Mulai Normal, Kecuali Bawang Merah

Beuuuh, menjelang akhir bulan Syawal tampaknya pemerintah mulai bisa bernafas laga dalam urusan pengendalian harga sembako. Setidaknya jika menengok statistik yang dipaparkan di laman resmi Kementerian Perdagangan, yaitu ews.kemendag.go.id. Nyaris semua harga menunjukkan tren yang penurunan, kecuali bawang merah. Tren penurunan ini bahkan sebetulnya merupakan bentuk 'kembali ke fitrah'-nya harga bahan pokok yang sejak bulan Ramadhan hingga masa-masa lebaran menggempur uang belanja rumah tangga hampir di seluruh Indonesia.

Beras yang konsisten harganya

Harga cabe turun, tapi masa lalu masih tetap pedas buat dikenang ehhh

Minyak goreng gak mau kalah untuk turun harga yeayy

Harga sapi mulai normal, ya memang belum mencapai target 70 ribu sesuai target presiden namun setidaknya tidak segreget menjelang lebaran lalu


Tentu sudah bukan rahasia umum lagi jika pada periode tersebut terjadi kenaikan harga yang meminjam judul lagu Afgan 'Sadis'. Banyak faktor yang ditengarai jadi penyebabnya yang secara sederhana berpangkal pada keterbatasan stok atau penawaran dan juga membludaknya permintaan. Kedua pangkal masalah itu secara ekonomi dan 'biologis alami' menyebabkan kenaikan harga. Masalahnya kedua pangkal masalah itu sudah bukan rahasia lagi terjadi karena rekayasa alias permainan pihak tertentu yang secara 'biologis' untuk meraup keuntungan untuk perut pribadi. Menengok harga produsen sebuah komoditas yang masih kelewat murah dengan stok berlimpah namun entah mengapa terjadi kelangkaan di tingkat distributor 'ujung' tentu menyiratkan tanda tanya besar. Dulu tanda tanyanya masih seputar 'Benarkah ada mafia yang melakukan politik penimbunan/'. Sekarang tanda tanya membesar dengan konten 'Sesadis inikah para mafia mempermainkan warga miskin/'. Dan justru kerap asyik menjalankan bisnis yang tidak bersih ini justru di bulan Ramadhan dan Syawal yang artinya sangat mengganggu konsentrasi masyarakat Muslim yang sedang menunaikan ibadah-ibadahnya. Bisa jadi di balik senyum ibu kita saat berbuka puasa, beliau sedang mulai khawatir tidak ada opor ayam atau sapi saat lebaran nanti.

Lihat harga bawang yang justru makin membumbung naik

Kini harga-harga mulai normal, kecuali bawang. Ah, untuk barang satu ini, kadang dengan cabe merah, sudah terlalu sering memusingkan Kemendag lantar rantai pasoknya yang dikerumuni ranjau-ranjau mafia. Sulit menggugat siapa dalang yang paling bertanggung jawab karena aktor di rantai pasok tersebut terlalu kompak dalam berkomplotan. Semenyenangkan kah itu memanipulasi harga pasar/ Hohohoo.

No Response to "Mulai Normal, Kecuali Bawang Merah"