikanan. Bapak Nurdin Abdullah malah pusing dengan banjir di Bantaeng yang rutin. Tapi ketiganya tidak menyerah dan mau berjuang selama bertahun-tahun.

Sawahlunto kini tumbuh kembali sebagai salah satu kota progresif di Sumatera Barat dengna komoditas unggulannya cokelat. Pekalongan mampu tampil sebagai pioner industri batik kerakyatan di Indonesia. Dan Bantaen saat ini muncul sebagai  destinasi wisata bahari di Sulawesi Selatan. Menariknya masing-masing punya trik untuk menjaga perekonomian rakyat.

Bapak Amran mengedepankan masyarakat Sawahlunto sebagai aktor lokal dengan bersifat selektif terhadap investor yang masuk agar kekuatan ekonomi kerakyatan tetap terjaga. Begitupun Bapak Basyir yang memprioritaskan warga lokal sebagai pengisi-pengisi area penjualan batik di Kota Pekalongan. Hal senada pun dijalankan oleh Bapak Nurdin yang menyediakan berbagai lahan untuk masyarakat lokal sebagai pedagang di kawasan wisata bahari di Bantaeng.

Usaha untuk memprioritaskan warga lokal sepintas menggiurkan, tapi ini tidak mudah. Pasti akan muncul berbagai situasi yang rumit, misalnya kekecewaan terdiskriminasi bagi warga pendatang/asing, kesadaran warga lokal yang belum terjamin, atau mungkin juga kesempatan ber-KKN bagi aparat yang nakal. Tapi mereka bisa menguraikan gagasan-gasan untuk memihak masyarakat lokal sebagai aktor perekonomian di daerah mereka sendiri dengan sabar.

Sabar... konsisten... kreatif... tiga hal itu saya tangkap sebagai faktor pembeda kesuksesan mereka (yang jarang diekspos media) dibandingkan "kebelumsuksesan" komandan daerah lain. Tiga hal yang kontradiktif dengan budaya saat ini, yaitu instan -_-"



And Passion was+is+willbe My Reason

Pekan lalu kegiatan Makrab (Malam Keakraban) Karate Telkom (peleburan IT Telkom Karate Club, UKM Karate Politeknik Telkom, IM Telkom) diadakan di Cibeunying, Kabupaten Bandung Barat (tapi perjalanan kita malah ke Utara hehee). Sebuah sesi menjadi kesempatan saya untuk survey, tidak hanya buat saya pribadi tapi untuk UKM ini, yaitu alasan memilih Karate sebagai UKM.

Jawabannya beragam, ada yang ingin belajar bela diri, ada yang ingin melanjutkan Karate dari jenjang akademik sebelumnya, ada yang bureng (absurd T_T) dan macam-macam. Mungkin ketika saya ditanya balik pun perlu waktu untuk menyusun kata, ceileh berasa mau sidang skripsi aja :p

Karate (dan Pramuka tentunya) menjadi kegiatan yang melengkapi (tapi bukan pelengkap) aktivitas saya selama menekuni dunia akademik sejak SMP. Bahkan ada rasa aneh ketika di awal kuliah tidak ada dua kegiatan itu sebagai UKM. Tapi Allah menggariskan suatu ketentuan dimana saya bisa ikut dalam pendirian Racana hingga resmi menjadi UKM resmi di IT Telkom. Untuk Karate sempat hadir di masa-masa awal, namun dikarenakan satu dan lain hal saya vakum hingga akhir 2011. Di akhir 2011 saya memulai kembali alias RESTART dimana gerakan saya kaku dan sangat memprihatikan :/ Tapi dukungan yang laur biasa dari Sensei, Senpai, dan Kohai menjadi alasan untuk survive. 

Namun apabila ditanya kenapa saya masih menggandrungi Karate maka jawaban saya adalah
Karate merupakan passion saya baik masa lalu, masa kini, maupun masa depan

Memang saya belum pernah berkesempatan mengikuti turnamen; baik di SMA maupun di kuliah saya tidak terlibat sama sekali di kepengurusan dan bahkan di masa klimaks ekskul/ormawa saya justru lebih aktif di tempat lain; memang semenjak ikut Karate saya justru lebih menjadi pendiam (nggak sepecicilan ketika belum ikut Karate); atau untuk jangka pendek, saya di Jakarta Selatan tanpa tegi dan tidak latihan rutin. Tapi, passion tetaplah passion.

Ketika IAIS alias Ikatan Alumni Inkai Smansawi membutuhkan bantuan saya maka in sya Allah semampunya saya berkontribusi
Ketika UKM Karate Telkom memerlukan hal serupa maka in sya Allah pula saya berkontribusi semampunya

Kenapa?
Karate passion saya
Di Karate saya mendapati "keluarga" yang mampu mengayomi :)

Dramatic, but Rule

2008 pasca laga pertama Rusia vs Ceko yang berkesudahan 4-1 tentu semua orang menjagokan Rusia lolos ke babak berikutnya, minimal sebagai runner up grup. Alasannya tentu tiga poin dan surplus tiga gol. Di laga kedua hasil imbang melawan Polandia 1-1 masih bisa disebut sebagai gangguan kecil. Urutan setelah laga kedua ini adalah Rusia (peringkat 1, poin 4), Ceko (2, 3), Polandia (3,2), dan Yunani (4,1). Tapi.... lantaran sebuah gol Karagounis di injury time babak pertama mengacaukan perkiraan semua orang. Yunani tanpa disangka mengangkangi ranking Rusia walau poin sama. Kenapa? Aturan di Euro 2012 memakai sistem head-to-head apabila ada tim poinnya sama. Lihat skor Yunani-Rusia? 1-0... Artinya Yunani "dianggap" unggul atas Rusia.


Salah satu aturan lazim yang juga terbit walau tidak berlaku di turnamen ini adalah selisih gol. Dan bicara selisih gol, tentu akan mengenaskan bagi Rusia yang masih surplus 1 gol. Kenapa? Yunani tidak punya tabungan selisih gol. Ceko? Mereka lolos dengan catatan gol defisit satu. Ada yang berani mengira mereka bakal lolos? Lebih gokil, adakah yang berani menebak mereka lolos sebagai juara grup dan Rusia tersingkir? =_="

Ingin yang lebih "ngeri"?


Lihat klasmen di atas pada grup F UCL musim ini. Ada tiga tim mengoleksi poin 12 dari hasil yang sama pula, yaitu 4 kali menang dan 2 kali kalah. Mereka hanya dibedakan selisih gol. Selisih gol, itulah yang "mendiskriminasikan" Napoli lantaran "cuma" punya tabungan gol 1 sedangkan Dortmund saldonya 5 dan Arsenal rekeningnya 3. Pemain-pemain Napoli boleh jadi makin galau di bawah kucuran shower ketika menengok tetangga mereka, Zenit, yang cuma bisa mengais 6 poin hasil satu kali menang plus tiga imbang. 

Okay, kita bandingkan Napoli vs Zenit,
Jumlah kemenangan Napoli 4, Zenit 1 sehingga Napoli 1-0 Zenit
Jumlah seri Napoli 0, Zenit 3, kalaupun seri dihitung maka Napoli 1-1 Zenit
Jumlah poin Napoli 12, Zenit 6, well, Napoli 2-1 Zenit
Selisih gol Napoli surplus 1, Zenit minus 4, so...Napoli 3-1 Zenit, malah jika seri diabaikan Napoli 3-0 Zenit.

Tapi.... klasmennya bersifat lokal di masing-masing grup. Maka dibandingkan dengan metode dan algoritma apapun, Napoli dikomparasikan dengan Dortmund, Arsenal, dan Marseille, sedangkan Zenit hitung-hitungannya ya dengan Atletico Madrid, Porto, dan Austria Wina. Ketentuan poin sama pun sudah ditetapkan mengacu ke selisih gol. Memang agak tragis bagi Napoli yang jumlah poin sama dengan dua tim yang lolos tapi dia tersingkir. Memang ironik bagi Napoli yang tidak lolos tapi di grup sebelah tim dengan poin setengahnya plus catatan golnya lebih buruk malah lolos. 

Dan di sinilah garis sportivitas bisa ditarik :)
Kelogowoan untuk menyikapi suatu "bencana" (bagi tim yang tersingkir, yaitu Rusia dan Napoli) untuk tidak seenaknya menyalahkan sistem, namun bisa memahami hakikat perjuangan. Tentu kurang bijak bila memaki-maki apa yang terjadi di laga terakhir. Oh andai saja hasilnya 0-0 imbang antara Yunani vs Rusia, tentu Rusia yang lolos, hmmm, andai saja gol injury time babak pertama itu tidak ada :/ Oh andai saja Napoli di laga terakhir bukan menang 2-0 tapi 3-0 atau malah 4-0, tentu mereka bakal mengangkangi Arsenal :/ 

Jangan pintar mengeluh di kesempatan terakhir. Kesuksesan itu dibangun dari masa depan :)

Custom Sidebar Plugin

Ketika mengerjakan sebuah website, ada kalanya kita harus terpana #eaa dengan desain yang dibuat mengharuskan kita menyediakan berbagai ruangan untuk konten dengan sifatnya statis (ada pada template) yang bersumber bukan dari entry posting-an. Tidak usah panik ataupun meraung-raung di bawah pancuran shower.

Ada plugin sederhana bernama Custom Sidebar yang sesuai namanya, dia meng-custom sidebar yang dapat diutak-atik lokasinya.

Mangga di-search di wordpress.org

Cara memakainya pun relatif sederhana.
Pertama, awali dengan bismillah lalu install sebagai menginstal plugin pada umumnya.

Kedua, klik Appreances, kemudian pilih Custom Sidebar, lalu buat sebagaimana petunjukk (lihat kotak dan tulisan oranye di bawah ini

New Template Page

Bingung mau post tentang apa?
OKey, sebenarnya akan post tentang review sebuah plugin sederhana yang lumayan enak untuk dipakai sebagai pengisi konten di WordPress. Tapi, sebelumnya ingin sedikit mengulik tentang caranya membuat template yang dipakai spesifik untuk suatu page tertentu.

Pertama copy-paste page.php di folder yang sama. Lakukan proses ini pada cPanel maupun FTP server. Misal kita beri nama page-about.php.

Kedua, sisipkan nama template untuk diidentifikasi sebagai jenis template. Penulisannya bagaimana? Perhatikan screenshot di bawah ini, ketikkan lima baris pertama tersebut.


Maka, ketika kawan-kawan akan membuat suatu page akan tersedia pilihan page tersebut dengan nama About Template.


Simpel banget kan?? heheee

Semestinya sih Biasa

Akhir tahun ternyata bisa bermakna akhir dari keterlibatan dalam tim.
Ibarat dalam sepakbola maka jendela transfer utk bermigrasi dibuka "lebih" lebar.

Awal November lalu sebuah poster rekruitasi network engineer agal mengagetkan. Yapzz sang network engineer bang Hendrik memutuskan tidak memperpanjang kontrak. Kawan ngebanyol, fans Barca, komplotan futsal dan tentunya rekan nge-IT itu brrpamitan via sebuah makan-makan pada Jumat berikutnya. Itulah kawan satu departemen saya

Di tengah gelaran PPKI di Epicentrum pun jadi lahan "kode pamit" mba Reni, Media Relation tim Indonesia Kreatif. Faktor passion menjadi alasan diplomatisnya. Memang diantara anak-anak IK, dia relatif kurang akrab dengan saya, tapi ga berarti hengkangnya biasa saja. Ketahanbantingan dia dalam melakoni peran sebagai MR sangatmenginspirasi. Itulah lawan satu tim proyek saya.

Kemudian ada seorang relanita namanya Zulfah entah nama lengkapnya. Sepintas orangnya cuek tapi ia tipikl observer yang kritis. Diskusi dengannya merupakan hal yang asyik. Ada-ada saja ide yang muncul darinya. Hal yang positif banyak saya petik sebagai kawan satu meja.

Resign...
Mau dimanapun juga itu hal yg wajar. Tak ada uang abadi di dunia keprofesian. Malah resign-nya saya pun tinggal menanti giliran, entah kapan :))

Grand KLakustik: indescribable Creativity [2]

kan berbagai kreativitas yang "KLa bangettt". Kolaborasi dengan berbagai musisi yang mampu menyuguhkan atraksi memukau. Lagu-lagu yang dibawakan pun merupakan "portofolio-portofolio" yang menunjukkan kelas mereka,


  • Laguku, Lilo berkolaborasi dengan ketiga orang backing vokal. Itulah konsep dasar lagu ini. Pergeseran atraksi penyumbang suara di sini menjadi kesempatan untuk unjuk gigi yang dimanfaatkan dengan baik (walau belum maksimal) oleh ketiga backing vokal tersebut. Keempat penyanyi di lagu ini agaknya masih bergelut dengan membagi porsi suara manusia dengan suara instrumen, padahal ini jadi momen yang pas untuk bermain akapela.

  • Tentang Kita, 24 tahun yang lalu lagu ini jadi hits yang mendakan kemunculan band ini. 17 tahun lalu lagu ini dibuat versi akustiknya yang renyah luar biasa. Dua tahun lalu evrsi daur ulang oleh RAN juga tak kalah menarik. Dan malam itu versi akustik yang kedua disajikan dengan memukau. Perbedaan utama terletak pada permainan alat musik gesek yang lebih dominan dengan intro dikomandoi oleh trombone. Jujur, lagu ini kayaknya terlalu sulit untuk tidak dijadikan ajang berkreasi dengan berbagai versi keriangan :)

  • Waktu Tersisa, lagu yang sebelumnya agak biasa saja bagi saya sebelum konser ini berlangsung. Petikan gitar Tohpati dan dentingan piano Badai saling bersahutan di lagu ini tak lama setelah  ketiga personel KLa mempersilahkan mereka berdua mengambil alih panggung. Sempat ada feeling 'masa cuma mereka berdua sih?'. Tiba-tiba tanpa basa-basi seorang pemuda dengan mantel plus topi dan syal berjalan elegan menuju microphone dan langsung menghentak dengan syair 'menyusur keramaian sepanjang sisi kota...'. He's Glenn... Glenn Fredly... What a surprise Kolaborasi ketiga benar-benar OK punya. Bagi yang belum pernah dengar lagu ini, pasti mengira ini lagu baru Glenn yang cengau suaranya sangat dominan, Tohpati dan Badai? Mereka layak menjadi "pesulap" yang sukses berat menciptakan harmonisasi di instrumen tanpa listrik menjadi sangat 'manis'

  • Anak Dara, lagu ini di versi aslinya merupakan balada yang sangat 'simpel' dengan berbagai olahan suara syahdu paduan perkusi dan piano. Versi asli tersebut sudah membuat orang bisa membayangkan betapa riuh tapi tetap syahdunya bila dikombinasikan dengan permainan orkestra. Dan itu sangat terbukti dimana lagu ini menjadi balada yang menghanyutkan suasana.

  • Semoga, salah satu lagu favoritnya dan entah kenapa ketika pertama kali membaca novel Tenggelamnya Kapal Van der Wyick *cmiiw* saya langsung membayangkan lagu ini hehee. Pada KLakustik (1996) lagu ini menjadi sangat syahdu dan di Grand KLakustik lagu ini semakin manis dengan sentuhan orkestra dimana pada bagian klimaksnya gesekan violin mendayu-dayu seolah mempermainkan emosi pendengarnya. Saluteee


  • Lara Melanda, lagu balada yang pertama kalinya saya dengar secara langsung. Mereka masih tampil bertiga (pasca lagu Gerimis). Kebetulan lagu ini juga persis dilantunkan ketika saya datang. Tirai besar merah marun ketika intro dibuka dan eaaaa sebuah tim berjumlah banyak memainkan orkestra yang masya Allah ciamik mamamiaaaaa. Diawali kesan musik 'kebingungan' seperti di kartun-kartun Tom and Jerry, dan disambung kemegahan khas orkestra
  • Tak Bisa ke Lain Hati, as usual this song make we only focus to hear and join to sing together :) Salah satu lagu dari "trilogi" yang menguasai tangga musik awal dekade 90-an. Pada lagu ini KLa lebih memerankan lakon utama dengan dengan pembawaan yang tegar dan tetap berkarakter. Peran orkestra lebih sebagai penopang kekokohan instrumen. Instrumen lembut orkestra seperti violin menjadi pemain minor. Tampaknya KLa ingin membuktikan bahwa musik orkestra juga bisa tampil "tegar", bukan hanya lembut :)


  • Hey, berbagai alat musik tiup dan perkusi berkicauan dengan selaras khas orkestra di awal lagu ini. Wah ternyata ini lagu Hey. Agak nge-mars memang lagu ini jadinya, walau begitu, derap ritme di lagu ini masih nyaman di telinga. Mungkin bila Katon bisa lebih mengkoreografikan orasi di lagu ini akan lebih menarik. Keunggulan di lagu ini adalah musik dan vokal yang rapi :)

  • Belahan Jiwa, bisa dibayang betapa uniknya ketika seseorang di tengah tribun berdiri dan memainkan harmonikanya sebagai pembuka sebuah lagu? Itulah kreativitas yang diajukan KLa di malam itu. 


  • Terpuruk Ku Di Sini, permainan terompet menghiasi lagu ini dimana Katon mampu menyuguhkan hentakan-hentakan emosi


  • Satu Kayuh Berdua, asli rasanya agak histeris dengan bagaimana semangat lagu ini dibawakan dengan benar-benar UPBEAT....two thumbs for you all


  • Meski T'lah Jauh, lagu ini selalu menghadirkan Lilo sebagai penyanyi dimana lengkingan vokalnya khas. Sesekali dia mempermainkan penonton konser dengna permainan vokalnya yang tinggi dan meloncat-loncat di sejumlah nada atas


  • Bahagia Tanpamu, agak rancak permainan orkestra dimana memang lagu ini bertemakan kepatahhatian. Agak kaget juga karena ternyata Lilo yang menyanyikannya. Dan itu artinya semua lagu dari album V divokalkan oleh Lilo semua.
  • Romansa, pembawaan agak formal diiringi derap perkusi di versi aslinya pernah diobrak-abrik Lilo dalam versi rock. Padahal di versi KLakustik 1996 Katon masih menjaga aura hening agak tegang. Dan di Grand KLakustik ini Lilo mampu mengomandoi dengan apik. Lengkingan vokal khas Lilo menegaskan bahwa dia punya andil dalam mewarnai kekayaan khasanah musik KLa


  • Gerimis, lagu ini tidak sempat saya saksikan. Tapi dari rekaman di YouTube, agaknya lagu ini menjadi pemantik pagi KLanis untuk kembali mengenang KLakustik. Diantara semua lagu di malam itu, hanya ini lagu yang benar-benar dimainkan ketiganya, walaupun cara pembawaannya agak berbeda dengan konser khas KLa Project lazimnya. Lagu ini dibawakan dengan suasana agak kalem dan pencahayaan yang kelam. Agaknya memang bertujuan sebagai pengingat bahwa ini adalah sekuel (yang tidak direncanakan pada 1996) dari konser KLakustik (yang pertama). Say hi yang asyik juga karena di lagu ini (yang menjadi pembuka konser) Katon sudah mengajak penonton ikut bernyanyi.

  • Sudi Turun ke Bumi, lagu KLa yang paling kontroversi hehee, bukan karena video klip ataupun liriknya (justru kalau secara lirik ini merupakan lagu dengan pilihan kata yang paling unik), tapi karena aransemennya. Di album pertama hingga ketiga, KLa hadir sebagai musisi yang elektrik dengan lirik balada, begitu pula dengan album keempat dan kelima nuansa elektrik lebih garang, album KLakustik muncul sebagai kontradiksi, segala perubahan itu secara kebetulan senada dengan trend musik saat itu, tapi di album Sintesa (dengan Sudi Turun ke Bumi sebagai hit single-nya) justru KLa menampilkan musik techno. Musik techno memang tidak begitu populer di Indonesiaa, khususnya dengan kondisi musisi Indonesia sebagai lakonnya. Dan dalam sejarah KLa sendiri, lagu ini relatif jarang dibawakan. Alhasil Sudi Turun ke Bumi menjadi kontroversi dengan pertanyaan 'benarkah itu lagu yang mempunyai spirit KLa Project?'. Tapi KLa sendiri menikmati karyanya diobrak-abrik dengan balutan musik latin dalam konser kali ini. Permainan rancak solo guitar sempat membuat orang kebingungan tentang lagu apa yang dimainkan kali ini. Sudi Turun ke Bumi kalau boleh jujur patut saya sebut sebagai 'produk' Grand KLakustik paling sukses :)), alasannya lagu techno di-move on-kan dengan versi latin. What a creative arrangement bro

  • Saujana, lampu panggung disisakan secuil seolah jadi 'instruksi kepada penonton untuk diam. Petikan harpa mengkhusyukkan pendengaran. Sebagian besar penonton terdiam karena terlalu sayang kalau permainana harpa ini diganggu berisiknya tepuk tangan. Benar-benar syahdu dan permainan solo ini diakhiri dengan petikan harpa yang langsung mengingatkan pada sebuah lagu, yaitu Saujana. Harmonisasi di lagu ini sangat keren. 

  • Jiwa Merapuh, permainan piano Adi Adrian langsung menghipnotis dimana tanpa dikomando langsung terbayang suasana "mencekam" khas lagu Jiwa Merapuh. Dan benar saja, orkestra di lagu ini mantap nian menjadi dekorasi yang kelam. Walau tidak disebutkan, agaknya sosok Adi menjadi komando di lagu ini dimana dia tampil sebagai sosok yang mengkoneksikan KLa dengan tim orkestra.

  • Dekadensi, lagu ini sebenarnya juga menjadi aktor pembantu kontroversinya album Dekadensi. Musik techno dipadu liukan gitar ditambah permainan drum yang rancak menjadi kombinasi yang belum pernah dijumpai di lagu-lagu KLa sebelumnya bahkan jarang ditemui dalam permusikan Indonesia. Agak kaget juga ketika tahu lagi ini dibawakan di Grand KLakustik, bisa jadi berwujud seperti apa? Ternyata segala ornamen musik techno dimigrasikan ke konsep orkestra. Kolaborasi tiga gitar yang dipimpin Lilo menjadi senjata ampuh yang menjaga kegarangan lagu ini. Hanya saja Katon agak keteteran di bagian reff dimana dia tampil sendiri sedangkan di lagu asli dan konser lainnya dia berbagi peran dengan Lilo.


  • Menjemput Impian, aishhhhh sungguh ga bisa komentar apa-apa untuk lagu ini....


  • Prahara, permainana ritmik gitar khas langsung membuat ngeh kalau ini lagu Prahara. Dan memang penyajian sendunya khas dan cocok diiringi permainan orkestra yang kali di-setting mengalun kalem


  • Kidung Mesra, kemegahan lagu ini di album KLasik digubah dengan keriangan yang sangat lepas. Tempo pada reffain penuh semangat dan bergairah, agaknya KLa tampil tanpa beban segala tetek bengek urusan teknis :) Kalau boleh memberi skor, lagu ini layak diberi angka 97 dari skala 100. 


  • Yogyakarta, memang tak lengkap konser KLa tanpa lagu ini. Semarak alunan orkestra benar-benar klop untuk membuat lagu ini lebih dan lebih ^_^


  • Mana Kutahu, salah satu lagu buatan Adi Adrian yang dikemas dengan suasana kelam dan mencekam, bahkan melebihi seramnya Terpurukku di Sini. Kematangan Adi dalam mengaransemen terbukti ditambah keberanian Katon bermain di beberapa not yang melengking.


  • Kau Pulihkan Luka. Ini lagu favorit saya di album Excellentia dimana Katon berduet dengan Sierra Sutedjo, namun di lagu ini biduan yang menjadi partner-nya adalah Angel Pieters. Cengau Angel menjadi kombinasi pas tatkala bersahutan dengan Katon. Suasana ceria buatan orkestra mampu melambungkan semangat pendengarnya.


  • Lagu Baru, dan inilah klimaks konser tersebut. KLa mengundang Sisca (ex-backing vokal di awal karir KLa) dimana dangdut menjadi senjata pamungkas kreativitas KLa pada malam itu :)

Masya Allah bersyukur sekali bisa menjadi bagian dari penonto konser kreatif tersebut.

Grand KLakustik: indescribable Creativity [1]



Pertama kali melihat poster, agak bingung juga, bisa dateng ga ya?

25 tahun, jelas hanya ada satu kali nih konser
Memang, dalam hitungan hari bakal ada videonya di YouTube, tapi apa iya gitu doank?


Hari-hari demi hari terlewati *lebay

Yang ada hanyalah ngoding, ngoding, ngoding, dan ngoding. Nyaris lupa, apalagi gelaran PPKI terus membayangi dengan klimaksnya berupa launching website indonesiakreatif.net.


Hingga akhirnya hari itu tiba, diri ini sudah ikhlas tidak nonton dan mendadak badha Ashar muncul keyakinan yang mengoptimiskan diri ini untuk menontonnya. Bermodalkan *uang seadanya heeheee* plus GPS akhirnya sampai juga di lokasi dengan posisi tempat duduk yang strategis. Kekurangsiapan jelas tergurat di tubuh saya. Sandal jepit, jaket tebal menutupi kaos Barca jelas indikasi kalau kedatangan saya sifatnya di luar rencana.


Narcis heula di wall of fame *bener ga ini istilahnya?

Perpaduan biru dan merah syahdunya lelampuan mengiri konser ini




Alhamdulillah.... Thanks KLa as my soundtrack when I write my Final Project *eh


Persis datang ketika sebuah lagu balada berjudul Lara Melanda dengan diikuti dibukanya tirai menyajikan tim orkestra. Orkestra? Ya, konser kali itu mengambil "topik" orkestra. 


Ekspedisi Andalas Siger-Tanjak #2

Sebuah pagi di suatu pombensin ...

Bus berhenti dimana di pombensin itulah hampir semua penumpang turun, termasuk saya. Tujuan (nyaris) tergapai, ya pombensin itu merupakan pinggir kota Palembang, tepatnya kawasan KM07. 7 kilometer, apabila dalam keadaan biasa, tentu memancing diri ini unuk jalan kaki, tapi dengan keterbatasan fisik (asli masih capek pisan :/)

Surat kabar yang memberitakan kemenangan Timnas U-19 atas Korea Selatan semalam

Ceritanya bukti pernah ke Jembatan Palembang

Palembang... beneran nih ngebolangnya saya berhasil yampai situ?
Teringat sekitar dua pekan sebelunya melihat peta di Studio Indonesia Kreatif yang menunjukkan lokasi Palembang yang relatif jauh dari domisili saat ini, yaitu Jakarta Selatan. Beruntungnya saat itu saya sudah mahir mempergunakan aplikasi GoogleMaps di HP sehingga lebih bisa memahami harus langkahkan diri kemana. Dan berkaca dari pengalaman 'agak serabutan dalam berwisata' saat di Bandar Lampung, maka langsung saya browsing objek menarik di Kota Pempek ini. Alhamdulillah lokasinya sudah terbayang. OKay, prioritas hari ini di 3 objek, yaitu Jembatan Ampera, Sungai Musi (kan persis di bawah Jembatan Ampera :p), dan Pulau.... Ah, syukur-syukur bisa menuju ke Jakabaring.

Mendekati Pulau Kemaro via perahu :)


Pagoda di tengah Pulau Kemaro

Jembatan Ampera dari tengah Sungai Musi


Agak siang hari, rasanya agak aneh bila tidak mmenyempatkan diri ke GSJ alias Gelora Sriwijaya Jakabaring. Emang lokasinya dimana? Bermodalkan papan arah di pinggir jalan akhirnya jarak (yang ternyata sekitar 5-7km) berhasil ditempuh. 

Agak ga percaya juga sih bisa ngebolang sejauh ini :)


yeahhhhh I was there :)


Hari mulai sore, rasanya sejuk sekali berada di Masjid Agung Palembang. Bekal Al Quran rasanya menjadi bekal terbaik sepanjang perjalanan ini :)

Mimbar khotbah Masjid Agung Palembang


Masjid yang sederhana namun mengademkan


Senja menyapa, diri ini masih berkeliaran hingga akhirnya suasana malam nan ramai di sektiar Jembatan Ampera membuktikan bahwa Palembang  terus menyala mmerona.
Merah galo ... Merah galo

Malam semakin larut, mau menginap dimana nih? Entah darimana munculnya ide ini, tapi akhirnya bocah satu ini memutuskan menginap di mushola Rumah Sakit :) 


Pulang melalui Stasiun Kertapati