Ekspedisi Nge-KLa dan Konferensi di FISIP UI


Medio 2011 lalu tatkala iseng browsing (dan sebagian aktivitas browsing memang bermmotifkan "iseng") saya menemukan informasi tentang semacam sayembara di sebuah blog kumpulan informasi perlombaan. Informasi sayembara tersebut terkait Konferensi Nasional Komunikasi yang diadakan oleh FISIP UI. Saya pun bergegas mempelajari tentang mekanisme seleksinya (sebenarnya sih download petunjuknya dan mempelajarinya sekian pekan kemudian). Setelah mengalami kebuntuan ide hingga masuk Karyadi (opsss, itu kasus lain) akhirnya saya memperoleh ide untuk memaparkan tentang IMK, Interaksi Manusia-Komputer, yaitu suatu studi yang mempelajari proses pengakomodasian antara komputer dengan penggunanya agar terjadi proses pemakaian yang tepat guna dan sesuai K3 (versi saya, kalo yg redaksi pakarnya bisa dicari sendiri). Setelah menghabiskan waktu di himpunan dan UKM, saya menyisihkan waktu untuk mengais ide di kesempatan ini dimana di tahap awal yang dinilai adalah abstraksinya.

Alhamdulillah nama saya tercantum di daftar peserta yang lolos pada website event tersebut. Terus terang saya agak tidak percaya, apalagi melihat judul-judul makalah peserta lain yang sangat intelektual -_-. Maklumlah, saya lebih dikenal sebagai mahasiswa medioker di bangku kuliah.

Inspirasi Jumat ini

Semua berawal dari keinginan atau juga mimpi
Tapi bermimpi saja tidak cukup
Kita harus segera bangun dan bangkitkan semangat untuk mengejarnya

Kadang kita mau berupaya keras bila tahu imbalan yang kita dapat
Sebagai contoh kit alebih banyak ibadah di bulan Ramadhan akrena tahu adanya pelipatgandaan amal ibadah
Itu manusiawi

Tapi segala yang kita lakukan untuk menebar kebaikan n memberangus keburukkan adalah ibadah
Ibadah bukan hanya pintar mengaji, bukan terbatas pada hafal rangkaian hadis
Kebermanfaatan bagi sekitar pun ibadah

Muslim itu bukan berkedok tagline islam
Muslim itu menegakkan kedamaian
Mampu membuktikan bahwa Islam bisa memberi barokah bagi semesta

Un-Has, Aga Kareba? Baji Baji Ji


Sebenarnya ini adalah kisah saya tahun lalu, yaitu sepekan di Sulawesi Selatan. Terserah akan dianggap penting atau tidak, tapi semoga menginspirasi. Cerita ini merupakan perjalanan saya bersama kawan saya Triyoga Adi Perdana dalam Pertemuan Nasional Pramuka Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Racana Hasanuddin Universitas Hasanuddin, Kota Makassar. Undangan kegiatan di November 2012 sudah diperoleh sejak Oktober, awalnya saya diplotkan untuk ikut tapi kemudian digeser menjadi prioritas kesekian karena satu dan lain hal. Bagi saya, ikut atau tidak akan saya terima dengna lapang dada, apalagi saya ada proyek berupa Konferensi Nasional Komunikasi di FISIP UI, maka tidak terlalu mengambil pusing apakah saya akan diikutkan atau tidak. Sebagai anggota biasa, saya hanya membantu sebisa saya, diminta membuatkan proposal dan beberapa berkas partisipasi di event-event di dalamnya pun tidak masalah.


COBIT 5

COBIT...
bukan nama calon istri saya, bukan pula nama dosen yang membuat saya ngulang suatu mata kuliah, bukan jugagrup band yang sedang daun, #makin ngelantur
 COBIT adlah suatu framework yang disusun oleh ISACA yang bertujuan untuk mengaudit sistem informasi melalui pendekatan sistematis. Tujuan mengaudit sendiri antara lain
  • Mengetahui pencapaian dalam menerapkan sistem informasi
  • Mengukur kualitas sistem informasi
  • Memberikan rekomendasi berdasarkan gap analysis antara ekspektasi dengan realita

Nah COBIT yang lazim dipergunakan di Indonesia adalah versi 4.1 yang sudah rilis sejak 2007 lalu. Dan pada 10 April 2012 lalu, ISACA me-launching versi 5 dengan berbagai inovasi, antara lain
  • Pembagian antara manajemen dengan tata kelola (governance)
  • Terdapat 5 domain yang dirinci ke dalam banyak aktivitas dan dispesifikasikan ke dalam macam-macam proses, domain-domain tersebut adalah Align, Plan, and Organize (APO); Build, Acquire, and Implementation (BAI); Deliver, Serivce, and Support (DSS), Monitoring, Evaluating, and Assesment (MEA); serta EDM.
  • Pengukuran tidak lagi menggunakan standar maturity score, melainkan capability level ISO 15504
  • dsb --> dan sisanya bingung

Lantas apakah makna COBIT 5 bagi saya?
Well, TA saya berkutat dengan COBIT 5.

Tribute to [2] L'arc en Ciel


Nah...posting kali ini saya mengulas tentang album Tribute to Larc en Ciel. Secara visual, saya belumt terlalu suka dengan konsep cover di album ini. Agak absurd, termasuk pemilihan warna putih pada kalimat L'Arc~en~Ciel Tribute yang kurang garang. Oh ya, lagu-lagu di album ini adalah :



  • Blurry Eyes versi rock oleh Vince Neil

Nadanya khas Blurry Eyes tapi lebih nge-rock dan berbahasa Inggris. Permainan vokalnya lepas tapi di beberapa bagian tampak tertahan. Secara aransemen sangat rapi.


  • Neo Universe versi Pop oleh Orianthi

Intro awal sangat khas. Vokal lembut renyah alias poprock dibawakan dengan baik meskipun berbahasa Inggris. Sangat memberikan suguhan alternatif yang berbeda

Tribute to [1] KLa Project



Di 2011 dan 2012 masing-masing muncul album kompilasi berisi recover lagu-lagu legendaris band favorit saya, yaitu KLa Project dan Larc en Ciel. Cover album ini terbilang simpel namun sangat mudah diingat dengan kartun (kalo trend sekrang disebutnya chibi) dari tiga personel KLa, yaitu Katon (merah), Lilo (biru) dan Adi (Kuning). Warna putih pada KLa Project dengan background hitam memberikan kesan tegas dan elegan.

Tribute to KLa Project berisi tembang-tembang yang makin variatif, yaitu :

Harus Rela

Jadi pemimpin itu kadang harus "lupa"
Lupa bahwa dirinya sedih
Lupa bahwa dirinya punya masalah pribadi
Lupa bahwa dirinya telah kehilangan waktu-waktu berharganya

Jadi pemimpin itu kadang harus sadar
Sadar ketika anggotanya tidak memberikan perhatian
Sadar bahwa dia harus membuat nyaman anggotanya
Sadar bahwa anggotanya tidak membutuhkan keluh-kesahnya selama memimpin
Sadar bahwa anggotanyalah yang membutuhkan perhatian

Apakah aku salah berpikir demikian
Mungkin karena lingkungan sekitarku seperti itu
Tidak peduli dengan segala unek-unek yang saya rasa
Yang dibutuhkan adalah saya yang harus memberikan solusi
Yang dibutuhkan adalah saya memberi motivasi

Padahal saya rapuh
Namun atas nama pencapaian target, segala kesedihan, amarah, kesal, kecewa harus ikhlas menggerogoti saya
Itulah resiko yang boleh jadi "diwajarkan" di sini

Background dan Problems


1.1.   Latar Belakang
Di Negara Kesatuan Republik Indonesia, sistem informasi terus mengalami pengembangannya untuk diterapkan dalam organisasi bisnis dalam menunjang kompetensi mencapai visi-misi organisasi bisnis tersebut. Organisasi bisnis yang lazim menerapkan sistem informasi adalah rumah sakit dengan berbagai proses bisnis di dalamnya. Terdapat dua jenis proses bisnis yang dilakukan oleh rumah sakit, yaitu proses bisnis utama dan penunjang. Proses bisnis utama merupakan proses bisnis yang mencari core value atau nilai inti dari aktivitas organisasi tersebut, yaitu penanganan pasien dan penyediaan obat. Sedangkan proses bisnis penunjang merupakan rangkaian aktivitas untuk menunjang proses bisnis utama, biasanya berupa tata kelola internal, misalnya pengelolaan SDM dan aset.
Proses-proses bisnis tersebut bersifat potensial untuk menjadi domain dari pemanfaatan sistem informasi yang mengelola proses bisnis yang dijalankan oleh sebuah rumah sakit. Dewasa ini, banyak rumah sakit yang telah menerapkan sistem informasi berupa aplikasi komputer yang menangani proses-proses bisnis di dalamnya. Kebanyakan rumah sakit menyerahkan pembuatan sistem informasinya pada pihak ketiga. Namun pemanfaatan sistem informasi tersebut belum diimbangi dengan pelaksanaan audit sistem informasi untuk mengetahui kualitas sistem informasi yang dipergunakannya dengan memakai framework yang lazim dalam dunia bisnis. Sistem informasi dalam sebuah rumah sakit sendiri mempunyai manfaat :

Nge-Jogja (lagi)

Jogja Jogja... tetap istimewa... istimewa negerinya istimewa orangnya ...

Well, aku kembali ke Jogja, kali ini episode berupa wisata MICE, apa itu MICE? sok hatulah carikeun nu internet kang... yaitu, berupa event SNATI (Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia.

Alhamdulillah di seminar kali ini saya diberi kesempatan tampil sebagai pemakalah. Proses keikutsertaan saya di event ini hampir mirip dengan Konferensi Nasional Komunikasi Indonesia di FISIP UI. Perbedaannya adalah yang saya kirimkan di awal proses seleksi di call of paper sudah berupa makalah lengkap, bukan hanya abstraksi. Informasi ini sebenarnya sudah saya dapatkan pada akhir Februari lalu. Saya sudah menargetkan untuk bisa lolos di sini, terutama karena lokasinya di Yogyakarta (emang kenapa? let time answer it all). Hanya saja seiring kesibukan saya beristighfar dalam rangka segala jempalitan ber-coding ria maka saya lupa deadline-nya. Tahu-tahu saya membaca informasinya di 31 Maret 2012, padahal deadline-nya 2 April 2012. What the heaven guyz???  Berhubung topik yang rencananya akan saya ajukan adalah hasil magang saya di Disparbud Kota YK, maka di dua hari yang sempit tersebut saya mengubah format laporan yang mengacu ke ketentuan prodi menjadi format jurnal yang dibuat oleh panitia. Yeah, judul yang gusung adalah Perencanaan Strategis Sistem Informasi berbasis TOGAF ADM pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Bagi Perangkak yang Memunguti Semangat

Terhitung sejak subuh tadi sudah dua gelas kopi di ruangan ini saya teguk. Rasanya jujur kurang manis, rasanya tidak biasanya saya merasa tidak senyaman ini.Saya dalam kondisi lemah, saya dalam tekanan yang boleh jadi menurut sebagian orang bisa saja tapi bagi sebagian lainnya mencekam.

Bisikan bahwa saya gagal mulai menggerogoti diri sendiri dalam bercermin. Tampaknya kelihaian saya dalam pengalaman sebelumnya tidak sekalut ini. Saya mulai ditikam prasangka buruk.  
Jangan-jangan mereka salah memilih saya? Jangan-jangan mereka memilih saya karena saya masih berserakan di kampus ini semester depan? Jangan-jangan ada motif bahwa saya ex-pengurus sehingga berharap bisa mudah dikendalikan? Jangan-jangan dari sedikitnya kesalahan organisasi sebesar itu mengambil keputusan justru saya termasuk di dalamnya.

Ya Allah ... apa yang mencemari denyut ini sehingga aku terperangkap dalam pribadi yang murung. Memang semua ujianMu pasti bisa aku lewati, tapi untuk kali ini. Berilah aku sedikit saya "clue" untuk menerobos terowongan gulita kali ini.

Aku tidak menuntut apa-apa selain semua berjalan dengan baik, berkesan, dan bermanfaat. Tak perlu segala macam pujian berbumbu manis, aku tidak membutuhkan itu karena tiket ke surga-Mu bukan bersumber dari sanjungan sesama manusia.