Menikah sebagai Manifestasi Rukun Iman [4]

Rukun iman keempat adalah iman kepada rasul dan nabi yang diutus oleh Allah, sebagaimana “Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan rasul-Nya Maka Sesungguhnya kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.”(QS.Al-Fath:13)

Sebagaimana iman kepada Allah, malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya yang saling terkait, begitu pula iman kepada nabi dan rasul mempunyai keterkaitan dengan ketiga poin iman di atasnya, termasuk di dalamnya dalam konteks menikah sebagai representasi rukun iman. Hal ini pun termaktud dalam sebuah hadis “tidaklah Allah mengutus seseorang nabi kepada suatu umat, kecuali wajib baginya untuk menunjukknya umatnya kepada kebaikan yang dia ketahui dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang dia ketahui.”(HR,Muslim).

Nabi Muhammad SAW sebagai panutan kita sendiri telah memberikan berbagai pengarahan mengenai berbagai adab dalam kehidupan sehari-hari. Ada adab tentang berpakaian, adab tentang jual-beli, hingga tentang interaksi laki-laki dan perempuan. Berbagai adab tersebut bermuara pada penghambaan kita terhadap Allah SWT. Berbagai arahan tersebut diriwayatkan ke dalam hadis-hadisnya sebagai tuntunan hidup umat Islam yang kedua setelah Al Qur an. Mengimani nabi dan rasul tentu di dalamnya termasuk mengakui hadis sebagaimana kebenaran periwayatannya, lantas apa hubungannya dengan menikah?

Sebagaimana telah disinggung bahwa berbagai adab berkenaan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk menikah. Nabi Muhammad SAW pun telah memberi bagaimana cara kita memilih pasangan hidup. Bahkan sebelum memilih pasangan hidup, adab pergaulan laki-laki dan perempuan yang bukan mahramnya pun turut diaturnya. Hal ini jelas untuk menjaga kehormatan diantara keduanya.

Apa yang menjadi kewajiban serta hak entitas di dalam berumah tangga telah diatur melalui ajaran Nabi Muhammad SAW, hal tentunya menjadi pedoman bagi insan manusia dalam mengelola rumah tangga. Jelas hal ini menjadi panduan (guidelines) bagi umat muslim agar dapat menuju apa yang sering didoakan tatkala memulai pernikahan, yaitu keluarga yang sakinah mawadah warohmah. Bagaimana keluarga tersebut dibangun atas dasar ibadah kepada Allah SWT tentu, bagaimana menumbuhkan dan menjaga rasa sayang antara suami-istri serta bagaimana menempatkan diri dengan baik.

Jadi apakah penting iman kepada Rasul dan Nabi sebagai manifestasi rukun iman?
1. Memahami tuntunan Nabi Muhammad SAW (karena kita umatnya) dalam memulai dan mengelola rumah tangga
2. Menjadi tuntunan bagaimana mendidik seorang anak agar bisa menjadi kader Islam yang taat dan terjaga akhlaknya
3. Menghindarkan diri dari berbagai ancaman luar yang mengganggu akhlak anggota rumah tangga

Wallahualam

No Response to "Menikah sebagai Manifestasi Rukun Iman [4]"