Belajar Infografis Yuk

Buat apaan emang infografis itu? Cuma lucu-lucuan doank. Anak SMA juga bisa kali...

Yakin??? Well, kalau masih ragu dengan tujuan dari ajakan pada judul di atas "BELAJAR INFOGRAFIS YUK", maka coba tengok pengalaman waktu menjelang UTS/UAS. Lebih enak mana belajar dengan kumpulan materi yang berisi tulisan-tulisan njelehi seperti ini o_O?



Dijamin puyenk tingkat akut tuh...
Coba pula baca informasi berupa laporan seperti ini:


Bandingkan dengan mencerna informasi laporan yang ditampilkan seperti ini

Tentunya naluri manusia kita akan menggiringkan untuk lebih menyenangi menerima informasi yang terakhir. 

Kenapa? Karena penyampaian informasi melalui desain visual mempunyai keunggulan yang oleh SocialMediaChimps dan SearchEngineJurnal kemukakan sebagai berikut :


  1. More eye-catching than printed words, 
  2. Shareable for use around the web.
  3. Infographics can be used to reinforce a brand, simply because they are so visually appealing. 
  4. A well designed and aesthetically pleasing infographic will drive people to your site since they are more likely to “share” and “click” on it. Also, this can help with Google’s “Page Rank” algorithm, which is  important for SEO.
  5. Short Attention Spans
  6. Information Overload
  7. Easy to Understand
  8. Reading Retention
  9. More Engaging
  10. People Love Sharing Infographics

Memang ada sejumlah kelemahannya sih, diantaranya :
  • Butuh waktu untuk mengkonversi dari tulisan mentah menjadi infografis
  • Pemakaian warna, ukuran dan elemen-elemen visual bersifat subjektif, bisa jadi kurang disukai oleh beberapa orang
  • Ketika dicetak ke dalam grayscale dapat menyulitkan keterbacaannya
  • Pemakaian memori secara komputasi lebih besar


Nah, berikut beberapa contoh pemakaian kreatif infografis di berbagai kasus

Curiculum vitae
Konten CV harus to the point, menarik, dan ringkas. Dengan pemakaian infografis ketiga kriteria ini lebih terpenuhi. Bahkan dengan pembuatan CV berupa infografis akan menunjukkan suatu skill yang jarang ditemui, yaitu kreatif, dimana akan meningkatkan daya saing. Berikut ini contohnya
Sumber : Behance 


Pemetaan kompetisi

Sumber: Creattica

Sumber: Princeton

Guidance (petunjuk pengerjaan)


Kampanye/promosi

Statistik
Sumber: visual.ly

Sumber: CreditLoan


Menarik kan?

INFP strengths and weaknesses

DI tengah gegap gempita pusingnya proses implementasi login social media di WordPress, iseng-iseng buka web http://16personalities.com dilanjutkan tes kepribadian yang ternyata hasilnya adalah jrengjrengjrenggg
INFP
Hmmm, kalau tidak salah 9 bulan lalu tes di http://www.humanmetrics.com/cgi-win/jtypes2.asp, hasilnya INTP, apakah saya mengalami perubahan kepribadian? Bisa jadi, karena apa yang kita isi merupakan cerminan dari kondisi kita yang terjadi dalam waktu belakangan dimana dinamisnya hidup sangat mempengaruhi apa yang jadi sikap kita. Tentunya selain faktor paham apa nggak ama pertanyaannya lho :p

Sejumlah analisis juga dikemukakan oleh web ini terkait INFP, diantaranya


INFP strengths

  • Passionate and energetic. INFPs tend to be very energetic when it comes to causes they believe in and are willing to fight for. They may be quiet and even shy in public, but their passion should not be underestimated.
  • Very creative. INFP personalities find it easy to interpret signs and hidden meanings – furthermore, their well-developed intuition has no difficulties connecting the dots and coming up with interesting, unusual ideas.
  • Open-minded and flexible. INFPs dislike being constrained by rules and do not seek to impose them on others. They tend to be fairly liberal, open-minded individuals, as long as their principles and ideas are not being challenged.
  • Idealistic. INFPs are perhaps the most idealistic of all personality types, believing that people are inherently good and everyone should do their best to fight evil and injustice in the world.
  • Seek and value harmony. INFPs do not want to dominate and work hard to ensure that everyone’s opinion is valued and heard.
  • Can be very dedicated and hard-working. As mentioned above, INFP personalities are both very passionate and idealistic. Not surprisingly, they can also be unbelievably dedicated to their chosen cause or an organization. It is unlikely that an INFP will give up simply because everyone else has abandoned the cause or it is getting difficult to keep going.

INFP weaknesses

  • Too altruistic. INFPs may be so focused on doing good things and helping other people that they may neglect their own needs. Alternatively, they may fight for their chosen cause ignoring everything else in life.
  • Dislike dealing with data. INFP personalities are very much in tune with emotions and morality, but they are likely to have difficulties when it comes to dealing with facts and data, e.g. analyzing connections or finding discrepancies.
  • Difficult to get to know. People with the INFP personality type tend to be private, reserved individuals. They are also likely to be quite self-conscious.
  • Take many things personally. INFPs cherish their ideals and find it very difficult to accept criticism, taking such comments very personally. They also tend to avoid conflict situations, always looking for a solution that satisfies everybody.
  • May be too idealistic. INFP personalities are prone to being too dreamy and idealistic, especially when it comes to romantic relationships. They may idealize – or even idolize – their partner, forgetting that no one is perfect.
  • Impractical. INFPs do not really see practical things as important. They may even forget to eat and drink if they are doing something that excites and motivates them.


Nah, apakah itu berlaku sepenuhnya? Menurut saya pribadi, karena itu berdasarkan riset yang pastinya berdasarkan pertimbangan yang matang, tentu hasilnya mempunya validitas yang dijamin, namun apakah berlaku 100%? Belum tentu :)

Wakaranai

Wakaranai...
Mengapa mimpi begitu membius kesadaran
Rasanya aku tidak sedang bermimpi
Karena sobekan angan ini merajai hati
Dipermainkan pelangi yang bersolek

Wakaranai...
Kapanpun maut menjemput aku terserah
Atau malah kehamcuranku jadi ucapan selamat datangnya
Pagar di kebun aku menanam asa punah

Wakaranai...
Pernah terpaan asa lambungkan imaji
Namun gilasan tapak sekilas lebih atas dari kepalaku yang terpapah

Golongan ke-10 yang Sholatnya tidak diterima

Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang shalatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya:1. Laki-laki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.2. Laki-laki yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat.3. Laki-laki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.4. Laki-laki yang melarikan diri.5. Laki-laki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).6. Wanita yang suaminya marah kepadanya.7. Wanita yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.8. Imam atau pemimpin yang sombong dan dzalim menganiaya.9. Orang-orang yang suka makan riba'.10. Orang yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S.A.W : "Barangsiapa yang shalatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya shalatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."
dikutip dari sini

Golongan yang ke-10 sepintas sepele, bahkan kesannya otomatis. Orang yang sholat otomatis bakal jauh dari perbuatan dosa. Simpel kan... Ternyata tidak kawan-kawan :)

Memang benar, sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar, pertanyaan yang perlu dimunculkan adalah bagaimana dia menjaga sholatnya. Sholat merupakan ibadah yang harus dijaga :
1. Niatnya
2. Kekhyusu'annya
3. Konsistensi dan keberlanjutannya

Dan memang akan jadi munafik ketika tiap hari mengucapkan kebesaran Allah (dalam takbir), meminta ditunjukkan jalan lurus (bacaan Al Fatihah), hingga syahadat (saat duduk takhiyat), namun masih sata bermaksiat. 
Maka, pahami arti bacaan sholat serta resapi akan tujuan segala diucapkan kalimat-kalimat tersebut.

Melawan Kesepian

Ini bukan tentang lagunya Jikustik, melainkan sebuah kesekaratan seorang bocah.
Dimanapun dia berada, dia selalu.dianggap asing dan jadi pilihan kesekian untuk diajak mengobrol oleh orang lain. Kadang bocah itu diabaikan dari lingkungan A karena punya identitas B, namun di B ia dibatasi dari segala bentuk simpati orang-orang di B lantaran ia punya background A. Acapkali bocah itu tidak mengerti kenapa ada diskriminasi macam itu.
Pernah dia dilibatkan dalam sebuah kelompok yang dikenal elit, tapi hingga berakhirnya masa edar kelompok elit tsb, si bocah tak ubahnya pelengkap glamornya mereka yang di kelompok elit tsb.
Dengan segala keterbatasan dia kerap urung hadir di segala asyiknya suatu pergaulan. Entah dimana cita rasa persaudaraan yang orang sebut itu "ukhuwah" karena tidak hadirnya si bocah hanya terasa seperti angin lalu, sedangkan ketidakhadiran penghuni lainnya sudah jadi topik tersendiri. Entah...

Sepi...
Mereka terlalu heboh dengan bertumpuknya kebersamaan mereka.

Sepi...
Hanya bermandikan udara penat
Dimana "peduli' hanya ada di museum

Sepi...
Ramai orang memandang si bocah hanya saat tudingan miring mengemuka padanya

OK, cukup sudah berkeluh kesah
Tiada guna gerutu itu
Bahkan hanya memantik segala rupa suúdzon, menebak-nebak tingkah orang yang tiada gunanya :)

Sincerarely

Twenty Fourteen theme

Jumat lalu (3/1) iseng-iseng nyobain theme terbaru WordPress Twenty Fourteen. Desainnya kerasa khas kontemporer banget. Era saat ini spasi kangkang, simpel, tulisan agak gede.

Ok judul dan prolognya mungkin jauh dari yang saya pikirkan tengah malam ini. Suntuk juga libur Sabtu ini diisi dengan nonton Kamen Rider Kiva terbitan 2008. Kadang nonton film terbitan lama enak tapi jangan dibiasakan berlama-lama menengok masa lalu. Bagaimana dengan masa depan.

WordPresa tentu tidak asal membuat theme Twenty Fourteen yang bakal dipakai setahun atau bahkan lebih. Pasti ada analisisnya. Begitu pula berbagai rencana pribadi di 2014 ini harus ada perencanaan yang matang dan tentunya implementasi yang nyata.

Pertama tentu hablumminallah. Masih jauh tingkah laku ini dari apa yang diperintahkan-Nya. Penguatan kekhusyu'an sholat dan pengintensifan membaca firman-Nya jadi target utama di 2014. "konsistensi", kalau di hp bisa diketik kurang dari 5 detik dan bisa dibaca tapi...kalau menilik kenyataan ini lebih sulit daripada meluruskan benang. Ada saja godaannya. Maka lakukanlah semua ibadah dengan perasaan ikhlas dan totalitas seolah-olah itu kesempatan terakhir. Jangan beri kesempatan untuk bermalasan.

Kedua, rencana bermagister (harusnya) siap laksanakan. Namun belum adanya kepastian beasiswa mmbuat diri ini agak waa-was. Belum lagi satu tahun tanpa atmosfer kuliah tentu membuat sya butuh waktu adaptasi. Faktor akomodasi bertransportasi dari kantor, kampus, dan kosan memberi PR utk menyusun rencana. Sebaik-baiknya rencana adalah yang jelas targetnya. Bismillah, target IPK 3,9 di semester 1 semoga tergapai.

Ketiga, keprofesian. Hmm..prioritas tentunya tetap di PAJ, namun utk poin ini saya hanya mematok standar target 3: sesuai passio tidak menggangu akademik, serta pemghasilan minimal mencapai nisab zakat profesi.

Keempat, mmm..entah kenapa.saya tuliskan ini di nomor empat. Apa sudah mulai hilang pengharapan? Entah #jawabannya_fuzzy_banget Saat ini sedang tidak sempat berpikir tentang proposal ke ayah/wali seseorang. Saat ini sedang fokus ke proposal beasiswa dan riset

Target mayor ada 4. Target minor? Wuakehhhh tenan hehee...

Semoga diberi kekuatan dari-Nya

Sebuah quote

30 Des '13 lalu 4 orang ex-BPHHMIF2011 ngumpul bareng di sebuah tempat makan di Jakarta Utara. Berbagai obrolan terlontarkan. Ada topik penting, ada yang geje juga sih, yang pasti ledek-meledek (tanpa ada istilah koalisi abadi..ya tinggal tunggu apesnya giliran di-bully). Smua ditanggapi dengan senyuman hingga sebuah quote terceplos oleh si juragan Kang Alvin yang langsung membuat kita semua speechless. Kurang lebih intinya gini.

"Ketika pernikahan diniatkan sebagai ibadah maka jangan mempermasalahkan dengan siapa kita menikah. Itu bisa jadi mempengaruhi keikhlasan kita. Pilihlah dengan kriteria yang mendekatkanmu dengan-Nya."

Well...mi rebus ala Korea (mbuh opo arane) itu yang sedang diseruput ko pedesnya ampe bikin jantung ye?

Preview Desain Website 2014

Sejumlah portal memunculkan berbagai prediksi tentang desain yang akan menjadi trend di tahun 2014 ini.  

Berikut rangkuman prediksi desain versi TheNextWeb, CarolinaRPG dan RedExperts.

  1. Non-boring typography, gunakan font yang tidak terlalu norak, pakai yang nyaman untuk dibaca dalam waktu yang relatif lama, serta jangan terlalu memakai banyak jenis font dalam sebuah website.
  2. Flat design, kesederhanaan desain dimana informasi yang hendak disampaikan dapat langsung diarahkan kepada user. Contoh yang keren nih http://pragmaticlab.com/, ini juga http://indonesiakreatif.net. 
  3. Large hero areas quickly killing sliders, area luas dengna berbagai konsep background mulai menguasai atensi dengan konten tulisan disajikan secara efektif. Namun ruang kosong harus tetap proporsional.
  4. Heavier focus on mobile, pembuatan desain website saat ini harus menyertakan analisis ketika ditampilkan di layar smartphone. Konsekuensinya cukup telak, ukuran resolusi yang beragam ujung-ujung mengharuskan perhitungan yang matang untuk menentukan mana yang harus bersifat responsif berupa persentase layar, dan mana yang sifatnya fixed-size.
  5. Videos in place of text, semakin besar dan mudahnya mencari bandwidth menyebabkan akses video bisa lebih cepat
  6. Long scrolling sites, sempat dianggap memperlambat penyerapan informasi, namun justru konsep space yang lebih lebar serta ukuran huruf yang lebih besar menjadikan panjang scrolling mulai "ditoleransi" dan "diwajarkan". Saat ini, kunci agar scrolling menjadi hal yang mnyenangkan adalah memainkan desainnya seperti di web http://www.noiretrenoir.com/parallax/.
  7. Simple color schemes, perpaduan warna tidak terlalu ramai, asalkan kontrasnya berpadu cantik, itu sudah cukup mengakomodasi kenyamanan mata yang melihat
  8. Simplified content, desain pada website yang berisi konten beragam ternyata tidak perlu muluk-muluk nan rumit. Penataan lebih memegang kunci dalam memanjakan user ketimbang efek-efek visual yang justru sering tidak tepat guna bagi user.
  9. Dropping the sidebar, terlalu banyak sidebar yang "berkedap-kedip dalam waktu bersamaan di sebuah layar ternyata membingungkan user. Solusinya, pandai-pandailah memilih, mana info yang layak dijadikan slide, mana yang tidak. Meskipun tujuan slide adalah meringkas informasi agar sesuai dengan ukuran layar yang tersedia, namun hal ini masih dianggap ramai bagi sejumlah user. 
  10. Manipulated imagery and animation, pada gambar/image yang tidak menjadi pendukung konten tulisan, misalnya hanya sebagai background, perlahan menemukan "trend" untuk dibuat kabur. Selain dibuat kabur, masih ada sejumlah trik mengolah image agar sesuai kebutuhan website dan menghindari "perang antar image". Ada kalanya, desainer menampilkan animasi berupa penggiringan user agar memakai user sesuai keinginan developer. Kolaborasi javascript, CSS, plus flash menjadi permainan asik yang menyenangkan bagi mata user, coba deh buka web ini http://wagerfield.github.io/parallax/.


Menjaga Hidayah


Lagi-lagi page Muslim Show menampilkan karikatur yang menurut saya sangat jleb. Kali ini tentang dua orang, yang satu mewakili orang yang taat beribadah namun mendadak statusnya menukik menjadi kelam, sedangkan satunya lagi merepresentasikan seorang penganut hedon yang justru merangkak naik menjadi orang yang ingat pada Illahi. Fenomena yang menarik untuk diulas walau kerap kita jumpai di sekitar.

Tiap orang punya potensi untuk berubah, bisa ke arah lebih baik, bisa ke arah yang lebih buruk.
Ketika perubahan itu ke arah lebih buruk, maka peran kita saling mengingatkan. Ketika perubahan itu ke arah lebih baik, maka peran kita saling menopang. Tentu kita berharap kita tidak menjadi penonton yang membiarkan kerabat kita mengalami perubahan yang lebih buruk, maka ingatkanlah kerabat kita (termasuk saudara-saudara muslim) dengan cara yang baik ^_^


Hidayah itu memang datangnya dari Allah, tapi ada sejumlah cara untuk menjaga hidayah yang dianugerahkan pada kita. 
Isilah waktu dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada-Nya, baik yang bersifat hablumminallah maupun hablumminannas. 

Gambar itu juga mengandung unsur yang agak "makjleb", yaitu kematian keduanya oleh petir #serem pisan yee. Dari situ muncul sebuah pelajaran bahwa mati bisa muncul kapan saja, kemungkinan terbaiknya saat itu mengingat-Nya, kemungkinan terburuk justru saat sedang bermaksiat. Notabene mati tidak ada yang tahu kapan munculnya. So, isilah waktu dengan hal-hal yang sesuai dengna perintah-Nya :)

Apakah Keluarga (Besar) itu Tidak Punya Roadmap?

Belakangan agak ramai juga kampus si sebelah selatan itu. Perlahan mulai mengulik secuil pemikiran tentang dinamisnya dunia mahasiswa dengan segala..segala apa y? ya segala "dinamika"-nya...

4,5 berstatus sebagai anggota dari sebuah Keluarga Besar Mahasiswa (entah keluarga itu menggap saya dari bagiannya ataukah tidak :p) ada sebuah pertanyaan yang belum terjawab, yaitu "ada nggak sih roadmap keluarga besar mahasiswa ini?" Kenapa harus bertanya seperti ini? Kesannya ko formal banget sih? Berasa lagi ngomongin riset dengan suasana mendadak kaku, please deh, ga usah formal-formal amit, have fun ajalah di keluarga besar ini.


Well, have fun, kaku, garing-crispy, romantis #aihh, ngebanyol, itu adalah kemasannya, bungkusnya, interface-nya, metodanya, tapi secara persenyawaan tentunya sebuah organisasi sekelas keluarga besar harusnya mempunyai pandangan yang visioner dimana didefinisikan ke dalam sebuah roadmap.


Mari kita pergunakan sebuah pola pikir negasi, yaitu suatu cara berpikir memandang pentingnya sesuatu bukan dari keberadaannya, tapi ketidakadaannya. Coba bayangkan kalau roadmap keluarga besar mahasiswa tidak ada! Eh, bentar-bentar, bukannya malah tidak ada ya roadmap di keluarga besar ini? *CMIIW* Okay, sekarang coba evaluasi kondisi keluarga besar yang tidak ber-roadmap ini

Pertama, pencanangan program kerja yang lebih fokus pada : meneruskan warisan, suka-tidak suka terhadap cara pelaksanaan pendahulunya. Subjektivitas melekat. Mungkin justifikasi ini pun subjektif yee...hehee... Tapi terkait pencanangan program kerja, hal yang cukup fatal terjadi adalah kebersinambungannya. Banyak proker yang korelasinya lemah dengan proker serupa di tahun sebelumnya, bahkan proker ini pun entah bagaimana akan bisa dikembangkan di tahun berikutnya. Ada dua faktor pendukung ketidakberlanjutannya proker-proker demikian. Satu, terlalu malasnya meninjau proker tersebut tahun lalu, entah itu dengan cara diskusi langsung ke penyelenggara (dan pihak yang menjadi sasaran). Dua, tidak ada acuan untuk menuntun apa yang harus dilakukan pada tahun ini dan apa yang harus diestafetkan untuk tahun berikutnya. Tahun ini mengadakan kerja bakti membersihkan sungai, tapi tahun berikutnya tidak ada kelanjutannya.


Sebagai "bengkel kreativitas", tentu banyak ide-ide dahsyat yang cocok diterapkan pada lapangan luas produktivitas mahasiswa. Perkara lingkungan saja bisa melahirkan puluhan program kerja. Begitu pula peran keluarga mahasisswa dalam mengembangkan masyarakat di sekitar kampus, aspek pendidikan, aspek kesehatan, aspek ekonomi dll. Tantangan yang perlu dikuasai oleh para komandan di keluarga besar adalah bagaimana memanajemen waktunya. Dan ketika berpikir jauh ke depan, roadmap menjadi panduan dalam mengambil langkah.

Kedua, silahkan disurvei mengenai gambaran para "komandan" ataupun para "kopral" di keluarga besar tersebut. Siapa sajakah yang mau berpikir untuk membayangkan bagaimanakan kondisi keluarga besar ini sekian tahun mendatang? Mayoritas masih berfokus pada bagaimana mencairkan dana untuk proker ini, bagaimana perang "poster" di mading kampus, dll. Harus ada para pendobrak (walau sedikit) yang mampu mengarahkan pemikiran jangka pendek ke arah jangka panjang.



Ketiga, budaya egosentris antarinstansi, bahkan antarsubinstansi yang lumayan kental. Roadmap berperan besar dalam mengkoneksikan berbagai elemen untuk berkolaborasi. 

Bukan hal yang sulit ditemui kondisi ketika UKM-UKM terlalu asyik dengan agendanya masing-masing tanpa adanya interaksi yang bersifat kebersamaan. Para komandan keluarga besar pun agaknya belum bisa menangkap peluang untuk mengajak kerja sama antarinstansi. 


Kesibukan mengurusi program kerja menjadi alasan untuk menunda-nunda keinginan untuk mengajak instansi-instansi di dalam keluarga besar untuk bekerja sama.



Keempat, tanpa roadmap maka akan muncul kebiasaan untuk berpikir jangka pendek. Dampaknya sudah banyak terlihat. Secara organisasi, aksi/demo yang dimotori lembaga eksekutif di keluarga besar tersebut banyak yang bersifat mendadak dan analisis dari kajiannya kurang menampilkan pemikiran yang mampu melihat masa depan secara jauh dan menyeluruh. Secara individu pun, banyak alumni keluarga besar yang kerepotan menata kehidupan pascalulus karena tidak mempunyai roadmap.


Ketika dilibatkan sebagai panelis fit and proper test bakal calon presma dan wapresma di sebuah kampus dengan 2 pasang kandidat (artinya ada empat orang), hanya ada satu orang yang tahu dan pernah membaca MP3EI (opooo kuwii).

Well, bagaimana membangun sebuah keluarga besar melalui roadmap?
Kita kulik nanti hehee
Saya coba mengobrol dengan sejumlah orang-orang inspiratif sebagai narasumbernya :)