[Review] The Good Dinasaur

Beberapa hari lalu iseng nonton film The Good Dinasaur. Tidak ada alasan berlebih selain menenangkan pikiran yang lagi banyak kalutnya. Ya maklumnya kerasnya ibu kota plus bau keringat di KRL membuat pengapnya yojana. Dari hasil survey, agaknya film kartun satu ini menarik juga.

Cerita ringkas film ini berkutat pada seekor dinosaurus jenis brontosaurus yang paling bungsu, paling penakut, dan paling lemah diantara kedua kakaknya. Dia harus menerima kenyataan bahwa kemampuan dia membantu "pertanian" orang tuanya tidak mumpuni, kalah telah dibandingkan anggota keluarganya lainnya. Namun takdir berkata lain ketika ia tersesat entah dimana dan menjalani petualangan seru bersama seorang anak manusia purba yang juga bernasib sama, kehilangan jejak dari keluarganya.

Seperti biasa, saya akan lebih menyoroti keunggulan film daripada kejelekan (yang menurut saya di film ini masih terlalu sedikit). Pertama kualitas gambar yang sangat riil, benar-benar mendekati aslinya, efek grafisnya halus. Kedua paduan suara orkestra klasik yang beberapa kali disahuti musik tradisional perkusi yang rancak. Dan ketiga nih yang paling saya suka adalah ide "slengekan" berupa dinosaurus yang menjadi petani dan jgua peternak.

Bayangin aja ada dinosaurus yang menanam benih, menyirami, hingga memamen plus mengelola lumbungnya. Belum lagi urusan menggembala bison yang dilakukan oleh dinosaurus (yg notabene karnivora). Antara lucu dan nggak logis, tapi justru itu kocaknya hehee :)

No Response to "[Review] The Good Dinasaur"