Jernihnya Wat Rong Khun


Pembeda dari kuil yang konon menjadi 'must be visited' dibandingkan bangunan serupa ada pada warnanya, putih. Ada banyak filosofi dari warna ini. Suci, murni, jernih, bersih, ikhlas, apa lagi ya, hmmm yang pasti putih tidak diasosiasikan dengan Real Madrid lho ya. Melihat berbagai ulasan yang ada, saya tidak menemukan keraguan berarti untuk mengunjunginya walau disertai bimbang akan ke kuil ini sebelum sholat Jumat atau sesudahnya. Belajar dari pengalaman sudah-sudah dimana bada Dhuhur di sini kerap diwarnai mendung, maka saya dan istri memutuskan menargetkan ke White Temple sebelum Jumatan. Yups, sebagai objek wisata yag mengandalkan arsitektur eksterior, jelas cuaca yang mendung akan mereduksi kenyamanan.


Sesampainya nanti, kami menyadari bahwa memang objek wisata ini disarankan untuk dikunjungi pagi hari. Alasannya sederhana, yaitu masih sepi sehingga kita lebih leluasa menikmati segala sudut tanpa harus berkerumun layaknya dawet tanpa santan.

Lho kok warnanya nggak putih, ya memang, tapi dominasi tetap putih

Bukan hal yang susah menuju ke White Temple jika berangkat dari terminal kota Chiang Rai. Ada tulisan jelas yang menandai bus mana yang harus dipilih. Kocek 20 THB per orang patut dipersiapkan sekaligus menandai bahwa durasi sekitar 30-45 menit akan dihabiskan menikmati jalanan darat kota Chiang Rai. Kesempatan berharga untuk mengamati bagaimana keseharian kota ini. Keunggulan objek wisata ini adalah dekat dengan jalanan utama kota Chiang Rai. Alhasil, kita cukup berjalan kaki menuju lokasi setelah turun dari bus. Ornamen pahatan runcing dan melingkar sudah melambai-lambai dari kejauhan. Jelas sebuah peringatan untuk bersyukur bahwa manusia dikaruniai akal pikir dan jiwa kreativitas yang kece mantap jaya.

Terlihat sepi dan khusyuk. Padahal sejam kemudian langsung membludak ramai... =-=



yang bagian ini agak ngilu-ngilu serem

Alhamdulillah kami sampai saat belum terlalu ramai. Tidak rebutan oksigen, tidak rebutan ruang untuk mengagumi kreativitas, bsa saling bergiliran mendokumentasikan sudut-sudut yang ada. Jujur, saya sangat terkesima dengan hasil kreativitas yang dihasilkan oleh perajin kuil ini. Awalnya, saya penasaran, bagaimana warna putih yang notabene gampang kotor justru tampak berkilau di berbagai fotonya di internet. Oh, ternyata, beberapa sisi kuil ditempeli dengan potongan keramik yang memantulkan cahaya. Teknik yang sederhana, namun efisien. Itulah mengapa putih yang ada di kuil ini bisa lestari bahwa memancar. Walau demikian, ketatnya sistem kebersihan dan pengamanan juga berkontribusi atas keunggulan objek wisata ini.

Nah, yang membentuk garis itu sebetulnya potongan keramik

Setiap jengkal kuil ini dihiasi lengkungan-lengkungan tajam. Bagi yang agak fobia dengan benda tajam [saya termasuk yang agak fobia demikian], fokus pada keindahannya sajalah. Oh ya, ada sebuah kejutan di salah satu sisi kuil ini. Sayang tidak boleh difoto, padahal epic sekali hehee.



#ArfiveThailand

No Response to "Jernihnya Wat Rong Khun"