Introspeksi atas Kriik terhadap Khotbah

Kita sering dengan mudanya mengesampingkan isi kotbah dengan berbagai alasan, padahal kiata sendiri (termasuk saya tentunya) masih miskin kontribusi dan fakir pengetahuan.

Kita menganggap khotib sekarang terlalu bikin ngantuk dalam khotbah. Padahal kita sendiri datang ke masjid tanpa bekal apapun kecuali ngantuk. Lahir batin tidak kita siapkan untuk menerima nasibah-nasihat baik.

Kita menganggap materi yang disampaikan "itu-itu saja". Padahal materi yang "itu-itu saja" tidak pernah mau kita review pasca-khotbah. Bahkan apa yang barusan dikhotibkan pun enggan kita bagi-bagikan ke sekitar kita.

Kita menganggap khotib sudah terlalu tua. Padahal kita yang masih muda ini jangankan menyiapkan materi khotbah, punya niat saja entah.

Kita menganggap suara khotib lirih. Padahal kita sendiri lirih dalam mendakwahkan Islam.

Kita menganggap diri kita apa kalau bukan anak kecil yang hanya pandai mengeluh padahal kita masih cuma mau pasif di dalam urusan dakwah.

Wallahualam

No Response to "Introspeksi atas Kriik terhadap Khotbah"