Tentang Pergantian Waktu

Pergantian tahun pada dasarnya merupakan salah satu dari pergantian waktu. Ya, pergantian waktu dimana detik bertambah menjadikan pagi menjadi siang, lalu sore, dan akhirnya malam. Semua itu berlangsung kontinu. Sekilas, pergantian tersebut sifatnya lumrah dan biasa saja, apalagi memang berlangsung tiap hari ya seperti itu. Namun jika kita mau berpikir, maka kita harus membuka kembali lembaran Al Qur'an dimana disebutkan bahwa fenomena tersebut merupakan tanda kekuasaan Allah.

Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa. (QS Yunus: 6)


Maka akan selayaknya jika segala jenis pergantian waktu, termasuk di dalamnya tahun baru Hijriah, Mashehi, hingga ulang tahun tidaklah disikapi dengan cara yang berfoya-foya, hedon, atau bentuk-bentuk lain yang menjauhkan dari-Nya. Kenapa demikian?

Demi waktu. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi.Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS Al Ashr: 1-3)

Artinya seiring waktu yang bergulir, kita ini orang yang merugi, default-nya manusia merugi. Tapi tidak semua orang rugi ternyata, ada sejumlah syarat agar seseorang tidak rugi. Yaitu yang beriman dan berbuat kebaikan dan menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. Dengan demikian, mari introspeksi diri. Pergantian waktu yang terjadi diisi dengan hal-hal menjadikan kita tidak rugi atau justru makin membuat kita bangkrut?

No Response to "Tentang Pergantian Waktu"