Seseorang yang membeli mie ayam berhak protes jika di mienya tidak ada ayamnya. Tapi belum ada sejarahnya orang membeli lem tikus lalu mengeluh karena tidak ada tikusnya. Kira-kira bagaimana dengan Kawan-Kawan terhadap HIMMPAS UI ini? Termasuk yang mie ayam atau yang lem tikus? Ini bukan sekedar lelucon karena kadang ide ntitas kerap menipu penampilan. Banyak web dengan domainnya nama berbau Islami tapi isinya #AhSudahlah, belum lagi penggunaan gelar 'ustadz'oleh akun di socmed yang isinya membuat kita ingin meng-kamehame-nya. Bagaimana dengan HIMMPAS UI? Dalam hal ini, saya masih optimis mengamati bagaimana nanti output pengurus dan anggota HIMMPAS serta dampaknya bagi UI, bangsa, dan agama.
Perbedaan besar organisasi (baik negara maupun korporasi) antara besar vs kecil ada pada visinya. Visi di sini bukan sekedar tagline kalimat, melainkan jangkauan mereka meneropong. Negara Korea Selatan maju IT-nya bukan karena satu dua malam, tapi perencanaan strategis SI/TI dari era 1980-an. Bahkan mereka sudah berani mengobrolkan roadmap e-government di akhir era 1980-an. Kesuksesan FC Barcelona di era 2010-an adalah buah sekolah sepak bola yang dirintis sejak 1990-an, itulah mengapa hingga kini mereka masih kokoh di blantika sepak bola Eropa. Negara kita pun sebetulnya punya tradisi merencanakan jangka panjang, tidak percaya? Silakan tengok Repelita di era Orde Baru ataupun MP3EI di era Reformasi. Keberlanjutan pertumbuhan itulah yang menjadikan organisasi bisa tumbuh dengan pesat, tidak sekedar berpikir "hari ini makan apa?" Maka belajarlah dari tokoh-tokoh terkemuka yang mampu menggunakan perannya sebagai CxO untuk berpikir jauh ke depan. Maka, coba luangkan waktu untuk merumuskan renstra HIMMPAS UI. Dari sini kita belajar untuk menyiapkan laju pesat sebuah organisasi yang tidak sekedar setahun dua tahun. Bukankah HIMMPAS tidak dirancang di tahun ini dan setahun ke depan saja.
Akhir paragraf di artikel ini adalah persuasi untuk introspeksi. Sebetulnya untuk apa ada Himmpas? Jika mantan Menkominfo pernah nge-tweet "internet cepat 'buat apa'?" dan responnya ramai, maka bayangkan ketua Himmpas UI nge-tweet "Ada @HimmpasUI ada 'buat apa'?" (Jangan lupa follow @HimmpasUI ya gaess), kira ramai tidak ya responnya? Jika ramai, apakah ramai pro, ataukah kontra, ataukah nanya "himmpas itu apa"? Semoga adanya HIMMPAS UI memiliki sebab yang masuk akal, bukan sekedar "karena UGM punya HIMMPAS dan ITB punya KAMIL". Apalagi M kedua adalah Muslim dan PAS-nya adalah Pascasarjana, jelas orang akan banyak bertanya mengapa harus ada organisasi khusus bagi mahasiswa muslim di jenjang pascasarjana.
#AkhirnyaDipublishJuga
